Share

Bab 29

Penulis: Stary Dream
last update Tanggal publikasi: 2026-03-02 06:57:00

Pemakaman ini diadakan secepat kilat. Tanpa tamu yang datang, tanpa tetangga mengetahui. Hanya ada Aldi, Sandi, Husna dan petugas pemakaman.

Bayi mungil yang belum cukup bulan itu akhirnya memenuhi panggilan Sang Kuasa. Berjaga di pintu gerbang sembari menunggu kedatangan orang tuanya di surga.

Aldi menciumi jasad anaknya untuk yang terakhir, sebelum kafan putih itu tertutup oleh limpahan tanah selamanya.

Aldi mengumandangkan adzan sambil menahan air matanya. Ia lalu membantu petugas pemakaman
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Stary Dream
sama² kak ♡
goodnovel comment avatar
Stary Dream
hihihihi ditunggu ya
goodnovel comment avatar
Adfazha
Met meratapi penyesalan terdalammu yg sia" ya Aldi buruan baca tuh jeritan hati terdalam Selina kna kezaliman mu & ibumu yg kejam hm Thor blh nmbh up gak hehehe
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 62

    "Panggil Rama kemari!"Rahang Taufan sudah mengeras karena menahan emosi. Wajah ini merah padam karena malu akibat perbuatan anaknya.Entah anak siapa Rama ini, kenapa dia berbeda sekali dengan dirinya dan juga Rangga! Karena terlalu biasa dimanja oleh Mala membuatnya menjadi pemberontak.Dan salah satu rasa malu yang diberikan oleh Rama adalah malam ini.. disaat Rama main pergi saja meninggalkan wanita yang hendak dijodohkan padanya.Rama dipanggil, pria ini duduk di sofa keluarga tanpa rasa bersalah. Ia disidang oleh Taufan dan juga Rangga."Beginikah sikapmu itu, Rama? Kenapa kamu tidak bisa menghormati tamu papa!""Apa ada yang salah? Bukannya aku sudah menyapa mereka tadi.""Jangan main-main, Rama! Berapa usiamu itu! Mau sampai kapan kami bertingkah kekanak-kanakan!" Seru Taufan kesal."Aku nggak mengerti maksud papa." Ujar Rama ikut kesal juga."Papa dan mama hendak menjodohkanmu dengan Yasmine. T

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 61

    "Dokter Rama.."Mata Rama membulat sempurna, namun ia mendistraksikan pandangannya pada anak perempuan yang wanita berhijab itu pegang. Anak kecil itu tampak menangis hebat dalam pelukannya."Baringkan dia. Apa yang terjadi?"Anak perempuan itu dibaringkan di atas tempar tidur. Rama dengan sigap memeriksa keadaan anak ini menggunakan stetoskop. Selanjutnya, ia mengambil senter dan menyinari ke permukaan kulit yang nampak kemerahan. Tepatnya di area wajah hingga ke lengan bagian kanan."Tadi aku lagi buat susu dengan dotnya, dok. Tapi Aulia nggak sabar lagi dan merebut dot yang aku taruh di atas meja. Jadi, tumpahan air panasnya mengenai wajah sama lengannya." Jelas Selina terbata.Ia sempat terkejut saat masuk ke ruangan ini. Rupanya dokter yang berjaga adalah dokter yang begitu dikenalnya.Rama memeriksa lagi keadaan Aulia. Memastikan jika kulit anak ini tidak terjadi masalah. Aulia yang tadinya menangis terisak jadi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 60

    "Gimana kalau kita kerja sama aja? Kebetulan aku lagi merambah ke bisnis skincare. Dengan basic mu sebagai seorang dokter, kita bisa membangun bisnis ini bersama-sama." Ujar Nisa tersenyum manis.Taufan melihat anak dan menantunya secara bergantian. Malam ini mereka berkumpul di ruang keluarga dimana Rangga dan istrinya suka sekali mendominasi pembicaraan."Aku nggak berminat." Sahut Rama datar."Ayolah, Rama. Tawaran kakak iparmu ini bagus banget, loh!" Sambung Rangga. "Lagipula ngapain sih kamu masih betah jadi dokter? Mana dokter umum lagi! Emang berapa gajimu itu, hah? Lebih baik kamu ikut berbisnis seperti kami."Sudah berulang kali Rama jengah dengan ucapan Rangga dan istrinya. Mereka selalu meremehkan pekerjaan Rama. Padahal ketika pria ini terjatuh, bukannya mengulurkan tangan dan memberikan motivasi melainkan mereka suka sekali mencibir kisah hidup Rama yang tragis.Betapa tidak? Dalam satu tahun ini hanya kemalangan yang menimpa

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 59

    Aldi sudah terhukum jika dia menyadarinya. Ia terpisah dari istrinya yang setia. Terpisah dari putri yang sudah membuka jendela hatinya.Aldi ingin marah, menuntut semua orang yang memisahkan dirinya dengan Selina dan Alina. Tapi apa Aldi masih memiliki hak akan itu? Sedangkan dia saja tak bisa melakukan apapun.Semua keburukan Aldi tertulis dalam buku harian hitam milik Selina. Tak hanya itu, bukti cctv perselingkuhannya dengan Mayang serta riwayatnya tinggal di penjara sudah menjadi bukti bahwa Aldi memang tak pantas untuk diberikan kesempatan.Terlebih ketulusan dan kesabaran yang Aldi tampilkan pada Selina saat lumpuh rupanya memiliki tepi. Ia kembali lagi ke watak aslinya. Aldi cukup beruntung Selina tak membawa catatan hitamnya ke meja hijau, atau bisa dipastikan dia akan mendekam lagi di penjara.Hari ini, pertemuan kembali Aldi dengan putri kecilnya yang ia panggil Alina.Aulia Alina kini sudah berusia 1 tahun. Dua kaki kecil itu

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 58

    Rintik hujan mulai jatuh ke atas bumi. Awan hitam pekat. Hembusan angin kencang menerpa wajah Rama yang masih berdiam di tempatnya.Tatapan matanya begitu kosong. Teguran dari para manusia yang hulu hilir melewatinya, bahkan ada yang berani menyentuh bahunya sama sekali tak dihiraukan olehnya.Rama menatap nanar makam yang masih tertumpuk dengan tanah berwarna merah. Semakin basah karena hujan yang mulai melanda."Kami tidak tahu apa yang terjadi pada Anggia. Kepergiannya membuat kami terpukul."Suara pria itu lalu mengembalikan kesadaran Rama. Dia lalu memandang pria yang berada di hadapannya. Seorang pria paruh baya."Tapi kami bersumpah akan mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya bunuh diri. Cepat atau lambat, kami akan menemukan siapa orang itu." Sambung pria itu tegas.Rama masih tak bergeming. Pandangannya lalu beralih pada wanita paruh baya yang masih menangis meratapi nisan yang bertuliskan nama Anggia. Wanita muda yan

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 57

    "Selina!" Teriak Aldi dengan keras.Selina yang menggendong putrinya berlalu ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan sana.Aldi yang bergerak ingin mengejar Selina tertahan karena dua pria bertubuh besar yang menghadangnya."Apa-apaan ini? Ayah menyewa preman untuk menghajarku?" Aldi marah sekali."Tidak. Aku hanya ingin menjemput putri dan cucuku." Jawab Maryono tenang."Apa ayah sudah lupa dengan perjanjian kita?? Ayah tidak diizinkan untuk menemui anakku lagi!""Dan surat perjanjian itu tidak berlaku karena kamu sudah mengingkarinya.""Sial!" Aldi mengumpat hingga membuat Maryono terkejut. "Kalian semua sudah mempermainkanku! Aku nggak akan tinggal diam!""Ternyata inilah watak aslimu, Aldi. Aku pikir kamu sudah berubah karena Selina koma. Tapi ternyata ketulusanmu hanya sementara saja."Maryono memutar tubuhnya dan ikut masuk ke dalam mobil. Sementara Aldi tak bisa mengejar karena tertahan oleh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status