Saat Aku Berhenti Menjadi Istrimu

Saat Aku Berhenti Menjadi Istrimu

last update최신 업데이트 : 2026-08-14
작가:  Bayang Wiradipa방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 평가. 1 리뷰
38챕터
673조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Di tahun kelima pernikahannya, Laras tidak pernah membayangkan bahwa rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati akan retak oleh satu kalimat sederhana. "Sayang, aku membawa anak... untuk kita." Senyum yang terukir di wajah Bagas terasa selembut pisau yang mengoyak hati Laras hingga tak bersisa. Tanpa rasa bersalah, ia memperkenalkan perempuan muda dengan perut membesar yang berdiri di sampingnya. Kepercayaannya runtuh dalam sekejap. Di tengah luka yang belum sempat mengering, hadir seorang pria yang diam-diam telah lama menyimpan perasaan padanya, mengulurkan tangan, dan menjanjikan masa depan yang baru. Namun, bisakah Laras percaya lagi setelah dikhianati sedalam itu? Haruskah ia pergi meninggalkan Bagas dan segala kenangan yang pernah mereka bangun, atau bertahan... dalam rumah tangga yang kini terasa pahit?

더 보기

1화

Bab 1. Kejutan

Ada banyak cara untuk menghancurkan hati seorang istri, dan Bagas memilih cara yang paling kejam.. dengan membawa perempuan itu pulang.

Laras tidak pernah tahu, jika perasaan cinta yang selama bertahun-tahun suaminya bisikkan dengan lembut, ternyata sedangkal itu.

Kepercayaan yang Laras jaga sepenuh hati runtuh, seiring langkah Bagas memasuki ruang tamu.. tempat ia biasa menunggu suaminya pulang. Matanya memanas saat melihat jemari mereka telah saling tertaut.

"Sayang, aku membawa anak... untuk kita."

Dengan senyum selembut pisau yang mengoyak hati Laras hingga tak bersisa, Bagas memperkenalkan perempuan itu.

Laras terdiam, benaknya mendadak sunyi. Kata-kata yang ingin ia keluarkan hanya tercekat di tenggorokan.

Laras susah payah menelan ludah yang kini terasa pahit. Pandangannya bergeser dari wajah Bagas, turun perlahan ke perut perempuan itu.

Bagas mengkhianatiku, selama ini ia berbohong dan aku tidak menaruh curiga sedikit pun.

"Aku mau bicara, Mas," ucap Laras akhirnya, sekuat tenaga ia mencoba untuk tetap tenang meski hatinya bergemuruh.

"Iya sayang, bicara saj.."

"Berdua." potongnya datar. Laras tidak memberi Bagas kesempatan untuk melanjutkan.

Bagas sempat ragu, tapi kemudian mengangguk mengiyakan. Ia menoleh singkat pada perempuan itu, seolah memberi isyarat agar menunggu.

"Jangan lama-lama, Mas," ucapnya manja. Suaranya yang lembut terdengar seperti desis halus yang meracuni pendengaran Laras.

"Iya.. tunggu sebentar ya, Lin," jawab Bagas, sama lembutnya.

Bagas melepaskan genggaman tangannya perlahan, seolah sedang menjaga sesuatu yang amat berharga, rapuh, dan mudah pecah.

Lucu sekali mereka.

Kenapa tidak sekalian saja perempuan itu ia bungkus rapi dengan label FRAGILE? Lalu jauhkan dari dunia luar agar tidak ada satu orang pun berani menyentuhnya selain dirinya.

Interaksi keduanya membuat perut Laras terasa mual.

Laras memasuki kamar, disusul Bagas. Ruangan yang dulu menyimpan segala tawa dan kasih sayang, terasa asing ketika pintu tertutup. Dan kini.. hanya menyisakan jarak.

"Sejak kapan?" tanya Laras tanpa basa-basi.

Bagas menghela napas. "Empat bulan.. usia kandungannya."

"Perempuan itu bilang dia mengandung anakmu, Mas?"

"Namanya Linda.."

"Persetan dengan namanya!" sentak Laras.

"Laras.." panggil Bagas seraya maju selangkah, berusaha merengkuh Laras.

Laras sontak menjauh.

"Maaf, Sayang. Mas sempat khilaf dan.."

"Khilaf?!"

Jawaban Bagas meruntuhkan sisa-sisa harapan yang tersembunyi di sudut hati Laras.

"Laras, kita sudah lama menginginkan buah hati, kan? Kebetulan Linda bisa memberikannya untuk kita. Anak itu akan menjadi anakmu juga."

"Itu nggak mungkin, Mas. Kenapa anak yang nggak jelas asal-usulnya itu harus jadi anakku?"

Laras memijat pelipisnya yang berdenyut.

"Laras! Jaga bicaramu. Linda sedang mengandung anakku, dan kamu sebagai istriku.."

Laras terbahak mendengar ucapan Bagas. "Mas sudah jadi bodoh, ya, gara-gara dekat sama perempuan murahan itu."

"Laras," geram Bagas. Terlihat jelas ia sedang menahan emosi.

Kenapa dia yang marah? Harusnya sekarang aku yang marah... mengamuk, meraung, bahkan memukulinya saja nggak akan cukup, batin Laras.

"Lalu Mas pikir.. bawa dia ke rumah kita itu solusi?"

Laras berusaha menahan suaranya tetap datar, tapi matanya mulai bergetar, menahan semua yang hampir tumpah.

"Mas cuma ingin bertanggung jawab," jawab Bagas pelan, berusaha membujuk Laras. "Dan menurut Mas, ini juga kabar baik buat kita berdua. Urusan rumah bisa dibagi sama Linda, jadi kamu nggak bakal terlalu capek sepulang kerja, Sayang. Mas janji bakal bersikap adil ke kalian berdua."

"Bertanggung jawab?" ulang Laras lirih. "Lalu gimana dengan janji Mas dulu?"

"Mas masih pegang janji itu, Sayang. Mas tetap sayang dan setia sama istri Mas." rayu Bagas.

"Sayang.." panggilnya lagi, sembari menatap Laras dengan cara yang sama.

Biasanya, Laras pikir tatapan Bagas yang hangat padanya itu penuh kasih.

Dulu, Laras pasti langsung luluh hanya karena panggilan itu, hanya karena tatapannya yang lembut. Tapi sekarang... Laras muak.

"Mas bukannya selingkuh," lanjutnya. "Itu cuma kecelakaan, dan ternyata kesalahan itu justru mengabulkan keinginan kita selama ini. Mas cuma ingin berbagi kebahagiaan ini sama kamu, Sayang."

Laras tersenyum getir

"Padahal aku masih berharap bisa ngomongin ini baik-baik sama Mas, mengingat hubungan kita yang nggak sebentar. Tapi makin lama kita bahas soal ini, omongan Mas makin nggak masuk akal. Apa Mas pikir, aku bahagia seka.."

Belum sempat Laras menyelesaikan kalimatnya...

Prang!

Suara benda pecah terdengar dari ruang tamu.

Keduanya tersentak.

Bagas yang pertama bereaksi. Ia membuka pintu dengan cepat, langkahnya tergesa menuju sumber suara.

Laras menyusul, meski kakinya terasa berat, seolah lantai yang ia pijak ikut menahan, memahami keengganannya untuk melihat kenyataan yang sebentar lagi terpampang di depan mata.

Di ruang tamu, sebuah vas bunga tergeletak di lantai, pecahannya berserakan tak beraturan. Airnya merembes ke lantai, bercampur dengan kelopak bunga yang tercerai-berai.

Di tengah kekacauan itu, Linda terbaring, tubuhnya meringkuk, kedua tangannya memeluk perutnya.

Wajah Linda tampak pucat.

"Linda!" panggil Bagas panik.

Ia berlari menghampiri dan langsung berlutut di samping tubuh perempuan itu.

"Laras, bantu Mas... cepat!"

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

리뷰

Bilam
Bilam
Bagus BAP pertamanya
2026-08-12 12:07:31
0
0
38 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status