Share

Bab 57

Penulis: Stary Dream
last update Tanggal publikasi: 2026-03-29 06:31:41

"Selina!" Teriak Aldi dengan keras.

Selina yang menggendong putrinya berlalu ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan sana.

Aldi yang bergerak ingin mengejar Selina tertahan karena dua pria bertubuh besar yang menghadangnya.

"Apa-apaan ini? Ayah menyewa preman untuk menghajarku?" Aldi marah sekali.

"Tidak. Aku hanya ingin menjemput putri dan cucuku." Jawab Maryono tenang.

"Apa ayah sudah lupa dengan perjanjian kita?? Ayah tidak diizinkan untuk m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Siapakah ?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 115

    Rangga menggelepar sembari memegang pipinya yang sudah tercetak lima jari dari Taufan. Ia pun jatuh berlutut dan memegang kaki papanya."Maaf, papa.. maafkan aku.." lirihnya ketakutan."Papa nggak menyangka kamu tega melakukan ini pada adikmu sendiri. Demi ambisimu, kamu menjadikan Rama sebagai kambing hitam! Apa sebenarnya yang kamu pikirkan?? Dimana hati nuranimu??!"Rangga tertunduk. Ia terus memegang kedua lutut papanya. Wajah itu telah memerah."Dan lihat hasilnya.. kamu ditipu, kan? Tak hanya itu, istrimu juga sudah meninggalkanmu! Dan lihat sekarang apa yang terjadi pada adikmu! Lihat!" Bentak Taufan. "Bangun!""Maaf, papa.." ucapnya mulai menangis."Bangun!" Teriak Taufan membuat rumah yang hening ini bak disambar petir.Mala yang tengah beristirahat sampai keluar dari kamarnya dengan raut rajah yang cemas."Rangga.." Mala menatap putra sulungnya yang bangun dari berlutut."Duduk disana!" Taufan

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 114

    Selepas Taufan dan Mala kini ada Maryono yang datang berkunjung. Saat pria paruh baya ini datang, yang ditanyakan oleh Rama adalah Aulia. "Aulia dititipkan ke day care sebentar. Selina bilang tidak boleh membawa anak kecil ke rumah sakit." Jawab Maryono. "Itu benar." Rama heran kenapa dia sendiri bisa lupa akan peraturan rumah sakit. "Bagaimana kabarnya? Apa dia masih menangis?" Rama ingat sekali kemarin malam Aulia menangis sambil memeluknya. Anak itu terus memanggilnya dengan sebutan papa. "Nah ayah lihat sendiri apa yang dikhawatirkan mas Rama. Dari tadi pagi yang dia pikirkan cuma Aulia, padahal perutnya masih sakit begitu!" Selina ikut memprotes hingga membuat Maryono terkekeh. "Aku cuma mencemaskannya, Selina.." ujar Rama membela diri. "Lebih baik kamu mengkhawatirkan dirimu aja, mas." "Aulia baik-baik saja." Sela Maryono cepat. Jangan sampai pria dan wanita ini saling ber

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 113

    Rangga berjalan gontai menuju pintu rumah dan mengangkat tangannya. Namun tangan itu seketika membeku. Sejenak ia ragu..Perlukah ia jujur atas semua masalah yang menimpanya selama ini?Tapi dia takut..Bagaimana tanggapan dari orang tuanya?Rangga yang cerdas, hebat dan selalu bisa diandalkan ini malah menjadi sumber masalah bagi keluarganya..Dia sudah terkhianati.. oh, tidak.. dia juga sudah ditumbalkan..Oleh karena ketidak berdayaannya itu lah yang membuat Rangga menjadi pengecut. Ia kehilangan segalanya..Jabatannya, karirnya, uang serta istrinya..Apalagi Rama mengatakan jika Nisa ingin kembali pada Rama setelah berpisah darinya. Ya, Tuhan.. Beginikah rasanya dikhianati? Ternyata sakit sekali..Lalu bagaimana perasaan Rama setelah tahu ia bertubi-tubi dikhianati oleh keluarganya sendiri?Hati Rama tak hanya sakit, tapi juga hancur sekali..Ting. Tong..Akhirnya tangan i

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 112

    "Apa kabar, Rama?"Rangga menatap Rama dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun sikapnya kaku, bak dua orang asing yang baru bertemu."Beginilah." Rama menunjukkan kondisinya. "Aku baik-baik saja.""Papa bilang kalau kamu kritis.""Benar. Tapi aku bisa melewatinya."Rangga menatap adiknya lagi kini dengan rasa iba. Di kedua telapak tangan pria itu terdapat perban yang membalut. Begitu juga dengan perut yang tertutup pakaian pasien itu."Apa yang terjadi?" Tanya Rangga serak."Panjang sekali ceritanya. Mungkin papa dan pak Abram bisa menjelaskannya padamu.""Rama.. sebenarnya.." bibir Rangga sampai keluh untuk mengucapkan sesuatu."Terima kasih atas perhatiannya. Aku yakin mas Rangga juga sangat berat datang kemari, kan? Aku dengar kamu juga tengah terkena masalah."Wajah Rangga lalu tertunduk."Begitulah..""Mas Rangga dan Nisa juga berencana untuk berpisah, begitu?"

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 111

    Secepat kilat Rangga ke rumah sakit Mandala pagi ini setelah mendapat kabar jika adiknya kritis. Sesampainya disana, langkah Rangga membeku seketika. Disana tak hanya ada ibunya yang sedang menemani Rama melainkan juga ada Selina.Tiba-tiba saja Rangga malu untuk bertemu dengan adiknya. Seperti ada rasa bersalah yang menyeruak muncul.Bagaimana tidak?Beberapa tahun ke belakang kehidupan Rama dihantam ombak sana sini. Dan itu ada sangkut pautnya dengan kesalahan Rangga. Andai saja pria ini berkata jujur.. Andai saja dia berani mungkin Rama tidak akan sampai sesakit ini.Apalagi tak hanya Rama yang menjadi korban melainkan juga keluarganya."Mas mau duduk?" Tanya Selina saat melihat Rama bergerak."Iya. Tolong bantu aku."Selina mengulurkan tangan yang disambut oleh Rama. Setelah itu, ia menaikan posisi bednya."Jangan terlalu banyak bergerak, mas. Perut kamu masih sakit." Ujar Selina ngeri melihat Rama yang meri

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 110

    Selina tertunduk di depan ruang operasi sambil menangis. Berkali-kali ia menangkupkan tangan meminta maaf pada Mala dan Taufan, berulang kali ia terus menyalahkan dirinya.. Maryono yang duduk di sisi Selina segera mengambil bahu putrinya dan memeluknya erat. Sementara, Aulia sudah tertidur di pangkuannya. "Jangan menyalahkan dirimu, nak. Kejadian ini benar-benar diluar dugaan kita." Ujar Maryono. Pria ini lebih merasa bersalah karena tidak pulang tepat waktu. Andai saja, Maryono tidak bertemu temannya hingga lupa waktu.. dia pasti bisa menghalau Aldi melecehkan putrinya. Selina menggeleng. Air mata itu masih terurai di wajahnya yang sendu. "Ini semua salahku, yah. Andai saja aku nggak menarik tuntutanku pada mas Aldi. Pasti dia tidak akan melakukan ini padaku sehingga mas Rama yang menjadi korbannya." "Nak.. mau kamu menarik tuntutan atau tidak, tujuan Aldi adalah membalaskan dendam padamu." Uc

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 17

    "Sudah jam 7.." gumam Selina.Aldi berjanji akan pulang tepat waktu. Malam ini rencananya mereka akan pergi ke baby shop untuk membeli perlengkapan demi menyambut buah hati mereka. Tapi sudah 2 jam berlalu, Aldi belum pulang juga.Selina mengusap ponselnya perlahan. Perlukah ia menghubungi Aldi? Ha

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 16

    "Perempuan ini.."Mata Rama memicing melihat wanita muda yang baru saja masuk dengan menggunakan brangkar. Evan, teman sejawatnya yang tengah berjaga lalu mengambil alih memeriksa keadaan wanita ini."Siapa nama pasiennya, pak?" Tanya Evan pada pria paruh baya yang mengantar."Mayang Sari."Tak sal

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 15

    "Selin!"Aldi yang baru saja pulang memanggil nama istrinya ke seluruh penjuru rumah. Biasanya istrinya itu terbaring di tempat tidur, tapi sekarang tak ada.Setelah beberapa kali memanggil, Aldi mendengar jawaban dari ruang belakang. Rupanya Selina sedang berada di ruang cuci. Duduk disana dan ber

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 14

    "Sayang banget Mayang udah nikah, ya. Padahal kalau belum kan bisa jadi istri kedua kamu.""Astaga, mama. Belum apa-apa mama udah kepikiran aku punya dua istri!" Sahut Aldi sembari menyetir. Keduanya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah."Mama inget siapa Mayang itu. Rupanya santriwati yang semp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status