Share

217. Pergi ke acara

Author: kirito
last update publish date: 2026-06-25 08:38:48

“Apa yang telah terjadi di tempat itu? Bukankah kamu bilang seharusnya tempat itu aman?” Tanya sosok berpakaian mewah yang berwarna merah. Tampak dia bicara dengan sosok berjanggut yang sedang kebingungan mendengar berita soal ketua bandit yang menghilang.

Kali ini bukan hanya masalah kecil yang terjadi pada mereka, ini sudah masalah besar yang pasti akan mengganggu rencana mereka. Tatapan pria berjanggut itu sedikit berubah, dia tidak menyangka kalau hal ini bisa sampai menjadi berbahaya seper
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   224. Pertemuan kembali

    “Kau, apa kau tau kalau aturan di kota ini.. ah!” Tanpa mengatakan apapun, gerakan pedang itu sangat cepat dan langsung memotong jari yang menunjuk ke arah Xiao Chen. “Aku benci ditunjuk, kalau kamu berani bicara lagi lidahmu akan hilang pada saat itu!” Kata Xiao Chen dengan suara dingin, tapi belati yang tadi memotong jari orang berbadan besar itu seolah siap menyerang kembali. Anehnya dia tidak bisa melawan dan bahkan dia tidak bisa melawan, ada aura tekanan yang membuatnya tidak bisa bergerak meski harusnya bisa melawan. “Hahaha, tuan muda ini… maaf… maaf… aku tidak tahu kalau yang datang adalah anda!” Ketua guild langsung segera menyapa Xiao Chen dengan santai dan dia juga meminta maaf karena ketidaksopanan dari orangnya. Tapi Xiao tidak terlalu tertarik dengan permintaan maaf itu dan mengatakan kalau dia sekarang hanya perlu menerima bayarannya. Dan soal bagaimana dia bisa membunuh ketua bandit ini, dia rasa tidak perlu dijelaskan lagi tapi Xiao Chen tetap memberikan sedikit i

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   223. Tidak percaya

    Saat itu di dalam ruangan, sosok berbadan besar sedang duduk dengan malas, dia adalah ketua dari guild petualang dan karena dia ketua dari kota mengambang itu juga membuatnya memiliki posisi sedikit tinggi disana. Sekarang dia masih memikirkan beberapa hal, contohnya laporan mengenai bandit yang masih merajalela di perbatasan dua kota. Akibatnya banyak yang melapor dan banyak juga kematian yang membuat kerajaan mengirimkan tuntutan kepada guild untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meski misi itu hanya tingkat c tapi karena ketua bandit yang sangat lincah itu dan bahkan guild sendiri tidak bisa melacaknya membuat guild kesulitan menyelesaikan misi tersebut. “Ini merepotkan, meski guild adalah bagian dari kerajaan bintang tetap saja seharusnya kami ini hanya bagian uang tidak boleh disentuh tapi sialan… Raja benar-benar berpikir guild ku ini maha agung!” Dia tidak bisa berkata-kata karena raja sendiri yang mengirim perintah, tapi masalahnya dia saja tidak tahu dimana posisi para baji

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   222. Aku membunuhnya

    “Hahaha, aku hanya asal duduk saja jadi bagaimana mungkin aku punya tujuan lain. Ah, anggur yang enak!” Dari kata-kata pria paruh baya itu sudah membuat Xiao Chen yakin kalau pria ini hanya datang untuk melihatnya. Dan semua pasti punya tujuan, tidak mungkin seseorang hanya datang duduk dengannya tanpa ada alasan. Saat makanan sampai, Xiao Chen tidak mengatakan apapun dan hanya menyantap makanan miliknya dengan santai. Sedangkan priandindepannta terlihat seperti sedang memperhatikan setiap gerak-geriknya. Dan dari pandangan Xiao Chen, jelas pria ini sedang meneliti dirinya tapi Xiao Chen tidak terlalu peduli karena dia yakin kalau pria ini tidak akan mendapatkan apapun dari melihat ke arahnya. Dari ekspresi pria paruh baya yang terlihat mabuk itu, ada sedikit gerakan dari matanya tapi Xiao Chen yang memakai topeng tenang sehingga pria paruh baya itu tidak dapat melihat ekspresi asli dari Xiao Chen. “Nak, kamu benar-benar luar biasa. Bagaimana caramu melakukannya?” Tanya pria paruh b

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   221. memilih mencari bukti

    “Itu …. Aku butuh bukti, jika tanpa bukti aku tidak bisa memberikan alasan yang pasti kepada semua jenius nanti!” Kata nona muda yang tidak lain adalah putri dari kerajaan bintang. Dia adalah putri yang paling dihormati di dalam Kerajaan bintang dan disebut sebagai putri bintang, yang memiliki banyak status cukup tinggi dalam kerajaan dan suaranya sangat di dengar oleh raja bintang. “Kamu benar juga, oiya! Jangan kirim mata-mata kita untuk mengikut anak itu. Tapi kirim saja seseorang ke guild untuk melihat apa yang akan dia lakukan, jika dia terlihat menjual atau melakukan misi apapun laporkan!” Jelas kalau sosok yang dipanggil paman oleh sang putri punya rencana untuk melihat apakah Xiao Chen benar-benar berbakat atau tidak.Mendengar perintah dari pamannya, membuat putri merasa bingung harus melakukan apa dan jika memang dia ingin melihat bakat Xiao Chen. bukankah dia hanya perlu menguji langsung pada Xiao Chen? Kenapa harus melihat secara sembunyi-sembunyi bahkan tidak mengizinkan

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   220. Mencari kebenaran

    “Apakah itu benar? Kalau bos bandit di antara dua wilayah ini … maka itu bisa mungkin dia? Tuan, anda luar biasa!” Pelayan itu menduga kalau bos bandit tersebut adalah Hu Meng, sosok yang dicari oleh kerajaan selama puluhan tahun. Meski kekuatannya hanya di raja bumi tapi dia selalu saja bisa lolos dari kejaran kerajaan dan yang membuat dia menjadi buronan besar adalah setiap aksinya itu dilakukan dengan hati-hati. Meski setiap gerakan mereka dalam merampok terpantau tapi pihak kerajaan tidak bisa menemukan dimana lokasi persembunyian mereka. “Itu hanya kebetulan saja dan dia memang cukup kuat!” Kata Xiao Chen dengan santai tapi pelayan itu berpikir tidak sesederhana itu. Karena dari informasi yang dia dengar, bos bandit ini punya banyak anak buah dan rata-rata pada tingkat raja semua. Kalau Xiao Chen benar-benar membunuh bos bandit itu maka pasti harus melewati anak buah dari bos bandit. Hampir mustahil bagi satu orang melakukannya kecuali jika ada bantuan dari orang lain atau tingka

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   219. Kota bintang dan penginapan angsa

    “Kamu jangan terlalu nakal, meski kamu juga sama kuat dengan si hitam tapi tetap saja kita tidak bisa terlalu menonjol. Mengerti?” Xiao Chen mengelus kepala anjing putih itu sambil mengingatkan untuk menjaga tingkah. Seolah mengerti, anjing putih itu mengangguk dan seolah dia percaya diri untuk menahan diri nanti saat bersama Xiao Chen. Melihat tingkah anjing putih, Xiao Chen tidak merasakan apapun yang salah dan menurutnya lebih patuh anjing putih daripada si hitam yang biasanya bertingkah lebih nakal. Malam lewat dengan tenang tapi di hari berikutnya Xiao Chen mulai berangkat menuju kota mengambang. Perjalanan mereka tidak terlalu lama karena selama dalam perjalan Xiao Chen selalu membantu yang akhirnya membuat masalah tidak ada datang pada kereta mereka. Tentu saja dengan cara menggunakan aura anjing putih untuk menekan apapun yang ingin mengancam kereta tersebut. Saat sampai di sore menjelang malam, Xiao Chen melihat tembok kota yang cukup besar dan di pusat kota ada sebuah rumah

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   121. Raja naga laut

    “Ada apa? Kenapa kamu terlihat khawatir begitu?” Tanya raja naga laut memandang ke arah bawahannya. “Raja, putri, pangeran …. Pangeran …. Dia ….”“Ada apa dengan pangeran? Jelas-jelas bicara!” Kata raja naga laut menatap bawahannya yang tampak susah bicara tersebut. Bawahan raja naga juga terlihat

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   120. Istana naga laut

    Setelah tiga hari, Xiao Chen bersiap untuk kembali ke sekte Heaven dan dia juga menerima permintaan maaf dari para tetua sekte Shengjian yang awalnya bermusuhan dengannya. Karena hal inilah Xiao Chen hanya bisa memaafkan mereka, sebab sekarang master sekte sudah kembali ke tangan Jiang Zaozi dan di

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   119. Harga yang murah

    “Ini … apa maksudnya leluhur?” tanya Jiang Zaozi dengan ekspresi aneh memandang leluhur sekte Shengjian. Kali ini dia terkejut dan tidak tahu harus mengatakan apa saat melihat benda yang dilempar oleh leluhur padanya. Benda itu adalah tanda pengenal sekaligus bukti kalau dia adalah penguasa dari s

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   118. mutiara naga

    “Kalau Hanya begitu mungkin kita bisa melakukannya sekarang, tapi aku yakin. Kalau dalam harta ini ada semacam alat pelacak jadi … nak, kamu juga membuat masalah untukku!” Tiba-tiba saja ayah dari Jiang Ming'er sadar kalau dia juga jatuh dalam masalah karena telah melihat harta ini. Bahkan mungkin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status