INICIAR SESIÓN"Agh, kenapa kalian begitu kejam padaku? kenapa kalian makhluk yang agung ingin mengambil mereka dariku? apa salah mereka? aku Xiao Chen tidak dapat menerima ini semua, tidak mau! Siapapun kamu, dewa, iblis, bahkan jika kamu adalah surga sekalipun aku Xiao Chen akan membuka jalanku. aku akan menghancurkan kalian yang mengambil semuanya dariku!" raungan amarah dari dalam hati Xiao Chen menunjukan kebencian terhadap jalan surga maupun kehendak surga, berjalan di jalan berbeda dari yang lain Xiao Chen berusaha untuk melindungi orang-orang yang dia sayangi sekali lagi. dia berusaha untuk tidak kehilangan satu pun orang yang saat ini bersamanya, meski harus melawan surga sekalipun, meski harus menentang takdir, atau bahkan melawan seluruh dewa tertinggi, Xiao Chen tetap akan berjalan di jalannya sendiri. membalas dendam atas kehendak surga, membunuh jalan surga dan menjadi makhluk tertinggi yang tidak di kendalikan oleh siapapun. Jalan melawan surga akan jadi sangat berat, lebih berat daripada jalan menempuh ke abadian dan menjadi seorang dewa. karena mereka yang selalu menentang kehendak surga tidak pernah berakhir dengan baik. Perjalan Xiao Chen akan berlanjut, apakah Xiao Chen bisa menjadi makhluk yang tidak terkendali oleh apapun? atau Xiao Chen malah menjadi makhluk yang di kendalikan oleh kehendak surga seperti yang lain?
Ver másSerigala hitam menganggukan kepalanya tapi dia tidak bisa membantu Xiao Chen nanti selama membawa semua orang itu pergi. Xiao Chen juga tidak terlalu peduli apakah serigala hitam membantunya atau tidak, selama tidak ada kaisar langit tingkat menengah ke atas maka Xiao Chen masih sanggup untuk melawan semuanya. Tentu saja hal ini juga butuh persiapan, Xiao Chen benar-benar harus menyiapkan rencana di balik rencana agar semuanya bisa berjalan dengan lancar. Jadi dia memutuskan untuk mundur dan akan memulai setelah semua siap, dia juga ingin melihat kapan mereka semua berada di posisi yang hampir mustahil untuk bergerak dengan leluasa? “Mereka akan menyesal karena telah menyakiti anggota sekteku!” Ucap Xiao Chen dengan nada dingin melihat ke arah murid yang sudah sangat terluka parah itu. Luka robek pada dadanya, belum cukup menunjukan betapa berat penderitaan murid tersebut. Xiao Chen bisa merasakan kalau luka sobek itu diberi sesuatu agar rasa sakit yang diterima akan jauh sangat meny
“Huf …. Ini akan menyulitkan kita, sudahlah! Mari pergi dan tetap memasang benteng untuk memantau area ini!” Pada akhirnya mereka tidak bisa berbuat apapun, mereka hanya bisa berharap kalau tidak terjadi hal buruk disini. Kalau sampai, mungkin nasib mereka akan berakhir buruk seperti kehilangan wilayah dan jatuh ke peringkat kedua ataupun ketiga. Andai saja mereka tahu apa yang menjadi penyebab semua ini, mungkin mereka bisa menyelesaikan sendiri masalah ini. Sekarang mereka hanya berharap tidak terjadi hal buruk setelah ini. Di perbatasan, sudah banyak ahli dari berbagai kekuatan yang berkumpul untuk mengadakan diskusi mengenai masalah di wilayah barat. Mereka harus mengambil keputusan apakah harus ditinggalkan atau mereka harus mengambil tindakan untuk menyelamatkan wilayah tersebut? Semuanya sepakat untuk menyelidiki lebih dalam dan jika memang tidak bisa, mungkin mereka akan menyegel area tersebut dari dunia luar. Pada kenyataannya mereka hanya ingin mengetahui apakah disana ada
“Kamu akan menyesal! Kamu pasti akan menyesal karena telah meremehkan kami. Kalian ingin memulai perang maka kami akan benar-benar siap meladeni kalian!” Teriak salah satu murid wanita menatap ke arah sosok berbadan besar itu dengan penuh kebencian. Dia tidak pernah takut mati tapi dia takut kalau kabar soal sembilan cincin kehancuran bersiap memulai invasi di alam dewa tidak sampai ke telinga semua kekuatan di alam dewa.Tapi tampang dari sosok berbadan besar itu tampak tidak berubah sama sekali, dia tidak peduli dengan yang dikatakan oleh orang yang kalah. Baginya mereka yang kalah hanyalah sampah, sampah yang bahkan dia sendiri harusnya buang tapi karena merasa mereka masih berguna membuatnya tidak membuang murid-murid elit itu. Mereka semua adalah murid elit masing-masing sekte besar dan dia yakin pasti akan sangat berguna nanti saat perang dengan alam dewa terjadi. Dari semua murid disana, ada beberapa orang yang tampak sangat tenang dan mereka juga tidak terlihat cemas dengan ke
“Baiklah, kalau begitu kapan aku bisa berangkat dan apa saja informasi terbaru dari sana?” Xiao Chen mendapatkan gulungan lagi, ini nanti bisa di baca oleh Xiao Chen selama perjalanan kesana. Karena meski melalui portal dari sekte tapi itu hanya sampai pada kota terdekat saja. Xiao Chen membaca gulungan itu dengan serius, sekarang dia tidak melihat apapun yang mencurigakan tapi kehilangan banyak murid. Xiao Chen merasa pasti ada sesuatu yang salah disini, kalau tidak mana mungkin bisa hilang begitu saja? Mungkin ada harta disana tapi menurut Xiao Chen ini sangat mencurigakan sekali. Xiao Chen kembali ke rumah untuk pamit dan besoknya dia juga langsung bergerak menuju portal. Di temani oleh tetua pertama, dia selalu mengingatkan Xiao Chen untuk berhati-hati dan jangan terlalu keras kepala jika nanti tidak bisa menyelesaikan masalah disana. Selama Xiao Chen bisa kembali dengan selamat maka misi itu dianggap selesai. “Tenang saja tetua, aku akan kembali secepatnya. Mungkin … akan sedik
“Hm…? Jadi ini adalah….” tetua agung melihat sosok Xue Rong'er yang telah menutup wajahnya. Dan karena hal itu, tetua agung sedikit penasaran dengan siapa wanita yang baru saja di bawa oleh Xiao Chen. Dan Mu Biyu yang melihat dari belakang, ikut diam serta penasaran dengan wanita yang saling bergan
“Kalian semua sudah berkumpul? Biyu, adakah yang tertinggal?” tanya tetua agung pada Mu Biyu yang telah diangkat menjadi pemimpin murid. Mu Biyu memeriksa dengan hati-hati dan mengatakan kalau semua murid yang akan ikut dalam kompetisi telah berkumpul. Tidak ada yang kurang dan mereka semua sudah a
“Achu! Kenapa hari ini dingin sekali? Apa ada yang terjadi di sekte selama kita pergi?” Xiao Chen merasa cuaca di sekitar sekte sedikit lebih dingin dari biasanya. Sehingga tubuhnya terasa dingin, sudah beberapa hari sejak dia kembali ke sekte. Dan saat ini dia bersama dengan Gu Zia yang telah kemb
Xiao Chen yang kembali ke penginapan di sambut dengan tatapan aneh oleh tetua pertama, seolah sedang menatap pelaku pencurian. Dan Xiao Chen juga menatap aneh kepada tetua pertama, baru saja datang tapi tetua pertama malah memberikan tatapan seperti itu padanya. Dia seolah telah melakukan kesalahan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñasMás