Share

29. Di tuduh

Author: kirito
last update publish date: 2026-03-17 07:25:19

Xiao Chen yang kembali ke penginapan di sambut dengan tatapan aneh oleh tetua pertama, seolah sedang menatap pelaku pencurian. Dan Xiao Chen juga menatap aneh kepada tetua pertama, baru saja datang tapi tetua pertama malah memberikan tatapan seperti itu padanya. Dia seolah telah melakukan kesalahan dan tetua pertama seolah siap untuk memarahinya. Tentu Xiao Chen tidak paham apa yang telah terjadi, tapi dari tatapan itu saja jelas kalau ada sesuatu yang salah disini.

“Kenapa tetua menatapku sep
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   148. Ratu dan raja vs dua jari dari cincin kehancuran

    Bagaimana mungkin dia tidak marah? Bagaimana mungkin dia tidak merasa kesal melihat ada saudara yang benar-benar mau menghancurkan keluarganya sendiri hanya untuk kekuasaan semata? Apalagi itu adalah saudara kandung dari raja naga sendiri yang melakukan kejahatan. Menatap ke arah pria yang tampak tidak takut itu, semakin membuat ratu naga sangat marah. Tidak ada rasa penyesalan ataupun rasa takut di mata saudara dari raja naga tersebut. Ini menjelaskan kalau dia sudah siap dengan segala resikonya apapun itu dia telah siap semua. “Kamu benar-benar telah siap iya?” “Hei kakak ipar, menurutmu aku takut karena kamu muncul? Aku tentu sudah siap sejak lama dan aku telah menahan diri cukup lama untuk semua ini!” Balasan dari saudara iparnya, membuat ratu naga tidak lagi punya rasa bersalah jika pun saudara iparnya mati.Raja naga yang datang ke samping ratu naga melihat ke arah Xiao Chen yang tampak sedang kesal. Melihat pemuda yang membantu istana naga kesal, raja naga malah terlihat ters

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   147. Istana naga yang kacau

    “Benar-benar luar biasa, kalian hebat! Aku suka serangan itu tapi apa hanya itu saja yang dapat kalian bisa lakukan? Serangga rendahan!” Tubuh sosok yang tertutup itu langsung terlihat karena bajunya hancur. Tubuh berotot dengan tinggi hampir dua meter, lalu di telinga kanan ada anting, di bagian kanan dadanya ada gambar kepala minotaur yang besar. Sehingga semua orang dapat melihat jelas gambar yang ada di dada sosok tersebut, jelas hal ini di sengaja atau lebih tepatnya itu adalah tanda besar pengabdian sosok itu kepada tuannya. Melihat sosok tersebut bahkan tidak terluka, membuat putri naga merasa kesal karena dia masih belum sekuat itu untuk melukai dewa langit. Sekarang mereka benar-benar dalam keadaan lemah dan jika mereka semua mati, takutnya orang ini akan menghancurkan tanah leluhur. Dari kata-kata pamannya yang berkhianat sudah jelas kalau leluhur telah jauh dalam ilusi karena bunga penekan alam. Ini bukan bunga biasa, siapapun yang meletakan bunga itu di depan mereka, mere

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   146. hidup kembali?

    Kali ini, tugas dari raja naga mungkin sudah berakhir dan dia memang gagal menemukan apa yang diinginkan oleh raja naga. Melihat patung itu kembali, Xiao Chen hanya dapat menghela nafas berat dalam kekecewaan. Kali ini istana naga dalam bahaya, dia bisa saja pergi dan dengan portal ke alam bawah, bagaimana mungkin Xiao Chen bisa mati disini? Tapi apa itu pilihan terbaik? Jika istana naga hancur mungkin bukan kehancuran istana naga menjadi akhir. Xiao Chen hanya dapat duduk termenung cukup lama disana, dan tidak sadar perubahan yang ada di dalam gua tersebut.Dalam kebingungan, patung yang hanya patung tiba-tiba menunjukan perubahan tanpa Xiao Chen sadari. Patung itu perlahan retak dan hancur, sosok wanita berambut putih mulai terlihat, sedangkan Xiao Chen masih menyesali dirinya karena telah menerima misi bunuh diri ini. Dan keluhan itu terus berlanjut sampai Xiao Chen tiba-tiba sadar kalau ada tanda-tanda kehidupan dari belakangnya. Dia ingin melihat tapi kepalanya tidak bisa menoleh

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   145. Tidak sesuai perkiraan

    “Ini benar-benar melelahkan, sudah ke berapa ini? Seratus? Sialan!” Xiao Chen jatuh di tempat yang entah sudah keberapa, setelah menghancurkan Bunga merah darah … Xiao Chen sudah sangat kelelahan, suara dari dalam jelas terdengar dan dia awalnya berpikir Xiao Chen adalah penyusup tapi saat merasakan ada aura pada saudaranya. Membuat sosok yang ada di dalam gua merasa senang dan meminta Xiao Chen kembali menjelaskan yang terjadi di tanah leluhur. “Senior, sudah cukup kah kalian menyiksaku yang junior ini? Aku benar-benar sangat lelah!” Kata Xiao Chen mengeluarkan keluhannya di depan gua tersebut tanpa rasa takut.“Hahaha, aku paham .. tampaknya semua saudaraku yang lalu temui benar-benar memberikan tugas berat padamu. Ini yang terakhir, untuk yang lain serahkan padaku!” Kata leluhur itu dengan senyum tenang dan suara yang lebih lembut saat melihat Xiao Chen penuh keluhan. Tentu saja akan ada keluhan seperti itu muncul, anak muda seperti Xiao Chen di minta untuk tugas seperti ini. Mung

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   144. Pekerjaan yang melelahkan

    “Aku hanya ingin mengatakan kalau istana naga sudah lama diam, daratan tidak terlalu menganggap kita lagi. Jadi aku akan pastikan kalau alam dewa mengetahui betapa kuatnya istana naga! Kau, turunlah dan menyerah!” tegas saudara kedua dari raja naga tersebut, dia tidak lagi memikirkan apapun dan hanya ingin menjadi penguasa dari istana naga.Mendengar itu, raja naga semakin jengkel dan dia tidak lagi peduli dengan harga dirinya. Dia memberi perintah untuk semua pasukan turun menghadapi musuh, hidup dan mati orang itu … raja naga tidak peduli, selama istana naga kembali dalam keadaan semula maka itu sudah cukup baginya. Semua petinggi paham apa yang ingin dilakukan raja naga, mereka juga mulai bersiap untuk menyerang musuh. Raja naga menatap ke arah bola naga dengan tatapan marah, hatinya sakit tapi dia tidak bisa melakukan apapun lagi untuk membujuk saudaranya. Jelas kalau saudaranya tidak lagi peduli hubungan antara keluarga, yang dipedulikan hanyalah kesenangan melawan raja naga. Men

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   143. Pengkhianatan dari dalam

    Leluhur itu menghela nafas dan menarik kembali auranya sehingga Xiao Chen bisa kembali bernafas dengan mudah. Dia tidak tahu sekarang apa yang terjadi dengan saudara-saudara yang lain karena itulah dia sangat marah, istana naga sampai bisa disusupi oleh musuh bukan sesuatu yang mudah. Istana naga sangat ketat, memiliki sistem pertahanan yang kuat dan sangat jarang menerima tamu luar. Jadi kalau sampai di susupi maka itu hanya ada dua kemungkinan, satu ada pengkhianat dari dalam atau yang kedua mereka tidak sengaja membawa makhluk itu ke dalam. “Huf… nak, tampaknya kamu benar-benar spesial iya? Bahkan ada bau giok naga di tanganmu, apa raja naga yang baru sekarang memberimu?” Jantung Xiao Chen langsung berdetak lebih kencang daripada biasanya, raja naga tidak tahu soal giok naga yang dia ambil tapi leluhur naga benar-benar bisa mencium bau giok naga itu di tangannya. Padahal Xiao Chen hanya mengeluarkan dan memegang benda itu dua kali, lalu sampai sekarang pun dia belum mengeluarkann

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   08. Mengubah masa depan?

    Mendengar wanita itu tertawa, Mu Biyu benar-benar tidak dapat memahami tujuan dari wanita itu datang padanya. Tapi dia ingin bertanya lebih lagi, “Apakah masa depannya tidak bisa diubah? Apakah tidak ada pilihan lain?” Pertanyaan yang membuat wanita cantik itu tersenyum menatap Mu Biyu. “Mengubah

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   44. Memaksa menyadarinya

    “Haaa… Dia mungkin akan mencari tahu sendiri nantinya!” Kata tetua agung menghela nafas tidak berdaya saat melihat ke arah Xiao Chen yang sudah menghilang dari pandangannya tersebut. Mendengar ucapan dari tetua agung, ekspresi dari kedua tetua juga ikut menghela nafas. Mereka memang bisa melihat k

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   42. Dua sekte super

    Suasana menjadi lebih tegang, ini karena mereka semua sekarang melihat dua sisi sangat tenang tapi jelas bisa saja terjadi sesuatu di antara kedua sisi itu. Mereka juga kagum dengan Xiao Chen yang tampak tenang tanpa terlihat ada sedikitpun merasa cemas atau takut. Ini karena Xiao Chen berdiri send

  • Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2   41. Bertemu musuh

    “Baik tetua…!” Mendengar suara tersebut, mereka langsung patuh dan mundur tanpa menghalangi Xiao Chen lagi. Xiao Chen yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dingin kepada murid sekte kegelapan itu. Jelas kalau tetua di sekte kegelapan tidak ingin murid-murid terlalu menonjol, apalagi dengan b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status