Share

Bab 3 Ryker Alvaro

Author: Tri Afifah
last update Last Updated: 2025-05-02 11:36:10

Bab 3 Ryker Alvaro

Tanpa sepengetahuan Aulia, sebuah mobil sport mewah berwarna hitam metalik terlihat memperhatikan dirinya yang baru saja keluar dari pemakaman. Mobil itu terparkir di seberang jalan, dengan mesin yang hidup dan kaca jendela yang sedikit terbuka, memberikan kesan bahwa pria di dalamnya sedang mengawasi Aulia dengan sangat saksama.

Pria yang duduk tenang di dalam mobil itu memiliki wajah yang tampan dan berwibawa, dengan mata yang tajam dan fokus pada Aulia yang sudah masuk ke dalam mobil. Dia tidak terlihat menunjukkan ekspresi apa pun, tapi ada kesan bahwa dia sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting.

Mata pria itu tidak berkedip saat dia menatap Aulia, seolah-olah dia tidak ingin melewatkan satu detail pun dari Aulia. Dia terlihat begitu tenang dan sabar, tapi ada kesan bahwa dia sedang menunggu sesuatu yang sangat penting.

Mobil sport mewah itu terlihat sangat elegan dan mewah, dengan desain yang ramping dan aerodinamis. Warna hitam metaliknya memberikan kesan yang sangat berkelas dan mewah, dan terlihat sangat sesuai dengan kepribadian pria yang duduk di dalamnya.

***

Ryker Alvaro terlihat santai di kursi kebesarannya, dengan postur tubuh yang tegap dan wajah yang tampan. Matanya yang tajam tertuju pada layar laptop yang tengah menyala di depannya, menampilkan data-data perusahaan yang sedang dia analisis. Dia terlihat sangat fokus pada pekerjaannya, dengan tangan kanannya yang menggenggam pena dan siap untuk mencatat hal-hal penting.

Namun, konsentrasi Ryker sedikit terganggu saat seseorang memasuki ruangannya. Dia mengangkat kepalanya dan melihat Adam, satu-satunya orang kepercayaannya yang merangkap sebagai sekretaris di perusahaannya, berdiri di depan pintu dengan ekspresi yang serius.

Adam memiliki wajah yang jujur dan dapat dipercaya, dengan mata yang selalu waspada dan siap membantu Ryker dalam setiap situasi. Dia terlihat sangat profesional dalam pekerjaannya, dengan pakaian yang rapi dan sikap yang sopan.

"Apa yang terjadi, Adam?" Ryker bertanya dengan suara yang tenang dan berwibawa, sambil menutup laptopnya dan memberikan perhatian penuh kepada Adam.

Adam melangkah maju dan menyerahkan sebuah dokumen kepada Ryker. "Pak, saya telah menyiapkan laporan tentang proyek terbaru yang akan kita luncurkan minggu depan. Saya rasa Anda perlu meninjau dan memberikan persetujuan sebelum kita melanjutkan ke tahap berikutnya."

Ryker mengambil dokumen tersebut dan mulai membacanya dengan seksama, sambil memberikan isyarat kepada Adam untuk menunggu. Adam berdiri dengan tenang, menunggu instruksi lebih lanjut dari Ryker.

Ryker meletakkan dokumen tersebut di atas meja dengan gerakan yang anggun, namun Adam tidak langsung mengambilnya. Ada keraguan di mata Adam, seolah-olah ada sesuatu yang ingin dikatakan, tapi ia tidak terlalu percaya diri untuk mengatakannya.

Adam berdiri diam, menatap Ryker dengan mata yang sedikit berkerut, seolah-olah dia sedang mempertimbangkan apakah harus mengatakan apa yang ada di pikirannya. Ryker menyadari hal ini dan menatap Adam dengan rasa ingin tahu.

"Apa ada yang ingin kamu katakan, Adam?" Ryker bertanya dengan suara yang lembut, sambil mencondongkan tubuhnya ke depan.

Adam menarik napas dalam-dalam, lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak, Pak. Tidak ada apa-apa," katanya dengan suara yang tidak terlalu yakin.

Ryker mengamati Adam dengan seksama, mencoba membaca ekspresi wajahnya. Dia tahu bahwa Adam adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya, tapi dia juga tahu bahwa Adam tidak akan mengatakan apa-apa jika tidak penting.

"Tentu, Adam," Ryker berkata dengan suara yang santai. "Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, aku siap mendengarkan."

Adam menatap Ryker sejenak, lalu menggelengkan kepalanya lagi. "Tidak, Pak. Saya hanya ingin memastikan bahwa Anda siap untuk pertemuan dengan keluarga Hartono besok."

Ryker mengangguk, merasa bahwa Adam mungkin tidak mengatakan apa yang sebenarnya ada di pikirannya. Tapi dia tidak memaksa, karena dia tahu bahwa Adam akan mengatakan apa yang penting jika saatnya tepat. setelah kepergian Adam, Ryker kembali fokus pada layar laptopnya. bibirnya terlihat tersenyum tipis, nyaris tak terlihat.

saat akan mencatat sesuatu, Ryker kembali dibuat terkejut oleh sikap Adam. Pria itu kembali masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang tertunduk.

“Lima menit.” Ucap Ryker tanpa memandang pria itu. Mendengar hal itu, Adam langsung mendongak menatap wajah Ryker.

“Pengacara keluarga Joyo Kusumo sudah memberitahukan masalah pernikahan anda Pak. cucu keluarga Joyo Kusumo masih dalam keadaan syok berat setelah mendapati bahwa kakeknya meninggal dan harus menikah dengan anda.”

Ryker meletakkan pulpen diatas meja. pandangannya kini terfokus pada Adam.

“Lantas apa?”

Adam menelan ludah, ia tahu ini akan rumit. sepengetahuan Adam, Ryker anti berurusan dengan wanita dan kini, ia harus mencoba untuk membicarakan tentang hal sensitif ini.

“Apakah anda benar-benar-”

“Jangan melebihi batas. kau tahu, itu Adam.”

Adam kembali menelan ludah, ia sebenarnya tahu alasan Ryker menerima pernikahan ini. Ia hanya ingin menegaskan bahwa Ryker tidak akan membatalkan rencana awalnya.

"Ada lagi?"

Adam menggeleng cepat, lantas pamit kembali pergi untuk kedua kalinya. setelah Adam meninggalkan ruangannya, Ryker turun dari kursi kebesarannya. ia berjalan menuju ke arah jendela ruangannya yang langsung disambut dengan pemandangan kota dari atas. wajahnya memang terlihat tenang, namun sorot matanya nampak berbeda.

"Aulia." ucapnya nyaris tak terdengar.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati    Bab 46 Selesai, Berikan aku Cucu yang Banyak!

    Tepat ketika Joyo Kusumo hendak melanjutkan perkataannya, pintu cafe terbuka dan seorang pria muda dengan rambut rapi dan kemeja putih memasuki ruangan. Dia membawa beberapa dokumen dalam tas kulit hitam dan langsung menuju ke arah Joyo Kusumo."Ini dokumen yang perlu Anda tandatangani, Pak," kata pria muda itu, yang kemudian diketahui bernama Adam, asisten pribadi Joyo Kusumo.Joyo Kusumo mengambil dokumen-dokumen itu dari Adam dan mulai membolak-baliknya dengan cepat. Aulia dan Ryker memperhatikan dengan rasa penasaran, sementara Leon dan Vania masih mengamati adegan itu dengan penuh minat."Baik, aku akan menandatanganinya nanti, jika Leon setuju.”kata Joyo Kusumo kepada Adam. "Kau pesanlah sesuatu dan pilih meja sendiri., aku akan memanggilmu jika sudah selesai."Adam mengangguk dan meninggalkan Joyo Kusumo, Aulia, Ryker, Leon, dan Vania. Joyo Kusumo kemudian memfokuskan perhatiannya kembali pada Aulia dan Ryker."Baiklah, mari kita bicara tentang apa yang perlu kita bicarakan," k

  • Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati    Bab 45 Hampir Selesai

    Leon menerima pesan dari Aulia melalui ponselnya, dan dia tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya. Pesan itu singkat, tapi membuatnya merasa berdebar-debar. Leon merasa penasaran, apa yang ingin dibicarakan oleh Aulia? Dia langsung membalas pesan itu dengan "Aku akan datang" dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.Sementara itu, di tempat lain, Vania menerima pesan dari Ryker yang membuatnya merasa sedikit was-was. Vania merasa sedikit bingung, apa yang ingin dibicarakan oleh Ryker? Apakah ini tentang pekerjaan atau tentang hubungan mereka? Dia tidak bisa menebak, tapi dia merasa harus pergi ke Cafe Senja untuk menemuinya.Cafe Senja adalah tempat yang nyaman dan tenang, dengan dekorasi yang sederhana tapi elegan. Dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan abstrak yang menambah kesan artistik pada tempat itu. Meja-meja kayu yang berwarna coklat tua dan kursi-kursi yang empuk membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di sana.Pukul 3 sore, Leon dan Vania tiba di Cafe

  • Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati    Bab 44 Hampir Menuju ke Akhir

    Aulia merasa seperti berada di alam mimpi. beberapa bulan lalu, ia melihat kakeknya yang dimasukkan kedalam galian tanah. namun hari ini, dengan kedua matanya ia bisa melihat tubuh kakeknya yang sedang duduk tenang. menghadap ke arah Ryker dan Aulia yang baru saja masuk ke ruangan serba putih itu. pria itu nampak tersenyum tipis, menyambut kedatangan keduanya. Aulia tak lantas melangkah menuju ke arah sang Kakek. ia terdiam, seperti patung Manikin yang tidak dapat berbicara."Kemarilah, cucuku..." perintah sang kakek dengan senyum tipisnya.Ryker menyentuh bahu Aulia, seperti sedang menyalurkan energi positif. untuk istrinya itu. Aulia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan-lahan. perlahan, ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah sang kakek.Joyo Kusumo, pria yang sudah terlihat tua itu nampak bangkit dari tempat duduknya. saat, Aulia berdiri dihadapannya, pria itu lantas memeluk tubuh mungil itu. Ryker tetap berada ditempatnya, ia sedang memberikan ruang d

  • Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati    Bab 43 Bangkit dari Kematian

    "Kakekmu masih hidup."Mendengar pernyataan yang keluar dari bibir Ryker, membuat Aulia lantas merenggangkan pelukannya. gadis itu, langsung turun dari kasur. berdiri, menatap manik biru Ryker dengan tatapan tajam."Jangan bicara sembarangan! Kau boleh saja menggodaku dengan caramu menyentuh atau berpura-pura baik padaku. tapi, bercanda soal kakek? apa kau sudah tidak waras, Ryker?"Ryker terlihat begitu santai. pria itu perlahan turun dari kasur, lalu berdiri di hadapan Aulia. tangannya hendak terulur untuk bisa menyentuh wajah Aulia. namun, belum sempat melakukannya tangannya sudah ditepis oleh Aulia."Jangan menyentuhku!""Kakekmu, masih hidup. dan sekarang, tengah menikmati keindahan alam di Indonesia bagian Timur.""Dasar sinting!" Aulia membalikkan tubuhnya, hendak pergi meninggalkan Ryker."kau tidak percaya? apa kau yakin, pria tua tempo hari yang dimakamkan itu adalah kakekmu?"Langkah kaki Aulia terhenti, mendengar pertanyaan Ryker. walaupun berhenti, Aulia tak langsung memb

  • Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati    Bab 42 Sedikit Lagi, Bersabarlah...

    Setelah selesai menikmati seharian penuh ini di kantor. Aulia memutuskan untuk pulang ke rumah. ia tidak terlalu memperdulikan jika di rumahnya nanti, ia akan bertemu dengan Ryker. karena, tidak ada alasan baginya untuk terus menghindar terus-menerus. setibanya di rumah, Aulia gegas menuju ke kamarnya. dan hal yang tidak terduga, membuat ia sedikit syok. Ryker terlihat sedang tidur di kasur. tidurnya nampak begitu lelap sehingga pria itu tidak menyadari keberadaan Aulia yang baru saja memasuki kamar. perlahan, Aulia melangkahkan kakinya mendekat. ingin melihat lebih dekat lagi wajah suaminya yang terlihat tengah tertidur itu. dengan gerakan lambat, Aulia menggerakkan tangan kanannya ke kanan dan kiri dihadapan wajah Ryker. "Ternyata, dia benar-benar tidur." Kata Aulia sembari tersenyum tipis. sebelum Aulia sempat menurunkan tangannya, Aulia begitu terkejut. saat tangannya itu digenggam erat oleh Ryker. pria itu tidak lagi memejamkan matanya. mata indah itu sudah menatapnya, seperti

  • Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati    Bab 41 Rencana Awal

    Ryker mengemudi mobilnya dengan mata yang fokus ke jalan. namun pikirannya mulai melayang kembali ke kejadian semalam.Bayangan Aulia dengan mata hijau yang lebar dan takut, leher yang ditekan oleh tangannya, kembali memenuhi kepalanya.Ryker merasakan jantungnya berdegup kencang. tangan yang memegang setir mobil mulai berkeringat. Takut kehilangan konsentrasi dan kecelakaan, Ryker segera menepikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi. Dia mematikan mesin mobil, lalu menatap ke depan dengan mata kosong. pertanyaan yang mengganggunya sejak semalam kembali terdengar di pikirannya. "Apakah aku sudah terlalu jauh dalam hal ini...?” Ryker duduk diam di dalam mobil yang sunyi.matanya masih kosong menatap ke depan. pikiran masih terjebak pada kejadian malam sebelumnya. Tiba-tiba, kesunyian mobil terganggu oleh suara dering ponselnya, suara yang lembut dan berirama, tapi terdengar seperti alarm bahaya bagi Ryker.Dia menoleh ke arah ponsel yang terletak di atas dashboard mobil. layar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status