LOGINMerasa memiliki hutang budi pada Joyo Kusumo, Ryker Alvaro harus menerima tawaran pria tua itu agar mau menikahi cucunya yang bernama Aulia Riani. Tanpa cinta, keduanya harus terikat pada janji suci pernikahan. Namun seiring waktu berjalan, Aulia menemukan rahasia besar di balik kematian sang kakek. Apa itu? Lantas bagaimana nasib Aulia dan pernikahannya?
View MoreTepat ketika Joyo Kusumo hendak melanjutkan perkataannya, pintu cafe terbuka dan seorang pria muda dengan rambut rapi dan kemeja putih memasuki ruangan. Dia membawa beberapa dokumen dalam tas kulit hitam dan langsung menuju ke arah Joyo Kusumo."Ini dokumen yang perlu Anda tandatangani, Pak," kata pria muda itu, yang kemudian diketahui bernama Adam, asisten pribadi Joyo Kusumo.Joyo Kusumo mengambil dokumen-dokumen itu dari Adam dan mulai membolak-baliknya dengan cepat. Aulia dan Ryker memperhatikan dengan rasa penasaran, sementara Leon dan Vania masih mengamati adegan itu dengan penuh minat."Baik, aku akan menandatanganinya nanti, jika Leon setuju.”kata Joyo Kusumo kepada Adam. "Kau pesanlah sesuatu dan pilih meja sendiri., aku akan memanggilmu jika sudah selesai."Adam mengangguk dan meninggalkan Joyo Kusumo, Aulia, Ryker, Leon, dan Vania. Joyo Kusumo kemudian memfokuskan perhatiannya kembali pada Aulia dan Ryker."Baiklah, mari kita bicara tentang apa yang perlu kita bicarakan," k
Leon menerima pesan dari Aulia melalui ponselnya, dan dia tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya. Pesan itu singkat, tapi membuatnya merasa berdebar-debar. Leon merasa penasaran, apa yang ingin dibicarakan oleh Aulia? Dia langsung membalas pesan itu dengan "Aku akan datang" dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.Sementara itu, di tempat lain, Vania menerima pesan dari Ryker yang membuatnya merasa sedikit was-was. Vania merasa sedikit bingung, apa yang ingin dibicarakan oleh Ryker? Apakah ini tentang pekerjaan atau tentang hubungan mereka? Dia tidak bisa menebak, tapi dia merasa harus pergi ke Cafe Senja untuk menemuinya.Cafe Senja adalah tempat yang nyaman dan tenang, dengan dekorasi yang sederhana tapi elegan. Dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan abstrak yang menambah kesan artistik pada tempat itu. Meja-meja kayu yang berwarna coklat tua dan kursi-kursi yang empuk membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di sana.Pukul 3 sore, Leon dan Vania tiba di Cafe
Aulia merasa seperti berada di alam mimpi. beberapa bulan lalu, ia melihat kakeknya yang dimasukkan kedalam galian tanah. namun hari ini, dengan kedua matanya ia bisa melihat tubuh kakeknya yang sedang duduk tenang. menghadap ke arah Ryker dan Aulia yang baru saja masuk ke ruangan serba putih itu. pria itu nampak tersenyum tipis, menyambut kedatangan keduanya. Aulia tak lantas melangkah menuju ke arah sang Kakek. ia terdiam, seperti patung Manikin yang tidak dapat berbicara."Kemarilah, cucuku..." perintah sang kakek dengan senyum tipisnya.Ryker menyentuh bahu Aulia, seperti sedang menyalurkan energi positif. untuk istrinya itu. Aulia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan-lahan. perlahan, ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah sang kakek.Joyo Kusumo, pria yang sudah terlihat tua itu nampak bangkit dari tempat duduknya. saat, Aulia berdiri dihadapannya, pria itu lantas memeluk tubuh mungil itu. Ryker tetap berada ditempatnya, ia sedang memberikan ruang d
"Kakekmu masih hidup."Mendengar pernyataan yang keluar dari bibir Ryker, membuat Aulia lantas merenggangkan pelukannya. gadis itu, langsung turun dari kasur. berdiri, menatap manik biru Ryker dengan tatapan tajam."Jangan bicara sembarangan! Kau boleh saja menggodaku dengan caramu menyentuh atau berpura-pura baik padaku. tapi, bercanda soal kakek? apa kau sudah tidak waras, Ryker?"Ryker terlihat begitu santai. pria itu perlahan turun dari kasur, lalu berdiri di hadapan Aulia. tangannya hendak terulur untuk bisa menyentuh wajah Aulia. namun, belum sempat melakukannya tangannya sudah ditepis oleh Aulia."Jangan menyentuhku!""Kakekmu, masih hidup. dan sekarang, tengah menikmati keindahan alam di Indonesia bagian Timur.""Dasar sinting!" Aulia membalikkan tubuhnya, hendak pergi meninggalkan Ryker."kau tidak percaya? apa kau yakin, pria tua tempo hari yang dimakamkan itu adalah kakekmu?"Langkah kaki Aulia terhenti, mendengar pertanyaan Ryker. walaupun berhenti, Aulia tak langsung memb
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews