Share

Mengembalikan

Author: Susi_miu
last update publish date: 2024-11-07 12:48:45

Keberadaan Abihirt terlalu samar, tetapi tak dimungkiri pria itu terlihat sangat berbahaya di balik jendela.

Moreau memang belum menarik tirai. Semua murni karena kesalahan yang tidak pernah masuk ke dalam daftar. Dia menelan ludah kasar dan bagaimanapun harus mengambil satu langkah lebih dekat. Memberi ayah sambungnya ruang supaya tidak terbatasi sekat di antara mereka.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Satu pertanyaan segera terungkap setelah membuka jendela kamar. Moreau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Terkejut

    “Kau sangat sibuk hari ini, Mommy.”Suara serak dan dalam Abihirt benar – benar terlalu mengejutkan. Moreau tidak memiliki persiapan untuk menyambut keberadaan pria itu di dapur. Setelah sarapan bersama. Lore dan Arias menarik ayah mereka pergi; satu prospek tak terduga di mana, Moreau yakin ... Abihirt jelas—seharusnya telah menyimpan kejutan untuk mereka.Dia tidak berusaha memikirkan semua itu. Sengaja mengambil kesempatan dari kebebasan singkat sekadar menghindari Abihirt; dengan sengaja—masih melakukan apa saja di dapur; membuat bolu kesukaan anak – anak misalnya. Sudah separuh kegiatan. Moreau hanya perlu menunggu kapan adonan yang dikocok dengan alat di tangan menjadi kental berjejak. Ketika tiba – tiba ... dia harus menahan napas merasakan keberadaan Abihirt yang begitu dekat. Pria itu persis menjulang tinggi di belakang tubuhnya. Tidak tahu apa yang bisa Moreau katakan. Berpikir bahwa seharusnya Abihirt masih bersama Lore dan Arias. Sekarang di mana si kembar? Suara mereka

  • Perjanjian Terlarang   Mendengarkan?

    “Aku tidak ingin kau minum – minum seperti semalam,” Moreau menambahkan. Berharap Abihirt akan mengerti. Sudah terlalu sering memberi tahu untuk tetap menjaga kesehatannya sendiri dan hal tersebut benar – benar menjadi sesuatu yang melelahkan ketika pria tersebut sama sekali tidak berusaha memikirkan bagaimana cara agar tidak berada dalam bahaya.“Kau mendengarku bicara, Abi?”Tidak ada respons dari pembicaraan mereka di awal; mendesak sesuatu dalam diri Moreau untuk menuntut pria di hadapannya bicara. Dia tidak mengerti apa yang sedang Abihirt pikirkan, tetapi sorot kelabu itu benar – benar seperti terpaku atau barangkali ada hal serius yang perlu dipikirkan.“Abi ....”Moreau secara tentatif memberi sapuan ringan di rahang kasar itu. Ingin Abihirt secepatnya sadar dan benar ... pria tersebut sempat mengerjap. Kemudian meraih tangannya sekadar diremas singkat.“Ya, Mommy. Aku mengerti.” Sedikit senyum tipis tidak mengakhiri semuanya. Moreau mengambil kesemp

  • Perjanjian Terlarang   Mengerti

    Wajah itu perlahan bergerak. Sebuah pemandangan yang sudah Moreau nantikan sejak terbangun dan masih di sini; mengamati saat Abihirt tampak mengernyit dan perlahan jemari pria itu menyentuh batang hidung sendiri. Perlu sedikit menunggu lebih sabar sampai Abihirt memperhatikan situasi di sekitar, yang membuat kernyitan di kening itu terlihat mencolok, terutama ketika menyadari keberadaannya.“Di mana aku?”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar parau. Ntah bagaimana Moreau harus mengatakannya, tetapi dia memberikan senyum. Merasa yakin bahwa segala sesuatu di antara mereka akan berakhir dengan gamblang.“Di kamarmu,” ucapnya, hingga keterkejutan Abihirt tidak terkendali. Pria itu hampir terlonjak bangun, lalu kembali menyadari sesuatu terasa berat di sana.Dugaannya benar, mungkin. Moreau sengaja mendengkus. Tidak berusaha menunjukkan perhatian khusus kepada seseorang yang sudah dia targetkan untuk menghadapi beberapa pembicaraan.“Kau pergi ke mana setelah

  • Perjanjian Terlarang   Lembur

    Lembur ....Pria itu mengatakannya dengan cepat dan paling tidak ... membuat Moreau masih bersedia menunggu lebih lama. Dia mungkin tidak melakukan sesuatu secara signifikan. Hanya menemukan beberapa bacaan buku Abihirt dan akhirnya tenggelam terlalu lama di sini. Di atas kasur empuk sambil menyandarkan punggung di kepala ranjang. Karena sebenarnya Moreau yakin bahwa membaca bisa membuat waktu menjadi tak terasa. Bukan buku penggemar. Bukan sekadar fiksi biasa. Abihirt jelas tidak akan memiliki semua itu. Bisnis. Ya. Buku bisnis. Moreau tidak tahu mengapa tetap mempertahankan keinginan membaca saat dia merasa ini cukup membosankan. Barangkali, meyakini bahwa suatu hari dia akan berada di posisi yang sama seperti ini. Melanjutkan pendidikan saja tidak cukup. Sedikit membayangkan bagaimana mental memimpin Abihirt ada dalam dirinya. Salahkah jika berpikir pria itu bersedia memberikan tips?Pintu kamar tiba – tiba dibuka paksa. Panjang umur. Moreau tersentak mendapati Abihirt sudah menj

  • Perjanjian Terlarang   Ancamannya

    [Kau tidak menganggap ancamanku dengan serius, bukan begitu?]Kening Moreau berkerut dalam membaca pesan yang mengambang di ponsel Abihirt, ketika pemiliknya sedang berada di kamar mandi. Dia bertanya – tanya ancaman seperti apa dan tidak dianggap serius? Apa yang sebenarnya sedang Abihirt hadapi? Mengapa pria itu sama sekali tidak tidak bercerita?Satu pertanyaan lain muncul. Siapa di balik pengirim pesan dengan nomor pribadi? Moreau tidak akan memiliki akses untuk mencari tahu langsung. Tidak ada petunjuk apa pun di sini. Mungkin ... jika dia bersedia mengambil keputusan penuh tekad; mengulik jawaban langsung dari Abihirt adalah pilihan paling tepat. Masih menatap ponsel itu lamat. Perhatian Moreau segera teralihkan ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Abihirt muncul dengan pemandangan yang selalu sanggup membuatnya terdiam beberapa saat. Sedikit butuh usaha keras sekadar mengerjap. Moreau mendadak gugup karena sorot kelabu Abihirt menatapnya seolah dia baru saja melakuk

  • Perjanjian Terlarang   Cita-Cita Daddy?

    “Aku dan Mommy pernah ke rumah sakit. Di salah satu gedung di rumah sakit itu pernah terjadi kebakaran. Ada begitu banyak mobil pemadam. Aku melihat para pemadam kebakaran itu bekerja dengan sigap. Mereka hebat, Daddy. Aku ingin seperti mereka. Aku ingin membantu banyak orang yang berada dalam musibah.”Ketika Abihirt memberi respons dengan baik; mendukung apa pun keinginan bocah kecil mereka. Moreau diam – diam tersenyum. Tidak pernah menyangka bahwa sikap takjub Arias terhadap peristiwa yang baru saja diceritakan itu, ternyata memiliki dampak besar. Memang sempat terjadi kebakaran di rumah sakit; kejadian yang sudah cukup lama, dan hal tersebut menjadi alasan mengapa Moreau seolah dikejutkan oleh ingatan Arias yang begitu tajam.“Sekarang bagaimana denganmu, Princess. Apa cita-citamu?”Lore mungkin termenung mengamati percakapan antara saudara kembar dan ayahnya.Moreau tidak bisa menahan reaksi yang segera muncul ke permukaan setelah gadis kecil itu mengerjap. Dia

  • Perjanjian Terlarang   Bertemu

    Mengerikan sekali harus mengamati Barbara sepanjang waktu menyibukkan diri di layar monitor. Jari – jari wanita itu bergerak di atas keyboard tanpa niat sedikitpun meninggalkan apa pun yang sedang dikerjakan. Moreau tidak mengerti pemikiran ibunya. Wanita itu melarang dia terlibat di kantor; apa

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Perjanjian Terlarang   Bingung

    “Tidak perlu melakukannya, Moreau. Aku sedang tidak lapar.” Tubuh Moreau tersentak, betapa terkejut mendapati ayah sambungnya tiba – tiba sudah menjulang sekian jengkal jarak dari meja bar. Pria itu masih dengan kemeja putih yang terungkap seksi dan pas, sementara kali ini jas kelabu sedang menggan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Perjanjian Terlarang   Tidak Habis Pikir

    Ujung jari Abihirt bergerak tentatif sekadar menyusuri wajahnya. Moreau memejam dan tegang merasakan bagaimana jempol pria itu berhenti lekat di bagian bibir. Usapan ringan, bahkan Abihirt melibatkan hasrat untuk menekan di sana, semakin menambahkan perasaan bimbang.

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Perjanjian Terlarang   Tidak Sengaja

    Pria itu langsung menoleh, persis telah menuntaskan makan malam dan meneguk setengah gelas air, dan mengusap mulut dengan kain kering. “Kau perlu sabar untuk masalah pemindaian nama. Aku perlu mengurus beberapa hal lain.” Tentu saja. Barbara akan dengan senang hati menantikan momen paling menguntu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status