Share

Tuan Putri II

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-06-13 13:55:40
“Kenapa Paman Abi tidak mencukur?”

Lore dengan cepat mengalihkan perhatian ke arah pria itu. Kekehan singkat masih terdengar samar, meski mulut Abihirt tidak sepenuh tadi.

“Kau ingin aku mencukur?” pria itu bertanya, seakan telah menyiapkan saat – saat untuk menuruti keinginan tak terduga demikian.

Lore mengangguk. Tidak sulit bagi gadis kecil mereka menambahkan jawaban. Rasa ingin tahu selalu membuat Lore mendapatkan prospek yang mengambang di udara terjadi dengan cepat. Moreau tak ingin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Noor
Blm up y thorr?......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Memastikan

    “Kau yakin benar – benar akan pergi?”Ntah mengapa sesuatu dalam diri Moreau masih terlalu ragu harus membiarkan Abihirt meninggalkan rumahnya. Pelbagai keperluan sudah disiapkan dan barusan pria itu menarik resleting koper dengan pelbagai keperluan di dalam sana. “Gabriel sudah ada di sini, Mommy. Aku tidak bisa mengurungkan niatku begitu saja,” Abihirt bicara diliputi mata kelabu yang menatap serius ke arahnya.Yang tidak Moreau mengerti adalah ... dia sama sekali tidak diberi petunjuk tentang keberadaan Gabriel. Abihirt sama sekali tak membahas apa pun tentang pria itu.“Bagaimana bisa Gabriel sudah ada di sini?” tanyanya. Setiap apa pun tindakan Abihirt memang perlu diselidiki lebih serius. Tanpa hitungan yang tepat, semua terasa mengejutkan.“Aku memang sudah menghubunginya sejak semalam,” pria itu menambahkan. Membuat beberapa bagian terasa lebih masuk akal. Moreau tidak bisa menyangkal jika Abihirt telah memastikan kebutuhan pria itu lebih detil. Keberada

  • Perjanjian Terlarang   Izin Pergi

    Begitu banyak protes ingin keluar; wajah tidak berdosa Abihirt membuat semua makin runyam. Hanya saja, Moreau masih ingat tujuan awalnya. Merasa ini adalah kesempatan sehingga dia mulai mengambil tindakan, nyaris kembali menarik ujung kaus miliki pria itu, tetapi Abihirt lebih dulu mencekal kedua pergelangan tangannya untuk disingkirkan ke atas kepala—nyaris menyentuh sandaran ranjang.“Kau merobek bajuku, tapi tidak membiarkanku membuka pakaianmu. Ini tidak adil,” ucap Moreau dengan nada protes. Dia menggeliat untuk dilepaskan, tetapi Abihirt justru mengambil tindakan menjatuhkan mulut ke permukaan dadanya, yang masih dalam balutan bra.“Abi, lepaskan aku!” ucap Moreau lagi. Kali ini benar – benar menuntut Abihirt supaya melakukan apa yang dia ingin.Ironi. Pria itu lebih tahu bagaimana membuat seseorang marah dan bergairah di waktu yang sama. Penolakan Moreau setidaknya sedikit lebih reda begitu Abihirt memberikan kecupan ringan dari payudara menuju permukaan perut, se

  • Perjanjian Terlarang   Kuku Copot

    Memang sedikit aneh menyadari bagaimana Abihirt memutuskan untuk kembali tidur—cukup lama, hingga setelah bangun, pria itu membuat anak – anak tak ragu mengajukan pelbagai pertanyaan.“Ada apa dengan tanganmu, Daddy? Dan ini kenapa? Daddy tak suka warna kutik merah yang kupilih?”Lore sedari tadi tidak berhenti, meski mereka tahu bahwa Abihirt sudah cukup kewalahan; ntah masih terlalu mengantuk atau benar – benar kelelahan.“Warna merah yang kau pilih sangat bagus, Tuan Putri. Ada insiden kecil. Kuku di jari kelingkingku hilang. Jadi, memang harus membungkusnya seperti ini.” “Kau tak bilang kuku-mu copot!” Moreau buru – buru menambahkan. Sangat kesal karena Abihirt jelas tidak menceritakan semua secara gamblang. Di sini, mungkin pria itu keceplosan karena Lore jelas akan terus mengulik jawaban sampai gadis kecil mereka merasa yakin.“Aku baik – baik saja, Mommy.”“Aku baik – baik saja. Selalu seperti itu,” Moreau menirukan cara bicara Abihirt dengan ekspresi

  • Perjanjian Terlarang   Menunggunya Pulang

    Seseorang berusaha mengangkat tubuhnya; itu hal pertama yang Moreau rasakan setelah dia yakin sudah tertidur cukup lama. Hanya sesaat membuka mata untuk memperhatikan situasi di sekitar. Suasana yang bahkan masih cukup temaram jika dia berharap matahari pagi menyapa dengan caranya sendiri.“Kau baru pulang?” Selesai dengan pemikiran samar dan berulang. Perhatian Moreau teralihkan pada wajah yang terlihat berbeda. Dia memang masih mengantuk, tetapi tahu betul aroma tubuh ini. Abihirt sudah kembali dengan kegiatan yang pria itu sebut urusan pribadi?Dia bertanya – tanya sudah pukul berapa sekarang. Kenapa tubuh Abihirt terasa seperti gemetar, meski pria itu tampak berusaha keras menahan diri sambil membawa langkah mereka menuju kamar tidur.“Di mana pakaianmu? Kenapa kau pulang dengan bertelanjang dada seperti ini?” tanya Moreau setelah yakin bagaimana kulit tangannya bertemu langsung dengan permukaan dada liat Abihirt yang terasa hangat, tetapi juga seperti menyimpan

  • Perjanjian Terlarang   Penyiksaan

    “Tidak buruk untuk menginjakkan di sini, bukan? Kenapa kau menolak dengan penuh drama?”Malam ini merupakan hal paling menjanjikan bagi Mansilo Hubber, yang menjadi awal bahwa apa pun keinginannya selalu menemukan akhir terbaik. Mungkin memang harus menunggu sampai berpuluh tahun untuk memiliki Rowan kecil, yang sekarang dalam balutan tubuh pria dewasa—tampan—menggairahkan. Dia benar – benar sudah tidak sabar saat mereka ada di sini. Secara harfiah, mempunyai pendekatan yang sama seperti ruang merah, tetapi Mansilo Hubber lebih senang menyebutnya tempat penghukuman.Semua akan berjalan pelan – pelan. Dia tidak akan langsung menargetkan Abihirt sebagai hidangan utama. Perjalanan mereka masih sangat menyenangkan jika membiarkan waktu menjadi pemburu.Surat perjanjian disahkan bersama. Mansilo Hubber tahu Abihirt tidak akan pergi ke mana pun selama Moreau dan keluarga kecil mereka menjadi ancaman terbaik. Haruskah dia memberi begitu banyak pujian kepada diri sendiri karena

  • Perjanjian Terlarang   Pamit

    “Aku akan keluar sebentar. Kau tidak apa – apa menggantikan tugasku untuk menemani anak – anak tidur? Mereka tadi meminta dibacakan dongeng, tapi ada urusan penting yang perlu kuselesaikan.”Mereka—hanya berdua, masih di dapur; mencuci sisa perangkat makan bersama setelah makan malam, dan tiba – tiba sebuah pernyataan membuat atmosfer terasa berbeda.Moreau tidak yakin tentang ini. Sedari tadi, Abihirt sudah menunjukkan sikap aneh, seakan – akan ada kekhawatiran yang tak bisa pria itu kendalikan begitu saja. Dia benar – benar ingin tahu, tetapi masih belum menemukan cara terbaik supaya Abihirt bersedia berbagi cerita.“Kau mau ke mana memangnya?”Itu yang akhirnya dia tanyakan. Ada jeda sesaat. Abihirt seperti berpikir. Ntahlah, Moreau melihat prospek terhadap hubungan mereka supaya menjadi lebih sehat sangatlah tipis. Benaknya nyaris putus asa berpikir jika dia bisa menjadi tempat di mana Abihirt mau mencurahkan semua kegersangan di balik bahu pria tersebut.“Ak

  • Perjanjian Terlarang   Kesal

    Ini menyenangkan. Roki diam – diam menyeringai merasakan atmosfer berbeda di antara mereka. Dia sangat siap untuk menjadi ledakan kompor sekadar menyebarkan semburan api di sekitar. “Ibunya mungkin cerewet. Suka marah – marah, kau tahu sendiri ... wanita tua. Tapi aku rasa, putrinya ... yang

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Menguping

    “Kau bisa datang ke rumahku pukul enam sore. Tapi pastikan jangan sampai membuat suamiku curiga. Dia tidak boleh tahu kalau aku mengundangmu untuk melakukan uji kebohongan kepada putriku. Anggaplah kau datang sekadar berkunjung.” “Tapi bagaimana dengan alat yang perlu kubawa?” “Serahkan

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Mungkin Salah Paham?

    Moreau dan Abihirt melakukan kontak mata. Cukup lekat, sampai kemudian iris kelabu itu memutuskan untuk mengakhiri perangkap paling berbahaya di antara mereka. Bukan. Jelas bukan karena ayah sambungnya menyerah begitu saja pada sesuatu yang tentu dapat dilanjutkan di antara mereka, tetapi sesuatu

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Ide Baru

    “Aku tidak tahu.” Moreau hampir bisa mendengar sendiri betapa suara yang terungkap dari ujung tenggorokan begitu getir. Rasa takut tidak bisa dihindari begitu saja. Dia tidak punya pengalaman untuk menyembunyikan lonjakan dalam dirinya terhadap sebuah alat detektor. Akan terlalu buruk jika p

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status