เข้าสู่ระบบ"Yummy! Terima kasih, Mommy untuk makan malamnya," seru Nathan yang telah menghabiskan makanan di piringnya hingga tandas. Dia pun melihat ke ayah ibunya sembari berkata, "Okay, sampai besok Dad dan Mom. Aku berharap adik akan segera datang ke dunia!" Randy tertawa spontan mendengar kata-kata polos putranya yang sangat mendambakan seorang adik laki-laki. "Selamat tidur, Nate. Mimpi indah ya dan abaikan suara-suara aneh kalau kamu mendengar apa pun. Itu efek Dad dan Mom sedang berusaha membuat adik yang tampan untukmu!" ujar Randy yang membuat Gisella yang sedang minum nyaris tersedak.Nathan segera berjingkat mengecup pipi ayah dan ibunya lalu berlari masuk ke kamarnya sendiri. Tersisa Gisella dan Randy di meja makan disertai keheningan yang menggantung. Gisella kabur membawa peralatan makan kotor ke wastafel dapur. Dia berpura-pura sibuk mencuci berbagai perkakas dapur yang kotor dan memunggungi Randy.Pemuda itu menunggu dengan sabar sampai benda terakhir selesai ditaruh di rak pe
Semenjak Randy dipercaya memimpin perusahan tambang milik keluarga Cakrabirawa, dia tidak main-main dan selalu bekerja penuh dedikasi. Segenap direksi dan karyawan menghormati Randy karena prestasi kerjanya secara profesional, bukan hanya karena anak big boss perusahaan.Namun, satu rahasia besar yang dia sembunyikan dari publik adalah keberadaan Gisella Kartika di apartemennya bersama putra tunggal mereka Nathan. Orang tua Randy yang lebih sering bepergian keliling dunia menikmati masa tua tidak mengetahui hal itu. Nathan sudah mulai masuk Taman Kanak-kanak di Jakarta, dia diantar oleh daddy-nya dan ditunggui oleh mommy-nya. Gisella telah mengajukan resign ke firma hukum Pak Hans dengan alasan telah menemukan pekerjaan lain yang sesuai keahliannya sebagai guru. Kebetulan memang sekolah baru Nathan membuka lowongan guru, jadi Gisella yang memang pernah memiliki pengalaman sebelumnya sebagai guru mencoba melamar di sana. Beruntung dia diterima dengan mudah sebagai guru TK di sekolah
"Kel ... Kelly, bangun ya! Filmnya sudah selesai nih, kita pulang dulu baru kamu lanjutin bobo di rumah," ujar Donny sembari menepuk-nepuk pelan pipi halus istrinya."Hoamph ... ngantuk banget deh. Sorry, aku malah ketiduran di bioskop!" jawab Kelly sambil menguap lebar dan merenggangkan otot-otot yang kaku. Dia lalu menoleh mencari-cari Ariel yang seharusnya duduk bersebelahan dengannya tadi."Ariel di sebelahku kok, kami tadi tukar tempat duduk karena kamu ketiduran. Sudah tutup mallnya, yuk kita buruan keluar daripada nanti terkunci di sini, Kel!" sahut Donny lagi.Maka mereka bertiga berjalan menuju lift untuk turun ke lantai parkiran underground. Lampu-lampu toko telah gelap karena memang sudah lewat jam buka mall, hanya pengunjung bioskop yang tersisa terakhir meninggalkan gedung jelang tengah malam itu.Donny menggendong putra kecilnya yang juga mengantuk berat. Di sisinya ada Kelly, wanita yang masih menantikan sidang putusan cerai minggu depan itu nampak terdiam merenungkan s
"Hai, Kelly. Aku ajakin Ariel buat jemput kamu nih. Kita pergi jalan-jalan ke mall bertiga ya!" ujar Donny sambil menggandeng tangan mungil putra mereka memasuki ruang kantor Kelly.Wanita itu menghela napas antara geli dan serba salah. Dia telah menjalani separuh sidang gugatan cerai. Donny selalu hadir untuk meminta rujuk kepada hakim. Proses perceraian mereka pun jadinya berlarut-larut sampai molor beberapa bulan lamanya."Mama ... Mama, ayo kita ke mall. Aku mau beli hotwheels seri terbaru ada mobil racing dan truk kontainer!" rengek Ariel rewel menarik-narik tangan Kelly."Okay, Sayang. Mama bereskan barang ke tas sebentar ya. Kamu duduk manis sama papa di sofa!" jawab Kelly santai. Dia pun tak ada rencana lain sepulang kerja karena papa mamanya berangkat ke Yogyakarta menjenguk Candy yang sudah melahirkan.Donny pun bertanya, "Btw, Kel ... aku baca di grup keluarga, kabarnya Candy hari ini melahirkan ya? Anaknya cowok apa cewek?" "Cowok, Don. Namanya Jansen Curtis Levine, naman
Josh berlari-lari mencari taksi di Bandara YIA, dia sangat menguatirkan Candy yang melahirkan sendirian tanpa dirinya di rumah sakit melalui prosedur operasi Cesar. "Pak, taksi!" seru Josh terburu-buru melambaikan tangan sambil menjinjing tas kerjanya di sisi kiri.Segera sopir taksi berusia paruh baya itu mempersilakan Josh untuk naik ke mobilnya. Sedan berwarna biru muda metalik yang ditumpangi Josh langsung meluncur menuju pusat kota Yogyakarta, tepatnya ke Rumah Sakit Panti Rapih. "Istri saya sedang melahirkan di sana, Pak. Bisa tolong agak cepat?!" ujar Josh yang bersimbah peluh meskipun AC mobil menyembur kencang."Baik, Pak. Tapi, saya nggak mau langgar lampu merah ya. Takut malah kecelakaan!" jawab sopir taksi itu sembari melirik melalui spion tengah mobil."Betul, yang aman-aman saja, Pak. Saya masih pengin ketemu istri dan bayi kami!" jawab Josh tersenyum masam. Dia baru merasakan gugupnya menjadi calon ayah kali ini. Putra pertama yang memang telah dinanti-nantikan selama
Hari-hari yang dijalani Candy sebagai hakim muda di kota Yogyakarta diwarnai juga dengan kehamilannya. Hubungan LDR bersama Josh justru membuat mereka semakin bergairah di setiap pertemuan pada akhir pekan. Alasan itulah yang menyebabkan Candy hamil.Di usia pernikahan yang keempat jelang lima tahun, mereka mendapatkan keturunan. Hari Jumat itu dijalani Candy seperti biasa, sibuk dengan jadwal sidang di periode kehamilan akhir. Sebenarnya hari perkiraan kelahirannya sudah lewat tiga hari. Bahkan, Josh cerewet menegur Candy untuk ambil cuti saja dari tugas dinasnya sebagai hakim. Namun, semangat Candy membantu penegakan hukum di tempat dia mengabdi terlalu besar.Pagi itu, kasus yang disidangkan adalah pembunuhan asisten rumah tangga oleh majikan laki-laki yang dinilai tiran. Pengacara kubu terdakwa mengajukan alasan pembelaan diri karena kliennya dalam kondisi terancam bahaya. Bukti dan saksi telah dihadirkan di persidangan keempat. Hari ini adalah sidang putusan yang akan dibacakan o







