Share

Bab 213

Author: Vannisa
Easton berusaha tampak tenang. Dia terus mengambil tomat ceri yang sudah dicuci bersih dari mangkuknya. "Semua orang di dunia ini berhak mendapat cinta yang memang milik mereka. Cinta itu sendiri nggak mengenal diskriminasi."

"Meskipun dating show itu digerakkan oleh skenario, kehadirannya bisa membuktikan pada semua orang kalau seseorang yang nggak bisa dengar atau bicara, tetap bisa hidup seperti orang normal, tetap bisa memperjuangkan cinta."

Gerakan tangan Maggie terhenti. Dia tahu, ucapan E
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ros
Ya sdh Easton juga ga usah ragu bilang cinta dan perasaan nya sm Maggie, walau maggi ga bs bilang apa2 utk membalas. Mungkin dia malu dan Minder.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 587

    Tanpa menoleh, Maggie langsung naik ke bus dan bus pun perlahan-lahan bergerak maju.Owen tertinggal jauh di belakang. Sosoknya yang tinggi dan kurus makin lama makin kecil, hingga akhirnya hanya menjadi sebuah titik hitam.Yogi membuka tutup botol air mineral untuk Maggie dengan penuh perhatian. "Kamu sangat dekat dengan Pak Owen ya? Aku sebenarnya agak takut dengannya. Meskipun dia yang paling muda di antara tiga direktur utama, entah kenapa aku selalu merasa segan."Ekspresi Maggie agak muram. "Maaf, aku ingin sendirian dulu."Yogi menganggukkan kepala, lalu membawa tasnya dan duduk di kursi kosong di depan dengan patuh. Dia berbalik, lalu tersenyum dengan hangat dan menular. "Aku punya roti dan cokelat. Kalau kamu lapar, bilang saja ya. Aku nggak akan mengganggumu lagi."Seperti matahari kecil, Yogi memiliki sifat yang hangat, antusias, dan tahu diri juga. Dia benar-benar tidak mengganggu Maggie lagi.Setelah bersandar di jendela, Maggie tanpa sadar mulai mengantuk.Saat dua bus be

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 586

    Kaeso terdiam satu dua detik, lalu menyampaikan kata-kata Easton persis tanpa mengubah satu kata pun. "Kamu boleh mencobanya."Maggie menarik napas dalam-dalam, tetapi kata-kata tersangkut di tenggorokannya. Kartu kamar itu terasa membakar telapak tangannya. "Ada hal lain?""Pak Easton minta aku mengingatkanmu untuk menyalakan ponsel. Kalau nggak bisa menghubungimu, dia akan sangat khawatir. Kalau begitu, aku pamit dulu. Kamu hati-hati ya," kata Kaeso, lalu segera pergi seperti melarikan diri karena takut Maggie akan mengembalikan kartu itu padanya.Bus untuk rombongan bank juga sudah tiba dan rekan-rekan kerja Maggie sudah antre naik dengan tertib. Yogi menarik kopernya sambil menoleh beberapa kali ke sekitar. Dia menyimpan kartu itu, lalu berjalan keluar dengan ekspresi tetap tenang. Mobil hitam itu masih terparkir di tepi jalan, tetapi dia tidak bisa melihat jelas orang di dalamnya karena kaca mobil itu berwarna gelap."Bu Maggie, kamu baik-baik saja, 'kan? Orang tadi mencarimu untu

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 585

    Maggie tersenyum pahit.Terdengar suara Jilly yang heran dari ujung telepon. "Kenapa kamu duduk di kelas satu?""Kalau nggak duduk di kelas satu, jadi duduk di kokpit?" kata Easton sambil mengernyitkan alisnya dan melirik Easton dengan tatapan seperti melihat orang bodoh."Bukan begitu maksudku, hanya heran kenapa kalian berdua nggak duduk bersama. Jangan-jangan bertengkar lagi?" kata Jilly.Seolah-olah hatinya ditusuk oleh kata lagi, Easton menoleh ke arah Jilly dengan tatapan muram. "Kamu sangat santai ya? Banyak sekali pertanyaanmu. Kenapa nggak tanya langsung padanya?"Jilly berdecak, lalu berbalik dan memaki Easton habis-habisan dalam hatinya.Tepat saat itu, pramugari di pengeras suara mengingatkan agar ponsel diubah ke mode pesawat. Jilly hendak menutup telepon, tetapi tangannya tergelincir dan malah menekan tombol pengeras suara."Bu Maggie, kebetulan sekali, kursi kita berdampingan. Ini benar-benar jodoh ya."Terdengar jelas suara Yogi yang nadanya sangat terkejut dari pengera

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 584

    Teresa mengalihkan pandangannya, lalu bergumam dengan pelan, "Meskipun harus dituang semuanya, aku tetap nggak akan traktir si iblis itu minum. Buang-buang uang hasil jerih payahku saja."Maggie bingung. "Pak Jardin itu lulusan top, orangnya cukup sopan. Kita pernah kerja sama lintas departemen beberapa kali, dia cukup mudah diajak kerja sama."Mata Teresa hampir berputar sampai menatap langit, lalu mendekat ke sisi Maggie dan mulai mengeluh, "Itu di depanmu saja. Dia itu benar-benar nggak berperikemanusiaan. Aku kasih tahu kamu ya ...."Owen menyesap americano dinginnya dan merasakan rasanya yang sangat pahit. Dia bisa merasakan Maggie sengaja menjaga jarak dengannya. Tiga direktur utama dan klien kelas S berada di kelas satu, sedangkan yang lainnya dari rombongan itu berada di kelas ekonomi.Saat rombongan itu naik ke pesawat, suasana di bandara tiba-tiba riuh. Banyak orang yang mengangkat ponsel dan bergerak perlahan-lahan mengelilingi seseorang."Siapa itu?""Artis yang memerankan

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 583

    Easton tertegun sejenak, lalu terbaring lesu di kursi kayu besar. Rambutnya berantakan dan seluruh dirinya terlihat seperti kehilangan jiwa."Kalian bertengkar?" tanya Hana yang langsung menebak isi hati Easton.Easton menggelengkan kepala. "Nenek, dulu saat aku mau rujuk dengannya, dia nggak mau kembali. Mungkin apa yang dia bilang saat itu memang benar. Meskipun kami berdamai, kami hanya akan mengulang jalan lama."Hana tiba-tiba meletakkan cangkir tehnya dan menatap Easton yang sedang larut dalam kesedihan. "Kamu menyesal?""Aku nggak menyesal. Hanya saja kami sering bertengkar, perbedaan pendapat membuatku merasa sangat lelah," jawab Easton."Easton, sifatmu ini harus diubah. Kami sudah terlalu memanjakanmu, nggak semua orang harus berputar mengelilingimu. Saat dua orang saling mencintai, semuanya terasa indah. Tapi, jangan mengandalkan cinta, lalu sembarangan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Perasaan yang sebaik apa pun nggak akan tahan disayat kata-kata yang setajam pisau,

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 582

    Maggie terdiam sejenak, lalu memaksakan sebuah senyuman. "Bukankah kita sudah bicarakan soal ini sebelumnya? Setelah aku pensiun nanti, aku baru jadi nyonya kaya."Bibir Easton berkedut. Dia berdiri, lalu menatap Maggie dari atas. "Mengerti. Intinya kamu memang nggak rela meninggalkan tempat bobrok itu, 'kan? Kalau begitu, nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. Silakan terus kerja dari jam sembilan sampai jam lima. Hidup enak penuh kemewahan nggak mau, malah sengaja cari susah."Easton melangkah menuju ke arah tangga.Melihat pembicaraan kembali memanas, Maggie segera meraih ujung lengan baju Easton dan nada bicaranya berubah karena cemas. "Kita jangan bertengkar karena hal ini lagi, boleh nggak? Aku suka pekerjaanku sekarang, suka rekan-rekan yang bekerja bersamaku. Kenapa kamu selalu bersikeras mengurungku di rumah?""Nggak boleh!"Easton menatap Maggie dengan dingin, tidak ada sedikit pun kelembutan yang tersisa. "Kamu suka pekerjaanmu atau suka rekan kerjamu? Maggie, sampai hari in

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status