Partager

Bab 366

Auteur: Vannisa
Easton melihat jam di pergelangan tangannya. Pukul 9.25 malam.

Maggie tenggelam dalam dunianya sendiri. Dia berjalan sambil memegang gelas es krim raksasa itu, sesekali menyendoknya.

Ponsel di tasnya bergetar. Dia spontan menjulurkan tangan untuk melihat layar. Begitu melihat siapa pengirimnya, wajahnya pucat.

Setelah ragu tiga detik, dia menolak panggilan, lalu mengetik pesan dengan santai.

[ Lagi lembur. ]

Easton duduk di mobil, membaca pesan itu. Alisnya berkerut sebentar, lalu dia tertawa di
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Angga Dimas
hadeeuuh...rumit banget perkawinan kalian...gw jd ikut pussiinggg
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 655

    Tidak ada satu pun makanan yang menjadi sia-sia. Maggie hamil tujuh bulan, tetapi tubuhnya tetap ramping. Selain kaki yang sedikit bengkak dan kulit perut yang agak mengeras, seluruh tubuhnya tidak menunjukkan reaksi kehamilan yang terlalu besar.Dilihat dari belakang, sosoknya masih langsing. Namun, jika dilihat dari depan, sama sekali bukan begitu. Sekarang bahkan pakaian longgar pun tak mampu menyembunyikan perutnya yang seperti bola. Bulat dan montok, seperti menyelipkan semangka besar di pelukan.Maggie memasang wajah muram, berdiri di depan cermin besar di ruang ganti lantai dua, berputar ke kiri dan ke kanan. "Di dalam ruangan nggak mungkin pakai mantel. Sepertinya memang nggak bisa disembunyikan lagi."Easton tidak menganggapnya serius. Dia memeluknya dari belakang, mengecup lehernya dengan penuh hasrat. Suaranya tetap santai seperti biasa. "Kalau nggak bisa disembunyikan, ya sudah nggak usah. Sudah tujuh bulan. Memangnya kamu benar-benar mau nunggu sampai anak-anak lahir baru

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 654

    Easton tersenyum tanpa berkata apa-apa, lalu menutup telepon. Dia memang tidak melanggar kesepakatan mereka berdua, tidak lebih dulu membocorkan kabar kehamilan itu kepada siapa pun. Landon sendiri yang cukup cerdas, menebak dari intuisi dan kepekaannya.Sejak saat itu, setiap malam Easton selalu melakukan pendidikan janin. Dengan sungguh-sungguh, dia berbicara ke arah perut Maggie, "Ini Papa, ingat ya, ini Papa.""Putri kecilku yang manis, Papa sudah beliin satu lemari penuh gaun bunga dan boneka. Kamu harus patuh dan baik-baik di dalam perut Mama."Sambil menggigit apel, Maggie akhirnya menyadari ada keanehan dalam percakapan hangat pendidikan janin setiap malam itu. Setiap kali, Easton selalu bersikeras berbicara ke sisi kanan perutnya. Sisi kiri diabaikan."Kamu cuma bicara dengan satu bayi di dalam perutku?"Easton mengangguk dengan wajar. "Kurang lebih begitu."Tentu saja dia tidak berani mengatakan bahwa dalam hatinya dia sudah yakin Maggie mengandung sepasang anak laki-laki dan

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 653

    Setelah selesai makan, keduanya naik mobil pulang. Di perjalanan, tatapan Easton dalam dan serius. Pandangannya terkunci pada perut Maggie yang sedikit membuncit."Lihat apa sih?" Maggie agak merinding karena terus ditatap."Aku lagi mikir, si kecil yang tadi nggak mau kerja sama saat USG itu jangan-jangan anak laki-laki? Mana mungkin dokter pakai kata nakal dan usil untuk menggambarkan anak perempuan." Easton berpikir dengan sungguh-sungguh, ekspresinya serius.Maggie sama sekali tidak terlalu peduli bayi dalam perutnya laki-laki atau perempuan. Baginya, ini seperti membuka kotak misteri. Saat waktunya tiba, tentu akan tahu jenis kelaminnya.Dia tidak memasukkan ucapan dokter tadi ke hati, hanya menggeleng. "Aku nggak tahu."Easton menghela napas. Satu tangannya menutup sisi kanan perutnya. Dia mendekat dan berkata pelan, "Kalau begitu, yang patuh tadi pasti anak perempuan. Anak perempuan memang pintar dan penurut."Tatapan Maggie yang setajam pisau menyapu ke arahnya.Easton berdeham

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 652

    Easton meliriknya sekilas. "Masih mau pura-pura? Kamu sudah tahu mereka berdua bersama, 'kan?""Hah?"Easton menyesap teh dengan santai. Jarinya mengusap permukaan cangkir porselen. "Jangan kira aku nggak tahu. Kalian diam-diam punya grup, setiap hari bahas gosip dan kehidupan percintaan. Sejak kapan hubunganmu sama dia jadi sebaik itu?""Grup apaan .... Aku nggak ngerti kamu bicara apa." Maggie menunduk dengan perasaan bersalah, menggenggam ponselnya erat-erat.Faktanya, beberapa bulan terakhir mereka bertiga sering bertemu untuk makan bersama. Hubungan mereka semakin baik, obrolan grup pun luar biasa ramai. Sedikit saja tidak memegang ponsel, bisa langsung menghadapi ratusan pesan belum dibaca.Belum lama ini Jilly bahkan melempar sebuah postingan ke grup dan berseru.[ Girls, kalau suatu hari aku kenapa-napa, kalian harus bantu aku format ponselku, terutama riwayat chat grup kita. Hapus bersih. ]Maggie waktu itu hendak memarahinya karena berkata yang tidak-tidak, tetapi tanpa senga

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 651

    Maggie sedang berbaring di ranjang pemeriksaan, menatap layar dengan tatapan kosong. Perkataan tadi membuat wajahnya terasa panas."Dua minggu lagi datang ke rumah sakit untuk kontrol ulang. Untuk sementara ini, ukuran janin terlihat agak kecil. Pada kehamilan kembar, kontraksi di trimester akhir cenderung sering terjadi, waspadai kemungkinan persalinan prematur."Suasana hatinya murung. Bahkan setelah keluar dari rumah sakit, wajah kecilnya yang hanya sebesar telapak tangan masih berkerut.Easton membantu memakaikan mantel padanya, lalu mencubit pelan pipinya dengan penuh rasa sayang."Kalau tahu salah dan mau memperbaikinya, itu sudah sangat baik. Sekarang bukan aku yang memaksamu makan lagi. Dokter juga sudah bilang, di trimester akhir janin akan banyak menguras nutrisi dan darahmu. Kalau kamu nggak makan dengan baik, bayinya akan kecil dan tubuhmu juga akan terganggu."Maggie mengangguk. Semakin dipikirkan, dia semakin merasa sedih dan kesal pada diri sendiri. Dalam hati, dia diam-

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 650

    Setelah berkata demikian, Maria berbicara dengan dokter magang di sampingnya, "Tadi waktu kamu melakukan USG, bagian ini juga nggak terlihat jelas?""Ya, ya. Bayinya terus membalikkan badan, menutupi wajahnya, nggak mau dilihat."Maggie tampak cukup gelisah, tiba-tiba merasa cemas.Di lorong, sambil mengikuti instruksi Maria, berpegangan pada dinding dan menurunkan punggungnya, dia memasang wajah muram dan bertanya kepada Easton, "Nggak akan ada masalah, 'kan? Sudah dua kali nggak berhasil difoto, apa ini normal?"Hati Easton sebenarnya panik, tetapi dia tidak berani menunjukkannya, takut Maggie melihat dan menjadi semakin cemas.Dia hanya bisa berpura-pura tidak peduli. "Seharusnya nggak ada masalah. Mungkin dia lagi tidur. Setelah sedikit digerakkan, nanti dia juga akan ganti posisi."Alasan itu memang terdengar agak dipaksakan, tetapi Maggie tak punya pilihan lain. Dia hanya bisa mengikuti instruksi Maria dengan patuh, terus menurunkan tubuhnya sambil berpegangan pada pagar lorong d

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 398

    "Easton, kenapa?"Easton menggeleng, bibirnya terkatup rapat, wajahnya muram. Pria yang tadi berpapasan dengannya mirip Owen, kakak kelas Maggie. Namun, ada juga ketidakmiripannya. Toh dia tidak sempat melihat punggung orang itu dengan jelas.Easton membawa Jossie ke poliklinik di lantai tiga. Setel

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 388

    "Tsk ... ada apa denganmu? Lagi bad mood? Masalah apa sih yang bikin kesal? Ceritakan dong, biar aku senang sedikit," ujar Timmy. Kulitnya yang pucat tampak samar-samar berkilau di tempat gelap, menunjukkan kondisi yang sangat tidak sehat.Dia sudah "tenang" hampir dua bulan. Tidak liburan, tidak ke

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 399

    Dokter mengerutkan kening, merebut paksa formulir persetujuan dari tangan Easton, lalu berbalik masuk ke ruang operasi.Lampu merah tanda operasi menyala dengan menyilaukan. Pikiran Easton kosong total, seolah-olah di seluruh dunia hanya tersisa detak jantung di dadanya yang berdegup keras.Pada det

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 396

    Sekelompok orang menekan Maggie masuk ke rumah. Bahkan sebelum sempat berdiri tegak, pria yang memimpin langsung menamparnya dengan keras. Dia terjatuh ke lantai. Kedua tangannya mati-matian melindungi perutnya."Kalau kamu mau kerja sama, kami cuma bikin beberapa bagian tubuhmu luka buat direkam se

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status