Share

Bab 3141

Penulis: Anggur
“Devina, kamu sudah mau menikah, belum? Aku bisa memperkenalkanmu sama laki-laki yang bisa menjamin kebahagiaanmu seumur hidup, loh,” ujar Amelia dengan nada bercanda.

Devina adalah sekretaris Olivia. Dia baru lulus universitas dan belum lama ini menjadi sekretaris Olivia.

Devina tersenyum lalu berkata, “Terima kasih atas tawaranmu, Bu Amelia. Saya sudah punya pacar sejak kuliah dan hubungan kami juga cukup baik.”

“Pacarmu kerja di mana?” tanya Amelia penasaran.

“Dia baru saja masuk di sebuah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4265

    “Kalau memang suka, kenapa kamu nggak jujur saja ke dia? Kalau nanti dia tanya, kamu langsung bilang saja.” Nenek Sarah menyimpan senyumnya dan mengingatkan Ronny, “Kamu jangan kayak kakak kamu, ya. Ditutupi terus sampai Olivia sadar sendiri. Hampir saja hubungan mereka retak.” “Nek, aku … aku takut. Kalau aku bilang, nanti aku dipecat. Kalau sampai aku dipecat, aku bakal susah untuk ketemu dia. Dia kerjanya sudah sibuk banget, ngga ada waktu lagi untuk berhubungan sama aku. Aku mau tunggu sampai dia mulai tertarik sama aku, baru aku bilang perasaanku ke dia kalau sebenarnya dia calon istri yang Nenek pilih untuk aku, dan aku jauh-jauh datang bukan cuma untuk jadi koki pribadinya dia saja, tapi juga untuk mengejar dia. Selama aku jadi koki pribadi, aku nggak cuma bisa memantau kesehatannya, tapi juga bisa terus berinteraksi sama dia sehari-hari.” Tanpa membangun kedekatan, Rony tidak akan melamar Yohanna, dan Yohanna juga pasti tidak akan mau menikah dengannya. “Kekhawatiran kamu it

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4264

    “Sesekali kamu harus kasih waktu ke diri sendiri untuk liburan. Kesehatan kamu yang paling penting.” Nenek Sarah menari Yohanna pergi dari paviliun. Mereka melanjutkan perjalanan sembari Nenek Sarah menceritakan pengalaman dalam merawat diri. “Kring ….” Ponsel milik Nenek Sarah berdering. Spontan dia melepaskan tangan Yohanna dan meraih ponselnya. Dia melihat layar yang menunjukkan Ronny sebagai identitas pemanggil. “Dari Ronny. Mungkin dia sudah menebak kamu datang ke sini. Dia memang pintar banget.” Di antara kesembilan cucunya, tidak ada satu pun yang bodoh. Nenek Sarah sangat puas dengan kecerdasan yang cucu-cucunya miliki. Tidak seperti keluarga lainnya, keluarga Adhitama selalu diberkati oleh leluhur mereka. Setiap generasi yang lahir akan lebih baik dari generasi sebelumnya. Nenek Sarah mengangkat panggilan dari Ronny. “Nek, sudah pulang ke rumah?” tanya Ronny. “Atau masih di Vila Ferda?” “Junia baru saja melahirkan. Tadinya Nenek sudah mau pulang, tapi pas tahu ternyata

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4263

    “Yohanna, Ronny pasti punya alasan kenapa dia nggak pernah kasih tahu kamu. Pulang nanti, tolong jangan ribut sama dia, ya. Bicarakan saja baik-baik.” Yohanna tersenyum tipis. “Aku nggak mungkin ribut sama dia. Sebenarnya aku sudah menduga hasilnya pasti jadi begini. Aku cuma mau memastikan saja.” Karena Yohanna sendiri pun sudah menduga, dia tentunya sudah melakukan persiapan secara mental dan bisa menerima fakta dengan mudah. “Apa Ronny sengaja menyembunyikan identitas dia yang sebenarnya ke kamu?” tanya Nenek Sarah. Becermin dari contoh Stefan, adik-adiknya seharusnya tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Yohanna terdiam sejenak dan menjawab, “Nggak, tapi dia juga nggak bermaksud kasih tahu aku. Kalau aku nggak tanya, dia nggak bakal ngomong.” Yohanna sempat menyelidiki latar belakang Ronny, bahkan hingga dua kali, tetapi dia tidak menemukan biodata yang jelas tentangnya. Yohanna tidak bisa mengatakan itu karena dia merasa malu. “Kalau kamu nggak tanya, dia pasti nggak ak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4262

    Saat Yohanna tiba-tiba bersuara, Nenek Sarah menegakkan tubuh dan duduk menghadap lurus ke depan seperti seorang murid yang sedang duduk di meja sekolah. “Yohanna, silakan kalau kamu mau tanya. Nenek menyimak.” Nenek Sarah tersenyum tipis. Ketika dihadapkan dengan senyuman yang sangat bersahabat dari Nenek Sarah, tanpa sadar Yohanna melemaskan raut wajahnya. Nada bicaranya juga jadi terdengar lebih lembut. “Nek, terima kasih atas apresiasi yang Nenek kasih untukku. Berhubung Nenek memilih aku, berarti Nenek pasti sudah tahu tentang kondisi keluargaku.” Nenek Sarha mengangguk. Dia tahu. Tahu persis. Dia pasti mencari tahu sejelas-jelasnya bagaimana kondisi keluarga calon cucu menantunya. “Aku nggak mungkin bisa jauh dari keluargaku. Kalau aku menikah sama Ronny, dia yang harus ikut aku. Aku juga pemilih banget soal makanan. Dia nggak bisa jauh-jauh dariku karena harus memenuhi kebutuhanku sehari tiga kali. Jadi, waktu yang dia punya untuk pulang ke rumahnya pasti pendek banget. Ron

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4261

    Yohanna sudah menanyakan Ronny siapa calon istrinya, tetapi Ronny tidak menjawab. Jika yang bertanya bukan Yohanna, tetapi orang lain, Ronny pasti akan mengatakannya. Penjelasan dari Ronny memang sangat masuk akal, tetapi Yohanna merasa ada sesuatu yang Ronny sembunyikan darinya. Jika benar calon istri Ronny adalah Yohanna, sangat masuk akal Ronny menutupi itu dari Yohanna. Nenek Sarah menyambut balik tatapan tajam Yohanna. Dia sungguh tidak salah pilih. Dia suka cucu menantu yang tegas dan terus terang. Nenek Sarah tidak langsung menjawab pertayaan Yohanna dan malah bertanya balik, “Yohanna, kamu kenapa menganggap kalau calon istrinya Ronny itu kamu?” Yohanna lantas menjabarkan analisisnya. Siapa pun yang mendengarkan penjelasannya pasti akan sepakat kalau Yohanna adalah calon istri yang dipilih untuk Ronny. Di akhir, Yohanna menambahkan, “Nenek Sarah sudah pernah ketemu aku dulu, tapi aku nggak ingat. Aku punya alasan yang kuat menganggap bahwa Nenek yang membantu Ronny dengan car

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4260

    Yohanna tidak percaya dengan ucapan Nenek Sarah, tetapi dia juga tidak serta merta membantahnya. Dia terus mengikuti Nenek Sarah memasuki sebuah taman bunga yang ditanami berbagai macam bunga. Di musim semi ini banyak sekali bunga yang mulai bermekaran sehingga taman dihiasi oleh beraneka ragam warna. Di tengah-tengah taman juga terdapat sebuah paviliun kecil untuk bersantai. “Yohanna, kita duduk-duduk di sana, yuk,” kata Nenek Sarah sambil menunjuk ke paviliun tersebut. “Kita sekalian menikmati pemandangan.” Yohanna pun menemanu Nenek Sarah berjalan menuju ke sana. Saat Nenek Sarah hendak duduk, Yohanna dengan sigap membantunya. Yohanna sering kali terlihat dingin dan cuek, tetapi dia sangat perhatian kepada yang lebih tua. Di samping itu, Nenek Sarah juga adalah sosok yang sudah lama membuat Yohanna penasaran. Dari cerita Ronny yang selalu membanggakan neneknya, Yohanna jadi ikut kagum padanya. Setelah Nenek Sarah duduk, barulah Yohanna duduk di depannya. Setelah memandangi wajah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status