Share

Bab 3422

Penulis: Anggur
Namun, sepertinya tidak bisa lagi menghindar.

"Ada apa?" tanya Felicia dengan nada dingin.

Rika membawa secangkir kopi panas dan meletakkannya di hadapannya. Felicia mengangguk sebagai tanda terima kasih. Rika duduk di seberangnya, tetapi tidak memperhatikan isi teleponnya. Dia sibuk bekerja, fokus membaca dokumen-dokumen di tangannya.

Tidak bisa dipungkiri, Rika memang sangat tenang dan berwibawa, benar-benar pantas menjadi CEO Aurora Group.

"Bu, sebaiknya Anda segera pulang. Bu Patricia nggak mau makan sejak tadi malam hingga sekarang, dan suasana hatinya sangat buruk."

Felicia terdiam sesaat sebelum berkata, "Kalau mamaku nggak mau makan, itu berarti dia belum merasa lapar. Jangan ganggu dia. Aku ada janji makan dengan klien. Kalau aku membatalkan, itu sama saja dengan memberikan klien itu ke Odelina."

Felicia juga tidak berbohong. Setelah ini, dia memang akan makan bersama Rika, dan dia yang mentraktir.

"Bukan karena nggak lapar, tapi karena suasana hatinya yang buruk, Bu. A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4185

    Ketika telepon ditutup secara sepihak, pacarnya Ivan menggerutu, “Dia nggak suka sama aku atau gimana?” Pacar baru Ivan ini masih sangat muda, dia berusia hampir 20 tahun lebih muda. Jika bukan karena kekayaan yang Ivan miliki, dia sebenarnya tidak ingin menjadi pacarnya Ivan. Ivan pernah berjanji padanya, setelah dia berhasil mendapatkan kembali warisan dari ibunya, mereka akan menikah dan menjadikan pacar barunya itu istrinya. Ivan tidak merasa perlu khawatir dengan mantan istri dan anak-anaknya. Ibunya sudah memberikan mereka warisan yang cukup untuk mereka hidup. Ivan sudah tidak perlu lagi memberi uang untuk mereka. Pacar Ivan ini tahu kepala keluarga Gatara terdahulu sangat kaya, dan Ivan adalah anaknya. Dia hanya tidak mengira bahkan setelah meninggal, kepala keluarga Gatara masih membiayai cucu-cucunya. Dia mau berpacaran dengan Ivan karena berharap bisa mendapatkan sebagian hartanya. Andaikan dia benar-benar menikah dan punya anak, dia bisa meminta Ivan untuk membuat surat

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4184

    Cakra tidak akan bisa tidur sampai dia mendapat kabar tentang tiga putranya. Cakra sangat tidak menyukai, bahkan membenci Felicia. Namun ketika tiga putranya sungguh berniat untuk membunuh Felicia, Cakra merasakan sedikit kesedihan di lubuk hatinya. Bagaimanapun juga Felicia adalah anak yang lahir darinya. Di dalam tubuh Felicia masih mengalir darah yang sama seperti di tubuh Cara. “Felicia …. Kalau mau menyalahkan seseorang, salahkan dirimu sendiri. Kamu yang keterlaluan, makanya kakak-kakak kamu sampai berbuat sejauh itu. Kamu jadi begini gara-gara ulahmu sendiri. Kalau semuanya sudah berlalu, Papa pasti bakal berkunjung ke makam kamu, supaya hidup kamu dan mama kamu di alam sana tenang. Apa pun yang kamu punya di dunia ini juga bakal Papa persembahkan nanti, supaya kamu bisa hidup mewah seperti di dunia ini. Tapi tolong, jangan datang lewat mimpi lagi. Papa sudah tua. Kalau kamu terus menyiksa Papa, Papa bisa gila.” “Pak Cakra ngomong apa?” Si pelayan rumah kebetulan berjalan mel

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4183

    “Oke. Mau ke mana saja nggak masalah. Aku ikut saja. Felicia. Lain kali apa pun yang kamu lakukan, atau ke mana kamu pergi, kita harus selalu bersama. Apa yang terjadi kemarin jangan sampai terulang lagi,” kata Vandi. “Kemarin terlalu berbahaya. Kalau sampai terjadi kesalahan sedikit saja, nyawamu bisa terancam. Nggak layak kamu terluka untuk orang-orang kaya mereka.” Ivan dan dua adiknya benar-benar tega berbuat sejauh itu demi membunuh adik mereka. “Nggak akan ada yang kedua kali. Cukup sekali saja. Mereka juga pasti nggak berani mengambil risiko sejauh itu. Kali ini anggap saja aku sudah membalas budi atas apa yang mamaku kasih untukku di dekat akhir hidupnya. Hubunganku dan mereka bertiga sudah benar-benar berakhir kemarin. Uang pensiunan untuk papaku sudah kamu kirim? Kirim saja semuanya sekaligus biar ke depannya kita nggak perlu berurusan sama mereka lagi.” Seusai berbicara, suasana hati Felicia terasa hampa. Kedekatan dia dengan keluarganya benar-benar tipis, dan sekarang su

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4182

    Kakak angkat Felicia jelas lebih tua, dan mereka berdua, tetapi Felicia tetap melawan sekuat tenaga. Benda apa pun yang bisa Felicia ambil dia jadikan senjata untuk melawan. Felicia bahkan pernah mengejar-ngejar kedua kakaknya sampai ke ujung desa dengan membawa parang. Saat ibu angkatnya yang turun mewakili kedua putranya, Felicia juga tanpa segan mengayunkan parang tersebut di hadapan ibunya. Perlawanan Felicia akhirnya membuahkan hasil. Dia tidak lagi diinjak-injak. Namun Felicia masih tetap tinggal dan makan bersama mereka. Tak jarang Felicia mendapatkan perlakuan tidak adil seperti diberi porsi makanan atau pakaian yang tidak layak. Ayah angkat yang menukar Felicia juga tidak pernah berusaha untuk mendamaikan suasana, apalagi membela Felicia. Di antara mereka semua, yang paling Felicia benci tidak lain dan tidak bukan adalah ayah angkatnya. Setelah dijebloskan ke penjara, ayah angkat Felicia dikabarkan meninggal di dalam sel. Felicia tahu itu adalah perbuatan ibu kandungnya. Pa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4181

    “Vandi, aku cuma mau mengusap muka kamu.” Vandi terlihat marah besar dengan wajahnya yang tegang, tetapi dia tetap mendekat agar Felicia bisa mengusap wajahnya. “Muka kamu keras banget kayak batu. Ganteng tapi kalau kaku begini juga percuma. Aku nggak suka lihat raut muka kamu tegang begini. Aku lebih suka kamu yang lembut seperti biasa.” “Felicia, aku bukan cowok yang lemah lembut,” ujar Vandi dengan suara tertahan. Selama masa pelatihan di pusat, Vandi menjalani latihan yang luar biasa keras. Mana mungkin dia keluar dari pusat pelatihan sebagai pria yang lemah lembut. Ketika suasana hatinya sedang baik, dia memang terlihat sedikit ramah. Vandi terlihat menawan ketika dia menunjukkan ekspresi wajah yang lembut. Dia juga sopan dan santun. Di mata Felicia, Vandi adalah pria yang sangat lemah lembut. Lantas ketika Felicia mengatakan itu, benar saja, ekspresi wajah Vandi yang mulanya serius dalam sekejap menjadi jauh lebih ramah. “Vandi, jangan marah lagi. Lihat, aku baik-baik saja.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4180

    Ada kemungkinan, penjaga makam keluarga Gatara juga tidak akan membiarkan Ivan dan dua adiknya masuk karena kebencian mereka terhadap Patricia. “Odelina, kamu nggak perlu khawatir. Aku nggak mungkin mati. Justru aku merasa aku menang banyak dari mereka.” “Amit-amit. Pagi-pagi begini jangan ngomong hal-hal buruk kayak begitu. Kita pasti bakal terus hidup sehat sampai tua.” “Iya, iya,” sahut Felicia tersenyum. “Kita pasti berumur panjang. Kamu jangan pasang muka sedih begitu lagi, dong. Aku lihatnya jadi mau nangis.” “Jangan nangis. Aku ini kasihan sama kamu. Kamu ini, ya, kalau dikasih tahu, nggak percaya.” “Odelina, bukannya aku nggak percaya sama kamu. Aku nggak percaya sama tiga kakakku.” Odelina tidak bisa berkata apa-apa lagi dan terdiam. “Felicia, kamu pasti lapar, ‘kan? Aku habis beli bubur dari luar. Kamu kan lagi demam, jadi harus makan yang ringan sedikit untuk sementara.” Vandi datang membawakan seporsi bubur untuk Felicia. Dia juga menoleh ke arah Odelina dan Daniel.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status