Istri Rahasia Dosen: Takdir Kedua Sang Permaisuri

Istri Rahasia Dosen: Takdir Kedua Sang Permaisuri

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-09
โดย:  Marsalsaอัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
4 การให้คะแนน. 4 ความคิดเห็น
13บท
79views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Kehidupan kedua Shen Zhaoning dimulai di tubuh seorang mahasiswi miskin. Setelah mati diracun oleh para pengkhianat, Permaisuri Agung itu terbangun sebagai Vanya Adhiran, gadis yang terjerat utang, dipaksa bekerja di klub elit, dan terikat pernikahan rahasia dengan dosen pembimbingnya sendiri. Kini, Zhaoning harus beradaptasi dengan dunia modern sambil membalas dendam kepada mereka yang menghancurkan hidup Vanya. Namun, semakin dekat dengan suaminya, semakin sulit baginya membedakan mana yang sekadar sandiwara dan mana yang benar-benar cinta.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

"Yang Mulia! Jangan diminum!"

Pelayan berhanfu hijau pucat menerjang kerumunan bangsawan. Dengan satu tangan mengangkat keliman roknya, ia mengulurkan lengan satunya sejauh mungkin. Jemarinya nyaris menyentuh cangkir perak yang telah menempel di bibir Shen Zhaoning—Permaisuri Agung.

Terlambat. Tenggorokan Zhaoning bergerak pelan menelan seteguk cairan kecokelatan itu.

Prang!

Cangkir perak terlepas dari genggamannya dan menghantam lantai marmer.

"Yang Mulia!"

"Tabib! Cepat panggil tabib!"

"Racun... teh itu beracun!"

Gemuruh panik bersahutan dari penjuru aula. Perlahan suara itu semakin menjauh, memudar menjadi dengung samar, sebelum akhirnya lenyap.

Kelap-kelip cahaya asing menyambutnya, diikuti sensasi panas yang menjalar di pahanya membuat seluruh tubuhnya menegang.

"Hey! Bangun gadis kecil!"

Pipi Zhaoning ditepuk-tepuk beberapa kali, hingga seberkas cahaya menyelinap masuk, menusuk retinanya, memaksanya menyipit.

Lampu warna-warni berputar di langit-langit ruangan. Aroma alkohol yang menyengat bercampur asap rokok dan parfum saling bertabrakan.

Sebuah tangan berurat mengusap kulitnya dengan gerakan yang membuat nalurinya menolak.

'Istana? Selirku? Tidak... tempat apakah ini?'

"Vanya, jangan bercanda... biasanya bos kewalahan ngadepin kamu."

"Iya tumben, bos lagi gak mood tuh. Minta di nina boboin aja."

Telapak tangan itu merayap naik, lalu mencengkram rahangnya hingga kepalanya terdongak. Di hadapannya tampak sepasang mata yang memerah, pupilnya kehilangan fokus, diselimuti mabuk dan nafsu.

'Vanya? Siapa Vanya? Mengapa mereka memanggilku seperti itu?' batin Zhaoning.

Tangan kekar itu memaksa bibirnya terbuka. Sensasi dingin dari bibir gelas kaca menekan mulutnya, sementara cairan di dalamnya dipaksa mengalir melewati tenggorokannya.

"Uhuk! Uhuk!"

Jemari lentik Vanya meraih sebotol kaca. Dengan satu hentakan, botol kaca itu menghantam keras kepala pria di depannya. Darah hangat menyembur dari kepala pria itu, yang sontak meraung kesakitan.

"Van, jangan gila ya!" bentak pria dengan balutan syal bulu di lehernya.

Pria di ujung sofa yang sedari tadi memutar-mutar sekeping koin perak sontak berdiri. Sorot tajamnya terpancar ke gadis yang duduk di atas temannya.

"Kamu pikir aku membiayai kampus itu buat amal?" Gara menyeringai tipis. "Kalau kamu terus melawan, adikmu yang baru masuk kuliah akan menjadi penggantimu.”

"Sekali lagi kamu melawan, besok adikmu yang duduk di tempatmu,” sahut Akyas sambil menodong botol kaca ke arah gadis itu.

Gara melempar koin peraknya ke dalam gelas kaca. “Benar, lagipula wajah kalian mirip. Tidak akan ada yang keberatan jika kuganti orangnya.”

Ingatan asing membanjiri benaknya. Wajah seorang gadis muda yang tersenyum bangga mengenakan jas almamater.

Tumpukan surat utang yang dengan bunga tinggi tak kunjung habis. Tatapan-tatapan menjijikkan yang menguliti harga dirinya sedikit demi sedikit.

Malam-malam yang selalu diakhiri dengan ketakutan—takut pintu itu kembali terbuka, takut namanya kembali dipanggil, takut esok hari adiknya yang akan menggantikannya.

Dan seorang kakak yang rela menelan seluruh penderitaan itu seorang diri, demi adiknya tetap bisa mengejar masa depan tanpa pernah tahu bahwa setiap langkahnya menuju kampus dibayar dengan kehancuran hidup sang kakak.

Dentuman musik memekakkan telinga, membuat kepalanya berdenyut. Tubuhnya yang sempat bangkit kembali kehilangan tenaga, lalu ambruk di atas paha pria tadi.

"Wow! Bro, gimana rasanya? Gitu dong Vanya, kan enak," seru Akyas sambil menepuk tepi sofa. "Jadi, aku nggak perlu repot-repot putusin adikmu itu.”

'Ancaman itu... jadi, aku telah memasuki gadis ini.'

Mata Vanya yang semula kabur, terbuka perlahan. Tatapannya bergeser ke arah Gara dan Akyas.

Sudut bibirnya terangkat tipis. "Menjadikan adiknya sebagai sandera? Sungguh cara yang picik!"

Gara mengernyit. "Ngomong apa coba?"

Vanya tidak menjawab. Jemarinya mengepal pelan.

‘Karena aku telah mengambil tubuhmu... maka pengorbananmu adalah tanggung jawabku. Dendammu kini menjadi dendamku. Mereka yang menghancurkan hidupmu... akan kubalas, satu per satu.’

Sensasi asing merayapi setiap inci tubuhnya. Kulitnya terasa panas, napasnya semakin pendek. Ia menggigit bibirnya hingga mengeluarkan anyir darah, memaksa dirinya tetap sadar.

'Obat macam apa ini? Efeknya kuat sekali,' gerutunya dalam hati.

Harga diri seorang permaisuri tak mengizinkannya kehilangan kendali. Dengan sisa tenaga, ia mendorong tubuh pria yang menghalanginya.

Dia berjalan sempoyongan, menepis tangan yang hendak mencengkalnya.

Tubuhnya menabrak dada seseorang, lengan yang kokoh refleks menopang sebelum ia jatuh.

"Hm ...." suara itu terdengar tidak asing. "Gak pernah berubah."

Vanya mendongakkan wajahnya, seorang pria tampan berjas hitam berdiri di hadapannya. "Ayo pulang."

"Pulang?" Jari Vanya merayap pelan menelusuri jas pria tersebut dengan dahinya yang berkerut. "Siapa kau? Bandit? Beraninya kau menyentuhku."

"Bandit?" Bibir Gio melengkung pahit. "Ternyata... sekarang aku bahkan tidak dikenali oleh istriku sendiri."

Tanpa menunggu jawaban, Gio mengangkat tubuh Vanya ke dalam gendongan. Ia hendak meronta, tetapi tubuhnya terlalu lemah. Kepalanya bersandar tanpa sengaja di bahu pria itu.

Ia menatap lekat pergerakan naik turun jakun Gio ketika pria itu menelan salivanya.

Pintu mobil terbuka. Gio menurunkannya dengan hati-hati ke kursi penumpang.

"Siapa kau?" tanya Permaisuri sekali lagi.

Rahang Gio mengeras, jemarinya yang menggenggam tepi pintu mobil memerah. Ia memejamkan mata sesaat sebelum mengembuskan napas panjang.

"Sudah cukup, Vanya!"

Pandangan Vanya teralihkan pada kaca spion. Seorang gadis cantik menatap balik ke arahnya.

Gaun hitam yang terlalu pendek, memperlihatkan kedua kakinya. Bahunya terbuka, rambut hitam panjangnya berantakan, dan lipstik merah yang mulai luntur.

‘Pakaian macam apa ini? Di istana, wanita yang menghadap kaisar dengan pakaian seperti ini akan dicap tak tahu malu. Bagaimana mungkin tubuh ini membiarkan martabat seorang permaisuri diinjak sedemikian rupa?’

Gio masih berdiri di luar mobil, tatapannya tertahan lama pada wajah istrinya. Sudut bibirnya bergerak membentuk senyum tipis, tetapi jemarinya yang mencengkeram tepi pintu mobil semakin erat.

Urat di punggung tangannya menegang, sementara napas yang keluar terdengar berat, seolah setiap kata yang hendak diucapkannya harus dipaksa melewati dada yang sesak.

"Aku capek, Van. Aku cuma pengen sekali aja... kamu pulang karena emang pengen pulang. Bukan karena aku yang selalu cariin kamu. Apa… sesulit itu buat kamu, hidup sama aku?”

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

Sweet.Moon2025
Sweet.Moon2025
Ceritanya seru bukan peres ya. Beneran keren banget, pas baca kayak bisa bayangin adegan-adegan dalam ceritanya. Semangat kakak ...
2026-08-09 07:34:27
1
0
Seruling Emas
Seruling Emas
Pembukaannya sangat seru. Semangat update thor.
2026-08-08 11:32:20
2
0
Rosa Rasyidin
Rosa Rasyidin
manfaatkan kesempatan kedua yang datang
2026-08-08 10:39:39
1
0
Romero Un
Romero Un
plis update thor. seru banget ternyata. awalnya aja lucu. tapi wth sama si Gara gila?!!!
2026-08-07 20:27:58
1
0
13
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status