Share

Bab 665

Penulis: Anggur
Wajah Reiki menggelap dan berkata, “Kondisi Stefan selalu dalam keadaan yang fit dan baik. Dia nggak mungkin demam. Kamu jangan panik dulu, aku akan menghubungi orang di cabang untuk mengantarnya ke rumah sakit. Sekalian nanti aku atur keberangkatanmu. Kamu siap-siap dulu dan berangkat setengah jam lagi.”

Di saat dia panik dengan keadaan Stefan, Reiki ingin diam-diam mengumpati Stefan bahwa lelaki itu pintar sekali memilih waktu untuk sakit.

“Terima kasih, Pak Reiki.”

Mendengar Reiki mengatakan bahwa lelaki itu akan bantu mengaturkan keberangkatannya untuk menyusul Stefan membuat Olivia melonjak girang. Dengan lembut Reiki berkata,

“Stefan rekan kantorku, aku juga khawatir kalau dia sakit. Dia orangnya sangat keras kepala. Meski nggak enak badan, dia nggak akan mau jujur. Kalau kamu bisa menjaganya, aku dan atasan yang lain juga pasti akan tenang.”

“Kamu siap-siap dulu, aku akan telepon teman kantor yang ada di sana untuk mengantar Stefan ke rumah sakit dulu.”

“Baik.”

Setelah sambungan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
yes olive menyusul s Stefen
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4195

    Setelah Cakra terdiam untuk beberapa saat, dia masih saja mengatakan hal yang sama, “Tapi kamu nggak mati, ‘kan? Kamu cuma terluka saja, dan lukanya juga nggak parah.” Felicia benar-benar dibuat kesal oleh ayahnya sampai dia hanya bisa tersenyum saja. Ya, dia memang tidak mati dan hanya terluka. Lantas apakah itu bisa menyangkal fakta bahwa ketiga kakaknya berusaha membunuhnya? Felicia bertanya balik, “Pa, kalau aku yang mau membunuh mereka bertiga, tapi mereka nggak mati dan cuma terluka, apa Papa juga bakal bilang begini ke mereka? Apa Papa bakal minta mereka memaafkan aku dan memohon supaya aku nggak dipenjara?” Cakra spontan berkata, “Kamu sudah berniat membunuh. Mana mungkin aku biarin kamu terus melakukan kesalahan lagi? Kamu pasti tetap harus dipenjara selama beberapa tahun …. Felicia, Papa sudah tua. Cuma mereka bertiga yang mau merawat Papa. Apa kamu mau biarin papa kamu ini jadi gelandangan?” “Aku bakal menanggung semua biaya hidup biar Papa nggak mati kelaparan. Pelayan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4194

    Bahkan setelah ditampar pun, Vandi tidak melepaskan tangannya. Felicia tampak sedikit kesal melihat Vandi ditampar. Dia pun berkata kepada ayahnya dengan nada sinis, “Kalau Papa mau berlutut, berlutut di depan pintu masuk rumah sakit saja sana. Terus bilang sekalian aku anak yang kurang ajar. Tapi bilang juga kalau anak Papa yang lain mau membunuhku. Bilang juga Papa berlutut karena aku nggak mau memaafkan mereka. Lakukan itu, baru aku pertimbangkan untuk memaafkan mereka.” Mendengar itu, Cakra pun langsung berhenti melawan. Dia takut Felicia akan menampar balik untuk melampiaskan dendam setelah dia menampar Vandi barusan. Untung saja Felicia tidak suka melakukan kekerasan sekelas apa pun dia. Di detik itu juga Cakra melepaskan air matanya. Dia menangis sejadi-jadinya. “Felicia ….” Kemudian Cakra pindah duduk di sofa. Sembari terisak dia berkata, “Felicia, Papa sudah tua. Papa nggak punya pendapatan lagi. Mama kamu juga sudah ngga ada. Papa cuma punya tiga kakak kamu sekarang. Kal

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4193

    “Iya, dalam waktu dekat ini aku mau ke Mambera untuk lihat-lihat, sekalian menemui kakak sepupuku. Tapi aku nggak tahu kalau aku ke sana, apa aku bakal diusir nanti? Aku juga mau ketemu Pak Deddy. Oh ya, Odelina, gimana kabarnya Pak Deddy?” Deddy adalah orang paling berumur panjang yang pernah Felicia temui. Dulu ketika masih tinggal bersama orang tua angkatnya, sesepuh di desa paling tua hanya berusia 80-an tahun. Hampir tidak ada yang bisa hidup sampai di usia 90-an. Usia Deddy saat ini sudah hampir 100 tahun. Yang lebih hebatnya lagi, Deddy masih bisa berjalan sendiri tanpa dibantu orang lain, dan masih bisa berjalan cukup jauh bersama dengan saudara-saudara seperguruannya. “Dia sehat-sehat saja, kok. Tante Yuna masih menemani dia jalan-jalan setiap hari. Kalau lagi nggak keluar, biasa dia suka duduk di depan ayunan lihatin anaknya kakakku seharian,” kata Odelina. Ya begitulah kasih sayang antar generasi. Deddy melihat anaknya Aksa seperti cicitnya sendiri. Cicitnya Sofia juga ad

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4192

    Odelina sudah memberi tahu Yuna dan Olivia apa saja yang terjadi melalui telepon. Olivia merasa lega akhirnya Ivan dan dua adiknya berhasil ditangkap. Dengan begitu, dia tidak perlu lagi mengkhawatirkan kakaknya di Cianter. Olivia berkata kepada Stefan, Felicia tidak pernah mengecewakan. Stefan hanya diam saja tidak menanggapinya. Demam Felicia sudah turun, sekarang tinggal batuknya saja yang bertambah parah. Namun untuk sementara gejalanya tidak terlalu parah karena dokter baru saja mengganti obatnya. Ketika Odelina masuk, Vandi sedang membantu Felicia turun dari kasur. “Felicia, kok kamu sudah turun? Cepat balik ke kasur. Satu badan penuh luka begitu bukannya istirahat yang benar, malah ke sana kemari. Awas saja nanti lukanya terbuka lagi.” Odelina tidak menegur Vandi. Dia tahu Vandi hanya menuruti permintaan Felicia. Dia tidak bisa mengubah apa pun jika Felicia sudah menginginkan sesuatu. “Aku sudah rebahan seharian penuh sampai punggungku lecet. Lagian yang luka kan lengan, buk

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4191

    “Baik, Pak,” jawabnya. Sejak awal beban pekerjaan para pelayan di rumah Cakra memang tidak banyak. Mereka tidak ada alasan untuk bermalas-malasan. Begitu pekerjaan selesai, mereka punya banyak waktu kosong untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing. Cakra pun mengambil kunci mobil dan segera berangkat. Di usianya yang sudah menginjak kepala tujuh, fisiknya masih terbilang cukup fit. Dia bisa mengemudi sendiri ke Cianter tanpa bantuan sopir. Setibanya di Cianter, Cakra tidak langsung mencari keberadaan Felicia. Dia bahkan tidak tahu kalau Felicia terluka dan dirawat di rumah sakit. Pertama-tama Cakra pergi mencari teman-teman bermainnya dulu, meminta mereka mencari tahu apakah terjadi sesuatu di keluarga Gatara kemarin malam. “Kami justru malah mau tanya kamu apa yang terjadi. Mereka bertiga yang duluan menyerang anak perempuan kamu. Dengar-dengar, mereka bertiga menculik Felicia dan mau buang mayatnya ke laut,” ujar teman lamanya Cakra. “Untung saja Vandi yang biasa selalu menema

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4190

    Keluarga Arahan cukup damai dan tidak terlalu ramai. Cathy hanya pernah mendengar dari orang lain saja tentang perebutan kekuasaan dalam satu keluarga. Namun pengalaman Felicia kali ini benar-benar membuatnya tercengang. Mungkin karena keluarga Arahan memiliki hubungan yang cukup baik dengan keluarga Gatara, Cathy juga cukup menyukai Felicia. “Mereka sungguh … padahal kamu adik kandung mereka!” Felicia hanya bisa menanggapi komentar Cathy dengan senyum pahit. “Felicia, kamu demam, ya? Mukamu merah banget,” ujar Cathy. Dia pun meraba kening Felicia. “Wah, benar. Demam. Vandi, kamu sudah kasih tahu dokter?” “Demamnya sudah dari tadi pagi. Kemarin Felicia kedinginan, jadi masuk angin. Sudah makan obat pereda demam, tapi sekarang demamnya naik lagi. Kebetulan sekarang sudah waktunya makan obat.” Cathy menyadari ada dua kotak makan di atas meja naas. Dia pun berkata, “Vandi, kamu makan dulu saja. Biar aku yang jagain Felicia.” “Nggak apa-apa, Tante. Aku bisa makan sendiri,” ucap Felic

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status