分享

Bab 100

作者: Piemar
last update publish date: 2026-09-08 16:00:47

“Kamu tidak usah khawatir. Kita akan refreshing. Kamu butuh istirahat sebelum pulang ke ibukota.” Arjuna menjawab dengan tenang. Tangannya memutar stir dengan penuh kehati-hatian. 

Jingga menghela napas panjang. Mungkin maksud pria dingin itu, agar ia bisa melupakan insiden menyedihkan malam itu di resto. 

“Sebetulnya, Bapak … tidak perlu melakukan ini. Bapak k

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 265

    “The opposite of love is not hate, it’s indifference.” (Lawan dari cinta bukanlah kebencian, melainkan ketidakpedulian; Elie Wiesel)…“Ough, sakit banget. Tau gitu aku ikut Karina pulang ke kosannya.” Jingga merutuk dalam batinnya. Sepulang dari mall, ia menyempatkan diri mampir ke sanggar lukis di mana ia mengajar dulu. Sebulan yang lalu ia resign karena sangat sibuk dengan persiapan tugas akhir.Beruntung, ia juga masih mendapatkan penghasilan tambahan dari sebuah situs yang menjual ilustrasi digital. Setidaknya, kemampuannya dalam seni gambar atau lukis sangat membantu masalah finansialnya. Ia hanya ingin bertemu dengan rekan sesama tutor di sana. Sebetulnya, alasannya hanyalah ingin menghindari Arjuna. Ia kesal pada suaminya karena sudah pergi berduaan di toko perhiasan bersama cinta pertamanya, pikirnya sudah salah paham. Dan, malangnya, hari sial tidak ada dalam kalender. Ponselnya tertinggal di mobil Karina dalam keadaan silence. Pasti, Karina yang rempong tidak akan memper

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 264

    “The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place.” (Masalah terbesar dalam komunikasi adalah ilusi bahwa komunikasi telah terjadi ;George Bernard Shaw)…Malam itu, Arjuna bolak balik berjalan di depan balkon kamar miliknya. Tatapannya tertuju pada gerbang rumah mewah yang menjulang pongah, menunggu kepulangan istrinya. Padahal jarum pendek sudah merangkak ke angka delapan malam. Namun, batang hidungnya belum kelihatan juga. Ada rasa gelisah sekaligus tak sabar menanti kehadirannya. Pasalnya, ia sudah mempersiapkan cincin berlian yang akan ia sematkan pada jari manis istrinya. Cincin yang menandakan awal baru hubungan mereka berdua. Bukan cincin simbolis yang menunjukan formalitas hubungan suami istri yang palsu. Sejak cincin itu sudah menghuni saku jasnya, ia tak sabar menantikan istrinya. Naasnya, rencananya sepertinya akan ditunda mengingat Jingga belum pulang. “Kemana lagi anak itu?” gerutu Arjuna kini tatapannya teralihkan pada benda pipih y

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 263

    Jingga tergugu mendengar pertanyaan Arjuna yang terang-terangan. Tak habis pikir, pria itu yang telah mengatur pernikahan mereka dalam sebuah perjanjian kontrak dan ia pula yang melanggarnya terlebih dahulu.“Mas, sebaiknya kita kembali pada perjanjian awal kita sebelum menikah.” Jingga menjawab dengan tenang meski di dalam batinnya terjadi pergulatan hebat tentang bagaimana pernikahan itu akan mereka bawa. Ini adalah penolakan secara halus tetapi terang-terangan.Wajah Arjuna yang sempat melunak kembali mengeras. Ia merasa jawaban Jingga bukanlah jawaban yang sesungguhnya.Seandainya Jingga menolak setiap kali ia memeluk atau menciumnya, mungkin Arjuna bisa percaya bahwa gadis itu memang tidak memiliki perasaan yang sama. Namun, Jingga selalu menerima setiap sentu

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 262

    Di sebuah pub di ibu kota, seorang pemuda tampak larut dalam alkohol. Ia tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Satu-satunya hal yang diinginkannya saat ini adalah menenggelamkan diri dalam minuman keras demi melupakan peliknya masalah hidup.“Udah cukup, Abi.” Zoey, teman koas Abimana, berusaha mengingatkan. “Kamu intoleran alkohol. Kalau terus dipaksakan, kamu bisa kolaps.”Zoey segera menyambar gelas berisi minuman berbusa dari tangan Abimana.Abimana menatap rekannya dengan tajam. “Kamu nggak usah ikut campur, Zoey. Ini bukan urusanmu.”“Urusanku, soalnya ibumu nyuruh aku mantau kamu.” Jawab Zoey dengan dengusan kasar. “Lagian cewek masih banyak. Hilang satu tumbuh seribu—”

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 261

    “A loving heart is the truest wisdom.” (Hati yang penuh kasih adalah kebijaksanaan sejati: Charles Dickens)…Wira menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan argumennya dengan kepala dingin. “Saya justru melihat ini sebagai sebuah peluang emas, Pak.”Arjuna mengernyitkan dahi, menatap tajam asistennya. “Peluang? Peluang apa yang dimaksud? Kau ingin aku menyerahkan diri pada singa yang sedang kelaparan?”“Bukan menyerahkan diri, Pak,” sanggah Wira cepat. “Justru dengan kembalinya Aldi Heriawan, Bapak punya kesempatan untuk membereskan kekusutan ini sampai ke akarnya. Bapak bisa berbicara langsung dengannya, meluruskan segala kesalahpahaman masa lalu yang dibuat oleh keluarga Widjaya, sekaligus membuktikan ketulusan cinta Bapak pada Bu Jingga.”Wira menjeda kalimatnya sejenak, lalu menambahkan dengan nada serius, “Dengan begitu, Bapak bisa meminta restu secara jantan padanya untuk memiliki Bu Jingga seutuhnya. Semoga saja rantai dendam dan kenangan buruk masa lalu itu bisa benar-bena

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 260

    “I almost wish we were butterflies and lived but three summer days.” –John Keats(Aku hampir berharap kita menjadi kupu-kupu yang hanya hidup selama tiga hari musim panas.)…Hari itu, suasana hati Arjuna benar-benar hancur lebur, membuat aura di kantor mendadak berubah menjadi sedingin es kutub. Sepanjang rapat pagi itu, seluruh ide dan laporan yang dipresentasikan oleh para staf bawahannya ditolak mentah-mentah tanpa ampun. Ruang rapat utama yang megah seketika berubah suasananya menjadi mirip ruang sidang militer, di mana setiap orang memilih menunduk kaku dan menahan napas rapat-rapat. Takut banget kena semprot sang presdir. Ketika pintu ruang rapat tertutup dan para staf keluar dengan lemas, bisik-bisik gosip langsung berhamburan di area pantry.“Pak Presdir kita kesambet apa, sih? Horor banget dari tadi pagi,” bisik salah satu staf pemasaran bergidik ngeri. “Jangan-jangan lagi tantrum?”“Hus! Sembarangan kalau ngomong,” sahut staf lain. “Mungkin dia lagi PMS.”“Pria Masa Sulit

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status