Tanpa basa-basi bertele-tele, prosesi ijab kabul langsung dimulai. Luar biasanya, Arjuna mengucapkan kalimat sakral itu dalam satu helaan napas yang teramat lancar. Nada suaranya datar, tegas, dan lugas. Seolah sedang membacakan poin laporan keuangan tahunan perusahaan yang sudah ia hafal di luar kepala.“Saya terima nikah dan kawinnya Jingga Nareswari binti Aldi Heriawan dengan mas kawin dua puluh gram emas putih dibayar tunai.”“Bagaimana para saksi? Sah?”“Sah!”Kata itu menghantam dada Jingga bagai petir. Meski ini hanya pernikahan kontrak di atas kertas, jantungnya tetap mencelos. Pria yang baru saja mengucapkan kalimat sakral tersebut adalah orang asing yang baru ditemuinya beberapa jam lalu, bukan Abimana, pria yang selama ini ia harapkan.Selamat, Jingga, bisiknya dalam hati secara sarkas. Satu tahun dari sekarang, kamu bakal menyandang status janda perawan di kampus seni rupa.Beberapa menit kemudian, seluruh berkas telah ditandatangani. Penghulu dan para saksi memohon diri, m
Last Updated : 2026-07-17 Read more