Compartir

Bab 357

Autor: Emily Hadid
Itu adalah foto saat Clara kelas dua SMA, ketika mengikuti lomba robotik dan memperoleh paten.

Setelah membersihkan batu nisan Clara, Rendra berbicara seperti sedang mengobrol dengan orang biasa, "Clara, akhir-akhir ini di Kota Ardivo ada sedikit pergerakan. Dari Kota Gianora datang seorang gadis. Selain sedikit lebih tinggi darimu, dia sangat mirip denganmu."

"Pertama kali melihatnya, aku kira kamu sudah kembali."

"Kamu tahu, dua tahun ini aku sebenarnya nggak pernah benar-benar percaya dan ngg
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 361

    Rendra berkata, "Proyek ini ditangani oleh Fauzi. Kalau ada masalah kamu bisa langsung komunikasi dengan dia, dia yang akan mengurusnya."Di seberang sana, raut wajah Caroline langsung meredup. Dengan suara sedikit sedih dia berkata, "Rendra, kenapa kamu dingin sekali? Aku juga nggak punya maksud lain. Apa kita bahkan nggak bisa tetap jadi teman? Lagi pula, Clara ...."Baru saja Caroline menyebut Clara dan belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Rendra langsung menutup telepon.Sekarang, jarak antara dia dan Keluarga Winandy sama seperti perusahaan lain. Hanya hubungan kerja. Tidak mempersulit, juga tidak ada perlakuan khusus.Enam bulan pertama setelah Clara pergi, Caroline sempat membuat beberapa keributan dan beberapa kali masuk rumah sakit.Rendra tidak menanggapi.Belakangan, kondisi Caroline membaik dan hampir dua tahun ini dia tidak lagi masuk rumah sakit.....Pukul enam sore, Renata pulang. Seluruh tubuhnya tampak lesu.Dia menjatuhkan diri ke sofa dengan lemas, kaky memeluk ba

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 360

    Melihat Renata yang begitu heboh, Rendra tetap tanpa ekspresi dan berkata pelan, "Hampir sama persis."Renata langsung menimpali, "Kalau begitu atur aku bertemu dengannya. Aku mau lihat sendiri seberapa mirip dia dengan Clara."Permintaan Renata tidak ditanggapi Rendra.Tidak masuk akal.Hanya karena seseorang mirip Clara lalu mereka mengganggu kehidupannya, itu tidak sopan dan tidak rasional.Melihat Rendra mengabaikannya, Renata mendengus dan memutar mata padanya, lalu berkata dengan nada manja, "Kalau nggak mau atur ya sudah. Aku cari cara sendiri."Setelah berkata demikian, dia bahkan tidak makan siang, langsung menyetir ke hotel untuk menunggu putri Keluarga Widjaja itu.Rendra menoleh melihat tingkah Renata, tetapi tidak menghentikannya. Dia berpikir, mungkin kemunculan Renata justru lebih tepat daripada dirinya.Tak lama kemudian, Delisha keluar dari dapur memanggil untuk makan. Melihat Rendra tampak banyak pikiran, dia tidak berkata apa-apa. Melihat rambut Rendra yang sudah mem

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 359

    Setelah berdiri tegak dan stabil dengan ditopang Rendra, Clara melepaskan lengannya dengan tenang dan berkata sopan, "Terima kasih."Tangan Rendra masih berada di lengan Clara dan dia bertanya dengan suara lembut, "Kamu nggak apa-apa?"Clara mengangkat wajahnya dan menjawab, "Nggak apa-apa, baik-baik saja."Mendengar jawabannya, barulah Rendra melepaskan tangan Clara. Setelah itu, keduanya saling berpamitan. Clara berbalik dan langsung masuk ke hotel.Rendra terus menatap punggung Clara yang menjauh, hingga cukup lama tidak menarik kembali pandangannya. Sampai sosok Clara benar-benar menghilang dari pandangannya, barulah Rendra perlahan menarik kembali tatapannya.Saat menyetir pulang, yang memenuhi benaknya adalah putri Keluarga Widjaja itu.Lebih tepatnya, Clara yang dulu.Dia teringat banyak hal di masa lalu. Teringat Clara menulis di kamarnya. Teringat saat mata mereka saling bertemu, telinga Clara akan memerah, lalu dia buru-buru menghindari tatapannya.Sebenarnya, orang yang dia

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 358

    Clara tersenyum tipis. "Beberapa tahun lalu aku pernah datang untuk program pertukaran belajar dan kenal seorang teman yang cukup baik. Katanya tahun lalu dia meninggal karena sakit, jadi aku datang menjenguk."Di sampingnya, Frandy mendengarkan setiap kata Clara sambil mencatatnya dengan cepat di dalam pikirannya.Rendra tidak melanjutkan pertanyaan setelah mendengar penjelasan Clara. Dia hanya bertanya apakah sekarang Clara hendak kembali ke pusat kota. Clara pun jujur mengatakan kunci mobilnya hilang dan dia harus mencarinya dulu.Setelah mendengar ucapannya, Rendra dan Frandy membantu Clara mencari di sekitar tempat yang tadi dia datangi cukup lama.Namun, tetap tidak menemukan apa-apa. Mereka memang tidak mungkin menemukan, karena kunci Clara sama sekali tidak jatuh di area itu.Akhirnya Rendra berkata, "Kalau Bu Calla menunggu orang untuk menjemput, mungkin harus menunggu lebih dari satu jam lagi. Kita searah kalau mau kembali ke pusat kota, ikut saja."Terlalu menolak malah akan

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 357

    Itu adalah foto saat Clara kelas dua SMA, ketika mengikuti lomba robotik dan memperoleh paten.Setelah membersihkan batu nisan Clara, Rendra berbicara seperti sedang mengobrol dengan orang biasa, "Clara, akhir-akhir ini di Kota Ardivo ada sedikit pergerakan. Dari Kota Gianora datang seorang gadis. Selain sedikit lebih tinggi darimu, dia sangat mirip denganmu.""Pertama kali melihatnya, aku kira kamu sudah kembali.""Kamu tahu, dua tahun ini aku sebenarnya nggak pernah benar-benar percaya dan nggak sepenuhnya menerima bahwa kamu sudah pergi. Aku selalu merasa kamu hanya bersembunyi."Hanya saja, setelah mencari sangat lama dan hampir semua tempat yang bisa dipikirkannya telah dia telusuri satu per satu, dia tetap tidak menemukan jejak Clara sedikit pun. Karena itu, pada akhirnya dia terpaksa melepaskan kecurigaannya dan menerima bahwa Clara memang sudah tiada.Rambutnya sedikit demi sedikit berubah putih karena harapan yang berulang kali menyala, lalu kembali padam karena kekecewaan yan

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 356

    Selama dua tahun setelah kepergian Clara, duduk sendirian dan melamun sampai sampai fajar sudah menjadi rutinitasnya. Beberapa tahun saat Carolina pergi pun, dia tidak pernah memiliki emosi seberat ini.Mungkin karena rasa bersalah.....Pada saat yang sama, di rumah Alain.Setelah menemani Aliyah sarapan dan menyuruh pengasuh mengantarnya ke sekolah nanti, Alain mengambil ponsel berisi dokumen dan kunci mobil, lalu dia turun ke bawah lebih dulu.Baru saja sampai di bawah, Maybach hitam milik Rendra sudah membunyikan klakson ke arahnya. Dia menunduk melihat ke arah mobil. Rendra menurunkan kaca jendela, menatapnya dengan ekspresi santai dan berkata, "Pak Alain, kita ngobrol sebentar."Kemunculan Rendra tidak terlalu mengejutkan Alain.Hanya saja dia tidak menyangka, gerakannya cukup cepat.Alain masuk ke kursi penumpang depan dengan sikap yang biasa, lalu berkata, "Kalau ada urusan, Pak Rendra bisa langsung bicara saja. Nggak perlu antar aku ke kantor, nanti aku bisa pergi sendiri deng

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status