共有

18.

作者: El Alfun27
last update 公開日: 2026-03-15 23:28:17

Satu sekolah sedang digencarkan dengan terlihatnya Gisel yang dipanggil bersama kedua orang tuanya ke sekolah. Bagaimana bisa seorang Gisel yang sangat terkenal itu.

Kecantikannya yang tak terkalahkan, dan juga salah satu kalangan dari orang kaya di sekolah SMA Taruna Bhakti. Namun hari ini harus dipanggil langsung oleh pihak sekolah.

"Kok bisa ya? Orang Gisel kemarin kek nya baik-baik aja deh."

"Buat ulah kali, kan dia suka bully cewek yang deketin Delvan."

"Loh, Delvan si badboy? Kan udah pun
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   26

    Layla dan Abidzar pun segera bersiap, hari itu mereka benar-benar akan melakukan semua kegiatan yang telah mereka susun untuk menjaga keharmonisan mereka dan melupakan kejadian barusan yang sedikit membuat permasalahan dalam rumah tangga mereka.Layla langsung membereskan semua kekacauan barusan, dia segera membersihkan dirinya dan segera berkemas. Layla memakai gamis hutan dengan cadar hitam, jilbab panjang berwarna hitam juga. Sedangkan Abidzar memakai jubah navy, mereka berdua seperti pasangan ala Madinah saja.Setelah itu mereka langsung menuju ke tempat dimana mereka akan melakukan semua kegiatan nya. ***Di lain tempat, tepat nya di pesantren modern, Arsya sedang berada di kamarnya. Dia sedikit sibuk akhir-akhir ini, lebih tepatnya dia menyibukkan diri untuk melupakan seseorang yang telah membuat hatinya patah. Arsya ikut banyak kegiatan, seperti dia juga mengikuti organisasi keagamaan dan organisasi umum di tempat kuliahnya. Arsya ingin lebih aktif lagi untuk kedepannya.Tiba-

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   25

    Delvan memberenggut, menatap Tasya semakin dalam. "Gak ada tapi-tapian Sya." Pungkasnya.Mama Intan membawa nampan berisi dua gelas susu rasa vanilla dan strawberry. Tak lupa juga kue dessert yang baru dibuatnya. "Silakan di dinikmati ya nak Delvan.""Eh Tante, gak usah repot-repot segala." Delvan merasa tidak enak, pasalnya dia datang untuk bertemu dengan Tasya."Ini gak repot kok Nak. Ouh iya Kak, diminum ya susu strawberry nya. Biar badan kakak segera fit." Lalu Mama Intan meninggalkan mereka berdua lagi.Keduanya kembali hening, tanpa ada yang ingin melanjutkan pembicaraan yang belum usai. Tatapan mereka menyendu, entah apa yang sedang mereka pikirkan lagi.Tapi yang jelas, keduanya dalam kebimbangan. Bullying yang Tasya rasakan kembali membawa trauma, entah sampai kapan dia akan terbebas dengan hal yang begitu berdampak kurang baik dalam hidupnya. Haruskan dia pindah sekolah lagi?"Yang bully Lo Gisel kan?" Tanya Delvan tepat sasaran. Dia sudah menduganya dari kemarin, tapi sedi

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   24

    "Lo mau makan apa?" Tanya Delvan sambil membuka menu makanan. Tempat makan yang bernuansa Jepang itu begitu menggugah selera. Terdapat berbagai jenis makanan sussi dan juga hidangan salmon yang disajikan dengan beberapa sayuran khas. Dan juga beberapa ramen, dari yang jenis berkuah dan tambahan bumbu lain.Saat ini kondisi agak ramai karena memang bertepatan dengan jam makan siang."Mau ramen, gue mau yang Shoyu dan juga sussi dengan ikan Salmond. Minumnya jus strawberry." Jawab Tasya sambil melihat sekeliling Mall. Begitu jakjub, jujur saja ini kali kedua dia ke Mall ini. Sejak kepindahan nya."Ouh, oke." Sahut Delvan bersemangat.Merasa senang karena Tasya begitu cekatan, tak seperti wanita pada umumnya yang ditanya makan malah jawabnya terserah. Delvan pun memesan makanan yang sama dengan Tasya, bahkan minumnya juga mengikuti rasa punya sang pacar. Dasar Delvan! Sudah jadi bucin akut.Beberapa menit menunggu, seorang laki-laki mendekati Delvan. Laki-laki itu berpenampilan sangat

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   23

    Satu sekolah sedang digencarkan dengan terlihatnya Gisel yang dipanggil bersama kedua orang tuanya ke sekolah. Bagaimana bisa seorang Gisel yang sangat terkenal itu.Kecantikannya yang tak terkalahkan, dan juga salah satu kalangan dari orang kaya di sekolah SMA Taruna Bhakti. Namun hari ini harus dipanggil langsung oleh pihak sekolah."Kok bisa ya? Orang Gisel kemarin kek nya baik-baik aja deh.""Buat ulah kali, kan dia suka bully cewek yang deketin Delvan.""Loh, Delvan si badboy? Kan udah punya cewek tuh.""Iya, Tasya. Cewek baru itu.""Wah, pantes aja sih kalau Gisel berulah. Dia kan obses sama si Delvan. Gara-gara kalah saing paling.""Kasihan."Sederet kalimat itu di ucapkan oleh kaum hawa di SMA Taruna Bhakti. Yang biasanya selalu memuja Gisel, namun hari ini mereka dengan terang-terangan men cap Gisel dengan julukan gak sebaik dulu.Gisel dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang BK, mereka sedang di interogasi oleh Bu Nada. Tak lupa juga menghadirkan Tasya dan juga Clara.S

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   22

    Clara terdiam, tanpa sengaja membuka suatu kenyataan yang tak ingin dia tampakkan. "Bukan apa-apa kok." Jawab Clara berbohong.Tasya menggeleng lemah, lantas memaksa Clara untuk berbicara jujur. "Kenapa Ra, kenapa?" Tanya Tasya lagi, belum puas dengan jawaban Clara.Sedangkan ketiga laki-laki itu hanya menonton perdebatan dua sahabat itu. Meskipun juga jiwa keponya sama meronta-ronta.Clara menghembuskan nafas dengan sangat kasar. "Huftttt." Mencoba untuk tetap tenang, juga dia merasa tak salah. Jadi bersikap biasa saja."Gak ada sih, gue cuma ngasih rekaman bukti kekerasan dia sama Lo. Dan urusan ini juga udah dilaporin, banyak saksinya juga. Jadi Gisel and the geng masih di urus sama pihak sekolah buat kelanjutannya. Dan kalaupun hukumannya gak seberapa, biar gue yang bertindak sendiri."Semua menyimak yang diucapkan Clara, termausk Tasya yang juga syok dengan ucapan Clara. "Udah Ra, gue baik-baik aja kok. Biar mereka diurus sama sekolah juga.""Heeheh, iya udah terserah Lo." Tak in

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   21

    Clara terdiam, tanpa sengaja membuka suatu kenyataan yang tak ingin dia tampakkan. "Bukan apa-apa kok." Jawab Clara berbohong.Tasya menggeleng lemah, lantas memaksa Clara untuk berbicara jujur. "Kenapa Ra, kenapa?" Tanya Tasya lagi, belum puas dengan jawaban Clara.Sedangkan ketiga laki-laki itu hanya menonton perdebatan dua sahabat itu. Meskipun juga jiwa keponya sama meronta-ronta.Clara menghembuskan nafas dengan sangat kasar. "Huftttt." Mencoba untuk tetap tenang, juga dia merasa tak salah. Jadi bersikap biasa saja."Gak ada sih, gue cuma ngasih rekaman bukti kekerasan dia sama Lo. Dan urusan ini juga udah dilaporin, banyak saksinya juga. Jadi Gisel and the geng masih di urus sama pihak sekolah buat kelanjutannya. Dan kalaupun hukumannya gak seberapa, biar gue yang bertindak sendiri."Semua menyimak yang diucapkan Clara, termausk Tasya yang juga syok dengan ucapan Clara. "Udah Ra, gue baik-baik aja kok. Biar mereka diurus sama sekolah juga.""Heeheh, iya udah terserah Lo." Tak in

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status