Share

38

Author: El Alfun27
last update publish date: 2026-04-05 23:04:55

Tasya memasuki kelas saat pelajaran ke dua. Untung guru yang mengajar belum datang, jadi Tasya langsung menduduki kursinya.

"Lo baru dateng?" Tanya Clara mendongak menatap Tasya.

Keadaan kelas masih belum hening, karena guru yang mengajar juga belum datang. Teman-teman Tasya juga ada yang berjalan, bercerita, bahkan ada yang bermain game bagi kaum para adam.

"Lan, Lo cupu banget. Nyesel gue satu tim sama Lo. Mending sama bos Delvan atau Vano, Lo mah gak ada apa-apanya." Celetuk Azri memutar mat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   39

    Clara mendekati Tasya, tatapannya sinis mengarah ke arah Delvan. Namun Delvan terlihat biasa saja, malah Tasya yang sedang ketar ketir di tatap tidak enak oleh sahabatnya."Ra …" gumam Tasya bingung meneruskan kalimatnya."Kan gue udah bilang, kalau si badboy Cap Badak ini bahaya. Dia gak bisa jamin keselamatan Lo." Tegur Clara bersedekah dada. Tak ingin duduk di sebelah Tasya."Gue jamin, sahabat Lo bakal aman sama gue. Percaya sama gue Lo, Ra." Papar Delvan menolah ke arah belakang, menatap Clara sekilah. Mencoba mengembalikan kembali Clara."Pegangan ya, mau ngebut nih." Ucap Delvan, mengambil kesempatan dalam kesempitan.Tasya yang gemas dengan ucapan Delvan langsung mencubit pelan perut Delvan. "Sengaja ya?" Tebak Tasya namun dengan menuruti permintaan Delvan.Motor Delvan melaju dengan setengah cepat, merasakan kebersamaan untuk yang ke berapa kalinya. Karena sejak resmi berpacaran dengan Tasya, Delvan terasa tak meluangkan cukup waktu untuk sang kekasih."Gue ganteng ya? Sampai

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   38

    Tasya memasuki kelas saat pelajaran ke dua. Untung guru yang mengajar belum datang, jadi Tasya langsung menduduki kursinya."Lo baru dateng?" Tanya Clara mendongak menatap Tasya.Keadaan kelas masih belum hening, karena guru yang mengajar juga belum datang. Teman-teman Tasya juga ada yang berjalan, bercerita, bahkan ada yang bermain game bagi kaum para adam."Lan, Lo cupu banget. Nyesel gue satu tim sama Lo. Mending sama bos Delvan atau Vano, Lo mah gak ada apa-apanya." Celetuk Azri memutar matanya dengan malas saat dirinya kalah lagi untuk kesekian kalinya.Dylan melotot tajam kepada Azri, menggusur rambut Azri dengan kasar. "Lo tuh yang cupu, sesama cupu jangan menghina Lo Zri. Belagu banget Lo." Sebal dengan sindiran keras dari sang teman lakna*t itu. "Lo tadi kenapa gak ikut upacara, pelajaran pertama juga gak ikut?" Tanya Delvan duduk di bangku kosong depan Tasya duduk.Tasya mendongak, menatap Delvan. " Gue tadi telat, jadi waktu jam pertama gue dihukum sama anggota OSIS." Tera

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   37

    Seorang perempuan itu termenung, menikmati angin sepoi sambil membaca sebuah novel kesayangan nya. Di taman itu, dia ingin berteman dengan alam. Sinar mentari pun sangat cerah, menerobos daun-daun yang sudah kering. Berturunan saat terdapat angin menghembus nya.Tasya terlihat sangat cantik, posenya yang begitu manis. Dari depan sangat imut, bahkan dari samping pun sngat anggun. Tasya membuka selembar demi lembar bacaan novelnya.Waktu istirahat, dia habiskan untuk bertenang. Hubungan nya dengan Delvan sering kali pasang surut, ini yang sebenarnya Tasya takuti. Sikap Delvan yang temperamental, membuatnya harus memilki stok kesabaran yang banyak.Tasya memang sedang membaca novel, namun pikiran nya selalu tertuju kepada laki-laki badboy itu. Terkadang sebuah mitos, itu benar adanya. Namun Tasya masih tetap berusaha untuk mengingat kebaikan Delvan, yang terkadang membuatnya luluh kembali."Gue kira Lo kemana? Di kantin gak ada." Ucap seorang laki-laki, yang suaranya sangat familiar di t

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   36

    "Apa maksudnya tadi Mas? Kenapa Mas Abi bisa kenal dengan Jihan. Atau jangan-jangan wanita yang mas Abi maksud adalah Jihan." Ucap Layla dengan nada bergetar sayu."Ya sudah, ayo dilanjutkan lagi makan nya, nanti keburu dingin." Ucap Abidzar kepada Layla dengan maksud mengalihkan topik agar Layla tidak lagi penasaran."Iya, Mas." Ucap Layla patuh. Abidzar termenung sebentar, mungkin yang dikatakan dengan Layla ada benarnya. Tidak salah juga kalau mereka sholat berjamaah bersama. Jadi dia mengubah rencana yang awalnya akan sholat sendirian."Iya, boleh. Masuk aja, pintunya gak dikunci, kok." Ucap Abidzar mengizinkan.Akhirnya mereka melaksanakan sholat jamaah Maghrib bersama. Setelah selesai sholat mereka berdzikir bersama. Hingga sampai selesai sholat."Mas, aku mau salim boleh nggak?" Layla bertanya kepada Abi."Maaf Layla, aku punya wudhu, sebentar lagi juga adzan isya, aku malas yang mau ambil wudhu lagi. Aku langsung berangkat ke masjid aja ya, biar gak telat lagi" Ucap Abidzar b

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   35

    Seorang perempuan itu termenung, menikmati angin sepoi sambil membaca sebuah novel kesayangan nya. Di taman itu, dia ingin berteman dengan alam. Sinar mentari pun sangat cerah, menerobos daun-daun yang sudah kering. Berturunan saat terdapat angin menghembus nya.Tasya terlihat sangat cantik, posenya yang begitu manis. Dari depan sangat imut, bahkan dari samping pun sngat anggun. Tasya membuka selembar demi lembar bacaan novelnya.Waktu istirahat, dia habiskan untuk bertenang. Hubungan nya dengan Delvan sering kali pasang surut, ini yang sebenarnya Tasya takuti. Sikap Delvan yang temperamental, membuatnya harus memilki stok kesabaran yang banyak.Tasya memang sedang membaca novel, namun pikiran nya selalu tertuju kepada laki-laki badboy itu. Terkadang sebuah mitos, itu benar adanya. Namun Tasya masih tetap berusaha untuk mengingat kebaikan Delvan, yang terkadang membuatnya luluh kembali."Gue kira Lo kemana? Di kantin gak ada." Ucap seorang laki-laki, yang suaranya sangat familiar di t

  • Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan   34

    "Beneran ya Kak? Mama gak mau sekolah kamu terganggu saja kalau sambil pacaran. Mama mau kamu sukses dulu." Kalimat sederhana dari sang Mama, untuk anaknya.***"Sebentar Pak, tinggal sedikit lagi." Jawab Delvan, pandangan nya tetap fokus pada soal-soal di depannya."Ya sudah, dilanjut." Pak Bambang lalu mendekati satu per satu siswa siswi nya, yang juga sedang mengerjakan lewat buku latihan nya."Kalian ini, seharusnya mencontoh Delvan. Biarpun dia itu tukang adu jotos, sering tawuran tapi otaknya itu encer. Tanya sama Delvan, pasti dia setiap hari selalu belajar yang giat."Pak Bambang memperingati, selalu memuji Delvan di depan murid yang lain. Sedang Delvan tak ada tanggapan, masih terlalu fokus dan berambisi untuk menyelesaikan semua tugas yang ada."Woahh, ajarin dong bang Delvan. Gimana tuh cara belajar yang giat, tiap malam lagi." Azri menatap geli Delvan, dia yang sangat tau karakter Delvan yang malas untuk belajar.Semua teman kelas menahan tawa, seolah menyindir Delvan. Az

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status