author-banner
El Alfun27
El Alfun27
Author

Novels by El Alfun27

Terjebak Malam Pertama dengan Bos Baru

Terjebak Malam Pertama dengan Bos Baru

Dina Larasati, sekretaris biasa dengan gaji 8 juta, terdesak utang 2 miliar untuk biaya kemoterapi ibunya. Dalam 24 jam ia harus putuskan: mati perlahan karena utang, atau terima tawaran gila dari bos barunya, Arkana Wijaya. Arka Wijaya, CEO muda Wijaya Corp yang dijuluki "Es Batu" karena dingin dan tanpa hati. Ia kehilangan ingatan 50% setelah kecelakaan, tapi pura-pura normal demi warisan kakeknya. Syarat warisan itu gila: ia harus menikah dan punya istri resmi dalam 6 bulan. Tawaran Arka sederhana: Nikah kontrak 6 bulan. Dina dapat uang untuk ibunya. Arka dapat status "suami" di atas kertas. Setelah 6 bulan, cerai, beres. Tanpa cinta, tanpa drama. Masalahnya, drama datang sendiri. Dina masuk ke Wijaya Mansion, rumah es batu yang isinya Mama, Papa, dan adik ipar Rania yang benci dia setengah mati. Pelayan julid, gosip kantor, sampai arisan keluarga besar jadi medan perang Dina. Di kantor, ia tetap jadi sekretaris Arka. Di rumah, ia dipaksa panggil Arka "Mas". Awalnya Arka benci Dina. Berisik, bodoh, nggak pantes. Tapi saat Dina demam tinggi, Arka yang gendong dia ke kamar. Saat Dina dihina HRD, Arka yang pecat orang itu di depan semua karyawan. Saat Dina nggak sengaja lihat foto mantan Arka, Alina, Arka yang pertama kali buka luka 8 tahun lamanya. 6 bulan itu ternyata nggak sesederhana kontrak. Karena es batu bisa meleleh. Karena pelukan "nggak sengaja" bisa bikin jantung berdebar. Karena Dina mulai penasaran: sebenarnya Arka orangnya kayak gimana sih? Dan Arka mulai panik: kenapa setiap lihat Dina senyum, ia lupa kalau ini cuma pernikahan kontrak? Nikah kontrak, hati sungguhan. Mampukah Dina bertahan 6 bulan tanpa jatuh cinta pada bosnya? Mampukah Arka menjaga tembok esnya saat wanita yang ia benci justru jadi satu-satunya yang bikin ia merasa hidup lagi?
Read
Chapter: 42. Ibu janji!
Jam 1.15 pagi. Angin dari jendela belakang nyusup masuk. Dingin. Baju bayi pink yang jatuh di meja masih tergeletak di lantai. Dina berdiri. Kaki telanjangnya injak keramik dingin. Matanya nggak lepas dari kaca jendela. Kosong. Nggak ada siapa-siapa. Cuma bayangan pohon mangga yang goyang.Arka dari kasur nahan napas. "Din. Jangan."Dina nengok. "Mas takut?"Arka: "Aku takut kamu kenapa-kenapa. Aku nggak bisa jalan cepet kalau ada apa-apa."Dina jalan pelan ke arah jendela. Tangannya gemetar, tapi dagunya naik. "Kalau itu Mama, Mas. Masa aku diem aja."Jari Dina buka gagang jendela. _Krek_. Angin malam masuk lebih kenceng. Bau tanah basah + melati. Nggak ada siapa-siapa. Cuma ada amplop coklat kecil diselipin di jeruji. Basah kena embun. Dina ambil. Tangannya dingin. Di depan amplop ditulis pake spidol merah: _UNTUK ANAK RATIH WIJAYA._Arka: "Buka, Din."Dina sobek pelan. Di dalamnya cuma ada 1 benda. Liontin kecil. Bentuknya jangkar. Sama persis kayak liontin 'R.W' yang ada di l
Last Updated: 2026-09-11
Chapter: 41. Pada malam ituu
Tok. Tok. Tok.Jam 12 malam. Dina bangun kaget. Arka masih merem, keringat dingin.Dina: "Mas?" Nggak jawab. Tidurnya kelelahan.Ketukan lagi. Lebih kenceng. Tok tok.Dina pegang sapu, ngintip dari jendela. Motor matic. Cewek pake jaket ojek online, helm full face. Nggak keliatan muka.Dina buka pintu dikit, rantainya masih kepasang. "Siapa?"Cewek itu buka helm. Rambut pendek sebahu. Mata... mata Alina banget. Tapi lebih dingin.Cewek: "Mbak Dina? Saya Rani. Fisioterapisnya Mas Arka."Dina kaku. Darahnya dingin. Pesan WA Alina siang tadi: "Tanya aja ke fisioterapis kamu besok kenapa dia tau semua jadwal Arka."Dina: "Jam 12 malam ngapain ke sini, Mbak?"Rani: "Saya mau ngaku. Saya adik Ratu. Saya yang nyuntik Mas Arka pake racun pelumpuh 3 hari sebelum dia ditusuk Alina. Maaf, Mbak."Dunia Dina berputar. Tangannya gemetar pegang sapu.Dina: "KAMU GILA?! KAMU YANG BIKIN MAS ARKA HAMPIR MATI?!"Arka kebangun. Dia liat Rani. Napasnya berat. "Kamu..."Rani masuk tanpa diizinin. Dia lepas
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: 40. Ujian kesetiaan
Jam 6 pagi. RSUD Dr. Soetomo.Arka duduk di kursi roda. Kaki kanannya masih dibalut perban tebal. Dokter fisioterapi, Mbak Rani, jongkok depan dia.Mbak Rani: "Pak Arka, hari ini kita coba berdiri 10 detik. Nggak usah malu kalau jatuh. Saya nangkep."Arka: "10 detik doang? Saya dulu lari marathon, Mbak."Mbak Rani: "Dulu Bapak CEO. Sekarang Bapak pasien. Bedanya, CEO nggak pernah belajar jatuh. Pasien harus."Arka pegang parallel bar. Keringat dingin. Kaki kanan gemetar. Dia paksa berdiri. Satu. Dua. Tiga detik... lututnya tekuk.Dina yang dari tadi diem di pojok langsung lari. Dia nangkep badan Arka sebelum nyium lantai.Dina: "Mas! Nggak usah maksain!"Arka: "Aku nggak mau kamu ngurusin aku seumur hidup, Din. Aku mau jalan lagi. Demi kamu. Demi Dedek."Dina diam. Dia tau "Dedek" itu nama bayi mereka yang nggak jadi lahir. Arka masih sebut tiap malam.Dina: "Ya udah. Kita coba lagi. Tapi pelan-pelan. Aku di sini. Terus."Arka senyum pahit. "Kamu masih mau di sini, padahal aku udah ng
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: 39. Dina keguguran
Jam 8 pagi. Pengadilan Negeri Surabaya. Ruang Cakra 2 sesak.Dina duduk di kursi terdakwa. Borgol lepas sebelah. Perut 6 minggu belum keliatan, tapi tangannya nggak lepas dari liontin 'R.W'.Hakim: "Sidang lanjutan dibuka. Saksi dari terdakwa."Pintu kebuka. Perawat dorong kursi roda. Nenek kurus, muka penuh luka bakar, tabung oksigen "tit tit" tiap 3 detik.Ruang sidang bisik-bisik: "Itu napi hukuman mati Mbah Sumi!"Jaksa: "Keberatan! Saksi terpidana mati!"Hakim: "Diam. Sumpah dulu, Bu."Nenek buka kerudung. Bekas luka bakar bentuk jangkar. Matanya... mata Dina. "Demi Allah saya bersumpah... Saya Ratih Wijaya."Dina langsung berdiri. Borgol bunyi. "Ma..." Suaranya pecah.Alina dari kursi pengunjung teriak: "BOHONG!! KAMU MATI DIBAKAR 30 TAHUN LALU! GUE YANG NYIRAM BENSIN!"Ratih nengok. Senyum getir. "Iya, Nak. Kamu umur 5 tahun disuruh Mama kamu, Ratu. Mama masih inget kamu nangis habis itu."Hakim ketok palu. "Saksi, cerita."Ratih tarik napas pake oksigen. "30 tahun lalu saya is
Last Updated: 2026-09-10
Chapter: 38. Sidang pertama
Jam 8 pagi. Pengadilan Negeri Surabaya. Ruang Cakra 2.Dina masuk pake baju tahanan orange + borgol. Perutnya belum keliatan, tapi ia pegang terus. Di belakang, 200 anak yatim duduk baris paling depan. Bawa poster: "BEBASKAN BU DINA. IBU KAMI."Jaksa: "Dakwaan korupsi 5 Miliar, Pasal 2 UU Tipikor. Hukuman minimal 4 tahun."Hakim ketok palu. "Silakan Jaksa bacakan dakwaan."Jaksa puter video. Isinya: CCTV transfer + tanda tangan Dina 15 Maret. Ruang sidang riuh. "Penjara! Penjara!"Dina diem. Ia liat ke pintu. Nunggu Arka.Pintu kebuka. Arka masuk. Pincang parah. Tongkat. Baju kemeja putih kebesaran nutupin perban di rusuk. Wajah pucat tapi mata tajam.Hakim: "Saksi Arka Wijaya, suami terdakwa. Sumpah dulu."Arka angkat tangan. Suaranya serak: "Demi Allah saya bersumpah..."Pengacara Alina: "Keberatan Yang Mulia! Saksi punya konflik kepentingan! Dia pasti bohong buat bela istri!"Arka nengok ke pengacara. "Saya nggak bohong. Saya bohong kalau saya diem liat istri + anak saya difitnah."
Last Updated: 2026-09-09
Chapter: 37. Hamil?
Jam 4.30 pagi. Rutan Kelas 1 Surabaya. Azan subuh.Dina sujud terakhir. Baru mau duduk... perutnya mules. Dunia muter. Ia jatuh lemes di sajadah. "Ya Allah..."Napi sebelah: "Bu Dina! Sipir! Bu Dina pingsan!"Sipir lari, bawa Dina ke klinik rutan. Dokter jaga: nenek-nenek 50an, muka jutek.Cek tekanan. Cek denyut. Dokter liat tespek bekas yang Dina muntahin 3 hari lalu. "Tespek positif. Bu Dina hamil 6 minggu."Dina melek. Air matanya jatuh. "Hamil? Saya... saya sama Mas Arka..."Dokter: "Selamat ya Bu. Tapi..." Dokter liat rekam medis. Mukanya berubah. "Vitamin prenatal Ibu yang tiap hari... ini bukan vitamin. Ini obat Cytotec. Obat penggugur kandungan."Dina kaku. "Apa Bu?"Dokter bisik: "Ada yang ganti botol Ibu dari 1 minggu lalu. Dosis kecil tiap hari biar janin lemah. Kalau nggak dikasih obat penguat + infus 3x24 jam, janin nggak kuat, Bu. Bisa keguguran."Dina pegang perutnya. Belum gede, tapi dia udah sayang. "Nak... maafin Ibu ya..."Sipir: "Bu, siapa yang ganti vitamin Ibu?"
Last Updated: 2026-09-08
Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan

Pernikahan Rahasia Ustadz Rafan

Pernikahan adalah ibadah terpanjang untuk mengikuti Sunnah Rasulullah. Tapi, jika pernikahan terjadi karena sebuah paksaan apakah ibadah itu akan tetap ternilai? Adam Rafan, seorang ustadz muda yang tengah mengabdi di pesantren As-Salam, tepatnya di daerah ibu kota. Dijodohkan dengan seorang santri bernama Danialah Muhafiza. Mereka harus menikah secara terpaksa atas keinginan kakek mereka. Dan pernikahan mereka juga harus menjadi sebuah pernikahan rahasia.
Read
Chapter: 40. Persaingan Kembali
Fiza terbangun dengan tergesa-gesa. Dia segera menunaikan kewajibannya sholat subuh. Setelah itu dia langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Disana sudah ada mama Risma yang tengah memasak sayur asam dan kepala ikan patin kuah kaldu.“Maaf mama, Fiza bangunnya agak telat,” ucap Fiza segera mengambil beberapa perbawangan.Risma menggeleng pelan. “Tidak apa-apa, nak. Pasti habis itu ya, makanya kesiangan,” lirih Mama Risma tengah berbisik di sebelah telinga Fiza.Fiza terperanjat dengan matanya yang bulat sempurna. “Maksudnya gimana ya, ma,” ujar Fiza bertanya dengan polos. Meskipun pikirannya sudah kemana-mana.“Haha, kamu pasti paham. Sudah-sudah, ini masakan di tata di ruang makan. Kamu mandi dulu nggih, keramas yang bener!” suruh Risma sambil terus menahan senyumannya. Fiza didorong pelan ke kamar mandi.Fiza hanya menggaruk pipinya. Dia sedikit paham tapi merasa aneh dengan candaan sang mertua itu.Suasana sarapan kali ini berbeda. Rafan tampak fokus dengan sarapannya begitupun
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: 39
Clara mendekati Tasya, tatapannya sinis mengarah ke arah Delvan. Namun Delvan terlihat biasa saja, malah Tasya yang sedang ketar ketir di tatap tidak enak oleh sahabatnya."Ra …" gumam Tasya bingung meneruskan kalimatnya."Kan gue udah bilang, kalau si badboy Cap Badak ini bahaya. Dia gak bisa jamin keselamatan Lo." Tegur Clara bersedekah dada. Tak ingin duduk di sebelah Tasya."Gue jamin, sahabat Lo bakal aman sama gue. Percaya sama gue Lo, Ra." Papar Delvan menolah ke arah belakang, menatap Clara sekilah. Mencoba mengembalikan kembali Clara."Pegangan ya, mau ngebut nih." Ucap Delvan, mengambil kesempatan dalam kesempitan.Tasya yang gemas dengan ucapan Delvan langsung mencubit pelan perut Delvan. "Sengaja ya?" Tebak Tasya namun dengan menuruti permintaan Delvan.Motor Delvan melaju dengan setengah cepat, merasakan kebersamaan untuk yang ke berapa kalinya. Karena sejak resmi berpacaran dengan Tasya, Delvan terasa tak meluangkan cukup waktu untuk sang kekasih."Gue ganteng ya? Sampai
Last Updated: 2026-04-06
Chapter: 38
Tasya memasuki kelas saat pelajaran ke dua. Untung guru yang mengajar belum datang, jadi Tasya langsung menduduki kursinya."Lo baru dateng?" Tanya Clara mendongak menatap Tasya.Keadaan kelas masih belum hening, karena guru yang mengajar juga belum datang. Teman-teman Tasya juga ada yang berjalan, bercerita, bahkan ada yang bermain game bagi kaum para adam."Lan, Lo cupu banget. Nyesel gue satu tim sama Lo. Mending sama bos Delvan atau Vano, Lo mah gak ada apa-apanya." Celetuk Azri memutar matanya dengan malas saat dirinya kalah lagi untuk kesekian kalinya.Dylan melotot tajam kepada Azri, menggusur rambut Azri dengan kasar. "Lo tuh yang cupu, sesama cupu jangan menghina Lo Zri. Belagu banget Lo." Sebal dengan sindiran keras dari sang teman lakna*t itu. "Lo tadi kenapa gak ikut upacara, pelajaran pertama juga gak ikut?" Tanya Delvan duduk di bangku kosong depan Tasya duduk.Tasya mendongak, menatap Delvan. " Gue tadi telat, jadi waktu jam pertama gue dihukum sama anggota OSIS." Tera
Last Updated: 2026-04-05
Chapter: 37
Seorang perempuan itu termenung, menikmati angin sepoi sambil membaca sebuah novel kesayangan nya. Di taman itu, dia ingin berteman dengan alam. Sinar mentari pun sangat cerah, menerobos daun-daun yang sudah kering. Berturunan saat terdapat angin menghembus nya.Tasya terlihat sangat cantik, posenya yang begitu manis. Dari depan sangat imut, bahkan dari samping pun sngat anggun. Tasya membuka selembar demi lembar bacaan novelnya.Waktu istirahat, dia habiskan untuk bertenang. Hubungan nya dengan Delvan sering kali pasang surut, ini yang sebenarnya Tasya takuti. Sikap Delvan yang temperamental, membuatnya harus memilki stok kesabaran yang banyak.Tasya memang sedang membaca novel, namun pikiran nya selalu tertuju kepada laki-laki badboy itu. Terkadang sebuah mitos, itu benar adanya. Namun Tasya masih tetap berusaha untuk mengingat kebaikan Delvan, yang terkadang membuatnya luluh kembali."Gue kira Lo kemana? Di kantin gak ada." Ucap seorang laki-laki, yang suaranya sangat familiar di t
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: 36
"Apa maksudnya tadi Mas? Kenapa Mas Abi bisa kenal dengan Jihan. Atau jangan-jangan wanita yang mas Abi maksud adalah Jihan." Ucap Layla dengan nada bergetar sayu."Ya sudah, ayo dilanjutkan lagi makan nya, nanti keburu dingin." Ucap Abidzar kepada Layla dengan maksud mengalihkan topik agar Layla tidak lagi penasaran."Iya, Mas." Ucap Layla patuh. Abidzar termenung sebentar, mungkin yang dikatakan dengan Layla ada benarnya. Tidak salah juga kalau mereka sholat berjamaah bersama. Jadi dia mengubah rencana yang awalnya akan sholat sendirian."Iya, boleh. Masuk aja, pintunya gak dikunci, kok." Ucap Abidzar mengizinkan.Akhirnya mereka melaksanakan sholat jamaah Maghrib bersama. Setelah selesai sholat mereka berdzikir bersama. Hingga sampai selesai sholat."Mas, aku mau salim boleh nggak?" Layla bertanya kepada Abi."Maaf Layla, aku punya wudhu, sebentar lagi juga adzan isya, aku malas yang mau ambil wudhu lagi. Aku langsung berangkat ke masjid aja ya, biar gak telat lagi" Ucap Abidzar b
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: 35
Seorang perempuan itu termenung, menikmati angin sepoi sambil membaca sebuah novel kesayangan nya. Di taman itu, dia ingin berteman dengan alam. Sinar mentari pun sangat cerah, menerobos daun-daun yang sudah kering. Berturunan saat terdapat angin menghembus nya.Tasya terlihat sangat cantik, posenya yang begitu manis. Dari depan sangat imut, bahkan dari samping pun sngat anggun. Tasya membuka selembar demi lembar bacaan novelnya.Waktu istirahat, dia habiskan untuk bertenang. Hubungan nya dengan Delvan sering kali pasang surut, ini yang sebenarnya Tasya takuti. Sikap Delvan yang temperamental, membuatnya harus memilki stok kesabaran yang banyak.Tasya memang sedang membaca novel, namun pikiran nya selalu tertuju kepada laki-laki badboy itu. Terkadang sebuah mitos, itu benar adanya. Namun Tasya masih tetap berusaha untuk mengingat kebaikan Delvan, yang terkadang membuatnya luluh kembali."Gue kira Lo kemana? Di kantin gak ada." Ucap seorang laki-laki, yang suaranya sangat familiar di t
Last Updated: 2026-04-02
Menjadi Istri Duda Muda

Menjadi Istri Duda Muda

Seorang gadis desa yang selalu dianiaya layaknya budak oleh ibu tiri dan saudara tirinya. Dia adalah Alana si gadis lugu dan polos, dan harus dijual oleh sang ibu tiri kepada juragan bewok. Ternyata Alana dibeli oleh seorang duda muda dan kaya dari kota yaitu Arka. Namun Arka membeli Alana hanya untuk dijadikan pengasuh anaknya yang masih berusia empat tahun, bukan dijadikan istri. Akankah kehidupan Alana lebih membaik setelah pindah ke kota atau Alana semakin menderita? Mari ikuti kelanjutan kisah Alana dan Arka dalam cerita "Menjadi Istri Duda Muda".
Read
Chapter: 237. Extra Part
“Mas, sakit,” lirih Ana dengan nafas memburu. Dia mencengkram kedua tangan suaminya.“Tahan Nona Ana, sebentar lagi anaknya keluar,” ucap seorang bidan kandungan. Ana merintih dengan keras. Arka hanya bisa menangis dan menciumi sang istri. Mungkin hanya ini yang bisa dia lakukan.Huaa … huaa…Terdengar tangisan bayi yang baru keluar.“Anaknya sempurna, Tuan Arka,” ucap seorang perawat. Membersihkan bayi mungil itu dan memberikannya pada Arka.Setelah selesai dibersihkan dan urusannya semuanya kelar. Anak itu dipangku oleh Arka dibawa ke hadapan sang istri. “Lihat, anak kita cantik. Mirip dengan ibunya,” ujar Arka tersenyum bangga. Dia tetus mencium bayi perempuannya itu.“Haloo, anak cantik mana,” lirih Ana dengan suara pelan. Tangisannya menjadi saat bayi mungil itu tersenyum dengan mata yang masih tertutup.“Sayang, ini Mama kamu, nak,” ucap Arka tersenyum bahagia. Rona diwajahnya sangat tampak di bayi mungil nan cantik itu.“Sepertinya mirip kamu deh, Mas,” ucap Ana. Suaranya sem
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: 236. Last Partt
Akhir dari kisah adalah ending yang ditunggu. Bagaimana kisah seorang remaja putri yatim piatu, yang tinggal satu atap dengan ibu tiri dan saudara tiri. Harus merasakan pahitnya dunia.“Ana, kamu ini hanya pembawa malapetaka. Seharusnya kamu juga ikut dengan ibumu itu, ke alam sana!” teriak Mirna melempar pakaian bersih milik Ana.“Ibu, maafkan Ana. Seharusnya Ana bekerja hari ini. Tapi Ana sedang pusing dan sedikit mual,” ucap Ana beralasan. Wajahnya pucat.“Makanya jangan kuliah, meskipun jalur beasiswa. Tetap saja kamu itu beban di rumah ini. Harusnya kamu fokus kerja saja. Beri aku uang, aku dan kakakmu butuh uang yang sangat banyak!” keluh Mirna menatap tajam ke arah Ana.Ana memegang kepalanya. Niat hati ingin istirahat. Malah harus mendapat kritikan tajam dari ibu tirinya. Alhasil kepalanya semakin pusing dan mual di perutnya bertambah.“Uuh, biarkan ana istirahat sejenak saja, Bu. Nanti kita bicarakan lagi,” lirih Ana. Dia beranjak lalu menutup pintu kamar dan menguncinya dari
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: 235
Tasya terus saja mendumel perihal Delvan yang tak mengucapkan kata manis keoadanya tadi malam. Bahkan sampai Tasya sulit untuk memejamkan mata, seolah hatinya ingin selalu membersamai sang pacar.Mungkin hati Tasya juga sudah terpaut dengan sosok Delvan yang memikat. Tasya seakan di bius oleh asmara seketika, dan sampai jam menunjukkan pukul satu dini hari pun, barulah Tasya memejamkan matanya.Sementara sang sahabat sudah berada di alam mimpi sejak tadi, membiarkan Tasya seorang diri dalam kebingungan.Dan saat ini, Tasya terbangun dengan kepala pening. Alarm di nakasnya berbunyi bersahutan dengan alarm milik Clara. Memaksa Tasya untuk membuka matanya yang masih terlelap.Tasya meregangkan otot-otot lengannya. Mencoba mengatur nafas dan juga konsentrasi penuh agar bisa beraktivitas dengan benar. Sang sahabat sudah tidak ada disampingnya, terdengar percikan air di dalam kamar mandi.Setelah melakukan segala aktivitas, Tasya dan Clara menuju ke sekolahnya dengan Clara yang membawa moto
Last Updated: 2025-07-14
Chapter: 234
Tasya terdiam, mencoba menajamkan alat pendengaran nya dengan sebaik mungkin. Takut salah denger dengan pengakuan cowok di depannya itu."Gue butuh Lo, Tasya. Bisa?" Tatapan Delvan memusat pada Tasya. Tatapan yang penuh arti dan permohonan. Tatapan yang membuat siapapun bakal terpesona."Gu-gue gak tau, gue gak boleh pacaran, Van." Tolak Tasya dengan ucapan pelan. Tak ada nada ketus.Rasa khawatir mulai tumbuh kembali, Tasya hanya takut jika semuanya kembali seperti hari kemarin. Hari dimana Delvan mulai menjauhinya atau mungkin tak akan menganggapnya ada lagi."Bukan karena Lo gak suka cowok badbboy? Ouh iya, Lo suka cowok good boy. Maaf Sya, gue baru inget." Seolah tak ingin mengungkit sesuatu yang lebih sakit. Delvan bergumam seorang diri.Mencoba menyadarkan posisi dirinya yang tak diinginkan oleh gadis di depannya itu."Tapi gue bakal buktiin, meskipun gue badboy, gue pasti dapetin Lo, cewek good girl."Tasya terperanjat, lalu mencoba kembali menatap Delvan. "Van? Lo ngomong apa
Last Updated: 2025-07-13
Chapter: 233
Layla dan Abidzar sudah sampai di rumah mereka. Mereka tadi sudah menebus obat untuk wajah Layla."Masih perih?" Tanya Abidzar."Udah mendingan Mas, nanti juga sembuh kok setelah rutin pakai salep sama obat nya ini." Ucap Layla sambil melihatkan beberapa salep dan obat.Abidzar langsung mengangguk mendengar jawaban Layla. Dia terlihat sangat lemah."Layla." Panggilnya dengan suara serak.Layla menikah kemudian tersenyum, "Kenapa Mas Abi?""Aku mencintaimu." Ungkapnya.Layla semakin tersenyum, kata-kata dari Abidzar mampu membuat pipi nya merona."Sampai kapan Mas?" Tanya Layla sedikit menggoda Abidzar."Sampai kapanpun, Insya Allah." Ungkapnya yakin."Aku juga mencintai mu Mas Abidzar. Tolong jangan tinggalkan aku." Pinta Layla.Abidzar mengangguk mantab. Kemudian dia merentangkan tangannya. Layla langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Abidzar.Pelukan yang selalu menghangatkan, pelukan yang selalu menenangkan. Layla sangat menyukai moment seperti ini.Abidzar juga tidak mau
Last Updated: 2025-07-12
Chapter: 232
Abidzar pun meng iya kan permintaan istrinya itu, tapi dengan syarat rujak yang akan di beli nanti bukan rujak yang berada pedas. Abidzar melarang Layla melakukan hal itu, Layla tidak boleh mengonsumsi makanan pedas selama dia hamil.Mereka pun akhirnya pergi ke pesantren modern, lebih tepatnya di samping pesantren modern, karena disanalah kedai rujak buah itu nangkring."Pak, beli satu yang tidak pedas dan buahnya jangan yang kecut." Abidzar memberitahu kepada bapak penjual rujak itu.Mereka sudah sampai di samping pesantren modern, dan Abidzar langsung memesan rujak keinginan Layla. Meskipun Layla sempat tidak menyetujui permintaan Abidzar yang request buah tidak kecut, padahal kan Layla malah ingin buah yang amat kecut sekali.Bapak penjual rujak itu mengangguk, dia langsung memotong beberapa buah segar dan langsung di siram dengan bumbu rujak. Beruntung sekali sore ini sedang tidak ramai, jadi Abidzar dan Layla tidak perlu antri.Setelah selesai, Abidzar pun menyodorkan uang sehar
Last Updated: 2025-07-11
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

"Kamu sudah membuat saya jatuh cinta. Jadi setelah ini jangan ada niatan untuk pergi," ucap Ashraf menatap Balqis. "Maaf Ustadz, tapi perjanjian pernikahan kita sudah selesai," tolak Balqis berusaha melepas genggaman tangan Ashraf. Kisah ustadz dingin yang diharuskan menikah dengan santriwatinya. Padahal sebelum itu sang ustadz sudah bertunangan dengan putri dari kyai di pesantren tempat dia mengajar. Akankah Ashraf dan Balqis dapat bersatu. Setelah banyak tuduhan dan juga perbedaan diantar mereka yang begitu jauh.
Read
Chapter: 122. Tamat : Kisah mereka telah usai.
Setelah empat tahun semenjak kelahiran ketiga anak kembar Balqis dan Ashraf. Akhirnya Ashraf mampu membuat pesantren sendiri. Bermodalkan dari usahanya yang sukses semakin berkembang besar dan jerih payahnya atas dakwahnya yang berhasil membuat banyak orang mengenalnya. Dari sanalah, Ashraf membangun relasi yang banyak dan kuat. Pesantren Al Muhajirin yang bertepatan di kota Semarang. Pesantren yang masih memiliki beberapa ratus santri. Karena memang baru berdiri sekitar dua tahunan. Merupakan pencapaian terbesar untuk Ashraf dan Balqis.“Kyai Ashraf, tamunya sudah datang. Beliau sedang menunggu di Masjid,” ucap seorang pengurus putra menemui Ashraf di ruang khusus tempat Ashraf beribadah.“Setelah ini saya kesana,” kata Ashraf menyudahi dzikirnya. Lalu segera menuju ke rumah yang berada di ujung pertengahan antara asrama putra dan asrama putri.“Humairah,” panggil Ashraf memasuki kamarnya. Pandangan pertama yang dilihat ialah ketiga putranya yang sedang belajar menulis bahasa arab d
Last Updated: 2024-02-10
Chapter: 121. Sebuah Kebahagiaan dan bertemu kembali
Satu tahun kemudian, Gibran lulus madrasah Aliyah dan dia berhasil mendaftar kuliah di universitas luar negeri. Yaitu Universitas Cairo, Mesir. Dengan mengambil jurusan Tafsir Hadits. Perasaan terharu oleh kelas sebelas PK A. Saat ini mereka sedang merayakan kelulusannya di asrama putra. Setelah acara resmi kelulusan mereka oleh pesantren Al Fatah.“Bye bro, setelah ini kamu akan merindukan aku,” kata Andre dengan menyalami satu per satu temannya. Semuanya pun tertawa ngakak karena ekspresi Andre yang hampir mau menangis.“Sampai bertemu di waktu lain, bro,” ucap Gibran pada Andre sambil menepuk bahu Andre berkali-kali.“Siap bro, kamu semoga sukses ya,” kata Andre pada Gibran. Mereka semua melakukan pelukan persahabatan. Acara sederhana di kantin asrama putra itu. Mereka makan bersama sambil merencanakan rencana yang akan mereka lakukan setelah lulus. Lalu Ashraf datang bersama dengan Fakih. Sudah agak lama Ashraf tak berkunjung ke Al Fatah. Paling hanya kalau mau ketemu Gibran atau
Last Updated: 2024-02-09
Chapter: 120. Maaf menganggumu
Ashraf membawa Balqis di suatu tempat tak jauh dari gang komplek rumahnya. Mereka berdua pergi dengan menggunakan motor. Terlihat begitu mesra saat Balqis memeluk Ashraf dari belakang. Ashraf pun terlihat memperlakukan Balqis dengan sebaik mungkin. Memasangkan helm dan juga membantu Balqis naik dan turun dari motor.Setelah sampai di gedung yang tak seberapa besar itu. Mereka pun sama-sama turun. Memasuki gedung itu sambil bergandengan tangan. Tak ada yang berniat untuk melepas gandengan tangan keduanya. Disana mereka sudah disambut dengan beberapa orang. Ada Fakih dan Bagas dan beberapa ibu-ibu yang memakai baju yang seragam warnanya. Mereka semua tersenyum menyambut kedatangan Ashraf dan Balqis.Lalu mereka berkumpul di satu ruangan yang sama. Ada beberapa bapak-bapak yang juga cukup berumur.“Hari ini adalah pembukaan untuk bisnis kuliner kering, ini Ashraf selamu owner. Semoga bisnis kita lancar,” ucap Fakih membuka pembicaraan. Semuanya tampak memperhatikan dengan baik setiap pes
Last Updated: 2024-02-08
Chapter: 119. Mereka benar-benar ikhlas dan mencoba memberi rasa pada orang baru
Ayra memutuskan untuk mempunyai hobi baru dan memilih untuk hidup lebih mandiri lagi. Semenjak hari itu Ayra benar-benar memikirkan nasibnya lagi. Mencoba untuk melupakan semua kenangannya dengan Ashraf. Bahkan semua hal tentang Ashraf, Ayra sudah buang jauh-jauh. Seperti hari ini Atra memilih untuk ke pentas seni lukisan di sekitar Jakarta Timur. Sebab Ayra memang punya hobby yang pernah dia tekuni yaitu suka melukis.Tampilan beberapa seni lukis yang di pajang di lorong-lorong menuju ruangan bazar seni lukis itu. Ada banyak tampilan lukisan dari berbagai penulis besar. Banyak orang yang hadir termasuk para penikmat lukis dan juga beberapa orang yang ingin belajar khusus di seni lukis.“Ning Ayra,” sapa seorang laki-laki dengan pakaian khas santri. Para santri Al Fatah memang se konsisten itu tentang pakaian ke santriannya. Baik itu masih menjadi santri maupun sudah menjadi alumni santri.Ayra menoleh dan melihat laki-laki itu dengan cermat. Namun Ayra sedikit lupa laki-laki itu siap
Last Updated: 2024-02-08
Chapter: 118. Anak itu pembawa rezeki, Mas.
Balqis menepuk-nepuk punggung putranya dengan bergantian. Sebab salah satu menangis maka keduanya juga ikut menangis. Karena mereka sedang tertidur jadi bangun karena salah satunya ramai karena menangis.“Cup cup cup, ayo anak ibu, diemnya jagoan. Ibu lagi sendirian soalnya, ayah lagi ada urusan. Ayo mana anak Sholeh kok cengeng sih, ayo diam, kalian kenapa sih nak? Mas Ashraf, angkat dong,” ucap Balqis seorang diri sambil menenangkan ketiga buah hatinya. Dan juga sambil berusaha menghubungi Ashraf. Karena panggilannya tak diangkat sudah beberapa kali.Lalu Ashraf tiba-tiba masuk ke kamar dengan terburu-buru dan langsung menggendong satu per satu putranya. “ Maaf Humairah, tadi hpnya ke silent, jadi ga kedengaran waktu kamu nelfon. Maaf ya anak-anak ayah, ayah telat datengnya. Sekarang tenang ya, kasian ibu kamu pasti capek,” kata Ashraf sambil menggendong anaknya. Satu per satu dan sampai mereka semuanya tenang. Baru Ashraf taruh kembali ke ranjang tempat tidurnya.“Gak apa-apa kok M
Last Updated: 2024-02-08
Chapter: 117. Bisnis yang sekiranya menguntungkan
Balqis memberikan asi pada ketiga putranya. Dengan sangat pelan dan bergantian, putranya pun terlihat sangat menikmati. “Mas, liat anak-anak kita, dia semakin gembul ya,” ujar Balqis menunjukan salah satu putranya pada Ashraf yang sedang berkutat dengan laptopnya.“Iya Humairah, mirip kamu ya kalau gembul gini,” kata Ashraf sambil menoel-noel pipi putra-putranya. Anak pertama dipanggil Adam anak kedua dipanggil Idris dan anak ketiga dipanggil Ibrohim. Semua itu nama-nama yang diberikan oleh Ashraf. Karena memang dari jauh-jauh hari mereka mempersiapkannya. Ashraf sangat senang dengan pemberian nama itu kepada ketiga putranya. Sebab dia tak menyangka kalau akan dikarunia langsung tiga putra yang sangat menggemaskan. Sementara Balqis memang menyerahkan nama-nama untuk anaknya kepada sang suami.“Humairah, saya izin mau bertemu dengan teman saya. Mau bahas seputar bisnis, boleh?” tanya Ashraf meminta izin untuk pergi keluar.Balqis meletakkan bayinya di ranjangnya. “Iya Mas, hati-hati y
Last Updated: 2024-02-08
You May Also Like
Tuan CEO, Aku ingin Bercerai
Tuan CEO, Aku ingin Bercerai
Romansa · Bulu Tertiup Angin
1.1M views
Membalas Kesombongan Mantan
Membalas Kesombongan Mantan
Romansa · Pena_yuni
1.1M views
Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
Romansa · Finella Zakaria
1.1M views
Sentuh Aku, Pak!
Sentuh Aku, Pak!
Romansa · helloimironman
1.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status