Share

Bab 117 - Melepasmu

Penulis: Dandelion
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-12 18:17:11

Bayu terkejut dengan ucapan Katerina, tenggorokannya seperti tercekik membuat laki-laki itu sulit bernapas. Tubuhnya lemas bukan karena pelepasan, tapi karena kata-kata Katerina yang menghujam langsung ke ulu hati. Tubuhnya bahkan tak melawan ketika Katerina dengan keras mendorongnya hingga terguling ke sisi ranjang.

"Kamu sudah dengar itu kan. Aku benci kamu, Mas. Jadi percuma saja kamu membuktikan rasa sayangmu itu, aku tidak akan pernah mau bertahan dan berada satu rumah dengan orang yang ak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 164

    Bayu melangkahkan kakinya mendekati Amanda yang sepertinya tak sadar dengan kehadirannya. Selama ini ia sudah cukup diam dan tak menghukum perempuan itu yang telah menipu dan mempermainkan hidupnya, tapi kali ini rencana Amanda sungguh membuatnya muak."Saya akan kirim uang mukanya setelah ini asal kamu benar-benar menjalankan tugas dari saya dan_"Bayu merebut ponsel itu dan membantingnya ke lantai, membuat Amanda terkejut. Perempuan itu lupa bahwa ada Bayu di rumah ini, karena laki-laki itu datang saat ia sedang keluar dengan teman-temannya dan baru pulang beberapa saat lalu."Mau kamu apakan anakku, Amanda? Hah?!!!"Bayu menatap tajam ke arah Amanda, rahangnya mengeras dan wajahnya merah padam karena amarah. Amanda seketika merinding. Bertahun-tahun ia mengenal Bayu, tak pernah sekalipun melihat laki-laki itu menunjukkan amarahnya sebesar ini. Bahkan saat tahu Farel bukanlah anaknya, laki-laki itu marah tapi tak seperti sekarang.Refleks Amanda memundurkan langkahnya, namun Bayu ju

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 163

    "Bi, tolong jaga Daniel sebentar, ya. Saya ada urusan keluar. Nggak akan lama kok."Katerina berpamitan pada ART di rumah kakaknya sebelum keluar untuk menghampiri mobil Matthias yang sudah terparkir di depan gerbang. Malam ini adalah malam ia dan laki-laki itu akan makan malam bersama. Semoga saja Daniel tidak terbangun dan mencarinya agar ia tak mengacaukan makan malam itu dan membuat Matthias kecewa."Maaf ya, kamu harus menunggu sedikit lama. Tadi Daniel sempat tidak mau turun dari gendongan."Katerina berbicara seraya masuk ke dalam mobil Matthias. Tadi Daniel memang sedikit rewel dan tidak mau diturunkan ke ranjang meski mata balita itu sudah terpejam."Tidak apa-apa. Saya justru berharap kalau Daniel bisa ikut makan malam dengan kita.""Mungkin lain kali, Matt." Balasnya sambil tersenyum.Setelah itu mobil melaju membelah jalanan ibu kota yang tak pernah sepi. Matthias yang gugup karena hanya berdua dengan Katerina menjadi tak banyak berbicara dan memilih untuk memutar radio ya

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 162

    Dua laki-laki itu saling berhadapan dan sama-sama terdiam seolah sedang berpikir tentang satu sama lain. Dalam pikiran Bayu laki-laki itu pasti bukan hanya sekedar kenalan Katerina. Sedangkan bagi Matthias, laki-laki di hadapannya tak perlu diragukan lagi merupakan ayah kandung Daniel, wajahnya begitu mirip dengan balita itu. Ia juga ingat saat mereka bertemu di Mall beberapa waktu lalu. Mereka masih sama-sama diam hingga akhirnya suara Katerina terdengar dari belakang Bayu. “Hey, Matt. Sini masuk. Aku nggak nyangka kamu datang ke sini.” Sapa perempuan itu dengan bahasa yang santai.Matthias pun tersenyum lalu sedikit membungkukkan badan ke arah Bayu sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah melewati pria itu. Ia masih tak menyangka akan bertemu dengan mantan suami Katerina di sini. Sepertinya ia yang salah memilih waktu untuk berkunjung. “Kakakmu belum pulang dari honeymoon?” Tanya Matthias saat sudah duduk di sofa ruang tamu. “Belum, masih lima hari lagi katanya.” Di saat yang sama

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 161

    Daniel masih menatap ke arah Katerina. Anaknya mungkin bingung kenapa Om yang ia lihat di Mall dan di sore hari itu sekarang berdiri dan mengaku sebagai ayahnya. Kemudian akhirnya ia menunduk, menatap mata jernih milik sang anak. “Mama, kalau Om itu Papanya Niel kenapa waktu itu nggak peluk Niel? Kenapa cuma diam?” Katerina menarik napas. Ia mencoba menyusun kata-kata yang tepat untuk menjelaskan pada anaknya. Ia tak mungkin berbicara jujur bahwa sebenarnya Bayu juga baru tahu tentang keberadaan Daniel sebagai anaknya. Kini melihat kebingungan di wajah Daniel membuatnya semakin merasa bersalah. “Waktu itu kan Papa lagi kerja, sayang. Jadi nggak bisa peluk Daniel.” Setelah itu, terdengar suara serak milik Bayu yang memanggil sang anak. Bisa Katerina lihat wajah laki-laki itu yang sudah basah karena air mata. “Daniel...” Bocah yang namanya dipanggil itu pun menoleh. Tatapannya masih dipenuhi kebingungan, namun perlahan kakinya melangkah semakin dekat ke arah Bayu."Ini Papa, Nak.

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 160

    Di sebuah Cafe yang tak jauh dari rumahnya, Amanda duduk menunggu seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Elsa – saudara tiri Katerina. Perempuan itu pasti tahu tentang kabar saudara tirinya itu.Entah mengapa ia begitu penasaran dengan mantan istri Bayu, meski sebenarnya sudah tidak ada gunanya juga semua yang ia lakukan sekarang. Bayu tak mungkin lagi mau kembali padanya, tapi ia juga tak rela jika laki-laki itu kembali pada Katerina. “Sial. Kemana perempuan itu sampai tak datang-datang seperti ini?” Batinnya menggerutu karena Elsa tak datang-datang. Ia melirik jam tangannya, sudah lima belas menit berlalu dari waktu janjian mereka tapi Elsa belum terlihat batang hidungnya. Es batu dalam jus yang ia pesan bahkan sudah mulai mencair. Ia akhirnya mengambil ponsel yang ada di tasnya dan berniat menghubungi perempuan itu dan baru saja ia menekan tombol panggilan, perempuan yang ditunggunya akhirnya datang. “Lo dari mana sih? Janjian jam setengah satu, tapi ini udah mau jam satu

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 159

    Bayu tersenyum senang saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Katerina. Ia tak sabar untuk bisa bertemu dengan Daniel, dengan anaknya. Hal itu tak lepas dari perhatian Farel yang duduk di depannya. Hari ini anak itu memang memintanya untuk datang ke rumah karena sudah rindu dengan sang ayah."Papa kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Farel penasaran."Papa lagi senang, Nak." Jawab Bayu sambil menatap Farel sekilas lalu kembali fokus dengan ponselnya.Ia lalu mengetikkan balasan pada Katerina dengan cepat. "Kapan pun saya bisa untuk ketemu anak kita. Kamu jadwalkan saja waktunya, saya ready selalu."Pesan itu langsung bercentang dua menandakan perempuan itu sudah menerima pesan itu, hanya belum dibuka. Ia terus menatap berharap mantan istrinya itu cepat membalas hingga akhirnya suara Farel dan tangan kecilnya yang menyentuh tangannya mengalihkan perhatiannya dari ponsel."Papa, ayo main robot sama Farel."Bayu mengangguk, ia langsung memasukkan kembali ponselnya ke saku celana dan menurut

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status