Menjadi Pelunas Hutang Ibuku

Menjadi Pelunas Hutang Ibuku

last updateLast Updated : 2026-01-07
By:  Ember HitamUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
11Chapters
25views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Kayla tidak menyangka jika dirinya akan mengalami nasib paling sial dalam hidupnya. Ibunya, Astri, memiliki hutang begitu besar pada salah satu keluarga kaya dan tidak mampu untuk membayarnya, alhasil Kayla pun harus menjadi korban dari hutang ibunya itu karena dirinya malah dinikahkan secara paksa untuk melunasi semua hutang sang ibu. Setelah menikah nasib Kayla malah semakin buruk, dimana kedua mertuanya dan suaminya memperlakukan dirinya dengan begitu kejam. Setiap hari Kayla harus mendapat hinaan dan siksaan tanpa bisa Kayla untuk melawan. Bagaimana nasib Kayla selanjutnya, apakah dia akan bisa terap bertahan atau malah memilih untuk mengakhiri pernikahannya itu?

View More

Chapter 1

Dipaksa Menikah Oleh Sang Ibu

“Apa! Menikah?” suara melengking penuh keterkejutan keluar dari mulut seorang wanita cantik berusia 25 tahun, dengan kedua matanya terbelalak sangat lebar, “Gak. Aku gak mau menikah!” tolak Kayla yang disertai dengan gelengan kepala beberapa kali.

“Kayla, kamu harus menuruti apa kata ibumu. Kalau ibu bilang menikah ya menikah gak ada penolakan!” tegas Astri, kedua matanya menatap nyalang pada sang anak.

“Ibu gak bisa maksa aku begitu saja untuk menerima perjodohan ibu itu.”

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi Kayla yang membuat tubuh Kayla langsung tersungkur.

“Dasar anak tidak tahu diri. Apa kamu lupa jika dari bayi kamu ibu besarkan dan sekarang kamu berani menolak permintaan ibu?” bentak Astri dengan suara melengking.

Kayla meringis sambil memegangi satu pipinya. Ia berusaha berdiri dan menatap pada ibunya dengan tatapan penuh rasa kecewa. Air matanya kini sudah keluar membasahi kedua pipinya yang putih dan bersih.

“Aku ini anak ibu atau bukan sebenarnya? Dari semenjak ayah meninggal ibu selalu bersikap kasar bahkan sering memukul dan menyiksaku. Kenapa ibu selalu lakukan ini padaku bu?" tanya Kayla dengan suara lirih.

“Diam!” bentak Astri, suaranya jauh lebih keras dari sebelumnya yang membuat Kayla sampai terperajat karena kaget, “Kamu mulai berani melawan ibu. Mau ibu tampar lagi?” satu tangan Astri sudah bersiap melayang di udara.

“Bu, kenapa ibu tega sekali berbuat seperti ini padaku? Apa salahku selama ini bu? Aku tahu ibu mau menjual aku karena ibu tidak bisa membayar hutang-hutang ibu itu!” kata Kayla dengan memberanikan diri melawan ibunya itu.

Plak!

Tamparan kedua kembali mendarat di pipi Kayla yang membuat darah segar langsung keluar dari sudut bibirnya. Kayla hanya bisa tertunduk sambil menahan rasa sakit di pipinya, air matanya juga semakin deras mengalir keluar.

“Asal kamu tahu saja Kayla, ibu banyak hutang itu karena habis…,”

“Membiayai hidupku!” potong Kayla, “Itu kan yang akan ibu katakan? Aku sudah bosan mendengarnya karena setiap hari ibu selalu menyalahkan aku atas hutang ibu yang menumpuk itu. Padahal selama ini aku tidak pernah ibu belikan pakaian ataupun ibu belikan aku makanan enak. Setiap hari aku makan hanya dengan sisa makanan ibu saja bahkan aku sampai putus sekolah gara-gara siapa? Gara-gara ibu. Terus sekarang ibu masih akan menyalahkan aku? Ibu tidak sadar jika setiap hari ibu selalu berpoya-poya bahkan membeli barang-barang mewah dengan uang hasil pinjaman ibu itu?"

Astri mengepalkan kedua tangannya, “Kau… sekarang kau berani melawan ibu hah? Andai saja dulu ibu tidak menikah dengan ayahmu yang miskin itu pasti ibu tidak akan meminjam banyak uang. Lihat saja, ayahmu mati saja dia tidak menyisakan sedikit pun harta warisan kecuali rumah reyot ini.”

“Ibu jahat!” teriak Kayla seiring dengan tangisnya yang sedari tadi ia tahan kini sudah pecah.

Bukannya merasa kasihan Astri malah tertawa seolah dirinya tidak merasa bersalah atas perlakuannya yang telah menyakiti hati Kayla.

“Kamu siap-siap saja karena besok pagi ibu akan mengantarkanmu pada seseorang. Sekarang kamu masuk ke kamar dulu dan jangan menangis agar besok wajahmu tidak kusut.” Astri dengan kasar menarik tubuh Kayla lalu mendorongnya ke dalam kamar. Supaya Kayla tidak bisa kabur Astri pun mengunci pintu itu dari luar.

“Bu, buka bu!” teriak Kayla sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.

"Jarangan berisik...!" teriak Astri dari luar kamar.

“Ayah… hiks! Ayah kenapa ayah harus pergi secepat ini. Kayla tidak sanggup ayah, ibu selalu bersikap jahat setelah ayah pergi. Ayah, tolong Kayla ayah…!” lirih Kayla di sela-sela isak tangisnya.

Hidupnya seketika terasa menjadi hancur. Mungkin jika mendapat perlakuan tidak baik dari ibunya itu sudah menjadi hal biasa dan makanan sehari-hari, tetapi kini dirinya malah akan dijual dan hal tersebut membuat Kayla benar-benar merasa sangat hancur.

Semalaman Kayla hanya bisa menangis dengan posisi duduk bersandar pada pintu. Kedua lututnya ditekuk dan dijadikan sebagai sandaran kepalanya. Air matanya sudah tidak keluar lagi dan hanya mengeluarkan suara isak tangis yang terdengar begitu lemah. Mungkin karena terlalu lama menangis membuat air matanya itu habis.

Wajah cantiknya kini sudah sembab dan pucat. Bekas tamparan di pipinya masih terlihat jelas dan terkadang Kayla Sering meringis saat merasakan pipinya berdenyut dan perih.

Begitu malang nasib Kayla. Saat masih duduk di bangku sekolah SMP ayahnya meninggal karena kecelakaan. Kejadian itu seolah mengubur semua impian dan cita-cita Kayla sebab sudah tidak ada lagi pelindung dan penyemangat untuk dirinya menggapai semua impiannya.

Walau setiap hari selalu mendapatkan perlakuan kurang baik dari ibunya apalagi semenjak ayahnya meninggal. Namun hal itu tidak membuat semangat Kayla luntur, walau ibunya selalu melarang keras dia sekolah namun Kayla tetap memaksa melanjutkan sekolahnya hingga tamat SMA.

Semua biaya dan kebutuhan hidup Kayla tanggung sendiri. Setiap pulang sekolah dirinya selalu bekerja menjaga tempat warung makan sampai larut malam dan dari situlah dirinya bisa membiayai sekolahnya.

Namun setelah lulus sekolah SMA, Kayla yang awalnya hendak melanjutkan ke perguruan tinggi untuk mengejar cita-citanya. Semua harapannya dihalangi total oleh sang ibu. Sebab semua gaji Kayla bekerja di warung makan selalu habis digunakan untuk membayar hutang ibunya yang tidak pernah ada habisnya dan bahkan hingga saat ini gaji Kayla selalu digunakan untuk membayar hutang-hutang ibunya sampai dirinya merelakan cita-citanya lantaran terkendala biaya.

Pagi ini Kayla kembali mendapatkan siksaan dari ibunya. Ia yang berusaha untuk menolak malah mendapatkan ancaman yang membuat Kayla benar-benar sangat terkejut.

“Baiklah jika kamu tidak mau menuruti apa kata ibu, jangan salahkan ibu jika rumah peninggalan ayahmu satu-satunya ini akan ibu jual. Kedua kamu jangan pernah menganggap ibu adalah ibu kandungmu lagi.”

Ucapan ibunya itu sontak membuat Kayla tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan ibunya ini.

Sambil menangis Kayla hanya bisa pasrah didandani oleh ibunya. Kini ia telah menggunakan kebaya putih sederhana dan polesan make up tipis di wajahnya yang sekedar hanya untuk menutupi wajahnya yang pucat.

“Jangan menangis lagi, percuma ibu dandani kamu karena luntur lagi luntur lagi.” Omel Astri.

Kayla berusaha menghentikan tangisnya, namun semakin ia coba tangisnya itu malah semakin kencang. Terlalu sakit rasanya nasib yang harus Kayla terima sekarang ini. Andai saja ayahnya masih ada Kayla yakin hal ini tidak akan mungkin terjadi, sebab yang ia ingat ibunya tidak pernah marah jika berada di depan ayahnya.

“Ayah, Kayla pengen ikut ayah saja. Kayla tidak sanggup lagi ayah! Ibu jahat ayah, ibu tidak sayang sama Kayla.” batin Kayla.

“Ayo sayang kita berangkat sekarang.” Ajak Astri dengan bersikap lembut bahkan dia memanggil Kayla dengan sebutan spesial.

Mendengar kata sayang yang dilontarkan ibunya, entah kenapa Kayla merasa ingin muntah rasanya. Ucapan seperti itu terakhir dia dengar saat alm ayahnya masih hidup. Memang terkadang Kayla juga bingung karena ibu kandungnya ini seperti ibu tiri yang jahat dan hanya baik jika di depan ayahnya saja.

“Ayah, maafkan Kayla. Terpaksa Kayla menerima pernikahan ini karena Kayla gak mau rumah peninggalan ayah nantinya malah ibu jual.” Batin Kayla sembari tubuhnya perlahan Astri bawa berjalan keluar dari rumah.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status