LOGINKayla tidak menyangka jika dirinya akan mengalami nasib paling sial dalam hidupnya. Ibunya, Astri, memiliki hutang begitu besar pada salah satu keluarga kaya dan tidak mampu untuk membayarnya, alhasil Kayla pun harus menjadi korban dari hutang ibunya itu karena dirinya malah dinikahkan secara paksa untuk melunasi semua hutang sang ibu. Setelah menikah nasib Kayla malah semakin buruk, dimana kedua mertuanya dan suaminya memperlakukan dirinya dengan begitu kejam. Setiap hari Kayla harus mendapat hinaan dan siksaan tanpa bisa Kayla untuk melawan. Bagaimana nasib Kayla selanjutnya, apakah dia akan bisa terap bertahan atau malah memilih untuk mengakhiri pernikahannya itu?
View More“Apa! Menikah?” suara melengking penuh keterkejutan keluar dari mulut seorang wanita cantik berusia 25 tahun, dengan kedua matanya terbelalak sangat lebar, “Gak. Aku gak mau menikah!” tolak Kayla yang disertai dengan gelengan kepala beberapa kali.
“Kayla, kamu harus menuruti apa kata ibumu. Kalau ibu bilang menikah ya menikah gak ada penolakan!” tegas Astri, kedua matanya menatap nyalang pada sang anak.
“Ibu gak bisa maksa aku begitu saja untuk menerima perjodohan ibu itu.”
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi Kayla yang membuat tubuh Kayla langsung tersungkur.
“Dasar anak tidak tahu diri. Apa kamu lupa jika dari bayi kamu ibu besarkan dan sekarang kamu berani menolak permintaan ibu?” bentak Astri dengan suara melengking.
Kayla meringis sambil memegangi satu pipinya. Ia berusaha berdiri dan menatap pada ibunya dengan tatapan penuh rasa kecewa. Air matanya kini sudah keluar membasahi kedua pipinya yang putih dan bersih.
“Aku ini anak ibu atau bukan sebenarnya? Dari semenjak ayah meninggal ibu selalu bersikap kasar bahkan sering memukul dan menyiksaku. Kenapa ibu selalu lakukan ini padaku bu?" tanya Kayla dengan suara lirih.
“Diam!” bentak Astri, suaranya jauh lebih keras dari sebelumnya yang membuat Kayla sampai terperajat karena kaget, “Kamu mulai berani melawan ibu. Mau ibu tampar lagi?” satu tangan Astri sudah bersiap melayang di udara.
“Bu, kenapa ibu tega sekali berbuat seperti ini padaku? Apa salahku selama ini bu? Aku tahu ibu mau menjual aku karena ibu tidak bisa membayar hutang-hutang ibu itu!” kata Kayla dengan memberanikan diri melawan ibunya itu.
Plak!
Tamparan kedua kembali mendarat di pipi Kayla yang membuat darah segar langsung keluar dari sudut bibirnya. Kayla hanya bisa tertunduk sambil menahan rasa sakit di pipinya, air matanya juga semakin deras mengalir keluar.
“Asal kamu tahu saja Kayla, ibu banyak hutang itu karena habis…,”
“Membiayai hidupku!” potong Kayla, “Itu kan yang akan ibu katakan? Aku sudah bosan mendengarnya karena setiap hari ibu selalu menyalahkan aku atas hutang ibu yang menumpuk itu. Padahal selama ini aku tidak pernah ibu belikan pakaian ataupun ibu belikan aku makanan enak. Setiap hari aku makan hanya dengan sisa makanan ibu saja bahkan aku sampai putus sekolah gara-gara siapa? Gara-gara ibu. Terus sekarang ibu masih akan menyalahkan aku? Ibu tidak sadar jika setiap hari ibu selalu berpoya-poya bahkan membeli barang-barang mewah dengan uang hasil pinjaman ibu itu?"
Astri mengepalkan kedua tangannya, “Kau… sekarang kau berani melawan ibu hah? Andai saja dulu ibu tidak menikah dengan ayahmu yang miskin itu pasti ibu tidak akan meminjam banyak uang. Lihat saja, ayahmu mati saja dia tidak menyisakan sedikit pun harta warisan kecuali rumah reyot ini.”
“Ibu jahat!” teriak Kayla seiring dengan tangisnya yang sedari tadi ia tahan kini sudah pecah.
Bukannya merasa kasihan Astri malah tertawa seolah dirinya tidak merasa bersalah atas perlakuannya yang telah menyakiti hati Kayla.
“Kamu siap-siap saja karena besok pagi ibu akan mengantarkanmu pada seseorang. Sekarang kamu masuk ke kamar dulu dan jangan menangis agar besok wajahmu tidak kusut.” Astri dengan kasar menarik tubuh Kayla lalu mendorongnya ke dalam kamar. Supaya Kayla tidak bisa kabur Astri pun mengunci pintu itu dari luar.
“Bu, buka bu!” teriak Kayla sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.
"Jarangan berisik...!" teriak Astri dari luar kamar.
“Ayah… hiks! Ayah kenapa ayah harus pergi secepat ini. Kayla tidak sanggup ayah, ibu selalu bersikap jahat setelah ayah pergi. Ayah, tolong Kayla ayah…!” lirih Kayla di sela-sela isak tangisnya.
Hidupnya seketika terasa menjadi hancur. Mungkin jika mendapat perlakuan tidak baik dari ibunya itu sudah menjadi hal biasa dan makanan sehari-hari, tetapi kini dirinya malah akan dijual dan hal tersebut membuat Kayla benar-benar merasa sangat hancur.
Semalaman Kayla hanya bisa menangis dengan posisi duduk bersandar pada pintu. Kedua lututnya ditekuk dan dijadikan sebagai sandaran kepalanya. Air matanya sudah tidak keluar lagi dan hanya mengeluarkan suara isak tangis yang terdengar begitu lemah. Mungkin karena terlalu lama menangis membuat air matanya itu habis.
Wajah cantiknya kini sudah sembab dan pucat. Bekas tamparan di pipinya masih terlihat jelas dan terkadang Kayla Sering meringis saat merasakan pipinya berdenyut dan perih.
Begitu malang nasib Kayla. Saat masih duduk di bangku sekolah SMP ayahnya meninggal karena kecelakaan. Kejadian itu seolah mengubur semua impian dan cita-cita Kayla sebab sudah tidak ada lagi pelindung dan penyemangat untuk dirinya menggapai semua impiannya.
Walau setiap hari selalu mendapatkan perlakuan kurang baik dari ibunya apalagi semenjak ayahnya meninggal. Namun hal itu tidak membuat semangat Kayla luntur, walau ibunya selalu melarang keras dia sekolah namun Kayla tetap memaksa melanjutkan sekolahnya hingga tamat SMA.
Semua biaya dan kebutuhan hidup Kayla tanggung sendiri. Setiap pulang sekolah dirinya selalu bekerja menjaga tempat warung makan sampai larut malam dan dari situlah dirinya bisa membiayai sekolahnya.
Namun setelah lulus sekolah SMA, Kayla yang awalnya hendak melanjutkan ke perguruan tinggi untuk mengejar cita-citanya. Semua harapannya dihalangi total oleh sang ibu. Sebab semua gaji Kayla bekerja di warung makan selalu habis digunakan untuk membayar hutang ibunya yang tidak pernah ada habisnya dan bahkan hingga saat ini gaji Kayla selalu digunakan untuk membayar hutang-hutang ibunya sampai dirinya merelakan cita-citanya lantaran terkendala biaya.
Pagi ini Kayla kembali mendapatkan siksaan dari ibunya. Ia yang berusaha untuk menolak malah mendapatkan ancaman yang membuat Kayla benar-benar sangat terkejut.
“Baiklah jika kamu tidak mau menuruti apa kata ibu, jangan salahkan ibu jika rumah peninggalan ayahmu satu-satunya ini akan ibu jual. Kedua kamu jangan pernah menganggap ibu adalah ibu kandungmu lagi.”
Ucapan ibunya itu sontak membuat Kayla tidak memiliki pilihan lain selain menuruti keinginan ibunya ini.
Sambil menangis Kayla hanya bisa pasrah didandani oleh ibunya. Kini ia telah menggunakan kebaya putih sederhana dan polesan make up tipis di wajahnya yang sekedar hanya untuk menutupi wajahnya yang pucat.
“Jangan menangis lagi, percuma ibu dandani kamu karena luntur lagi luntur lagi.” Omel Astri.
Kayla berusaha menghentikan tangisnya, namun semakin ia coba tangisnya itu malah semakin kencang. Terlalu sakit rasanya nasib yang harus Kayla terima sekarang ini. Andai saja ayahnya masih ada Kayla yakin hal ini tidak akan mungkin terjadi, sebab yang ia ingat ibunya tidak pernah marah jika berada di depan ayahnya.
“Ayah, Kayla pengen ikut ayah saja. Kayla tidak sanggup lagi ayah! Ibu jahat ayah, ibu tidak sayang sama Kayla.” batin Kayla.
“Ayo sayang kita berangkat sekarang.” Ajak Astri dengan bersikap lembut bahkan dia memanggil Kayla dengan sebutan spesial.
Mendengar kata sayang yang dilontarkan ibunya, entah kenapa Kayla merasa ingin muntah rasanya. Ucapan seperti itu terakhir dia dengar saat alm ayahnya masih hidup. Memang terkadang Kayla juga bingung karena ibu kandungnya ini seperti ibu tiri yang jahat dan hanya baik jika di depan ayahnya saja.
“Ayah, maafkan Kayla. Terpaksa Kayla menerima pernikahan ini karena Kayla gak mau rumah peninggalan ayah nantinya malah ibu jual.” Batin Kayla sembari tubuhnya perlahan Astri bawa berjalan keluar dari rumah.
“Bagus! Darimana saja kamu keluyuran sampai lupa pulang, sudah berasa jadi nyonya sekarang?”Baru juga Kayla tiba di rumah ia langsung disambut omelan dari mami mertuanya.“Aku tidak berasa jadi nyonya mam, aku juga keluar hanya sebentar ketemu temanku aja kok.” Jawab Kayla, mencoba menjelaskan.Tamara memutar matanya dengan malas, “Alasan, bilang aja kamu itu ingin jalan-jalan sambil memamerkan jika kamu adalah menantu saya pada semua orang diluar sana biar mereka pada tahu dan menganggap jika kamu itu orang hebat, iya kan?”“Aku tidak begitu mam. Jangankan memamerkan pada semua orang, temanku sendiri saja tidak aku beritahu.”“Baguslah, memang kamu itu tidak cocok menjadi menantu saya. Kamu hanya beruntung saja karena ibumu memiliki hutang hingga kamu bisa menikah dan tinggal di rumah saya ini. Orang miskin sepertimu itu tidak akan pernah bisa menjadi menantu saya untuk selamanya, ingat itu.”Kayla hanya menanggapinya dengan tersenyum. Sambil melangkah pergi menuju kamarnya Kayla me
“Kayla bagaimana kabar kamu? Sudah lama sekali kita gak pernah ketemu,” tanya wanita bernama Serlin sambil memeluk Kayla dengan begitu erat.“Kabar aku baik, kabar kamu sendiri gimana? Iya yah, terakhir kita ketemu itu saat lulus sekolah aja.” Balas Kayla.Wanita bernama Serlin itu tersenyum dan langsung mengajak Kayla untuk duduk. Kini mereka berdua sedang berada di sebuah taman, duduk di kursi besi yang ukurannya pas saja untuk mereka berdua tempati.“Kayla, aku kangen banget tau selama ini sama kamu. Di seberang aku selalu mencoba mencari cara untuk mendapatkan nomor kamu tapi susah karena semua teman-teman sekolah kita katanya gak ada satupun yang mempunyai nomor kamu.”Kayla terkekeh mendengar pengakuan Serlin. Memang sudah setahun ke belakang dirinya mengganti ponsel beserta nomornya sehingga wajar saja teman-teman sekolahnya tidak ada satupun yang memiliki nomornya.“Tapi kemarin kamu bisa menghubungiku itu dapat nomornya dari mana?” tanya Kayla yang teringat jika kemarin ada n
Pagi ini Kayla seperti biasa membantu bi Inah menyiapkan sarapan, dan setelah itu dirinya pergi menuju kamar Alex untuk membangunkannya.Tok! Tok! Tok!Beberapa kali Kayla mengetuk pintu kamar itu, “Mas, bangun. Sarapan dulu.”Tidak berselang lama pintu kamar pun terbuka. Alex menatap Kayla tajam lantaran merasa kesal tidurnya harus terganggu. Sedangkan Kayla yang ditatap seperti itu langsung menundukan kepala.“Mas, sarapan dulu. Mami dan ayah juga sudah menunggu di meja makan!”Tanpa mengucapkan sepatah katapun Alex langsung menutup pintu kamarnya dengan lumayan kencang.Brak!Kayla sampai dibuat tercekat dan langsung mengelus-elus dadanya yang kini sudah berdebar beberapa kali lipat, “Apa aku salah?” ucapnya pada dirinya sendiri.Baru saja berbalik badan untuk melangkah pergi, kedua telinganya samar-samar Kayla mendengar suara rincik air. Kayla langsung menebak jika suaminya pasti kini sedang mandi.“Seharusnya sebagai istri aku harus menyiapkan semua keperluan suamiku. Apa sekaran
Astri yang sedang duduk santai sambil menikmati mie instan di ruang tengah rumah sederhana peninggalan alm suaminya, dikejutkan dengan kedatangan Kayla kesana.Kedua mata Astri seketika melotot hingga mie yang sedang dikunyah di dalam mulutnya itu kembali ia muntahkan, “Kayla, apa-apaan kamu. Kenapa kamu datang kesini?” Astri langsung berdiri dari duduknya.Sambil menahan tangisnya Kayla berjalan mendekat dan bersimpuh di hadapan ibunya, “Bu, aku gak mau menikah dengan keluarga itu, mereka itu pada jahat bu, mereka selalu menghina dan merendahkan aku!” kata Kayla dengan suara lirih penuh permohonan.Mendengar itu Astri bukannya merasa iba dia malah menjambak rambut Kayla dengan kuat, hingga membuat si empunya langsung mengerang kesakitan.“Bangun.” Bentak Astri, seraya menarik rambut Kayla agar mau berdiri.“Bu, sakit bu…” air mata yang sedari tadi ia tahan kini tumpah juga. Niat hati pulang ke rumah agar bisa mendapatkan tempat aman, tapi nyatanya malah sama saja.“Kurang ajar. Kamu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.