LOGINBerasal dari keluarga petani desa dan tidak memiliki jabatan CEO dan pewaris tunggal membuat Anala kerap dihina oleh keluarga sang suami. Kehadiran Anala dianggap sebagai benalu yang hanya menumpang hidup kepada Aksara terutama di mata ibu dan adik lelaki itu. Hingga akhirnya sebuah rencana busuk dari persekongkolan musuh Aksara membuat salah satu lini bisnisnya goyah. Di saat tersebut, Anala yang selalu disebut sebagai wanita tidak berguna ternyata malah menjadi penyelamat dan membantu Aksara menemukan jalan keluar.
View MoreAnala melihat ke arah Aksara yang baru saja keluar dari kamar mandi. Suaminya itu sudah berganti pakaian dengan mengenakan piyama. Aksara mengambil tempat di samping Anala-duduk bersandar di atas tempat mereka.Anala mematikan tablet yang ada di pangkuannya dan meletakkannya di atas nakas. Perempuan itu beringsut mendekat ke arah Aksara. Menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami. Memejamkan mata dan menikmati ketenangan itu.Aksara membalas hal tersebut dengan membawa Anala ke dalam pelukannya. Keduanya sama-sama diam. Hanya menikmati kebersamaan itu.“Gimana hari ini di kantor, Mas?” Anala membuka obrolan.“Baik,” jawab Aksara lembut.“Apakah kamu bahagia?” tanya Aksara lembut kepada Anala.“Tentu, Mas. Ada kamu, ayah, dan ibu juga di sini,” Anala tersenyum lembut menatap ke arah Aksara.“Maaf keluargaku belum bisa menerimamu dengan baik,” ujar Aksara sendu.“Tidak perlu membahas itu, Mas Aksa. Kamu selalu baik dengan aku saja sudah cukup,” Anala mengeratkan pelukannya kepada Aks
Bab 7Anala berjalan menyusuri tangga menuju lantai satu masih dengan balutan piyama tidurnya. Ia melangkah terburu-buru karena bangun kesiangan. Ini karena sang suami perlakuan Aksara yang tidak membiarkannya tidur nyenyak semalam.Wanita itu melangkah menuju ruang makan. Di sana sudah ada Aksara dan Shiren yang tengah menikmati sarapan mereka.“Maaf aku kesiangan,” Anala merasa tidak enak.“Sarapan, Anala,” ajak Aksara.Anala mengangguk dan menarik kursi yang ada di samping suaminya. Aksara dengan mengambil selembar roti dan mengoleskan selai stroberi di atasnya. Lelaki itu meletakkan roti tersebut di atas piring di depan Anala.“Terima kasih, Mas,” Anala tersenyum manis kepada Aksara.“Dasar tidak tahu diri. Sudah hidup menumpang. Malah seenaknya sendiri,” cibir Shiren sembari menguyah makanan yang ada di hadapannya.“Harusnya kamu itu siapkan sarapan untuk kami. Aku dan Kak Aksara itu mau pergi ke kantor. Kamu malah enak-enakan tidur,” kali ini Shiren langsung menujukan omongan ka
“Ada tamu yang datang, Nona,” ucap asisten rumah tangga menghampiri Anala yang sedang sibuk dengan laptopnya di ruang tengah. “Siapa, Bi?” tanya Anala penasaran. “Katanya orang interior gitu, Nona. Saya kurang ngerti,” ucap sang asisten rumah tangga sambil tersenyum menampilkan deretan giginya. Anala menggelengkan kepala dan terkekeh mendengar perkataan asisten rumah tangganya itu. Ia segera bangkit dan berjalan menuju ke ruang tamu, menemui orang yang dimaksud oleh asisten rumah tangganya itu. “Selamat siang, Bu Anala, ya?” sapa seorang pria berkemeja salur merah yang sedang berdiri di ruang tamu. “Iya, saya Anala. Panggil nama aja, Kak,” Anala tersenyum ramah. Ia memperhatikan laki-laki yang menyapanya itu. Lalu, beralih pada satu pria lagi yang ada di sampingnya. Anala merasa mengenal lelaki tersebut. Tatapan mereka berdua bertemu, tetapi saling diam. “Silahkan duduk,” Anala mempersilahkan kedua orang itu duduk di sofa ruang tamunya. Setelah itu, perempuan dengan jumpsuit ko
“Dasar wanita tidak berguna, sukanya cari muka di depan Kak Aksara,” Shiren geram melihat Anala yang ada di depannya.Shiren menampar pipi Anala sekali lagi. Anala menunduk memegang pipinya yang terasa panas.“Kalau bukan karena belas kasihan Kak Aksa, kamu pasti tidak bisa masuk ke keluarga kita,” Shiren menunjuk wajah Anala.“Sampai kapan kamu akan seperti ini, Shiren?” tanya Anala tenang.“Sampai kamu menyerah dan meninggalkan Kak Aksa. Dasar kalangan rendahan,” setelah mengucapkan itu, Shiren langsung pergi.Kini tinggal Anala sendirian yang ada di dalam kamar mandi tersebut. Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Kedua pipinya memerah akibat tamparan keras Shiren. Wanita itu terpaksa memakai masker karena berusaha menutupi bekas tamparan tersebut.Sesampainya di rumah, Anala langsung meminta kompres air kepada asisten rumah tangganya.“Astaga, apa yang terjadi, Nona?” tanya asisten rumah tangga Anala.“Tidak apa, Bi. Tolong jangan bilang ke Mas Aksa ya,” pinta Anala.“Iya, Non. S












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.