Share

26. Pesan Rahasia

Author: NoeraAmeera
last update publish date: 2026-07-13 19:00:20

"Ambilkan kertas itu sekarang juga," perintah Salsabila dengan suara berbisik yang sarat akan ketegasan murni.

Jemarinya mencengkeram lengan kursi roda hingga kuku-kukunya memutih karena luapan rasa penasaran yang mendalam.

"Aku merasakan kejanggalan besar sejak kita melewati pilar koridor paviliun tadi."

"Ini, Nona. Silahkan. Apa yang akan kau lakukan dengan ini?" Pelayan senior penasaran.

Pelayan senior melangkah cepat lalu menga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris   78. Dengan Senang Hati, Istriku!

    "Sir Rangga? Bukankah dia sudah mati dalam perang. Apa Lady Eliza memalsukan kematiannya demi rencana busuknya hari ini," Salsabila bingung melihat sosok panglima perang klan Chrysan yang berdiri gagah lengkap dengan baju perang dan senjata mematikannya. Ia terlihat awet muda."Bakar mereka semua sampai tak tersisa satu pun dari keturunan pemicu perang ini!" jerit Panglima Chrysan seraya memegang pangkal tangannya yang putus. "Klan Svarga harus musnah bersama klan Alexandrite. Klan Chrysan harus berjaya lagi seperti dulu, memimpin semua klan," lanjutnya penuh percaya diri.BLAZ! Puluhan prajurit bayangan melompat menembus asap hitam, mengayunkan pedang-pedang beracun ke arah barisan empat ksatria yang bertahan. BYUR!Semburan sihir kegelapan meledak berturut-turut, memancarkan bau sangit Mawar Hitam yang menyengat hidung hingga membuat napas terasa sesak. "Waspada! Tetap dalam formasimu, Lazarus. Jangan biarkan sisi kirimu ter

  • Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris   77. Kembali Demi Suamiku

    "Kau pikir garis tipis ini sanggup menghentikan langkahku untuk merebut kembali wanita yang kau telantarkan, Rafael?!" raung Lazarus seraya melangkahi garis goresan di atas tanah. Pangeran kedua itu menerjang maju tanpa memedulikan ancaman sihir Alexandrite, mengarahkan belati emasnya tepat ke arah dada sang kakak. Rasa cemburu dan amarah yang terendam sekian lama meledak hebat, menghancurkan sisa-sisa rasionalitas di dalam kepalanya. BUGH! Rafael bergeser kilat menangkis serangan tersebut, menghantamkan siku tangannya ke rahang Lazarus hingga adiknya itu terhuyung mundur. "Sadar diri, Lazarus, kau sendiri yang membuangnya demi kepalsuan Safira!" bentak Rafael seraya menyapukan pedang apinya untuk mengunci gerakan Lazarus. SREK! Pangeran pertama Svarga itu berdiri tegak dengan aura keunguan yang kian membara, membentengi jalur menuju gerbang istana dari kejaran siapa pun. Bentrokan fisik dan emosi antar-saudara kandung itu kembali meletus di tengah reruntuhan halaman yang mu

  • Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris   76. Surat yang Merobek Hati

    "Jangan pernah bermimpi untuk melangkah pergi sebelum kau menandatangani surat pembatalan pernikahan ini, Salsabila!" gertak Lord Svarga seraya melempar gulungan perkamen emas ke atas meja batu yang retak. Pemimpin klan Svarga itu berdiri angkuh di tengah reruntuhan halaman istana, menatap dingin ke arah menantunya yang masih menggenggam belati Alexandrite.Pengorbanan sang tabib wanita malam ini seolah tak berbekas di mata pria paruh baya yang hanya mementingkan kemurnian kehormatan garis keturunannya. "Ayah! Hentikan kegilaan ini sekarang juga!" bentak Rafael seraya pasang badan memblokir pandangan ayahnya. Pangeran pertama Svarga itu mengepalkan tangannya hingga memutih, menyelimuti tubuhnya dengan aura sihir keunguan yang kembali membumbung tinggi. Ia tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan ayah kandungnya sendiri, memaksa Salsabila mengakhiri hubungan pernikahan sah yang telah mereka bina.Salsabila menatap perkamen emas itu denga

  • Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris   75. Pusaka Inti

    "Serahkan pusaka inti klan Alexandrite itu padaku atau klan Svarga dan klan Alexandrite yang tersisa akan musnah bersama racun ini!" raung Lady Eliza seraya mengalirkan petir hitam dari jarinya. Semburan energi terlarang menghantam barisan pertahanan depan, meremukkan lantai marmer hingga berkeping-keping. "Tidak semudah itu, ular betina licik! Langkahi dulu mayatku!" teriak Lord Rafael. BLAZ! Rafael melompat kilat memotong serangan tersebut, memutar pedang apinya demi menangkis kilatan sihir hitam yang menyambar dada istrinya. BLEDAR! Benturan sihir tingkat tinggi melontarkan gelombang kejut yang merubuhkan pilar-pilar batu di sekitar mereka. BRUK! Salsabila mengencangkan genggaman pada belati Alexandrite, memancarkan pendar cahaya merah penyembuh untuk melapisi zirah pelindung Rafael dan Lazarus. "Sialan! Ular betina itu kuat juga untuk ukuran nenek keriput," gumam Lord Michael.

  • Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris   74. Pasukan Mayat Hidup

    "Serahkan kakak iparku kembali kepada klan Svarga atau tempat ini akan menjadi kuburan massal bagi kalian semua!" gertak Lord Michael Svarga seraya mengacungkan tombak peraknya ke arah para pemberontak. Pria muda tampan seumuran Salsabila itu berdiri memimpin barisan pasukan rahasia klan Svarga di tengah puing-puing reruntuhan menara istana yang membara. Pandangan matanya membakar amarah tatkala menyaksikan saudari iparnya bersimbah darah demi menyelamatkan pangeran klan Svarga yang dianggapnya sebagai pembohong "Michael? Bagaimana mungkin kau masih hidup dan berada di tempat ini?!" pekik Salsabila dengan suara bergetar tak percaya. Gadis berhati tulus itu terhenyak kaku, menatap sosok sepupu pangeran Svarga yang selama enam bulan ini diyakininya telah tewas dalam pembantaian klan saat menyelamatkannya dari penyergapan beberapa bulan lalu, saat sekelompok orang asing menyusup masuk ke mansion Svarga sebelum hari pernikahan mereka tiba. Salsabi

  • Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris   73. Dia, Suamiku!

    "Bunuh mereka semua! Jangan sakiti klan Chrysan," teriak salah satu penyusup bertopeng."Astaga, sayang. Mereka siapa? Kenapa bisa lolos dari penjaga yang bertugas di luar." Lady Florist berlindung dibalik tubuh suaminya."Kita pergi dari sini, istriku. Biar Lazarus dan prajurit yang mengurus mereka. Pengawal, jaga dan lindungi ibu suri!" perintah Lord Svarga."Kematianmu malam ini akan menjadi hadiah terindah bagi pimpinan kami, Pangeran Terbuang!" jerit penyihir berjubah hitam seraya menghentakkan tongkatnya yang retak."Aauung!" lolongan serigala bersahut-sahutan. Puluhan serigala bayangan bermata merah melompat keluar dari lantai marmer yang pecah, meraung kelaparan seraya meneteskan liur beracun ke arah mereka."Mereka menggunakan sihir terlarang. Semua serigala itu datang dari neraka bawah tanah," jerit Salsabila.Aura kegelapan yang mengepul pekat seketika memotong aliran udara di koridor, membuat sudut-sudut din

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status