登入Dulu, Nayara begitu mencintai Caiden, siswa populer yang membuatnya bahkan rela menjadi bahan bully di sekolah. Namun, sejak perceraian orang tuanya dan kebangkrutan keluarga, hidup Nayara berubah dalam semalam. Putri manja yang ceria tumbuh menjadi wanita bijak yang berusaha bertahan hidup. Kemudian, ibunya datang kembali membawa kabar pernikahan dengan seorang tuan konglomerat yang memiliki seorang putra pewaris. Dan lelaki yang akan menjadi kakak tirinya itu adalah ... Caiden, pria idamannya di masa lalu! Nayara berjanji ia tidak akan mengganggunya lagi, tapi setiap kali menghindar darinya, sorot mata tajam Caiden berubah posesif. "Dulu kamu sendiri yang mengejar-ngejarku. Sekarang, status kita berubah jadi saudara tiri, kamu pikir kamu bisa bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa di antara kita?"
查看更多Hari ini berakhir sangat melelahkan, pekerjaan yang melelahkan sekaligus hati yang terus terpusat pada sesuatu yang seharusnya tak Nayara pikirkan. Beruntungnya hari buruk tersebut berhasil dilewati oleh Nayara dengan susah payah. Kini, malam telah datang akan tetapi naasnya , rasa kantuk tidak kunjung menyerangnya. Dia merasa gelisah, padahal tubuhnya sudah amat lelah. Ia duduk di tepi ranjang dengan handuk masih melilit rambutnya yang basah. Tangan kanannya ia rendam di dalam baskom berisi air hangat yang ia minta dari dapur. Kulit di sela-sela jarinya merekah, memerah, dan perih karena tersiram oleh air panas. Ia menatap tangannya sendiri dengan tatapan kosong. Seharusnya rasa perih itu menyakitkan. Namun entah mengapa, rasa perih di hatinya jauh lebih menyiksa malam ini. Pikiran tentang air jahe yang dibuang beberapa hari yang lalu kembali datang. Tentang bagaimana dulu di masa sekolah Caiden juga selalu membuang bekal buatan Nayara ke tempat sampah di depan matanya
Tiba di mansion Ashford. Nayara cepat melepaskan seat belt menyusul Caiden yang sudah lebih dulu keluar dari mobil tanpa mengucapkan satu kata pun. Cepat saja Nayara berjalan di belakang tubuh Caiden. Meski langkah Caiden amat lebar, langkah kecil Nayara tetap berusaha menyeimbangi meski harus sambil setengah berlari. “Masuk kamarmu, lalu bersihkan tubuhmu!” perintah Caiden tanpa nada setelah mereka sudah masuk ke dalam mansion. Setelah sekian lama, Nayara kembali merasakan kehangatan, merasakan bagaimana ada seseorang yang memperdulikannya.Ya, walau Nayara tahu jika apa yang dilakukan Caiden saat ini masih dalam bentuk tanggung jawab atas pesan yang dikatakan oleh Arthur. Tak mengapa.Ini lebih dari cukup bagi Nayara. “Ada apa? Kau tidak mendengar apa yang ku katakan barusan?” tegur Caiden dengan nada rendah. Saat dia melihat Naraya yang masih berdiri di belakangnya tanpa beranjak sedikit saja. Nayara mengangkat wajah, memperlihatkan rambut basah yang terlihat acak bak seekor
“Bodoh!” tekan Caiden memaki lewat suara rendahnya, “Apa kau berniat tidur di sini?”Pelupuk mata Nayara berkedip-kedip saat menatap Caiden yang berdiri menjulang tinggi di depannya.“K-kamu … kenapa bisa ada disini?” tanya Nayara kebingungan, bibirnya menggigil sebab terlalu lama berada di luar ruangan dimana hujan terus mengguyur deras. Pertanyaan yang terdengar bodoh untuk diucapkan. “Menurutmu?” Caiden menaikkan satu alisnya intimidatif. Lihatlah! Betapa dingin serta datar sorot mata Caiden seolah ingin menelan mentah-mentah dirinya. Pasti pria itu merasa sangat direpotkan karena ia tidak kunjung kembali ke kediaman Ashford. Menyadarinya, Nayara segera beranjak dari duduk. Naasnya tubuhnya tak seimbang sebab terlalu lama duduk di bawah berselimut udara dingin. Ia segera jatuh jika saja Caiden tidak segera menangkap pinggangnya. Mereka berdua saling bersitatap sepersekian detik. Membiarkan wajah tampan serta rahang Caiden yang mengetat keras karena marah terlihat jelas di pupi
Langit jingga redup gelap. Gerimis datang melanda kota membasahi jalanan kota yang dilalui kendaraan empat. Nayara yang baru pulang kerja, berlari menerobos air hujan menuju halte bus.Hari ini Nayara pulang lebih terlambat dari hari sebelumnya. Senior yang tidak suka terhadapnya sejak awal dia datang, selalu memiliki cara untuk mempersulitnya.“Hari ini, kau tidak boleh pulang lebih awal.”Nayara menatap wanita itu tak mengerti, “Alasannya apa?”“Kau berani membantah!”“Sesuai dengan prosedur kerja. Kamu tidak bisa memberikan jam tambahan kepada saya tanpa alasan yang jelas,” papar Nayara, memberikan protes lewat suara yang masih terdengar lembut. Nayara mendengar satu fakta di tempatnya bekerja. Bahwa wanita yang selalu bersikap semena-mena padanya memiliki hubungan tak biasa dengan pihak manager. Karena itu, wajar saja jika wanita tersebut memiliki sikap yang pongah. Wanita itu mendengus semakin tidak suka, “Lihatlah tumpukan piring di atas wastafel. Kau harus membersihkannya le


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.