OBSESI KAKAK TIRI

OBSESI KAKAK TIRI

last updateLast Updated : 2026-09-16
By:  Arga_ReUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
11views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dulu, Nayara begitu mencintai Caiden, siswa populer yang membuatnya bahkan rela menjadi bahan bully di sekolah. Namun, sejak perceraian orang tuanya dan kebangkrutan keluarga, hidup Nayara berubah dalam semalam. Putri manja yang ceria tumbuh menjadi wanita bijak yang berusaha bertahan hidup. Kemudian, ibunya datang kembali membawa kabar pernikahan dengan seorang tuan konglomerat yang memiliki seorang putra pewaris. Dan lelaki yang akan menjadi kakak tirinya itu adalah ... Caiden, pria idamannya di masa lalu! Nayara berjanji ia tidak akan mengganggunya lagi, tapi setiap kali menghindar darinya, sorot mata tajam Caiden berubah posesif. "Dulu kamu sendiri yang mengejar-ngejarku. Sekarang, status kita berubah jadi saudara tiri, kamu pikir kamu bisa bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa di antara kita?"

View More

Chapter 1

Bab 1

“Mama akan menikah lagi. Tiga hari nanti, akan ada yang menjemputmu, kau bisa ikut mama ke kota.”

Satu baris kalimat itu didengar oleh Nayara tiga hari yang lalu. Kini, dia sedang duduk di dalam kamar yang memiliki luas tak seberapa, merenung dengan tatapan penuh kesedihan yang jatuh pada tas yang terisi pakaian di sampingnya. 

Nayara tidak tahu harus bagaimana ia merespons perihal pernikahan mamanya yang terjadi untuk kedua kali. 

Kehidupannya sejak kecil penuh rasa kesepian. Semasa ia masih kecil, ia banyak menyaksikan orang tuanya sering bertengkar tanpa peduli keberadaan anak mereka di sekitar. Saat Nayara remaja, mereka memilih bercerai.

Rumah tangga orang tua Nayara memang tidak bahagia sebab mereka tidak saling cinta satu sama lain. Keduanya menikah karena perjodohan yang dipaksakan orang tua masing-masing dengan alasan kesepakatan bisnis. 

Saat kedua orang tuanya berpisah, Nayara pun terpaksa hidup sendirian. Ayahnya pergi dan menikah lagi. Sedangkan Nayara jatuh ke hak asuh ibunya, tapi sering ditinggal pergi keluar kota dengan alasan bekerja. 

Tapi, jangankan berkunjung pulang. Celine, mama Nayara, bahkan jarang sekali mengirim pesan. 

Nayara sudah bersiap dengan kemungkinan buruk jika ia akan tetap hidup sendirian tanpa kedua orang tuanya. Tapi, tiba-tiba pesan dari Celina datang memberi kabar bahwa ia sudah menikah. 

Melihatnya membuat Nayara tercenung. Lagi pula, pernikahan apa lagi yang diharapkan oleh Celine setelah kegagalan yang terjadi?

Pernikahan isinya hanya perbedaan pendapat dan juga saling menyalahkan karena keegoisan mereka masing-masing. 

Orang bilang, rumah adalah tempat singgah paling nyaman. Bagi Nayara, rumah adalah meja perjudian. Jika beruntung, Nayara akan disayang. Jika tidak, ia akan menjadi pelampiasan amarah, bahkan dibuang bak benda tak berharga. 

Tok. Tok. Tok. 

Pintu yang diketuk dari luar membuyarkan lamunan Nayara. Tidak memerlukan waktu lama bagi Nayara untuk melangkah menuju area depan. 

Sejak orang tua bercerai, Nayara tinggal di sebuah rumah sewa yang ia tempati bersama Celine saat ibunya belum memutuskan pergi meninggalkannya. 

Ia membuka pintu, melihat seorang wanita seusia Ibunya sedang berdiri di depan rumah sewa dengan mengenakan blazer rapi. Senyum di bibirnya terlihat jelas penuh formalitas serta keramahan.

“Nona Nayara?”

Nayara hanya mengangguk, masih bingung harus merespons seperti apa saat melihat utusan yang dikirim oleh Celine datang menjemput. 

Melihat tatapan bingung Nayara, wanita tersebut memilih memperkenalkan dirinya lebih dulu, “Ah, perkenalan, saya Stevie, selaku asisten Tuan Arthur. Saya diminta menjemputmu atas perintah dari Nyonya Celine. Mari, Nona, saya akan mengantarkan kamu ke kediaman Ashford.”

“Oh, iya, aku akan mengambil tasku lebih dulu,” jawab Nayara.

Stevie mengangguk dan mempersilahkan. Saat tas milik Nayara sudah masuk ke dalam bagasi, persis saat itu juga mobil mereka membawa Nayara membelah jalanan. 

Awalnya, mereka banyak diam. Nayara memilih membuang pandangan keluar kaca mobil, sedangkan Stevie setia duduk di kursi depan samping sopir. Tiba di jalanan perkotaan, Stevie memilih membuka obrolan. 

“Kamu tahu brand Calvindee?”

Nayara menarik perhatian yang semula tertuju pada gedung-gedung mewah yang dilewati kini berganti menatap ke arah Stevie.

Sebenarnya, hati Nayara bergetar saat melihat pemandangan yang tak asing untuknya. Kota yang sudah lama ditinggalkan oleh Nayara sejak kedua orang tuanya pisah dan ia ikut pindah mengikuti ibunya. Kini, ia kembali lagi. 

“Calvindee? Aku  … seperti pernah mendengar,” balas Nayara lirih. 

“Ya, tentu saja, seharusnya kamu tahu brand Calvindee. Brand tersebut menduduki peringkat pertama serta paling tersohor di dunia ini. Target pasarnya juga tidak main-main, hanya untuk orang-orang kalangan atas. Keluarga barumu adalah pemilik sah brand tersebut.”

Dahi Nayara mengernyit. Ia sempat termenung singkat, berpikir bahwa Celina hanya menikah dengan orang kaya biasa. Tapi, ternyata setelah ini, ia mungkin akan masuk ke dalam keluarga kaya level konglomerat. 

“Oh, pantas saja brand itu tidak asing,” kata Nayara menjawab singkat, hanya karena ia ingin mengapresiasi antusiasme Stevie. 

“Lihat juga salah satu gedung di sana! Hotel terbesar yang berada di sana!” tunjuk Stevie, nada suaranya masih terdengar antusias, tak berubah sama sekali.

Nayara mengikuti jari telunjuk Stevie. 

“Gedung tersebut adalah salah satu bisnis milik keluarga barumu.”

Lagi dan lagi, Nayara hanya menghela napas lirih. Ia jadi merasa terbebani dengan status kemewahan yang dikatakan oleh wanita setengah baya di depannya. 

“Kamu mau tanya tentang sesuatu?”

Nayara mengangguk samar, “Kenapa bukan Mama yang jemput aku langsung?”

“Nyonya Celine menunggu di kediaman Ashford. Beliau sebenarnya ingin ikut, tetapi saat ini mereka masih memiliki agenda perayaan pernikahan dan menyambut sejumlah tamu yang berkunjung,” ujar Stevie menjelaskan. 

Mendengar itu, Nayara pun terdiam. Ia tidak sepenuhnya percaya pada alasan itu. Ia mengenal tabiat mamanya.

Wanita itu pasti memang sibuk dengan pernikahannya yang baru itu, yang dijalani bahkan tanpa mengundang anaknya sendiri. Tentunya ia tidak mau repot-repot menjemput Nayara sendiri.

Tapi tak apa, pikir Nayara. Lagipula, jika sampai Celine yang menjemput secara langsung, maka dengan kekesalan Nayara, mereka pasti akan bertengkar lebih dulu. 

Tak berselang lama, Nayara tiba juga di kediaman barunya. Pandangan Nayara langsung mengitari sekeliling, menatap taman dengan air mancur yang terhiasi di tengah.

Kediaman ini berkali lipat lebih besar dari rumah di perumahan elit tempat tinggalnya dulu. Ia bisa melihat perbedaan dari luas halaman dan juga pilar-pilar yang menjulang tinggi. 

Beberapa penjaga dan juga pelayan berbaris rapi di sana, menunjukkan betapa terisolasi kediaman ini. Akan tetapi, di antara para pelayan dan penjaga yang berbaris menyambut, Nayara tidak kunjung melihat Celine. 

Tatapan Nayara berubah lesu. Memang apa yang bisa diharapkan Nayara dari Celine? Setelah lama Celine meninggalkan Nayara hidup sendirian. Tidak mungkin ibunya tiba-tiba perhatian terhadapnya. 

“Ayo! Aku akan mengantarmu sampai dalam,” suara Stevie menarik perhatian Nayara yang melamun singkat, membuat gadis itu mendesah berat. 

Ketika ia ingin melangkah, sebuah mobil hitam berhenti tepat tak jauh darinya. Beberapa penjaga berlari mendekat mengitari mobil. Salah satu penjaga membuka pintu mobil bagian belakang, menyambut kedatangan tuan rumah. 

Seakan terpaku, Nayara memilih berhenti sejenak, tatapannya otomatis mengarah pada sosok tersebut. Siluet tubuhnya saat menghadap ke depan pintu utama dan saat memunggunginya terlihat tidak asing di penglihatan. 

Didampingi oleh orang kepercayaannya, pria itu berjalan dengan pembawaan yang tenang, kemudian melewati tubuh Nayara begitu saja selepas mata mereka saling beradu satu sama lain. Hanya sebuah tatapan sepersekian detik saja. 

“Dia?” Nayara bergumam lirih. Sontak suhu tubuhnya berubah panas dingin. 

Nayara amat mengenali rupa pria yang baru saja melewati begitu saja. 

“Namanya Caiden,” ujar Stevie, “Caiden Varl Ashford, dia pewaris sah keluarga Ashford. Secara garis besar, dia akan menjadi kakak tirimu mulai detik ini.”

“... Apa?” 

Mata Nayara membelalak. 

“Kenapa kamu terkejut begitu?” Stevie terkekeh pelan mendapati ekspresi lucu Nayara saat sedang terkejut.

 Bukan karena ia bertemu dengan pewaris keluarga Ashford yang membuat Nayara terkejut. 

Melainkan … bagaimana mungkin? 

Dari banyaknya pria di dunia ini, kenapa harus Caiden? 

Sosok pria yang Nayara sukai sejak masa sekolah itu, kini harus menjadi kakak tirinya? 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status