Beranda / Romansa / Pesona Perawat Papa / Gak Tanggung Jawab

Share

Gak Tanggung Jawab

last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-04 21:51:50

“Sayang, ah gak seperti itu juga. Kamu jangan salah paham. Aku gak bermaksud ngomong seperti itu kok!” Bimo memegang tangan istrinya yang sedang ngambek.

Santi langsung menepis tangannya. Dia merasa sedikit tersinggung dengan ucapan suaminya.

“Bohong! Kamu itu ya, Mas. Gak ada tanggung jawabnya. Kamu mentingin diri kamu sendiri. Aku ini baru lahiran tahu!” Santi malah semakin sewot. Dia merasa libido emosi jadi semakin membuncah saat seperti ini.

“Sayang! Maaf aku gak bermaksud ngomong gitu sih
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Perawat Papa    Satu Wanita

    “Apa kamu yakin meninggalkan anak-anak?” Santi menggeleng pelan saat berada di dalam mobil. Dia hanya bisa bersandar di dada Baga. Bukan menyesal, dia lebih ingin segera menyelesaikan masalahnya.“Apa aku perlu mengerahkan anak buahku untuk mengambil kembali anakmu?” Santi tetap menggeleng mendengar ucapan Baga, “jangan menangis saja nanti malam. Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau sampai menangis nanti malam saat kita hubungan,” Baga sedang memberikan kode kerasnya. “Aku ingin semuanya cepat dan bisa cepat selesai.” Santi menghela napas berat, dia sebenarnya tidak rela kalau anak-anaknya harus ditinggal di kediaman Abdinegara, tapi melihat kondisi Bimo yang tidak mungkin melepaskan Santi, dia untuk memilih meninggalkan anak-anaknya di sana.“Aku nggak akan menyesal, aku ingin semuanya segera selesai dan aku benar-benar ingin kehidupan yang tenang dan damai. Aku nggak ingin bertengkar atau berebut seorang laki-laki,” katanya sedikit kecut, “Aw!” dia meringis saat pinggangnya di c

  • Pesona Perawat Papa    Suami Penurut

    “Kamu bener-bener nggak peduli lagi padaku?” Bimo sedikit mengeratkan gigi sambil menatap Santi yang masih istrinya, tapi dia malah lebih nyaman dengan laki-laki lain.Faktanya saat ini terjadi, Bimo benar-benar merasa kesal dan sakit hati. “Apa seperti ini rasanya saat Santi melihatku bersama dengan Danira? Aku benar-benar bodoh. Padahal jika saat ini posisi di balik, aku juga akan merasa kecewa dan sakit hati.” bisik Bimo dalam hati.“Sayang, aku mohon kita sudahi pertengkaran kita ya … yaa …. Aku benar-benar sudah nggak kuat jauh dari kamu. Aku kangen, aku benar-benar gak bisa jauh dari kamu. Aku ingin berduaan denganmu,” Bimo maju lagi mendekati Santi, tapi Santi benar-benar berbalik badan dan memeluk Baga.“Papa, Mama, Lana, sepertinya aku batal menginap. Kalau seperti ini lebih baik aku pergi sekarang. Kalau Papa, Mama, Lana masih ingin bertemu dengan Keenan dan Kinara silakan saja. Berapa lama pun kalian aku izinkan. Atau bila memang perlu kalian saja yang mengurus mereka.”

  • Pesona Perawat Papa    Peluru dan Darah

    “Beneran ini Pa? Santi akan menginap malam ini?" Bimo merasa mempunyai kesempatan untuk mendekati istrinya lagi.Kalau dia bisa mendekat, Bimo yakin Santi pasti akan luluh. “Tapi, Santi akan tidur sekamar dengannya. Papa sudah berjanji kamu nggak akan ganggu karena bapak masih ingin bermain bersama cucu-cucu papa!” Pak Abdi langsung menegaskan kalau dia sudah mengizinkan Santi bersama laki-laki lain. “Nggak bisa gitu dong Pa! Bagaimanapun Santi itu masih istriku. Papa nggak boleh seenaknya mengambil keputusan kayak begitu. Aku nggak setuju!” Bimo meradang saat mendengar ucapan ayahnya, pasti itu bukan sesuatu hal yang dia inginkan. “Nggak bisa, Bim. Kalau kamu tetap memaksa, cucu papa akan dibawa sekarang. Memangnya kamu sama sekali nggak peduli dengan anakmu? Atau kamu nggak merindukan mereka?" Pak Abdi sebenarnya kesal saat mendengar ucapan Bimo yang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri ketimbang buah hati mereka.“Papa nggak bisa egois dong! Santi itu masih resmi jadi

  • Pesona Perawat Papa    Berbelit-belit

    “Gue yakin bini gue masih bisa diajak kompromi. Asalkan gue nurut apa yang dia katakan. Ini contohnya ya … dia suruh gue balik ya gue balik. Gue yakin ada nilai plus di mata dia,” ujar Alan sedikit sombong karena dia merasa di atas angin. Dia yakin Lana masih mencintai juga tidak akan berbuat hal yang seperti Santi lakukan.“Jangan berharap! Gue nggak yakin, adik gue itu juga bukan perempuan yang gampang dibujuk. Kalau dia bilang iya, dia pasti akan melakukannya!” tambah Bimo memanasi.“Lana gak kayak gitu, gue yakin dia masih cinta sama gue dan nggak mungkin seperti ini. Lana pasti masih bisa mempertahankan juga mempertimbangkan hubungan kita. Gue nggak kayak lo. Intinya gue masih jauh di atas loh karena gue nggak pernah selingkuh,” ujar Alan semakin percaya diri. “Cih lihat saja nanti. Gue yakin lo juga bakal nyusul kayak gue. Kalau gue sampai bercerai, gue akan memastikan lo juga bakal cerai dari adik gue,” Bimo tak mau kalah jika berbicara dengan temannya. “Dasar temen nggak pe

  • Pesona Perawat Papa    Mengejek Bimo

    “Tuh kan kakak aja udah nggak bisa maafin kak Bimo, apalagi aku yang dipenuhi ketakutan. Nggak deh! Aku nggak mau ambil resiko. Aku nggak mau tau-tau nanti si Alan itu selingkuh di belakangku. Aku nggak mau pokoknya!” Lana bergidik ngeri saat mengatakan hal itu.Dia sepertinya bukan hanya trauma pada pernikahan kakaknya yang selingkuh, tapi entah mengapa Santi merasa ada hal lain yang disembunyikan oleh Lana.Santi menarik napasnya perlahan, “Apa Alan melakukan sesuatu hal yang membuatmu nggak nyaman?” Lana menggeleng.“San … Papa mohon, bujuk adikmu, jangan sampai dia memilih bercerai sepertimu,” Pak Abdi langsung menjadikan Santi sebagai contoh.“Aku juga nggak bisa membujuknya, Pa. Sepertinya ini memang sudah keinginan Lana,” Santi angkat tangan, sebenarnya dia tidak mau terlalu jauh ikut campur urusan orang lain apalagi urusan perceraiannya belum sepenuhnya terjadi.Mau mengelak seperti apapun saat ini status Santi masihlah sebagai istri Bimo. Dia juga sebenarnya sudah melakukan k

  • Pesona Perawat Papa    Nggak Bisa Balik

    “Beneran kamu sampai kepikiran kayak gitu? "Santi kini bertanya dengan lembut pada Lana.“Aku bukan sengaja Kak, tapi aku jadi mikir lagi kalau Kak Bimo bisa tegak begitu sama kakak. Alan itu kan temannya kakakku, mungkin saja suatu hari nanti dia pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan. Karena itu aku nggak mau ambil resiko jangka panjang,” jelaslah nak terdengar menggebu-gebu tapi jika didengar memang tidak salah juga Kalau dia sampai berpikir seperti itu. “Tapi, mungkin saja Alan berbeda, Mungkin dia memang nggak pernah berpikir seperti itu. Apalagi Alan sejak kecil sudah menyukaimu,” tambah Santi karena mereka tahu kisah kecil mereka sebelum mereka menikah. “Nggak! Tetep aja aku nggak percaya. Aku nggak mau ambil resiko Kak. Lebih baik aku menjanda dari hari ini. Aku akan mengikuti jejak kakak. Kalau dia mau mengurus anaknya silakan saja. Itu juga anak dia aku nggak keberatan kok!” Hanya itu saja pikiran yang berbeda dari Lana. Dia mengizinkan anaknya dirawa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status