Jerat Cinta Mafia Hyper

Jerat Cinta Mafia Hyper

last updateLast Updated : 2025-12-27
By:  DacepOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
25Chapters
381views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Dia orang kaya, Ayu. Dia bisa melunasi semuanya. Kamu hanya perlu menikah dengannya, dan hidup kita selamat.” *** Ayu chintya maheswari  adalah wanita cantik yang hampir di jual oleh ibunya sendiri karena hutang yang ditinggalkan ayahnya setelah menghilang secara misterius. Ia pikir cerita hidupnya akan segera berakhir, tapi takdir berkata lain. Ia diselamatkan oleh seorang mafia yang malah menculiknya dan memberikan nya dua pilihan. “Enam bulan. Belajarlah mencintaiku, atau aku sendiri yang akan mengantarmu pulang ke nerakamu yang lama.” *** Kini, Chintya terjebak di antara dua pilihan. Lari dan kembali ke neraka lamanya atau mencintai orang yang pernah menculiknya?

View More

Chapter 1

Bab 1 - Penyelamat

​Tiga miliar rupiah.

​Angka itu berputar di kepalaku, lebih berisik daripada debur ombak Pantai Melasti yang menghantam karang malam ini. Tiga miliar adalah harga yang dipasang oleh bank untuk menyita rumah warisan Ayah. Dan tiga miliar juga harga yang dipasang Ibu untuk menjualku.

​"Dia orang kaya, Ayu. Dia bisa melunasi semuanya. Kamu hanya perlu menikah dengannya, dan hidup kita selamat."

​Kata-kata Ibu terngiang lagi, membuat perutku mual. Aku berdiri di pasir basah yang dingin, menggigil. Aku sudah mematikan ponselku sejak sore, melarikan diri dari rumah sesaat sebelum rombongan keluarga Bram datang untuk melamar—atau lebih tepatnya, membeli—diriku secara resmi.

​Aku pikir tempat ini aman. Pantai selatan di jam sebelas malam sunyi senyap, tersembunyi di balik tebing kapur raksasa. Aku hanya butuh waktu untuk berpikir. Lari ke mana? Siapa yang bisa membantu?

​Namun, lamunanku hancur seketika.

​Suara ban mobil menggilas kerikil terdengar di belakangku. Sorot lampu yang menyilaukan tiba-tiba memotong kegelapan, menangkap tubuhku seperti rusa di tengah jalan.

​Jantungku berhenti berdetak. Mereka menemukanku.

​Sebuah SUV hitam memblokir jalan keluar. Pintu terbuka.

​Bram Kusuma Wardhana turun. Ia mengenakan kemeja batik sutra yang lengannya digulung, terlihat santai namun mematikan. Di tangannya, sebatang rokok menyala merah di kegelapan.

​"Sudah kubilang, jangan main petak umpet, Sayang," suaranya tenang, namun terdengar jelas di antara suara ombak. "Ibumu panik. Dia takut cek pelunasannya batal cair kalau pengantin wanitanya hilang."

​Aku mundur hingga tumitku menyentuh air laut. "Aku tidak mau menikah denganmu, Bram. Aku bukan barang pelunas utang."

​Bram tertawa kering. Ia membuang rokoknya ke pasir, lalu menginjaknya. "Kamu memang bukan barang. Kamu aset. Dan aset keluarga Maheswari sekarang adalah milikku."

​Ia menjentikkan jari. Tiga pria berbadan tegap turun dari mobil, langsung mengepungku.

​"Bawa dia," perintah Bram datar. "Ikat kalau perlu. Besok pagi akad nikah tetap dilaksanakan, suka atau tidak."

​Dua orang maju. Aku mencoba lari, tapi pasir basah menghisap langkahku. Sebuah tangan kasar mencengkeram lenganku, menyakitkan.

​"Lepas!" teriakku. Aku meronta, tapi tenagaku kalah jauh.

​"Percuma," desis Bram, mendekat dan mencengkeram daguku kasar. Bau alkohol menguar dari mulutnya. "Malam ini kamu tidur di kamarku, Ayu. Kita akan pastikan kamu tidak punya alasan untuk menolak besok pa—"

​Kalimatnya terputus.

​Cahaya lain muncul membelah kegelapan dari arah jalan masuk pantai.

​Sebuah sedan hitam matte melesat masuk, berhenti mendadak tepat di samping mobil Bram dengan presisi militer.

​Pintu terbuka.

Seorang pria turun. Tinggi, mengenakan setelan jas hitam slim-fit yang terlihat terlalu mahal untuk berada di pantai kotor ini.

​Ethan Alejandro Mahendra.

​Tamu VVIP hotel tempatku bekerja. Pria misterius yang selama tiga hari ini selalu mengawasiku dari jauh.

​Ethan tidak bicara. Ia berjalan lurus ke arah Bram, tatapannya dingin dan kosong.

​"Lepaskan tanganmu," ucap Ethan datar.

​Bram menyipitkan mata. "Siapa kau? Ini urusan kelua—"

​DOR!

​Satu tembakan melesat tanda peringatan.

​Aku menjerit. Bram melompat mundur dengan wajah pucat pasi. Ethan tidak menembak ke langit. Ia menembak pasir, tepat satu inci di depan ujung sepatu Bram.

​"Langkah berikutnya, aku tidak akan meleset ke pasir," kata Ethan tenang. Pistol di tangannya terarah stabil ke kepala Bram.

​Anak buah Bram melepaskanku karena kaget, tapi Ethan bergerak secepat kilat.

​Krak!

​Suara tulang patah terdengar mengerikan. Pria itu ambruk seketika setelah Ethan memelintir lengannya dan menghantamkan gagang pistol ke pelipisnya.

​Bram mundur ketakutan hingga menabrak mobilnya sendiri. "K-kau... Kau Mahendra? Pebisnis dari Amerika itu?"

​Ethan mengabaikannya. Ia menatapku. "Masuk ke mobil."

​"A-apa?"

​"Masuk. Atau kau mau tetap di sini bersamanya?"

​Aku tidak punya pilihan. Aku berlari masuk ke mobil sedan Ethan.

​Ethan menoleh ke Bram untuk terakhir kalinya. "Pergi. Dan anggap wanita ini sudah mati. Jika kau mencarinya lagi, aku akan menghancurkan seluruh bisnis ilegalmu di pelabuhan."

​Bram lari terbirit-birit masuk ke mobilnya.

​Ethan masuk ke kursi pengemudi, lalu memacu mobil meninggalkan pantai. Napasku masih memburu. Tanganku gemetar hebat.

​"Terima kasih," bisikku lirih. "Tolong antar aku ke kantor polisi. Aku bisa minta perlindungan di sana."

​Ethan tidak menjawab. Ia malah menekan tombol di pintu, dan suara KLIK keras terdengar.

​Pintu terkunci otomatis.

​Mobil berbelok ke arah berlawanan dari kantor polisi.

​"Ethan?" tanyaku panik. "Ini bukan jalan ke kantor polisi. Kita mau ke mana?"

​Ethan akhirnya menoleh sekilas. Tatapannya gelap, membuat darahku yang tadinya panas karena adrenalin, kini membeku karena ketakutan baru.

​"Polisi tidak bisa melindungimu dari mereka, Chintya," katanya dingin. "Kita tidak akan ke kantor polisi. Dan kita tidak akan pulang."

​"Lalu ke mana?"

​"Ke tempat di mana kau tidak akan pernah ditemukan lagi."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
25 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status