分享

Bab 5

作者: Ungu
May yang panik langsung menerjang maju, mencoba menenangkan suaranya sambil berkata bahwa dirinya sedang menggunakan kamar mandi dan pintunya dikunci dari dalam.

Mendengar jawabannya, barulah orang di luar pergi.

“Cepat pergi! Sudah nggak ada suara lagi di luar, sepertinya acara perjamuan di bawah sudah masuk ke pertengahan acara.”

May merapikan dirinya seadanya, membuka pintu sedikit untuk mengintip keluar dan saat melihat situasi aman, dia langsung mendorongku keluar.

Kamar di lantai atas ini
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 10

    “Tengah malam kok nggak tidur, malah datang menyerahkan diri lagi? Mau coba variasi yang baru?”Main di kereta waktu itu memakan waktu sampai empat puluh menitan, agar orang-orang di sekitar tak menyadarinya.Entah karena angin puting beliung di dalam dirinya terlalu dahsyat atau tubuhku memang sedang lelah, sampai sekarang aku masih merasa agak lelah dan tak begitu bergairah untuk main lagi.“Adik kecil, aku datang mau mengajakmu ke tempat yang seru. Sayang sekali kalau waktu seindah ini dipakai untuk tidur.”“Tangga darurat dan lantai paling atas gedung ini sangat bagus, dijamin bisa membuatmu bahagia semalaman.”Dia langsung maju memelukku. Bagaikan seekor ular, hampir saja dia melingkari seluruh tubuhku.Tanpa adanya penghalang baju, aku bisa merasakan langsung kehalusan kulitnya dan kelembutan di bagian dadanya.Saat ini, rasa kantukku sudah hilang sepenuhnya karena godaannya. Jadi, aku memutuskan untuk menemaninya bersenang-senang. Lagipula, penerbanganku juga besok sore.Setiban

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 9

    “Kok kamu nggak tahu malu sekali?! Di dalam kereta begini pun sudah nggak sabar mau mencari pria untuk menyelesaikannya langsung di tempat?!”“Ada begitu banyak pria lain di sekelilingmu, cari saja mereka! Kenapa harus mencariku? Aku nggak tertarik padamu.”Aku sudah mulai jengkel, bisa-bisanya wanita ini berani mengancamku!Meskipun tadi aku sempat ada sedikit ketertarikan padanya, sekarang rasa tertarik itu sudah hilang sepenuhnya. Meski benda milikku sudah memberikan reaksi, aku tak akan sudi berhubungan dengan wanita seperti itu.Aku sampai agak terkejut, kok bisa ada wanita seperti dirinya?“Adik kecil, jujur saja… sebenarnya aku punya kecanduan dalam hal itu dan sekarang gejalanya sedang kumat, makanya butuh bantuanmu.”“Kamu pasti nggak tahu penyakit seperti ini, ‘kan? Kalau lagi kambuh, rasanya seperti pernah mengonsumsi obat-obatan. Seolah-olah ada begitu banyak serangga yang merayap dan menggerogoti seluruh tubuh. Rasanya benar-benar menyiksa.”“Bukannya nggak pernah berobat,

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 8

    Aku tak pernah menyangka, biasanya akulah yang selalu melancarkan serangan, tapi hari ini diriku malah bertemu dengan wanita yang berinisiatif menyerangku duluan.Wanita ini terlihat seumuran dengan May, bentuk tubuhnya juga montok dan sexy. Terutama gaya berpakaiannya, terlihat jelas adalah tipe wanita yang tak betah kesepian.Baju atasan bertali dan rok mini yang pendek… bukannya itu pakaian yang memang dipakai agar memudahkan serangan?Seiring dengan pergerakan tangannya, tanganku sendiri bergeser turun perlahan untuk mencoba meraba-raba.Ternyata wanita ini memakai celana dalam thong! Apa bedanya dengan telanjang bulat? Seharusnya tak pernah ada yang memakai seperti itu di angkutan umum?Aku memang sangat ingin mencari wanita untuk melampiaskan hasrat, tapi begitu bertemu dengan tipe yang begitu agresif, gairahku malah agak menurun.“Adik kecil, kok diam saja? Kamu merasa aku terlalu agresif, jadi mengira aku wanita murahan?”“Asal kamu tahu, kalau bukan karena nggak sengaja menyen

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 7

    Pacarku yang selama ini terlihat sangat anggun dan penuh perhatian di hadapanku, saat ini malah sedang bermesraan gila-gilaan dengan pria lain, bahkan dengan gaya yang belum pernah kulihat sebelumnya.Pria itu adalah salah satu teman yang diundang oleh kakak sepupunya untuk makan bersama. Saat minum-minum tadi, aku memang melihat interaksi mereka yang paling akrab. Tadinya aku hanya mengira karena mereka sudah kenal sejak lama.Tak disangka, mereka memang sangat akrab. Sangking akrabnya sampai berujung di atas ranjang.Keduanya bahkan menggunakan berbagai macam alat dan mainan. Padahal dulu saat aku mengajak pacarku mencoba hal seperti itu, dia selalu menolak dengan alasan tak bisa menerima hal yang terlalu liar.Melihat pacarku digantung di langit-langit kamar saat mereka melakukan adegan yang merusak pemandangan itu, aku hampir saja tak sanggup menahan diri untuk menerobos masuk dan menghajar mereka berdua.Namun, mengingat ketidakcocokan di antara kami dan kenyataan bahwa diriku sen

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 6

    “Kok kamu selalu mau melakukan hal gila seperti ini? Ada begitu banyak orang di pantai, kalau sampai ada yang melihat dan merekamnya, bisa gawat!”May memang penakut. Tak ingin kehilangan sugar daddy yang susah payah dia dapatkan, tapi di sisi lain juga tak betah kesepian dan tetap butuh pria yang memuaskannya.Sama seperti saat ini, mulutnya bilang tidak, tapi tubuhnya jauh lebih jujur dari siapa pun, terus bergerak menari di atas asetku.“Tenang saja, ini termasuk area yang paling sepi. Dari posisi ini, kita bisa melihat situasi di tempat mereka. Kalau memang ada orang yang berenang ke arah sini, kita bisa langsung berhenti.”“Laut adalah penyamaran terbaik. Nggak akan ada orang yang tahu apa yang sedang kamu lakukan di dalam air. Lagipula, mengajari berenang memang harus dari jarak sedekat ini.”Aku sudah tak sabar lagi, langsung melancarkan serangan pertama dan menusuk hingga ke dasar.“Hm… kamu sudah gila, agak pelan! Rasanya atapku mau dijebol!”Ujar May dengan nada galak, tapi t

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 5

    May yang panik langsung menerjang maju, mencoba menenangkan suaranya sambil berkata bahwa dirinya sedang menggunakan kamar mandi dan pintunya dikunci dari dalam.Mendengar jawabannya, barulah orang di luar pergi.“Cepat pergi! Sudah nggak ada suara lagi di luar, sepertinya acara perjamuan di bawah sudah masuk ke pertengahan acara.”May merapikan dirinya seadanya, membuka pintu sedikit untuk mengintip keluar dan saat melihat situasi aman, dia langsung mendorongku keluar.Kamar di lantai atas ini privat dan tak dipisah jenis kelamin. Jadi, kalaupun aku keluar dari sana dan terlihat orang lain, tak akan ada yang curiga karena kamar mandinya saling berderet.Merasa puas bisa melampiaskan hasrat, aku tak lagi mempersulitnya. Aku pun merapikan baju, menyemprotkan sedikit parfum, lalu pergi dari sana.Setibanya di lantai bawah, orang-orang di perjamuan hampir semuanya sudah mabuk. Aku mencari ke sekeliling, barulah menemukan pacarku yang sedang bermain dan minum bersama temannya. Dia sudah ta

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status