LOGIN“Hm… ah… nikmat sekali….” Aku terbaring di atas ranjang pijat dengan pipi yang terasa panas. Seluruh tubuhku benar-benar terbuai oleh kelihaian tangan Om Doni. Setiap pori-pori di sekujur tubuhku seolah bersorak kegirangan. Ada rasa hangat yang tak biasa mengalir dan bergejolak di dalam darah, seakan-akan siap meledak kapan saja. Terdengar gerakan halus dari arah belakang dan napas Om Doni pun mulai memburu, “Om bakal tunjukkan satu teknik rahasia lagi, dijamin bakal jauh lebih mantap….”
View MoreErna benar-benar terbengong, tak bisa berkata-kata. Seluruh tubuhnya seolah membeku sepenuhnya.Selama beberapa hari berikutnya, dia hanya meringkuk di atas ranjang. Siapapun yang memanggilnya tidak akan direspon. Setiap kali ada orang yang mendekat, dia akan menjerit ketakutan.Kak Tina sudah biasa melihat pemandangan seperti ini, dia berkata, “Nggak apa-apa, setelah beberapa waktu juga akan membaik. Semua gadis yang baru masuk awalnya juga begitu, setelah beberapa kali akan terbiasa.”Namun, kondisi Erna malah semakin memburuk.Kak Tina tak mengantarkan makanan lagi untuknya, katanya tak boleh makan kalau tak kerja.Hari pertama, Erna menahan lapar sambil meringkuk di ranjang dengan mata yang bengkak dan bibir pecah-pecah.Hari kedua, tubuhnya mulai gemetar dan terus-menerus memanggil ibu.Hari ketiga, dia bahkan hampir tak bisa berbicara lagi. Badannya menjadi sangat kurus, tatapan matanya kosong seperti kehilangan jiwa.Aku tak tega melihatnya dan diam-diam membawakan makanan untuk
Erna berdiri di depanku dengan wajah malu-malu dan agak kampungan, persis seperti diriku yang dulu. Dia meremas ujung bajunya dengan canggung, “Kak Melda, dengar-dengar kamu sukses dan menghasilkan banyak uang di sini, makanya ibu menyuruhku datang juga. Mulai sekarang, aku bakal belajar bersamamu.”Menatap wajahnya yang masih polos dan lugu itu, aku merasa seperti melihat diriku sendiri di masa lalu. Aku pun sempat termenung sejenak, lalu menjawab, “Baguslah, aku jadi punya teman di sini mulai sekarang.”Sama seperti dulu, Kak Tina yang mengajarinya. Setelah belajar selama tiga hari, Erna pun mulai bekerja.Sebelum pergi, Kak Tina sempat menyuruhnya minum sesuatu.Saat jam kerjanya selesai, dia kembali dengan tatapan yang kosong. Pakaiannya berantakan, rambutnya juga sampai kusut berantakan.Begitu melihatku, dia seolah baru tersadar sepenuhnya. Dia langsung mencengkeram kerah bajuku dan berteriak histeris, “Melda, kok kamu nggak bilang padaku? Melayani pelanggan yang dimaksud, ternya
Pria itu menoleh, menatapku dengan tatapan menggoda, “Emangnya kamu bisa yang lebih kuat? Coba tunjukkan bisa sekuat apa?Sambil mengingat-ingat apa yang diajarkan Kak Tina, aku pun dengan gugup menuangkan minyak ke punggung pria itu, lalu menggosok kedua telapak tanganku hingga hangat, setelah itu menempelkan ke kulitnya.Otot pria ini benar-benar padat dan keras. Baru memijat beberapa kali saja rasanya tanganku sudah pegal. Ternyata tidak semudah yang kubayangkan.“Hei nona, kamu belum makan, ya? Katanya mau pijat yang kuat?”Dari balik sekat pembatas, terdengar desahan pelan Kak Tina dan napas pria yang memburu, itu terdengar jelas sangat rileks dan penuh kenikmatan.Jika dibandingkan, aku merasa agak tidak berguna. Aku pun bergegas menambah tenagaku.Namun, pria ini tampaknya sengaja menggodaku. Begitu dia mengerahkan tenaga, otot-otot di sekujur tubuhnya langsung mengeras seperti batu hingga tak bisa diremas sama sekali.“Keras, nggak?”“Keras, sangat keras….”“Kalau begitu, kamu
Semalam waktu diajari Om Doni, aku terlalu sibuk menikmati rasa nyaman sampai tak terlalu memperhatikan tekniknya, kondisiku benar-benar linglung saat itu.Baru sekaranglah, aku benar-benar serius belajar bersama Kak Tina.Teknik pijatnya banyak sekali, rasanya cara menekan setiap bagian tubuh berbeda-beda, membuatku benar-benar pusing mempelajarinya.“Kak Tina… bisa… bisakah kamu agak pelan? Aku agak kurang paham, kamu bilang terkadang pelan dan terkadang kuat, maksudnya seberapa pelan dan seberapa kuat?”Kak Tina meremas tanganku beberapa kali sambil terkekeh, “Hal seperti ini harus mengandalkan kepekaanmu sendiri. Permintaan setiap pelanggan itu berbeda-beda. Jadi, kamu hanya perlu ikuti saja permintaan mereka. Yang penting ingat baik-baik beberapa titik ini.”Dia menunjuk ke arah pinggang dan beberapa titik di pahanya sendiri, “Asal kamu sering-sering memijat bagian-bagian ini, dijamin pelanggan bakal puas.”Ah, mana mungkin semudah yang dia bilang. Latihan semalaman sampai tangank
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.