Home / Pendekar / Petani Terkuat / 031 Menyelesaikan Panen

Share

031 Menyelesaikan Panen

Author: AgamYupi02
last update publish date: 2026-06-18 08:03:09

Setelah itu, mereka mulai bersiap menjual hasil ladang yang dipanen hari ini.

Pekerjaan yang tersisa ternyata jauh dari ringan.

Keranjang demi keranjang harus dipindahkan. Buah-buahan dipisahkan berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan. Sayuran yang masih segar dibersihkan dari sisa tanah. Beberapa diikat rapi agar terlihat menarik ketika dijual. Daun-daun yang rusak dibuang. Batang yang terlalu panjang dipotong.

Jaka bergerak paling cepat.

Tubuhnya yang telah diperkuat oleh perubahan misteriu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Petani Terkuat   150 Kesepakatan Dan Kehebohan

    Eldric mengalihkan pandangannya dari meja kayu. Ia menatap lekat empat polisi khusus yang berdiri berdampingan di sudut ruangan.Dua pria dan dua wanita itu saling tatap sejenak. Sorot mata mereka memancarkan kebingungan awal yang dengan cepat berganti menjadi antusiasme membara."Bagaimana menurut kalian?" tanya Eldric mendesak reaksi mereka.Tanpa ragu sedikit pun, keempat orang itu membungkukkan badan serempak ke arah Jaka. Suara lantang mereka membahana memenuhi seluruh ruangan pertemuaan."Kami bersedia!" seru mereka penuh semangat.Eldric terkekeh pelan. Bahunya naik turun saat ia menyadari bahwa dirinya sudah menembak arah keputusan anak buahnya sejak awal."Aku juga," suara nyaring mendadak memotong kekehan Eldric.Shizu perlahan mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara. Matanya berbinar cerah, memancarkan kelaparan tersembunyi akan kelezatan buah ajaib.Eldric mendadak membeku. Tubuhnya kaku selama beberapa detik saat menatap sosok gadis muda di sampingnya itu.'Anak ini m

  • Petani Terkuat   149 Rahasia Cairan Spiritual

    Eldric menarik udara dingin ke dalam paru-parunya. Matanya terpaku pada wadah kaca mungil di atas telapak tangannya."Apa maksudnya ini?" suara Eldric bergetar hebat. "Jangan bilang, cairan ajaib yang belum lama ini membuat heboh berasal darimu?"Jaka membalas tatapan itu tanpa kata. Lengkungan tipis terukir di sudut bibirnya, mengonfirmasi dugaan sang tetua tanpa perlu bersuara.Eldric kembali menarik udara deras. Jarinya yang mencengkeram botol kecil itu tampak tremor. "Apa kamu memiliki banyak cairan seperti ini?" tanya Eldric. Matanya menyipit, menuntut jawaban jujur.Jaka tidak langsung menjawab. Sudut matanya bergulir pelan, menyapu empat sosok polisi khusus yang berdiri kaku di belakang Eldric. Dua pria dan dua wanita itu berdiri tegap. Pandangan mereka terkunci rapat pada pergerakan tangan Jaka.Shizu adalah pengecualian dari rasa curiga Jaka. Meskipun baru sebentar berkenalan, Jaka merasakan kejujuran polos dari gerak-gerik gadis itu.Melihat arah pandangan Jaka yang tertah

  • Petani Terkuat   148 Syarat

    Jaka tidak langsung memberikan jawaban pasti atas tawaran tersebut. Ia memilih melontarkan beberapa pertanyaan mendalam untuk memahami gambaran utuh dari posisi yang ditawarkan.Pria tua berambut perak itu memperkenalkan dirinya sebagai Eldric Vale, salah satu petinggi paling berpengaruh di dalam struktur organisasi polisi khusus.Jaka belum memahami secara menyeluruh luas wilayah kekuasaan lembaga itu. Namun Shizu berbisik pelan di sampingnya, memberikan bocoran bahwa tingkat kedudukan Eldric di pemerintahan setara dengan menteri pertahanan negara.Eldric kemudian menjelaskan situasi terkini yang sedang melanda negeri. Pihak polisi khusus sangat membutuhkan tenaga ahli spiritual tingkat tinggi akibat melonjaknya angka kejahatan spiritual belakangan ini.Namun pihak kepolisian tidak bisa melakukan perekrutan secara sembarangan. Salah melangkah sedikit saja dalam memilih personel, dampaknya bisa berujung bencana fatal bagi keselamatan masyarakat luas.Di sisi lain, Eldric menyatakan ke

  • Petani Terkuat   147 Penawaran

    "Raizen..."Jaka bergumam tanpa sadar. Kelopak matanya terbuka perlahan, menyerap pendar cahaya terang yang menghantam retina secara mendadak.Penglihatannya dipenuhi hamparan warna putih bersih yang sama sekali tidak familiar. Bukan langit-langit kamarnya sendiri, melainkan atap beton berpendar lampu neon khas fasilitas rumah sakit.Jaka menopang berat badannya, menegakkan punggung lalu duduk di atas tempat tidur dengan gerakan ragu. Tangannya bergerak cepat menempel pada tempurung kepala yang terasa berdenyut hebat."Ini rumah sakit? Ugh, kepalaku pusing sekali."Potongan memori kelam mencuat kasar dalam benaknya. Saat sedang bertarung kemarin, dia lengah sehingga jiwa ahli spiritual kuno berhasil menerobos ke dalam tubuhnya. Jaka meraba seluruh permukaan dada, meremas kedua lengannya, hingga berakhir mencubit pipi kirinya sendiri dengan keras. Rasa pedih menusuk kulit, memberi bukti konkret bahwa ia sudah terbangun di alam nyata."Aku tidak sedang bermimpi, kan?"Jaka merenggangka

  • Petani Terkuat   146 Raizen

    Lautan jiwa di dalam tubuh Jaka terbentang luas bagaikan samudra energi tanpa batas. Di antara riak aura biru yang tenang, gumpalan kabut hitam kecil melayang naik turun dengan penuh kebanggaan.Entitas itu mengepakkan bentuk asapnya, merasa telah berhasil memenangkan seluruh pertempuran."Ha ha ha, dasar anak muda zaman sekarang, mudah sekali ditipu."Kabut hitam itu tidak lain merupakan jiwa ahli spiritual kuno yang sebelumnya merasuki tubuh Darius.Setelah berhasil menumbangkan wadah fisiknya yang lama, kini fokus utamanya adalah merebut total kendali atas tubuh Jaka.Langkah pertama yang wajib ia lakukan adalah melahap inti jiwa sang pemuda secara utuh.Inti jiwa tersebut memancar terang di pusat lautan jiwa, berbentuk seperti bola kristal bening milik seorang peramal.Cahaya keemasan memantul lembut dari permukaan bola kristal itu, memancarkan daya tarik spiritual yang sangat murni.Jiwa ahli spiritual kuno melaju menembus ruang kesadaran, mencapai lokasi sasaran hanya dalam hit

  • Petani Terkuat   145 Benturan Dua Era

    Kepalan tangan Darius meluncur deras, membelah udara di atas kepala Jaka.Jaka menekuk lututnya lebih rendah.Sebelum gravitasi menarik tubuh Jaka sepenuhnya, Darius menghentikan dorongan lengannya secara mendadak.Tumit kanan Darius terangkat tegak, mengayun lurus ke arah dagu lawan dari bawah.Jaka mendorong lantai beton dengan ujung kakinya, terlempar mundur setengah meter tepat waktu.Garis angin tendangan itu menyapu ujung rambutnya.'Nyaris, jika telat satu milidetik saja, wajahku akan hancur berantakan.'Darius menarik kembali kakinya, mendarat dengan tumpuan sangat kokoh. Bibir pria itu terangkat ke samping, menyeringai bengis."Hoo? Cukup bagus untuk seseorang yang tumbuh di era ini."Jaka memperbaiki posisinya, berdiri tegap menatap tajam mata lawan."Barusan kau bilang era ini, berarti kau bukan berasal dari era ini?"Darius terkekeh pelan, menyilangkan kedua tangan di depan dada."Kau boleh beranggapan begitu."Pandangan Jaka menyempit, menangkap keanehan pada musuhnya.".

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status