Inicio / Pendekar / Petani Terkuat / 107 Sutra Tipis Pembuka Lelang

Compartir

107 Sutra Tipis Pembuka Lelang

Autor: AgamYupi02
last update Fecha de publicación: 2026-08-06 16:03:02

Pendar cahaya dari lampu kristal raksasa memantul sempurna di atas lantai marmer pesta amal.

Suasana megah itu dipenuhi bisik-bisik halus para kalangan atas yang saling bertukar sapa dengan gelas minuman mahal di tangan.

Di sudut baris pertengahan, Jaka menghela napas panjang sembari menyesuaikan posisi duduknya yang terasa sangat kaku.

'Tempat seperti ini membuat leherku terasa tercekik.'

Jaka menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi berbusa tebal, menatap kerumunan manusia berbusana mew
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Petani Terkuat   142 Penyergapan dan Kesalahpahaman

    Kaki Jaka mendarat sempurna di atas karpet tebal kamar hotel tanpa menimbulkan getaran keras."Angkat tangan!"Sebuah gertakan berhawa dingin memotong udara kamar secara mendadak. Belum sempat Jaka berdiri tegak, sebuah logam bundar bermulut hitam sudah berada tepat satu inci di depan keningnya."Eh?"Jaka tertegun di tempat. Tubuhnya membeku secara instan saat merasakan sensasi dingin baja yang menodong dahinya.Tanpa membuat gerakan mengejutkan, Jaka perlahan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu. Pandangannya bergulir dari moncong pistol menuju sosok pemegang senjata tersebut.Seorang wanita berdiri tegap dalam kuda-kuda menembak yang sangat presisi. Rambut hitamnya yang panjang terikat rapi ke belakang, menonjolkan garis wajah yang sangat cantik namun terbalut oleh tatapan mata yang pekat akan amarah."Kejahatanmu berakhir di sini, dasar pria mesum!" bentak wanita itu dengan nada menusuk.Jemarinya melingkar ketat di gagang senjata, sementara telunjuknya mulai memberikan

  • Petani Terkuat   141 Kecurigaan

    Rapat koordinasi antar divisi di lantai teratas gedung perkantoran itu baru saja berakhir. Pintu kayu mahoni yang kokoh berdesir pelan saat tertutup rapat, menyisakan ruang kerja Andini yang luas dan dingin.Jaka melangkah santai melintasi karpet tebal. Dia menjatuhkan tubuhnya ke sofa kulit berwarna hitam yang terpajang di sudut ruangan.Belum sempat Jaka meluruskan kedua kakinya, sebuah kehangatan mendadak hinggap di atas pangkuannya. Aroma harum bunga melati langsung menyapu indra penciumannya.Andini melingkarkan kedua tangan halusnya di leher Jaka tanpa ragu. Gaun kemeja putih yang dikenakannya sedikit terangkat, memperlihatkan paha mulus yang bersentuhan langsung dengan celana kain Jaka."Bagaimana menurutmu? Mereka luar biasa, kan?" bisik Andini dengan nada manja.Wajah gadis itu berjarak hanya beberapa senti dari telinga Jaka. Hembusan napas hangatnya membuat tengkuk Jaka merinding.Jaka mengangguk setuju. Tangan kanannya terangkat spontan, mengusap punggung mulus Andini yang

  • Petani Terkuat   140 Tekad dan Bayangan Hitam

    "Sekian laporan dari kami."Acara berita baru saja berakhir namun suasana berat masih memenuhi ruang tamu sederhana rumah Jaka.Layar televisi tabung di sudut ruangan beralih menampilkan siaran iklan komersial.Cahaya kebiruan dari layar memantul pada dinding rumah yang bercat putih kusam."Belakangan ini semakin marak terjadi pelecehan, benar-benar membuatku muak."Bejo mengepalkan tangan hingga bergetar hebat.Urat-urat hijau di punggung tangannya mencuat tegang saat ia menghantamkan tinjunya ke bantalan kursi busa.Giginya bergemeletuk menahan gelombang amarah yang mendidih di dalam rongga dadanya."Pelaku bajingan itu benar-benar tidak punya nurani," sembur Bejo dengan napas memburu."Kalau sampai kutemukan orangnya di jalanan, akan kuhajar wajahnya sampai hancur!""Kecilkan suaramu, Sayang, kau bisa merusak kursi itu," tegur Susi seraya melirik lorong rumah."Setelah melihat berita ini, aku jadi khawatir kepada Dina."Susi bergumam penuh kekhawatiran sambil meremas ujung taplak m

  • Petani Terkuat   139 Pemangsa Jiwa

    Darius Albert duduk di atas ranjang besar yang diterangi cahaya merah muda temaram.Ia sepenuhnya telanjang, hanya tertutup oleh selimut tebal yang memiliki beberapa noda darah.Urat-urat di tubuhnya berdenyut pelan, menyesuaikan diri dengan aliran darah yang baru ia kuasai.Di lantai sekeliling tempat tidur, tiga wanita telanjang total berbaring lemah tidak berdaya.Mulut mereka ditutup lakban, tubuh mereka dipenuhi luka lebam yang tidak manusiawi.Kulit mereka tampak pucat pasi, terkuras habis oleh ritual mengerikan yang baru saja usai."Ku ku ku."Tawa jahat Darius Albert menggema di ruangan itu.Suaranya terdengar serak dan berat, memantul pada dinding kaca kamar yang tertutup gorden tebal.Ia menggerakkan jemarinya, menikmati lonjakan hawa murni yang mengalir deras di jalur meridian tubuhnya."Tubuh ini lumayan bagus. Energi Yin dari tiga wanita sudah cukup membantuku menerobos tingkat dua fase permulaan."Wush!Kobaran api berwarna putih pucat muncul di telapak tangan Darius Alb

  • Petani Terkuat   138 Hasil Penelitian

    Jeritan panik bernada malu dari Hina Yulia seketika memecah atmosfer panas yang nyaris mengaburkan akal sehat Jaka.Pria itu lekas menegakkan postur tubuh dan menarik kedua lengannya, berinisiatif melepaskan diri dari kepungan lembut ketiga wanita meski batinnya harus melawan kenikmatan sesaat."Dasar kalian bertiga ini. Tanpa perlu melancarkan aksi penyerbuan manja seperti tadi pun, aku pasti akan membagikan cairan berharga ini kepada kalian semua.""Sungguh? Kamu memang majikan terbaik dan paling kami kagumi di seluruh dunia!"Jeanne memekik girang dengan sepasang mata berbinar penuh luapan antusiasme. Saking gembiranya, wanita berambut pirang itu secara spontan menarik kepala Jaka lalu membenamkannya ke dalam belahan dadanya yang empuk."Ahn!"Anehnya, justru Jeanne sendiri yang mendadak mendesah malu dengan nada manja karena sensasi sentuhan tak terduga pada area sensitif tubuhnya.Jaka menelan ludah hingga tenggorokannya terasa begitu kering. Posisi wajahnya terjepit nyaman di an

  • Petani Terkuat   137 Rayuan Tiga Wanita

    "He he he, sepertinya hubungan Tuan Jaka dan Nona Andini semakin hari semakin dekat."Jeanne menyandarkan pinggul rampingnya ke tepi meja kerja kayu jati. Beberapa helai rambut pirang-emas miliknya menempel basah di pelipis akibat sisa panen yang menguras tenaga, namun kilatan jahil di wajah cantiknya sama sekali tidak memudar."Ayo lekas ceritakan kepada kami, Tuan Jaka. Seperti apa desahan manis Nona Andini saat kalian berdua berhubungan intim?"Rosa mencondongkan tubuhnya ke depan dengan sepasang mata yang berbinar penuh rasa ingin tahu. Di samping kirinya, Selia menganggukkan kepala berkali-kali dengan antusias, memberikan dukungan tanpa syarat terhadap pertanyaan tanpa filter dari rekannya itu. Di sudut ruangan yang lebih tenang, Hina Yulia melirik ke arah mereka sekilas. Semburat rona merah jambu perlahan merambat naik hingga ke ujung telinganya yang mungil."Ehem!"Jaka berdeham berat seraya membetulkan kerah kemejanya. Nada bicaranya sengaja dibuat dalam dan berwibawa demi m

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status