MasukGiok Langit, benda keramat yang terdiri dari delapan bagian. Legenda mengatakan jika dahulu para kaisar memiliki peliharaan seekor naga, di mana cara memanggil naga tersebut adalah dengan menyatukan kedelapan bagian Giok Langit buatan delapan orang sakti pendiri kekaisaran. Dua abad terakhir, kekaisaran mengalami kemerosotan karena hilangnya Giok Langit. Serbuan dari suku-suku di utara juga semakin mengganas, membuat kondisi kekaisaran kian melemah. Kekejian dan ketamakan tersebar di mana-mana, memanfaatkan situasi yang kacau ini, segala hal jahat muncul ke permukaan. Ini juga yang membuat Giok Langit menjadi barang incaran semua orang. Mereka percaya jika memiliki delapan giok tersebut akan membawa kesaktian yang tiada tara. Kisah Long Wei dimulai ketika semua kekacauan itu terjadi. Setelah kelompok bajak laut milik ayahnya dihancurkan oleh suatu pengkhianatan, ia terseret arus menuju konflik perebutan Giok Langit yang ganas. ketamakan, kekejian, keganasan, tipu muslihat, senyum palsu dan musuh-musuh dalam selimut, harus Long Wei hadapi selama perjalanannya yang panjang untuk memenuhi permintaan guru sekaligus wujud pengabdian kepada bangsa. Long Wei tak ingin sekadar menjadi penjaga salah satu Giok Langit, dia juga ingin melihat kedelapan bagian berkumpul menjadi satu, memanggil Raja Naga, dan melihat kebangkitan Kekaisaran Tian ini menuju kejayaannya kembali. Inilah kisahnya.
Lihat lebih banyakTanpa melakukan pengumuman atau apa pun, para biksu itu segera tertarik ketika murid kepala mereka keluar dari tenda membawa senjata. Mereka rata-rata sudah berumur tiga puluh tahun lebih, tapi Tian Ju sendiri mungkin masih dua puluh lima tahun, hal ini menandakan bahwa tingkat kepandaian Tian Ju sudah melebihi mereka sehingga pantas disebut sebagai murid kepala.Mereka mencari tanah lapang yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana. Begitu berdiri saling berhadapan, dua lusin biksu Taring Naga sudah berdiri menonton di pinggir dengan tatapan penasaran.“Pakai senjatamu, Saudara Long, jangan sungkan-sungkan.” Tian Ju tersenyum.Pemuda itu lantas memutar tongkat bajanya yang berat lalu melintangkannya di depan dada. Kemudian dengan memegang tongkat menggunakan dua tangan, ia arahkan salah satu ujungnya ke tubuh Long Wei sedang tubuhnya sendiri agak membungkuk.Dalam pandangan Long Wei, kuda-kuda itu amat sempurna dan hampir tidak bercelah sama sekali.Karena lawan menggunakan senjata,
Selama perjalanan, kepala Long Wei selalu dipenuhi dengan dua mayat pria di rumah yang ia masuki ketika terjadi kekacauan panen raya tersebut. Sudah berkali-kali ia menghubung-hubungkan antara dua mayat itu dengan sastrawan yang dipanggil Tuan Lo.Kejadian tiga minggu lalu di rumah itu masih diingatnya sejelas baru terjadi kemarin. Long Wei yakin sekali dua orang yang mati itu adalah dua orang pendekar karena di dekat mereka tergeletak pula senjata pedang dan golok. Namun yang jadi pertanyaan, siapa pihak baiknya di sini? Tuan Lo ataukah dua pendekar itu?“Ah, semakin dipikir semakin memusingkan,” gumamnya sedikit putus asa. “Jika memang dua pendekar itu adalah pihak benar, maka yang dipanggil Tuan Lo itu tentu orang berbahaya.” Pikirannya kembali diputar, ia mengingat kembali bahwa Tuan Lo pergi bersama perwira kekaisaran. “Tunggu, bukankah yang datang itu seorang perwira? Dari golongan mana dia?”Sambil terus memikirkan hal ini, tanpa terasa Long Wei sudah tiba di kaki bukit tempat
Serangan palu raksasa Jit Kauw semakin cepat dan kuat. Memang dia adalah seorang yang luar biasa, dengan tubuh besarnya bukan tidak mungkin palu raksasa itu bergerak dengan cepat.Melihat kematian Shi, Han Rui jadi semakin kewalahan. Ia sejak tadi tak berani langsung menangkis palu raksasa itu, hanya menghindar dan sesekali balas menyerang ketika ada lowongan. Kini pikirannya jadi kurang fokus sehingga ketika ada kesempatan menyerang, Han Rui tidak sadar dan terus menghindar.“Kenapa hanya main mundur? Lakukan perlawanan!” ejek Jit Kauw yang masih terus memperhebat serangannya.Angin keras terdengar cukup mengerikan setiap kali palu itu terayun. Han Rui makin lama makin repot juga menghadapi desakan itu. Ditambah setelah kekalahan Shi, semangat orang-orang itu berkurang drastis sehingga mereka bertempur tidak sehebat tadi. Ini membuat beberapa anak buah Jit Kauw berhasil lolos dan melakukan serangan dari titik-titik buta.“Kuanggap ini sebagai kekalahanku, kau memang hebat Palu Raksas
Pertempuran baru saja dimulai ketika empat orang langsung menggempur Cang Er tanpa ampun. Gadis itu agak terkejut juga karena orang-orang yang ia anggap sebagai bandit ini ternyata tak hanya terdiri dari kaum lelaki, banyak juga wanitanya. Juga pakaian mereka jauh lebih layak dan rapi daripada anak buah Jit Kauw. Jadi kalau sekilas pandang, saat ini pihak Jit Kauw lah yang jadi bandit dan pihak Shi yang jadi pahlawan kebenaran.“Keparat!”Pedang Cang Er menebas dalam gerakan lambat berdasarkan ilmu Pedang Pembelah Langit. Gerakan yang lambat namun penuh tenaga ini jelas dipandang ringan oleh empat orang itu yang belum mengetahui sama sekali. Maka mereka dengan berani menangkis serangan Cang Er.Traang ... traang ....Dua pedang yang bertemu dengan pedang Cang Er langsung patah menjadi dua. Sementara itu, Cang Er tak berniat menghentikan serangan sama sekali. Maka dari itulah dalam waktu singkat, dua kepala manusia melayang bersamaan dengan putusnya nyawa.Cang Er melanjutkan serangan
Giok Langit dipercaya sebagai pusaka yang melindungi Kekaisaran Tian ini dari apa pun. Banyak pula yang percaya bahwa Giok Langit yang membuat kejayaan kekaisaran ini seolah tak pernah padam sejak zaman kaisar pertama.Akan tetapi, tiba-tiba Giok Langit lenyap entah ke mana tanpa ada yang tahu. Yang
Di luar kota Hunnan, kurang lebih dua li di sebelah timur, berdiri bangunan megah yang dikelilingi tembok tinggi. Seluruh bangunan itu didominasi oleh warna putih. Empat menara besar berdiri di setiap sudut tembok dengan mengibarkan bendera bergambar gagak. Tempat inilah markas dari Perguruan Gaga
Nama asli dari kakek berjuluk Pertapa Putih itu adalah Cao Yin. Hanya beberapa orang yang mengetahui nama asli Pertapa Putih, kebanyakan dari mereka adalah tokoh-tokoh besar dunia persilatan, salah satunya adalah Setan Sakti.Di sisi lain, Cao Yin tidak mengetahui siapa nama asli Setan Sakti karena
Suara jerit tertahan menyusul setelah bunga api terlontar ke mana-mana. Kepala pengawal tadi yang menangkis lemparan pasak lawan dengan pedangnya yang langsung patah seketika. Namun, akibat perbuatannya ini serangan itu berhasil dibelokkan.“Terima kasih.” Cang Er buru-buru bangkit lalu keluar dari






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan