Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 142 Kemunculan Seseorang

Share

Bab 142 Kemunculan Seseorang

Author: Cynta
last update publish date: 2026-08-24 10:01:04

​Thalia terdiam seribu bahasa. Setiap kata yang diucapkan Maya terasa bagaikan jarum yang menusuk langsung ke ulu hatinya.

​Semua ketakutan, keraguan, dan kecemasan yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam kini seolah diaduk-aduk kembali ke permukaan.

​'Maya benar... Aku ini cuma asisten biasa. Sedangkan Zacky... Dia berada di dunia yang jauh di atas jangkauanku…' batin Thalia merintih pedih.

‘Tapi selama Zacky masih berada disamping dan selalu m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 419 Tidak Sabar

    ​"Mmph... Zacky, hentikan godaanmu. Para utusan Vanguard Corp itu pasti sudah mendarat dan bersiap merampok perusahaanmu," desah Thalia pelan, tubuhnya menggelinjang saat bibir Zacky menyapu leher jenjangnya.​"Biarkan saja mereka menunggu di lobi sampai membusuk," balas Zacky tanpa peduli. Pria itu mendaratkan kecupan basah di sepanjang tulang selangka Thalia, menghirup aroma manis dari kulit istrinya. "Menghabiskan waktu dengan istriku yang jenius ini jauh lebih berharga daripada meladeni sekumpulan serigala tua yang sedang sekarat."​Thalia terkekeh pelan, menahan dada bidang suaminya dan mendongak untuk menatap manik mata pria itu. ​"Mereka bukan hanya sekarat, Zacky. Mereka datang untuk menyerahkan leher mereka sendiri ke tanganmu," pangkas Thalia dengan senyum penuh kemenangan. "Ingat kesepakatan kita. Kamu tidak boleh kehilangan ketenanganmu. Biarkan surat itu yang berbicara."​Dada Zacky bergemuruh hebat mend

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 418 Titik Pencapaian

    ​Jemari lentik Thalia menyusup ke sela-sela rambut tebal Zacky, sedikit menarik rambut pria itu saat bibir Zacky turun menyusuri dadanya. ​Tidak ada paksaan, tidak ada teror. Hanya ada penyatuan dua jiwa yang saling menginginkan. Setiap sentuhan Zacky penuh dengan cinta. ​Tangan pria itu mengusap lembut perut Thalia, memberikan pijatan melingkar yang menenangkan, sebelum akhirnya jari-jari panjangnya menelusup turun mencari pusat gairah istrinya. ​"Sshh... Zacky... ahh!" Thalia mengerang keras saat sentuhan ahli suaminya mulai memanjakannya di bawah sana. ​Tubuh Thalia bergetar hebat. Ia tidak lagi menyembunyikan wajahnya atau menahan desahannya. Ia membiarkan suaminya mendengar betapa besar reaksi yang ditimbulkan dari sentuhan itu. ​"Sebut namaku, Thalia. Biarkan aku mendengarmu," perintah Zacky dengan suara serak yang mematikan, mempercepat tempo jarinya sementara bibirnya tak henti melumat bibir istrinya.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 417 Sentuhan Awal

    ​"Sangat sederhana," balas Thalia tanpa ragu, menatap lurus ke manik mata hitam suaminya. "Sebelum mereka menginjakkan kaki disini minggu depan... Kita beli seluruh obligasi jatuh tempo mereka di pasar saham Landon secara rahasia, Zacky." ​"Kita beli hutang mereka..." ulang Zacky, menyeringai sinis membayangkan kehancuran musuhnya. ​"Ya. Kalau Alvarez Group yang memegang surat hutang mereka, maka posisi tawar akan berbalik seratus delapan puluh derajat," jelas Thalia logis. "Mereka tidak akan datang sebagai penakluk yang menuntut sahamku. Mereka akan datang sebagai pengemis yang memohon perpanjangan waktu padamu, Tuan Alvarez." ​Hening sejenak. ​Zacky menelan ludah dengan susah payah. Kecerdasan dan kelihaian taktik yang baru saja ditunjukkan oleh Thalia benar-benar di luar ekspektasinya. Istrinya tidak hanya cantik dan patuh, tapi mem

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 416 Rencana Balasan

    ​"Mereka pikir mereka bisa datang ke sini, ke markas suamiku, dan mendikte kita begitu saja minggu depan, Zacky?" pangkas Thalia, suaranya terdengar sangat tenang namun penuh kilat ketegasan. ​Wanita itu sama sekali tidak beranjak dari pangkuan suaminya. Bukannya gemetar atau panik, jari tangannya justru terulur merapikan kerah kemeja Zacky yang sedikit berantakan akibat pergumulan kecil mereka barusan. Matanya menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekat sang CEO tanpa keraguan sedikitpun. ​Zacky menatap istrinya lekat-lekat. Sisa-sisa amarah akibat ancaman Faksi Bayangan yang sempat membuat darahnya mendidih, kini seakan menguap begitu saja melihat ketenangan di wajah Thalia. ​"Mereka hanya sekumpulan serigala tua yang serakah, Thalia," desis Zacky dengan suara serak, sebelah tangannya mengusap punggung istrinya dengan gerakan posesif. "Mereka mencoba menggertakku karena mereka tahu aku akan melakukan ap

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 415 Baru Mulai Sudah Diganggu

    ​"Lalat tidak akan membuat asisten pribadimu tergagap saat ku telepon, Zacky," balas Thalia tak mau kalah. ​Thalia tidak melepaskan pelukannya, ia justru meraih tangan suaminya dan menuntun pria tegap itu menuju sofa beludru di tengah ruangan. ​"Duduklah, Zacky. Kamu terlihat sangat tegang," perintah Thalia lembut namun tegas. ​Zacky menurut tanpa bantahan. Pria itu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, menyandarkan kepalanya ke belakang sambil memejamkan mata. ​Thalia tidak duduk di seberangnya. Wanita itu justru mendekat, berlutut dengan satu kaki di atas bantalan sofa di samping Zacky, lalu mengulurkan kedua tangannya. ​Jemari lentik Thalia mulai menyusup ke sela-sela rambut tebal Zacky yang sedikit berantakan. Ia menyisir rambut suaminya dengan usapan yang sangat lembut, teratur, dan menenangkan. ​"Mmph..." Zacky mengerang pelan, napas kasarnya perlahan berubah menjadi helaan yang lebih rileks

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 414 Ancaman Lagi.. 

    [Pak Ivan, dimana Zacky? Kenapa bum pulang dan ponselnya tidak menjawab telepon ku?] suara Thalia terdengar cemas. [P-Pak Zacky, masih ada meeting, Nona..] jawab Ivan dengan suara berusaha tetap tenang. ​[Jangan bohong, Pak Ivan.. Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku dari nada bicaramu, Pak Ivan,] pangkas Thalia tegas, suaranya terdengar tenang namun penuh otoritas. ​Wanita itu berdiri di depan jendela kaca penthouse, menatap pemandangan kota dari ketinggian. Jarinya memegang ponsel yang terhubung langsung dengan asisten pribadi suaminya. ​[N-Nona Thalia... S-Saya tidak menyembunyikan apa pun. Pak Zacky hanya sedang menangani sedikit urusan administratif di ruang kerjanya,] sahut Ivan dari seberang telepon, suaranya terdengar sangat berhati-hati, seolah takut salah bicara. ​[Sedikit urusan administratif tidak akan membuat jadwal kepulangan suamiku tertunda hingga satu jam, dan tidak akan memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status