Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 336 Suasana Panas dis Mansion

Share

Bab 336 Suasana Panas dis Mansion

Author: Cynta
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-06 15:31:23

​Di dalam ruangan, Nyonya Besar Rosalinda duduk di kursi utama dengan tongkat berliannya.

Di sekelilingnya, lima orang pria paruh baya bersetelan formal, para tetua dewan pengawas Alvarez Group berdiri dengan raut wajah dingin.

​Sementara itu, Joshua Alvarez dan Tamara duduk tenang di sofa berseberangan, suasana ruangan terasa begitu tertekan.

​"Kurang ajar sekali kamu, Zacky!" pangkas Nyonya Besar Rosalinda menghentakkan tongkatnya ke lantai marmer.

​TAK!

​"Kamu membawa wanita rakyat biasa in
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 336 Suasana Panas dis Mansion

    ​Di dalam ruangan, Nyonya Besar Rosalinda duduk di kursi utama dengan tongkat berliannya. Di sekelilingnya, lima orang pria paruh baya bersetelan formal, para tetua dewan pengawas Alvarez Group berdiri dengan raut wajah dingin.​Sementara itu, Joshua Alvarez dan Tamara duduk tenang di sofa berseberangan, suasana ruangan terasa begitu tertekan.​"Kurang ajar sekali kamu, Zacky!" pangkas Nyonya Besar Rosalinda menghentakkan tongkatnya ke lantai marmer.​TAK!​"Kamu membawa wanita rakyat biasa ini ke rumah orang tuamu setelah kamu memenjarakan pamanmu dan mengusir Arjuna?!" bentak wanita tua itu tajam.​"Zacky, Thalia, duduklah di sini Zacky," pangkas Joshua Alvarez tenang, mengabaikan teriakan ibunya sendiri. Tatapan mata Joshua menunjukkan dukungan penuh pada putra tunggalnya.​Zacky membawa Thalia melangkah mantap, merengkuh pinggang ramping gadis itu dan membawanya duduk tepat di sampingnya. Tatapan mata hitam pekat Zacky menyapu seluruh anggota dewan pengawas dengan aura intimidas

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 335 Janji Zacky

    ​"Mmph... Zacky..." desah Thalia pasrah, membiarkan gairah hangat menyapu seluruh kecemasan di dalam dadanya.​"Sebelum acara pertunangan kita dilaksanakan lima hari lagi," pangkas Zacky parau di depan permukaan bibir Thalia yang membengkak basah, "kita akan menemui orang tuaku."​Thalia mendongak, matanya menatap dalam manik mata pekat Zacky. "Orang tuamu? Tuan Joshua dan Nyonya Tamara?"​"Benar, Thalia," pangkas Zacky kaku, aura dominasi mutlak terpancar kuat dari sorot matanya.​"Papa dan Mamaku pasti tahu rahasia apa yang disimpan oleh mendiang Kakek dan Mama Nadya. Aku tidak ingin ada satupun celah kekacauan saat aku memasangkan cincin pertunangan di jarimu."​"Aku siap mendampingimu menemui orang tuamu, Zacky," cicit Thalia mantap, melingkarkan tangannya di leher tegap Zacky. "Bersamamu, aku tidak takut menghadapi siapapun di keluarga Alvarez."​Zacky terkekeh rendah, suara beratnya bergetar penuh gairah kepemilikan. "Kamu sungguh calon istri yang sempurna, Thalia."​Namun, tepa

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 334 Rahasia Besar

    ​Thalia menahan napasnya, dadanya bergemuruh hebat saat mendengar kenyataan yang selama ini tersembunyi rapat. Tangannya refleks mencengkeram lengan tegap Zacky dengan erat.​"Penjodohan dari Kakek...?" cicit Thalia shock, mendongak menatap rahang tegas Zacky yang ikut mengetat keras.​"B-Benar, Thalia..." sambung Felix tersengal pelan. "Tuan Besar ingin hubungan keluarga kalian terikat secara sah agar saham rahasia 40% itu tetap berada di tangan orang yang tepat dan jujur. T-Tapi... Nyonya Besar Rosalinda menolak keras rencana itu!"​"Nyonya Rosalinda tidak ingin aku ikut menguasai Alvarez Group, kan?" pangkas Thalia berani, menyambung alur pemikiran papanya.​"S-Sangat benar, Thalia!" angguk Felix dengan napas memburu.​"Nyonya Rosalinda tidak mau wanita dari luar garis keturunan bangsawan Alvarez memegang kendali atas aset terbesar perusahaan. Beliau membenci Mamamu... Hingga akhirnya, Arjuna muncul dalam hidupmu saat kamu masih di bangku kuliah."​Thalia menyipitkan matanya tajam

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 333 Jawaban yang Mengejutkan

    ​"Zacky, aku ingin kita menemui Papa sekarang juga," pangkas Thalia yakin, menatap lurus manik mata hitam Zacky tanpa ada sedikitpun keraguan di raut wajahnya.​Meskipun gaun sutra tidurnya masih sedikit berantakan dan jejak sentuhan gairah Zacky dari semalam masih menyisa hangat di kulitnya, keberanian di dalam diri Thalia telah membakar habis rasa panik atau bingung yang sempat ia rasakan.​"Papa pasti tahu sesuatu tentang hubungan almarhumah Mama dengan keluarga Alvarez. Kita harus mendengar kejelasannya secara langsung sebelum kita mendatangi orang tuamu atau Nyonya Besar," lanjut Thalia tegas.​Zacky menatap wajah cantik calon istrinya dengan sorot mata yang dipenuhi rasa kagum dan gairah dominasi yang pekat. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyuman sensual yang sangat memikat.​"Perubahan sikapmu ini benar-benar membuatku semakin tak ingin menjauh, Thalia," bisik Zacky parau, menyambar pinggang ramping Thalia dan menariknya rapat ke dalam dada bidangnya.​Bibir tebal Z

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 332 Ulah siapa Kali Ini..?!

    “Zacky jangan dilanjutkan! Ini masih pagi, kenapa kamu sudah mulai nakal, hmm..” Wajah Thalia merona. Zacky tertawa kecil melihat ekspresi wajah Thalia, kecantikannya memancar sempurna. "Sejak kapan pengusaha dingin seperti Pak Zacky jadi pandai menggoda asisten pribadinya di pagi hari?" sindir Thalia dengan senyumnya yang tampak manis. ​"Hanya untukmu, Thalia," pangkas Zacky lembut namun terdengar cukup serius.​Tok... Tok... Tok...​Suara ketukan pintu depan penthouse memecah suasana romantis mereka. Zacky mengernyitkan dahinya tipis, sorot matanya seketika kembali tajam. Zacky menyibak selimut dan berdiri cepat, meraih piyamanya dan segera  memakainya.​"Tunggulah di kamar, Thalia. Aku periksa dulu," pangkas Zacky rendah sebelum melangkah keluar kamar.​​Thalia duduk di tepi ranjang, mengenakan gaun sutra tidurnya sambil merapikan rambut panjangnya. Rasa penasaran membuatnya tidak bisa tinggal d

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 331 Imbalan di Atas Ranjang

    ​"Aku harus berani, Zacky," goda Thalia dengan napas tersengal, mengedipkan sebelah matanya penuh pesona sambil merapikan kerah jas abu-abu yang dipakai Zacky. "Aku tidak boleh membuat calon suamiku malu di depan dewan komisaris, kan?"​Zacky terkekeh rendah, sebuah suara tawa yang sangat jarang terdengar, namun sanggup menggetarkan hati Thalia. "Kamu tidak pernah membuatku malu, Thalia. Kamu selalu membuatku menginginkanmu.."​TING!​Suara denting lift menandakan mereka telah sampai di lantai teratas penthouse pribadi milik Zacky. Pria itu tidak melepaskan genggaman tangannya dari jari Thalia. Ia langsung membawa gadis itu melangkah melintasi ruang tamu mewah menuju kamar tidur utama.​"Zacky, bagaimana dengan persiapan pertunangan kita?" tanya Thalia lembut saat mereka melangkah masuk ke dalam kamar. Thalia memutar tubuhnya menghadap Zacky, menatap manik mata pria itu dengan rasa penasaran. "Semua kekacaua

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status