LOGINPoppie is just trying to live her life the best way she can with the help of her friend, Shayla and Shayla's boyfriend, Mike. Shayla has helped Poppie with a temp job, but without skills, it's not enough. Poppie attends Mike's 'Play Parties' and gets cash for sex. Until one day, the party gets busted on a night Poppie couldn't attend, ending up with Mike and Shayla in jail. Shayla gets bonded out but has no choice but to leave town, leaving Poppie to fend on her own for the first time. As things look dark, Shayla returns and introduces Poppie to the Madame of Chicago and her world instantly turns around. Until one fateful night leaves her and a government official fighting for their lives. Someone who has been searching at finding Poppie for a long time, steps in and takes control of the situation, to which Poppie had no clue. Poppie never knew how much her life would change.
View More"Lebih baik kau menjadi janda, dari pada terus ditinggal seperti ini Mona."
Mona, wanita cantik bertubuh seksi itu hanya bisa tersenyum. Sudah menjadi makanan sehari-hari, ketika para tetangga itu menggunjingnya. Dengan penuh kesabaran, Mona selalu menahan amarahnya."Suamiku itu bukan pergi tanpa alasan yang jelas. Dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kami setiap harinya," ucap wanita cantik itu, dengan senyum indahnya."Ah itu cuma alasan, bagaimana jika dia menemukan wanita idaman lain di luar sana?"Mona sudah sangat lelah mendengar semua ocehan tetangganya itu. Dia berpikir, lebih baik pergi daripada bertengkar dengan mereka."Maaf ya Ibu, saya masih ada urusan di rumah. Permisi.."Sebuah alasan yang membuat Mona bisa pergi dari kerumunan ibu-ibu tukang gosip itu. Walaupun mungkin nantinya dia akan digosipkan lebih parah dari pada ini. Itu tidak masalah, asalkan semua gunjingan itu tidak dia dengar lagi.Mona, dia hidup sendiri di sebuah rumah mewah. Wanita cantik itu memiliki seorang suami yang baik dan juga kaya raya bernama Raka. Namun lelaki itu bekerja di luar negeri, sehingga tidak bisa selalu melihat sang istri setiap saat. Situasi ini membuat Mona merasa begitu kesepian, dia tidak bisa merasakan kehangatan seorang suami yang begitu dirindukannya. Hanya sebuah telpon dan pesan singkat yang Mona terima setiap saatnya, tidak ada kemesraan atau pun hubungan ranjang yang panas.Sebagai seorang yang sangat sibuk, Raka hanya bisa memanjakan sang istri dengan uang yang berlimpah. Satu bulan sekali dia mungkin pulang, namun setelahnya pergi untuk waktu yang lebih lama lagi. Semua itu membuat Mona tidak merasa bahagia. Namun demi sebuah perasaan yang ada di dalam hatinya, dia tetap bertahan.Uang dan keduniaan memanglah penting, namun jika waktu yang di miliki kurang, apa gunanya semua itu? Mona hanya ingin perhatian, dia hanya ingin sebuah kasih sayang dari sang suami. Semua itu masih belum dia dapatkan, bahkan sebuah kabar saja rasanya sulit sekali.Terkadang Mona sempat berfikir, apakah hubungan rumah tangganya akan berakhir seperti ini?"Kakak? Kak Mona?"Suara seorang lelaki membuat wanita cantik itu menatap ke belakang. Dia melihat sang adik ipar dengan sebuah kantong kresek yang ada di tangan kanannya. Andri, itulah namanya.Seperti biasa, Andri selalu mengantarkan makanan yang dibuatkan oleh mertuanya dari rumah. Sebuah perhatian kecil agar Mona tidak terlalu merasa kesepian di rumah, terlebih karena wanita itu masih belum memiliki seorang keturunan. Sebagai seorang adik ipar yang baik, Andri hanya berusaha untuk menuruti apa yang di perintahkan oleh Raka sang kakak. Setidaknya untuk sering mengunjungi Mona di rumah."Andri, sejak kapan kau di sana?"Mona tersenyum sembari menghampiri sang adik ipar yang berdiri di ambang pintu, dia menepuk bahunya pelan untuk bergurau."Kenapa diam di sana? Apa kau seorang pengantar paket? Masuklah Andri, ini bukan rumah orang lain. Ini adalah rumah kakakmu," ucap Mona kepada lelaki itu.Andri tersenyum kecil, "Bukan begitu. Kakak kan tinggal di sini sendirian, jadi tidak enak juga jika langsung masuk seperti yang Kakak pinta.""Kau ini bicara apa? Cepat masuklah! Aku akan membuatkan kau kopi atau teh."Mona menarik lengan adik iparnya itu, mau tidak mau Andri pun duduk di sana. Lelaki itu sempat malu karena merasa tidak enak jika harus seperti ini, iya mungkin karena sebuah hal."Ibu memasakkan Kakak sup iga, dan aku juga membeli Boba tadi ketika di perjalanan."Andri menyodorkan apa yang dia bawa dalam kantong kresek itu, Mona pun langsung tersenyum ketika melihat apa yang ada dihadapannya. Sebuah minuman yang sangat dia suka."Baik sekali, kalau begitu aku tidak jadi membuat minum. Lebih baik duduk manis di sini saja bersamamu."Mona duduk tepat di hadapan Andri, namun lelaki itu malah memalingkan pandangannya. Bukan tanpa sebab, tapi karena Mona duduk dengan kaki terbuka sehingga dalaman wanita itu sampai terlihat oleh Andri. Entah sadar atau tidak, yang jelas hal itu membuat Andri malu sendiri.Apa dia sengaja? Astaga miliknya terlihat jelas seperti itu. Kak Mona, apa kau sedang menguji kesabaran ku lagi? Batin Andri resah.Lelaki tampan itu berpura-pura untuk menatap ponselnya, sedangkan Mona masih santai menyantap makanan dan juga minuman yang dibawa oleh Andri."Kau tidak makan? Hey Andri?" Tanya Mona kepada lelaki di hadapannya."Tidak, aku sudah makan di rumah tadi. Oh iya Kak, ngomong-ngomong kak Raka kapan pulang? Rasanya bulan ini dia jarang sekali membalas pesan dariku," ucap Andri kepada sang Kakak ipar."Entahlah Andri, Kakakmu itu selalu mengatakan sibuk dan sibuk. Entah apalagi yang ingin dia kejar, padahal sebagai seorang istri aku tidak terlalu meminta apapun. Aku hanya ingin jika Raka berada di Indonesia lebih lama."Wajah Mona terlihat sangat sedih sekarang, apalagi ketika Andri membicarakan tentang suaminya. Raka, dia selalu fokus dengan pekerjaannya. Mungkin hanya uang dan juga posisi yang dia cari saat ini, padahal Mona juga membutuhkan kasih sayang dari suaminya itu. Dia sudah cukup menderita dengan rasa kesepian ini, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menelannya sendiri.Andri, mungkin hanya dia yang sering mengunjungi Mona di sini. Karena kedua orang tuanya sudah meninggal, belum lagi dengan sang mertua yang selalu sibuk. Jadi spa yang bisa Mona lakukan? Tidak ada.Mona hidup sendiri di rumah mewah ini, tanpa ada anak ataupun orang yang bisa mengerti dirinya. Jika boleh memilih, kenapa dia harus mau menikah dengan Raka? Jika pada akhirnya hanya kesepian yang dia dapatkan."Kak? Apa Kakak baik-baik saja? Maaf jika pertanyaan ku membuat Kakak merasa sedih."Lelaki tampan itu pindah ke tempat sang kakak ipar duduk, dia mengusap lengannya agar Mona tidak merasa sedih lagi. Namun apa yang dirasakan oleh wanita itu? Dia malah merasakan sensasi yang berbeda. Sebuah sentuhan itu membuat si wanita kesepian terangsang dibuatnya. Andri, kau sudah salah langkah sekarang!Mona sadarlah! Dia bukan siapa-siapa kecuali adik ipar mu sendiri. Jangan berpikir macam-macam! Sadarlah Mona! Batin wanita itu.Mona bangun dari tempatnya duduk, "Tidak ada Ndri, oh iya maaf Kakak ingin ke belakang dulu. Kau ingin dibuatkan sesuatu?""Tidak, oh iya Kak kalau begitu aku pamit pulang saja. Maaf untuk yang tadi, jika Kakak mau besok kita pergi keluar. Iya setidaknya agar Kakak tidak merasa terus kesepian di rumah."Andri tersenyum manis, dia juga langsung mengambil kunci motor yang ada di atas meja itu lalu pulang. Mona hanya bisa menatapnya dari jauh, bahkan ajakan dari adik iparnya itu masih belum dia jawab. Namun dia yakin jika Andri akan kembali datang besoknya."Apa yang harus aku lakukan? Apakah dia benar-benar ingin mengajakku keluar? Astaga, kenapa akhir-akhir ini aku dekat sekali dengan Andri?"Mona mungkin sadar, jika akhir-akhir ini dia sangat dekat dengan adik iparnya itu. Mungkin karena sang suami sendiri yang meminta Andri untuk sering mengunjungi istrinya di rumah. Padahal itu bukan ide yang bagus, terlebih karena di masa lalu, Andri sempat menyukai kakak iparnya itu.PoppieAfter the announcement of Richard II being found dead in the hotel, it wasn’t long after the autopsy report was revealed. It was found that Richard II had a plethora of drugs in his system, one of them, Fentanyl, which contributed to his death. I wasn’t surprised to be honest, I figured he was on something when I first met him at his mansion.Ms. V was cleared of any wrongdoing and business was back to normal. However, Shayla and I were promoted to Recruiting in which we were now the individuals who invited the ladies to join our company. I gave Shayla $3 million dollars of my money that I got from the settlement. She didn’t want it but I told her if it wasn’t for her, I wouldn’t be here and I wasn’t going to take ‘no’ for an answer.Ms. V and Peabody are happy as ever together as they should be. I heard through the grapevine that she let go of all of her clients and passed them onto others within the company and Peabody no longer hooks up with the ladies. It’s good to see them
VanessaMonths passed before Brian was able to be released from the hospital. News reporters were in full force when they caught wind of Mr. Peabody’s release. Samuel and Poppie were there with us as we walked out the staff entrance to avoid all of the paparazzi. He held my hand in the SUV as Samuel drove us back to the mansion.“It’s good to have you back Peabody,” Samuel said as he parked in the garage.“It’s good to be back,” he said, turning and looking at me. Brian kissed the back of my hand and tears swelled in my eyes.“Yes it is.” I responded smiling at him. He was still recovering and still in a bit of pain as he eased out the door while Samuel held it open.“Are you guys hungry?”“Yeah, could you order us some food?” I asked Samuel.“Sure, I’ll get enough for everyone.” I nodded and slipped my arm around Brian to give him some assistance going into the house.“Great, you guys are staying. Call us when the food arrives.” I said as we entered the house. I was happy Brian had r
PoppieSamuel was worried about his mother but he knew she was a strong woman. I was worried about him dealing with Mr. Peabody and his mother getting attacked. He came back to my apartment with me, I could only assume he didn’t want to be alone.“Do you think your mother is going to be okay?”“Yeah, she’ll be okay. I’m just worried about the one she’s going after,”“What do you mean?”“When my mother has that type of look in her eyes, she is going for blood. She knows who did this and she’s going after them.”“Oh Shit,” I said, my eyes widening.“Exactly,” he said looking at me. “Shit’s just getting fucked up,”“Well you should be strong for your mother, she would want you to.” I said and she nodded his head in agreement.“Thank you Poppie for being there for me, I appreciate it.” Samuel said, wrapping his arms around me. It felt so good to be in his warm embrace.Samuel planted a kiss on my cheek and another on my lips. He lingered a bit, kissing me softly. I wanted to make sure he
BREAKING NEWS:This is Sandra Rodriguez for Channel 7 ABC News - We interrupt your program to inform you about a shooting that has taken place, possibly involving the Notorious Madame of Chicago, Ms. Vanessa McBride. Our sources inform us that there was a shooting outside of a famous restaurant frequented by many celebrities , politicians and of course the well known Ms. Vanessa McBride of Elegant Industries, and the daughter of the very prominent Mr. Ronald McBride of the outstanding McBride Hotels and Hospitality.We have reports that one of Ms. McBride’s employees were shot however we cannot confirm the details at this time nor are we aware of the condition of the individual that was assaulted. All of this comes on the heels of the on-going investigation regarding Richard Fitzgerald II and one individual employed by Ms. McBride. Everyone is familiar with the ongoing matter of Ms. McBride and her escort service and from what has been the speculation of prostitution within the company
Mr. PeabodyA few weeks after the meeting with the lawyers, Vanessa expected to get a payout from Richard II. It would have been logical for him to do so. But like most rich people, who don’t want to part with their money, he decided to take matters into his own hands and act -stupid.Sam had come
PoppieWaking up in a different place was a welcomed feeling, anything was better than waking up in my rundown apartment. I would either had to cover myself up from a roach or a mouse, running across me in the middle of the night. It’s not like it happened every night, just the fact that it happens
VanessaI was born a business woman. A woman with stature and grace, yet a wolf when it comes to running a business and making it grow. My father raised me without knowing he did. I watched him from afar. He didn’t want me to run the family business. He wanted me to marry well to be able to merge w
PoppieBy the time the weekend came around, I was fucking ready to party. I had complained the entire week that I was dog-tired but when Friday came around? A Bitch was not tired at all. Shayla said that the party would start around 9 pm, which meant I would arrive around 10 pm.I had dressed in my












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.