Beranda / Romansa / Istri Palsu Presdir / 109. Menahan Rindu

Share

109. Menahan Rindu

Penulis: Velmoria
last update Tanggal publikasi: 2025-08-23 22:31:31

Sementara itu, di dalam mobil yang melaju pulang, Ethan menahan kemudi dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya santai bertumpu di sandaran pintu.

Matanya sesekali menatap jalan, sesekali kosong ke depan, karena pikirannya sama sekali tidak tertinggal di rumah besar keluarganya.

Sejak tadi, hanya ada satu bayangan yang terus memenuhi kepalanya.

Ivy.

Yang ia tinggalkan sendirian di mansion yang sunyi.

Enam menit saja, dan Ethan sudah sampai. Padahal seharusnya sepuluh menit. Rindu d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Palsu Presdir   361. Pendamping Baru

    Ethan tidak membantah. Ia justru kembali memangkas jarak di antara mereka sehingga Ivy bisa merasakan deru napasnya. “Dan mereka memang akan selalu selamat. Karena itulah kita berlatih,” ucap Ethan rendah, suaranya sangat dalam. “Aku tidak memaksa mereka, Ivy. Aku hanya memberi mereka sarana untuk menjaga apa yang paling berharga bagi mereka. Sama seperti aku menjagamu, Sayang.” Ivy tidak lagi membuka mulut untuk mendebat suaminya. Ia selalu percaya pada Ethan. Baik dulu, sekarang, ataupun nanti sampai akhir hidup mereka. Sementara dua penerus Winchester sudah memantapkan banyak niat dan rencana dalam benak mereka. Menatap ayah dan ibu mereka dengan tatapan hangat, bangga, dan bahagia sekaligus. *** Tahun-tahun setelah insiden di Alden Hall berlalu seperti deru angin yang tenang namun pasti. Di kantor pusat Winchester Corporation, sebuah plakat logam di meja jati utama perlahan diganti. Nama Ethan Winchester tidak lagi terukir di sana sebagai Presiden Direktur. Nama pria pa

  • Istri Palsu Presdir   360. Perisai

    Alaric mencegah pelan, santai. Ia mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan kekuatan yang tidak wajar untuk pemuda seusianya.​Pria itu tidak mundur. Justru melawan, mencoba menyentakkan tangannya. Semua terjadi dalam hitungan detik. Kilatan logam muncul di sela gerakan mereka. Pisau lipat kecil. Kecil, tapi cukup untuk merobek kulit.​Iris sudah berada di sisi Ivy bahkan sebelum orang lain menyadari ada yang salah. Ia memposisikan dirinya di antara Ivy dan kekacauan kecil itu. Tangannya menyentuh lengan ibunya dengan lembut, memutar tubuh Ivy sedikit.​“Mommy, mundur sedikit. Ada pelayan yang menumpahkan minuman,” ucapnya tenang, suaranya stabil, memberikan alasan logis agar Ivy tidak panik.Ivy menurut, melangkah mundur tanpa bertanya.​Di sisi lain, Alaric tidak melepaskan cengkeramannya. Ia menekan lebih kuat, mencoba memutar tangan lawan untuk menjatuhkan pisau itu.Alaric terlalu percaya diri dengan kekuatannya, karena ia terbiasa mengandalkan insting bertarungnya di ruang

  • Istri Palsu Presdir   359. Di Bawah Perlindungan

    Di lantai atas, di dalam kamar mandi yang luas, Alaric sedang meringis saat Iris menyiram luka di sikunya dengan antiseptik.“Bisa lebih pelan sedikit?”“Tidak,” jawab Iris tenang.Alaric mendengus pelan. Lalu melirik ke arah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Dari kejauhan, samar-samar terdengar suara Ivy dari lantai bawah—tidak jelas kata-katanya, tapi cukup untuk dikenali.“Kau dengar itu?” bisik Alaric pelan. “Mommy pasti curiga.”Iris tidak berhenti membersihkan luka adiknya. “Mommy memang tahu. Tapi dia memilih untuk percaya pada Daddy. Karena jika Mommy mulai bertanya lebih jauh, Daddy akan membuat hidupmu jauh lebih sulit daripada sekadar memar di siku ini.”Alaric terdiam, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia melihat wajahnya yang semakin mirip Ethan, namun dengan sorot mata yang lebih liar. “Daddy benar-benar hanya peduli pada Mommy, ya? Kita ini hanya ... pelengkap?”Iris mengangkat pandangannya, menatap adiknya lewat cermin dengan tatapan yang dalam. “Bukan pelengka

  • Istri Palsu Presdir   358. Prioritas Utama

    Alaric mengerjapkan mata satu kali, lalu mengangguk. “Okay, Daddy.” Ethan lalu berjalan melewati mereka menuju pintu masuk rumah. Iris menatap punggung ayahnya sebentar sebelum kembali melihat Alaric. “Kau beruntung.” “Kenapa?” Alaric masih menatap punggung ayahnya yang baru saja menghilang di balik pintu. “Daddy tidak melihat lututmu kemarin.” Alaric menyeringai kecil. “Kalau Daddy melihat, aku tetap akan mencoba lagi.” Iris tidak terlihat terkejut mendengar itu. Ia sudah tahu satu hal tentang adiknya sejak . Alaric Winchester tidak terlalu peduli pada kemungkinan jatuh. Bocah laki-laki itu hanya ingin tahu apakah ia mampu berdiri lagi setelahnya atau tidak. *** Delapan tahun kemudian. Senja itu, suasana di ruang keluarga mansion terasa sangat tenang. Ivy sedang duduk di sofa dekat jendela besar, fokus membaca beberapa berkas laporan bulanan dari The Alden Circle. Ia terlihat segar, rambutnya tertata anggun, dan sesekali menyesap teh melati tanpa ada tanda-tand

  • Istri Palsu Presdir   357. Arah yang Berlawanan

    “Aku di sini,” ucap Ethan tegas. Memahami gerakan istrinya.Beberapa menit kemudian, tangisan bayi akhirnya memecah ruangan.Suara itu tajam dan kuat.Seluruh tubuh Ivy langsung melemas di tempat tidur.Ketegangan yang menahan sarafnya selama berjam-jam akhirnya hilang sekaligus.“Bayi laki-laki,” kata dokter.Beberapa saat kemudian Ethan menerima bayi itu di lengannya. Sesuai dugaan semua orang. Anak keduanya adalah laki-laki. Tetua Oakhaven menyebutnya pewaris, dan ia sendiri menganggap bayi ini menyulitkan sang istri—pemikiran yang sama seperti saat Iris dilahirkan.Ethan menghela napas pelan. Tampak jelas bahwa ia tidak ingin ada kali ketiga setelah ini. Tatapannya turun, menatap putranya yang bergerak aktif bahkan sebelum tangis benar-benar reda.Jari kecil itu langsung mencengkeram jari Ethan dengan kekuatan yang mengejutkan.Ethan memperhatikan cengkeraman itu beberapa detik. “Alaric Winchester,” ucapnya rendah. Terpikir begitu saja dengan cepat dan spontan. Ia menoleh pada I

  • Istri Palsu Presdir   356. Menuju Kelahiran Sang Pewaris

    Iris.Gadis kecil itu sering duduk di dekat ibunya dengan buku di pangkuannya, atau menggambar di lantai sambil sesekali menoleh memastikan Ivy baik-baik saja.Kadang ia menempelkan telinganya ke perut Ivy dengan sangat serius.“Dia masih di sana,” gumam Iris suatu sore.Ivy yang sedang berbaring di sofa tersenyum tipis. “Tentu saja.”Iris mengangguk kecil, seolah itu jawaban yang sudah ia duga.Namun alih-alih langsung kembali bermain, gadis kecil itu tetap berdiri di sana beberapa detik lagi. Mata jernihnya memperhatikan wajah Ivy dengan tenang, seperti sedang memastikan sesuatu sebelum akhirnya kembali ke bukunya.Kebiasaan itu mulai sering Ivy perhatikan akhir-akhir ini.Iris jarang bereaksi terburu-buru seperti anak-anak lain. Putrinya itu lebih sering diam sejenak, mengamati, baru kemudian berbicara atau bertindak.Bagi Ivy, itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan.Jika ada, sifat itu justru terlalu mengingatkannya pada seseorang—Ethan.***Ivy menghela napas pelan. Ia tidak seda

  • Istri Palsu Presdir   355. Sudah Tiba Waktunya

    Ivy berhenti sejenak.Istilah itu hampir tidak pernah lagi mereka gunakan sejak pulang dari Oakhaven bertahun-tahun lalu.“Kenapa Iris tanya begitu?” tanya Ivy pelan.Gadis kecil itu tidak langsung menjawab. Ia meletakkan tangannya dengan ringan di perut Ivy, seperti sedang memastikan sesuatu.“Kar

  • Istri Palsu Presdir   354. Tentang Badai?

    Ivy tidak langsung menjawab. Ia menatap Anastasia beberapa detik, seolah memastikan sesuatu. Raut wajahnya tidak memperlihatkan ekspresi yang bisa sang mertua tebak.Lalu Ivy menunduk pada Iris yang masih duduk nyaman di pangkuannya. “Sayang,” bisiknya lembut, mengusap rambut halus putrinya. “Ingat

  • Istri Palsu Presdir   351. Ya, Sayang Aku Datang (21+)

    Ethan menghentikan langkahnya, lalu menarik Ivy ke dalam pelukannya di tengah jalanan yang masih sepi.“Aku tidak peduli soal frekuensi atau apa pun yang berkaitan dengan tempat ini, tapi aku tahu satu hal yang masuk akal. Sejak kita di sini, aku tidak bisa berhenti memikirkan cara untuk membuatmu

  • Istri Palsu Presdir   350. Mistis

    Tepat setelah Ethan berkata begitu, sebuah fenomena unik terjadi.Iris yang sedang tidur di boksnya tiba-tiba tertawa kecil dan singkat—khas bayi, dalam tidurnya masih dengan mata terpejam. Ini kali pertama si bayi bereaksi seperti itu bukan karena Ethan.Dan di luar jendela kastil, ratusan kunang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status