Partager

Bab 2

Auteur: Myafa
last update Date de publication: 2026-10-05 13:54:43

Enam tahun berlalu ....

“Ukas, cepat keluar, sarapan dulu.” Ella memanggil putranya sambil melekatkan makanan di atas meja.

“Iya, Mommy.” Suara riang terdengar dari dalam kamar.

Anak laki-laki di dalam kamar segera meraih tasnya dan keluar dari kamar. Menghampiri sang mommy yang berada di meja makan.

“Selamat pagi, Mom.” Lukas menyapa sang mommy. Senyum manisnya menghiasi wajah tampannya.

Elle mendaratkan kecupan di puncak kepala putranya. Senyuman Lukas menular padanya. Hingga membuatnya ikut tersenyum.

Lukas Hardin, putra yang dilahirkan Elle lima tahun lalu adalah alasannya bertahan hidup sampai detik ini. Sejak lari dari klinik aborsi kala itu, dia memutuskan untuk pergi ke Inggris dan melahirkan putranya sendiri. Dia menjaga anaknya seorang diri di negeri kerajaan ratu Elisabet itu.

Elle tidak pernah menyesali keputusannya. Apalagi putranya begitu tampan dengan mata biru. Percampuran antara Elle dan Leo. Lukas tumbuh dengan baik dan memberikannya kebahagiaan.

Lukas kini berusia lima tahun. Dia sudah masuk sekolah taman kanak-kanak. Terbiasa hidup berdua dengan mommy-nya, Lukas tumbuh mandiri. Anak lima tahun itu tidak pernah rewel.

“Mommy bawakan bekal. Ingat jangan tergoda dengan bekal temanmu.” Elle memasukkan bekal ke dalam tas Lukas sambil memberikan peringatan pada putranya.

Bulan lalu, Lukas harus dilarikan ke rumah sakit ketika makan kue dengan selai kacang. Selama ini Lukas alergi dengan kacang-kacangan. Setiap makan kacang-kacangan dia sesak napas. Jadi Elle menghindari kacang-kacangan.

“Siap, Mommy.” Lukas menjawab sambil memberikan hormat. Senyuman manis pun menghiasi wajah tampannya.

Melihat senyuman itu membuat Elle gemas. Hingga mendaratkan kecupan di pipi putranya itu.

“Cepat makan, Mommy harus bersiap dulu.”

“Iya, Mom.” Lukas mengangguk.

Elle mengayunkan langkah ke kamarnya. Dia harus segera bersiap. Sejak memutuskan kabur dari klinik kala itu, dia menetap di Inggris.

Keberuntungan pun seolah menghampirinya. Dia mendapatkan pekerjaan di toko kue di Inggris. Kebetulan pemiliknya masih keturunan Indonesia. Jadi mereka menyambut Elle dengan tangan terbuka.

Saat sudah selesai bersiap, dia segera keluar dari kamarnya. Menghampiri Lukas yang sudah selesai makan.

“Ayo kita berangkat.” Elle mengulurkan tangan pada anaknya.

Lukas dengan semangat langsung meraih tangan sang mommy.

Mereka berdua segera keluar dari rumah. Setiap pagi Elle selalu mengantarkan Lukas untuk sekolah lebih dulu. Lukas mengambil sekolah full day. Jadi akan pulang saat sore hari. Jadi saat siang, Elle bisa bekerja dengan tenang.

Elle dan Lukas menaiki bus double dekker-alat transportasi dari negeri kerajaan Inggris itu. Pemandangan kota dengan bangunan-bangunan kuno menjadi pemandangan indah ketika bus melintas.

Setelah mengantarkan Lukas, Elle segera ke toko kue Ciaciatos, tempatnya bekerja. Dengan semangat dia bekerja. Orang-orang sekeliling yang baik, membuatnya betah kerja di sini. Sudah enam tahun lamanya, dia bekerja di sini.

“Selamat datang di toko Ciaciatos.” Elle menyambut pengunjung yang baru saja membuka pintu. Lonceng yang berbunyi ketika pintu terbuka itu memang memudahkan karyawan mengetahui pengunjung datang.

Elle yang selesai meletakkan kue di dalam etalase segera mengalihkan pandangan pada pengunjung. Namun, alangkah terkejutnya ketika melihat pria paruh baya berdiri di depannya.

“Papa.”

Elle melihat papanya yang berdiri tepat di depan etalase. Tampak papanya sudah jauh lebih tua dibanding terakhir dia bertemu. Rambut putih memenuhi rambutnya. Wajahnya yang sudah menua, mulai dihiasi kerutan. Mata tuanya pun sayu ketika melihat ke arahnya. Lavelle tidak menyangka papanya dapat menemukannya setelah sekian lama.

Elle mengajak papanya duduk sudut toko. Menyajikan secangkir coklat dan kue.

“Papa apa kabar?” tanya Elle memberanikan diri.

“Seperti yang kamu lihat, papa sudah semakin tua.”

Elle melihat jelas jika papanya sudah semakin tua. Enam tahun berlalu begitu saja sejak dia memutuskan kabur.

“Kamu sendiri bagaimana kabarmu?”

“Aku baik, Pa.”

Varel mengangguk-anggukan kepalanya, dia melihat jelas jika anaknya baik-baik saja. Justru semakin cantik dan ceria.

“Di mana sekarang anakmu?”

Mendapati pertanyaan itu, Elle langsung terdiam. Tidak menyangka jika papanya akan langsung menanyakan anaknya.

“Dia sedang sekolah, Pa.”

“Berapa usianya sekarang?”

“Lima tahun.”

“Papa ingin bertemu.”

Mendapati permintaan papanya itu, Elle meminta izin pada pemilik toko. Kemudian mengajak papanya untuk ke rumah. Meminta papanya menunggu karena harus menjemput anaknya lebih dulu.

Lukas begitu terkejut ketika sampai rumah. Di rumah ternyata ada orang asing. Refleks dia bersembunyi di balik sang mommy. Takut ketika melihat orang asing.

“Itu siapa, Mommy?” tanya Lukas.

“Itu Opa Varel, opa Lukas.”

“Seperti Opa Noah?” tanya Lukas.

Opa Noah adalah suami dari pemilik toko kue. Mereka sudah menganggap Lukas seperti cucu sendiri. Jadi Lukas memanggil dengan sebutan ‘opa’ juga.

“Iya.” Elle mengangguk.

Varel tersenyum melihat cucunya. Cucunya begitu tampan sekali. Rasanya menyesal sekali pernah meminta anaknya menggugurkan cucunya itu. Varel segera berjongkok dan merentangkan tangan untuk menyambut cucunya.

Elle meyakinkan Lukas untuk menerima pelukan hangat itu. Dengan segera Lukas mengayunkan langkahnya. Mendekat ke Varel dan masuk ke dalam pelukan Varel.

Varel menangis ketika dapati cucunya di dalam pelukannya. Tidak menyangka anaknya yang nakal dapat membesarkan cucunya sampai sebesar ini. Cucunya pun tumbuh dengan baik.

Elle menangis. Ternyata papanya menerima anaknya dengan baik. Tidak membencinya seperti yang dibayangkannya.

Setelah pertemuan itu, Lukas begitu menempel pada opanya. Lukas yang tidak pernah bertemu keluarganya merasa bahagia sekali. Elle pun merasa senang, karena akhirnya ada anggota keluarga lain yang menyayangi Lukas.

“Pulanglah bersama papa.” Varel menatap anaknya. “Papa mau di masa tua ditemani anak dan cucu. Jangan tinggalkan papa sendiri.” Varel menangis. Dia sudah lama tinggal sendiri. Rasanya rindu tinggal bersama anaknya.

“Pa ....”

“Apa Lukas mau ikut Opa ke Indonesia?” Varel menatap cucunya.

“Mau-mau.” Varel begitu bersemangat sekali. Dia mau ikut dengan opanya.

“Kamu mau pulang ‘kan?” Varel menatap putrinya lagi.

“Iya, Pa.” Akhirnya Elle pun mengangguk setuju untuk pulang bersama papanya. Jika papanya sudah menerima Lukas, tidak ada alasan untuk tidak pulang.

Sejak memutuskan pulang, Elle merapikan barang-barangnya. Tak lupa dia juga berpamitan dengan pemilik toko. Karena mereka sudah banyak membantu.

“Terima kasih Bibi Cia.”

Selama ini Bibi Cia yang membantu Elle. Dia adalah pemilik toko tempatnya bekerja.

“Syukurlah papamu sudah menerimamu. Semoga kehidupanmu jauh lebih baik dari sekarang.” Bibi Cia membelai rambut Elle. Ikut senang.

“Terima kasih, Bi.” Lavelle mengangguk. Dia berharap kehidupannya akan jauh lebih baik karena tinggal di tanah kelahirannya.

“Lukas mau pulang ke Indonesia?” Noah-suami dari pemilik toko mengusap kepala Lukas dengan lembut.

“Iya, Ukas mau ke Indonesia, Opa. Mau bertemu dengan daddy.” Senyum manis menghiasi wajah Lukas.

Dengan polosnya Lukas menjelaskan niatnya.

Memang dari pertama kali mendapati tawaran opanya, dia berniat untuk bertemu dengan sang daddy.

Elle seketika terdiam. Kesalahan terbesar yang dilakukannya ketika Lukas bertanya tentang daddy-nya adalah mengatakan jika sang daddy di Indonesia. Jadi ketika kini mereka akan Indonesia, pasti Lukas berpikir sang daddy ada di sana.

Setelah ini sudah bisa dipastikan, Elle akan kesulitan untuk menjelaskan di mana keberadaan sang daddy, karena dia tidak pernah tahu di mana keberadaan Leonardo Hardin.

Apakah Elle harus mencari Leo jika sudah seperti ini?

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Myafa
Iya kak bener banget. Ini saudara tiri Liam mantan pacar loveta
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
ini anak saudara tiri liam ya
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 12

    “Untuk saat ini belum. Aku mau fokus pada Lukas saja.” Elle menatap ke arah anaknya yang sedang bermain dengan Leo.Jack merasa jawaban itu tidak menjadi penghambat. Jika saat ini belum, artinya masih ada kemungkinan jika suatu saat nanti Elle akan membuka hati.“Kamu harus bisa move on. Lukas butuh sosok daddy.” Jack menatap Elle. Dia mengambil celah untuk membuat Elle membuka hati.Sejenak Elle melihat ke arah Lukas. Yang dikatakan Jack memang benar. Lukas memang selama ini butuh sosok daddy. Selama ini, Lukas juga berharap dapat bertemu dengan daddy-nya.“Anak-anak sebesar Lukas memang butuh sosok daddy. Apalagi dia anak laki-laki.” Suara Jack kembali terdengar.Kali ini Elle setuju dengan ucapan Jack. Lukas memang butuh sosok daddy, dan daddy Lukas ada di depan mata sekarang. Karena itu Elle pun bertekad untuk membuat Leo ingat kejadian enam tahun lalu.“Iya, kamu benar. Dia butuh sosok daddy.”Mendapati jawaban itu, Jack tampak senang. Karena artinya Elle mau berusaha membuka h

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 11

    “Leo, kita ke Marlene Italian Restaurant.” Jack menatap Leo, memberikan perintah.“Baik, Pak.” Leo mengangguk. Elle melihat reaksi Leo. Sayangnya, Leo tampak biasa saja. Tidak menunjukan reaksi apa pun. Dia jadi bingung. Apa benar Leo tidak ingat tentang restoran yang dulu menjadi milik keluarganya itu.Leo melajukan mobilnya ke restoran yang diminta. Saat sampai di restoran, Leo memarkirkan mobilnya. Tak ada ekspresi apa pun yang terlihat pada wajah Leo. Tampak pria itu biasa saja. Tentu saja itu membuat Elle bingung. Seharusnya pria itu tampak terkejut karena dia mengajak ke restoran milik keluarganya yang dulu.“Leo, kamu ikut saja sekalian.” Sebelum keluar dari mobil, Elle menatap Leo. Dia masih belum puas jika melihat Leo tenang saja. Minimal pria itu harus terlihat jika tidak familiar dengan restoran yang berada di sana.“Baik, Bu.” Leo mengangguk.Akhirnya semua turun dari mobil. Elle berjalan bersama putranya. Di sampingnya ada Jack yang berjalan di sebelah Lukas. Mereka

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 10

    Leo mengalihkan pandangan pada Jack. Karena yang berhak memberikan perintah padanya hanya Jack. Jadi dia tidak berani bertindak.“Uncle Leo, ayo turun.” Lukas melambaikan tangannya, ikut-ikut sang mommy mengajak Leo untuk masuk.Leo masih tidak keluar dari mobil. Dia masih diam dan tidak mengikuti perintah. Tatapannya masih terarah pada Jack yang berdiri di samping Lukas.“Turunlah, dan ikut masuk!” Akhirnya suara Jeck terdengar juga.Jika Jack sudah memerintahkan, artinya Leo tidak bisa menolak. Dengan segera dia keluar dari mobil.Melihat Leo yang sudah keluar, Elle segera menuju ke rumah. Asisten rumah tangga tampak sedang merapikan meja makan. Menyiapkan makan siang.“Kalian tunggu dulu di sini. Aku akan menemani Lukas mengganti baju dulu.” Elle menatap Leo dan Jack di ruang keluarga.“Baiklah.” Jack mengangguk.Jack duduk di sofa ruang keluarga bersama Leo. Menunggu Elle dan Lukas.“Maaf, Pak. Saya ikut masuk.” Leo menatap Jack, merasa tidak enak. “Karena Elle yang minta, ak

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 9

    Mendapati Elle yang memberikan kotak makan, membuat Leo terperangah. Dia tentu terkejut dengan aksi Elle itu.“Kamu datang pagi-pagi, atasanmu makan, tapi kamu tidak. Jadi makanlah ini.” Elle menyodorkan kembali kotak makan tersebut. Leo masih ragu dengan apa yang diberikan Elle. Dia menatap Jack yang berada di sebelah Elle. Tatapannya seolah meminta untuk izin pada atasannya itu.Jack memberikan anggukan. Memberikan kode pada Leo untuk menerima bekal yang diberikan oleh Elle. Walaupun sebenarnya Jack sedikit kesal karena Elle memerhatikan Leo. Leo yang mendapatkan kode itu membuatnya segera menerima kotak makan tersebut. “Terima kasih, Bu.”“Aku permisi dulu.” Setelah memberikan makanan itu pada Leo, Elle segera keluar dari mobil. Leo meletakkan kotak makan di kursi penumpang yang berada di sebelahnya. Kemudian melajukan mobilnya ke kantor Jack. Di dalam mobil hening. Tidak ada yang bicara sama sekali. Jack pilih diam selama perjalan ke kantor. Sesampainya di kantor, Jack keluar

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 8

    Leo membuka ponselnya. Dilihatnya pesan dari Jack yang memintanya untuk datang ke apartemennya lebih awal.Dengan segera Leo bersiap. Kemudian menjemput Jack di apartemen Jack. Beruntung kos milik Leo tak jauh dari apartemen Jack. Berada di belakang pemukiman di belakang apartemen Jack. Jadi dia bisa sampai dengan cepat ke apartemen. Leo juga hanya tinggal berjalan kaki ke apartemen Jack. Saat sampai, Leo harus melihat ruang tamu begitu berantakan sekali. Sambil menunggu Jack keluar, dia membersihkan ruang tamu. Membuang kaleng-kaleng soda ke tempat sampah dan merapikan beberapa sisa makanan ringan.“Ayo, berangkat.” Suara Jack terdengar ketika keluar dari kamarnya. “Pak Jack, tidak sarapan dulu?” Leo menatap Jack. Dia belum sempat membuatkan sarapan, tetapi Jack sudah mengajaknya pergi.“Tidak, aku akan sarapan di tempat Elle.” Jack berjalan mengambil kunci mobil. “Jadi kita akan ke tempat Bu Elle, Pak?”“Iya, sudah jangan banyak bertanya.” Jack melemparkan kunci mobil pada Leo. “

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 7

    Mendapati jawaban itu membuat hati Elle merasa sakit. Dia tidak menyangka jika ternyata Leo tidak mengenalinya sama sekali. Padahal harusnya dia mengenali walaupun malam itu mereka mabuk. Buktinya, dirinya saja masih mengenali Leo.“Kita pernah bertemu di restoran Italia.” Elle menatap lekat sambil mencoba memberikan clue. Siapa tahu Leo ingat.“Restoran Italia?” Wajah Leo tampak bingung.“Restoran milik keluargamu.” Suara Elle kembali terdengar,mencoba menjelaskan lebih rinci.“Anda sepertinya sedang salah orang. Saya tidak punya restoran. Keluarga saya hanya keluarga dari desa. Mana bisa punya restoran.” Leo tersenyum mencela ucapan Elle.Elle berusaha mencerna ucapan itu. Kenapa bisa keluarga dari desa? Bukankah keluarga Smith berasal dari kota. Tentu saja itu membuatnya bingung.“Elle.” Jack menghampiri Elle. Dia yang menunggu merasa wanita itu terlalu lama. Karena itu dia memilih untuk menyusulnya. Alangkah terkejutnya ketika melihat Elle sedang mengobrol dengan Leo.Elle segera

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status