Partager

Bab 3

Auteur: Myafa
last update Date de publication: 2026-10-05 13:55:08

Lima bulan akhirnya Elle tinggal di Indonesia. Dia mulai bekerja di perusahaan papanya. Fresh-Fresh Market, perusahaan importir bahan makanan dari luar negeri. Bekerja kembali ke kantor membuatnya begitu bersemangat sekali. Yang lebih membuat bahagia adalah ketika anaknya juga betah tinggal di sini. Apalagi papanya begitu menyayanginya.

“Ikutlah Papa ke pesta nanti. Papa mau kenalkan kamu ke temen-teman. Agar mereka tahu Papa punya anak yang cantik dan cucu yang tampan.”

“Baiklah, aku akan ikut.” Elle mengangguk.

Dia memang selalu ingin menuruti keinginan papanya. Apalagi di masa lalu, dia adalah pembangkang.

Malam hari sesuai dengan keinginan Papa Varel, Elle dan Lukas ikut ke pesta. Penampilannya malam ini begitu cantik dengan gaun merah dengan belahan tinggi, sedangkan Lukas begitu tampan dengan setelah jas dan dasi kupu-kupu. Pria kecil itu tampak memesona.

Saat sampai pesta, Elle menggandeng papanya. Lukas yang berjalan di samping sang mommy pun menggandeng tangan sang mommy dengan erat.

“Pak Varel.” Pria paruh baya, teman Varel menyambut kedatangan keluarga Varel dan Elle.

“Selamat atas ulang tahun perusahaan Anda, Pak Jimmi.” Varel mengulurkan tangan.

“Terima kasih atas kedatangannya.” Pak Jimmi mengalihkan pandangan pada Elle. “Ini anak Pak Varel?” tanyanya memastikan.

“Iya, ini Lavelle panggil saja Elle, anakku, dan ini Lukas, cucuku.” Varel dengan bangga memperkenalkan pada temannya.

“Elle.” Elle mengulurkan tangan pada pemilik pesta.

“Jimmi.” Jimmi melayangkan tos pada Lukas. Kemudian beralih kembali pada Varel. “Pak Verel tidak bilang jika punya anak perempuan yang cantik sekali.”

Varel tertawa. “Anakku tinggal di luar negeri, dan baru kembali.”

Jimmi mengangguk mengerti. Pantas saja dia tidak pernah melihat Lavelle.

“Mommy, aku mau pipis.” Lukas menarik gaun sang mommy.

“Baiklah.” Elle mengangguk. “Pa, aku pergi dulu ke toilet.” Dia berbisik pada papanya.

Varel mengangguk. Mengizinkan anak dan cucunya pergi.

Dengan segera Elle menarik lembut tangan anaknya. Mengajaknya ke toilet.

“Suaminya tidak ikut?” Jimmi menatap Varel ketika baru saja Elle pergi. Ingin tahu ke mana perginya suami Elle karena Varel hanya pergi dengan anak dan cucunya saja.

“Dia single mommy.” Varel mengatakan apa adanya. Karena berharap anaknya akan segera mendapatkan suami.

Jimmi mengangguk. Sepertinya jika anak dari Varel single, tentu saja cocok dengan anaknya.

“Jika dia single, kenapa tidak dijodohkan dengan anakku.” Jimmi memberikan ide.

“Ide bagus.” Varel senang mendengar ide itu.

Di tempat lain, Elle mengantarkan anaknya ke toilet. Sayangnya, karena anaknya laki-laki, dia tidak bisa masuk dan menamani.

“Ukas bisa sendiri?” tanya Elle menatap sang anak.

“Bisa, Mom. Ukas sudah besar. Jadi bisa.” Lukas meyakinkan sang mommy.

Elle tersenyum. “Kalau begitu Mommy akan tunggu di sini.” Dia membelai lembut kepala sang anak.

Lukas mengangguk. Kemudian segera masuk ke toilet. Saat di dalam toilet, dia mencari toilet khusus anak-anak.

“Hai, Boy, sedang cari apa?”

Mendapati pertanyaan itu, Lukas mengalihkan pandangan. Seorang pria berdiri di depannya. Pria itu baru saja menyelesaikan buang air kecil.

“Mencari toilet anak-anak, Uncle.” Lukas dengan berani bertanya.

“Itu.” Pria itu menunjuk ke ujung di mana toilet anak-anak.

“Terima kasih, Uncle.” Lukas dengan segera mengayunkan langkahnya untuk ke toilet anak-anak.

Leo tersenyum ketika melihat pria kecil yang begitu berani ke toilet sendiri. Dia mencuci tangan sambil memerhatikan pria kecil tadi. Kagum karena sekecil itu mengerjakan sendiri semuanya.

Lukas yang sudah selesai segera ke wastafel. Berniat mencuci tangannya.

“Kamu pintar sekali.” Leo menatap Luka, tak sabar untuk memuji anak kecil di depannya itu.

“Pintar apanya, Uncle?” Wajah Lukas tampal bingung.

“Kamu bisa ke toilet sendiri.” Leo tersenyum, memperjelas pujiannya untuk apa.

“Mommy bilang aku harus bisa sendiri karena Mommy tidak bisa masuk ke toilet laki-laki.” Suara Lukas terdengar percaya diri.

Dahi Leo berkerut dalam. Dia mencoba mencerna ucapan anak kecil di depannya itu. “Memang daddy-mu ke mana, kenapa tidak menemani jika mommy tidak bisa?” Leo menatap Lukas, semakin tertarik dengan obrolan ringan ini. Apalagi anak di depannya sangat interaktif.

“Kata mommy, dia sedang mencari daddy.”

“Memang daddy-mu ke mana?” Dia menyelipkan tawa di pertanyaannya.

“Daddy dipindah kerja dari kantor, dan tidak tahu dipindah ke mana.”

Leo merasa sedikit aneh kenapa daddy-nya dipindah tugaskan mommy-nya tidak tahu. Setahunya, pasti perusahaan akan memberitahu ke mana karyawan dipindahkan. Namun, Leo tidak mau ikut campur terlalu banyak. Bisa jadi itu hanya alasan mommy Lukas saja.

“Semoga daddy-mu dapat segera ditemukan.” Leo mengusap kepala Lukas. Kemudian mengayunkan langkahnya.

“Uncle.” Lukas memanggil Leo yang hendak keluar.

“Iya.” Leo berhenti dan berbalik kembali.

“Tidak ada tangga, bisakah bantu aku cuci tangan?” Lukas menatap Leo penuh harap.

Leo tersenyum ketika melihat hal itu. Permintaan kecil itu membuat hatinya senang.

“Tentu saja aku akan membantumu.”

Leo segera berbalik lagi. Berjalan ke arah Lukas lagi. Kemudian mengangkat tubuh mungil Lukas.

Lukas mencuci tangannya setelah diangkat oleh Leo.

“Jika nanti aku sudah menemukan daddy, aku akan meminta mengangkat aku seperti Uncle mengangkat aku.” Lukas berceloteh ketika mencuci tangan.

“Kalau begitu temukan daddy-mu segera.” Leo menurunkan tubuh mungil Lukas.

“Tentu saja aku akan menemukannya.”

Leo segera mematikan keran air dan mengambil tisu untuk mengusap tangan Lukas yang basah.

“Jika sudah temukan daddy-mu. Katakan padaku.”

Leo begitu penasaran dengan daddy anak kecil di depannya. Pria seperti apa yang memiliki anak sepintar ini.

“Tentu saja aku akan mengatakan pada Uncle.” Lukas mengangguk.

“Baiklah, sudah selesai.” Leo sudah selesai mengeringkan tangan Lukas.

“Terima kasih, Uncle.” Lukas segera berlalu pergi.

“Boy,” panggil Leo lagi.

Lukas berhenti dan memutar tubuhnya lagi. “Iya.” Dia menatap Leo.

“Siapa namamu?” Leo menatap penasaran.

“Ukas.” Ell yang mendengar suara anaknya segera memanggil.

“Iya, Mommy.” Lukas menjawab mommy-nya dulu. Baru menjawab pertanyaan Leo. “Namaku Lukas Hardin.” Dia segera melanjutkan langkahnya. Kali ini dia berlari agar mommy-nya tidak lama menunggu.

“Lukas Hardin?” Leo tersenyum. Ternyata nama belakangan sama dengannya. Rasanya dejavu ketika mengetahui namanya mirip dengannya.

Elle melihat ke arah anaknya yang baru saja keluar dari toilet. Menyambut sang anak yang menghampirinya.

“Ukas bicara dengan siapa?” Elle penasaran sekali.

“Dengan uncle yang membantu Ukas cuci tangan, Mommy.” Lukas tersenyum, menjelaskan pada sang mommy.

Elle melihat ke arah pintu toilet . Melihat siapa tahu pria yang menolong Lukas keluar. Jadi dia bisa berterima kasih.

Bersamaan dengan Elle yang menunggu, Leo yang penasaran dengan mommy Lukas, segera mengayunkan langkahnya ke pintu toilet. Ingin melihat mommy Lukas. Mengingat Lukas begitu tampan, dia yakin mommy-nya pasti cantik.

“Leo.”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
akhirnya ketemu leo juga ya elle
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 12

    “Untuk saat ini belum. Aku mau fokus pada Lukas saja.” Elle menatap ke arah anaknya yang sedang bermain dengan Leo.Jack merasa jawaban itu tidak menjadi penghambat. Jika saat ini belum, artinya masih ada kemungkinan jika suatu saat nanti Elle akan membuka hati.“Kamu harus bisa move on. Lukas butuh sosok daddy.” Jack menatap Elle. Dia mengambil celah untuk membuat Elle membuka hati.Sejenak Elle melihat ke arah Lukas. Yang dikatakan Jack memang benar. Lukas memang selama ini butuh sosok daddy. Selama ini, Lukas juga berharap dapat bertemu dengan daddy-nya.“Anak-anak sebesar Lukas memang butuh sosok daddy. Apalagi dia anak laki-laki.” Suara Jack kembali terdengar.Kali ini Elle setuju dengan ucapan Jack. Lukas memang butuh sosok daddy, dan daddy Lukas ada di depan mata sekarang. Karena itu Elle pun bertekad untuk membuat Leo ingat kejadian enam tahun lalu.“Iya, kamu benar. Dia butuh sosok daddy.”Mendapati jawaban itu, Jack tampak senang. Karena artinya Elle mau berusaha membuka h

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 11

    “Leo, kita ke Marlene Italian Restaurant.” Jack menatap Leo, memberikan perintah.“Baik, Pak.” Leo mengangguk. Elle melihat reaksi Leo. Sayangnya, Leo tampak biasa saja. Tidak menunjukan reaksi apa pun. Dia jadi bingung. Apa benar Leo tidak ingat tentang restoran yang dulu menjadi milik keluarganya itu.Leo melajukan mobilnya ke restoran yang diminta. Saat sampai di restoran, Leo memarkirkan mobilnya. Tak ada ekspresi apa pun yang terlihat pada wajah Leo. Tampak pria itu biasa saja. Tentu saja itu membuat Elle bingung. Seharusnya pria itu tampak terkejut karena dia mengajak ke restoran milik keluarganya yang dulu.“Leo, kamu ikut saja sekalian.” Sebelum keluar dari mobil, Elle menatap Leo. Dia masih belum puas jika melihat Leo tenang saja. Minimal pria itu harus terlihat jika tidak familiar dengan restoran yang berada di sana.“Baik, Bu.” Leo mengangguk.Akhirnya semua turun dari mobil. Elle berjalan bersama putranya. Di sampingnya ada Jack yang berjalan di sebelah Lukas. Mereka

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 10

    Leo mengalihkan pandangan pada Jack. Karena yang berhak memberikan perintah padanya hanya Jack. Jadi dia tidak berani bertindak.“Uncle Leo, ayo turun.” Lukas melambaikan tangannya, ikut-ikut sang mommy mengajak Leo untuk masuk.Leo masih tidak keluar dari mobil. Dia masih diam dan tidak mengikuti perintah. Tatapannya masih terarah pada Jack yang berdiri di samping Lukas.“Turunlah, dan ikut masuk!” Akhirnya suara Jeck terdengar juga.Jika Jack sudah memerintahkan, artinya Leo tidak bisa menolak. Dengan segera dia keluar dari mobil.Melihat Leo yang sudah keluar, Elle segera menuju ke rumah. Asisten rumah tangga tampak sedang merapikan meja makan. Menyiapkan makan siang.“Kalian tunggu dulu di sini. Aku akan menemani Lukas mengganti baju dulu.” Elle menatap Leo dan Jack di ruang keluarga.“Baiklah.” Jack mengangguk.Jack duduk di sofa ruang keluarga bersama Leo. Menunggu Elle dan Lukas.“Maaf, Pak. Saya ikut masuk.” Leo menatap Jack, merasa tidak enak. “Karena Elle yang minta, ak

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 9

    Mendapati Elle yang memberikan kotak makan, membuat Leo terperangah. Dia tentu terkejut dengan aksi Elle itu.“Kamu datang pagi-pagi, atasanmu makan, tapi kamu tidak. Jadi makanlah ini.” Elle menyodorkan kembali kotak makan tersebut. Leo masih ragu dengan apa yang diberikan Elle. Dia menatap Jack yang berada di sebelah Elle. Tatapannya seolah meminta untuk izin pada atasannya itu.Jack memberikan anggukan. Memberikan kode pada Leo untuk menerima bekal yang diberikan oleh Elle. Walaupun sebenarnya Jack sedikit kesal karena Elle memerhatikan Leo. Leo yang mendapatkan kode itu membuatnya segera menerima kotak makan tersebut. “Terima kasih, Bu.”“Aku permisi dulu.” Setelah memberikan makanan itu pada Leo, Elle segera keluar dari mobil. Leo meletakkan kotak makan di kursi penumpang yang berada di sebelahnya. Kemudian melajukan mobilnya ke kantor Jack. Di dalam mobil hening. Tidak ada yang bicara sama sekali. Jack pilih diam selama perjalan ke kantor. Sesampainya di kantor, Jack keluar

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 8

    Leo membuka ponselnya. Dilihatnya pesan dari Jack yang memintanya untuk datang ke apartemennya lebih awal.Dengan segera Leo bersiap. Kemudian menjemput Jack di apartemen Jack. Beruntung kos milik Leo tak jauh dari apartemen Jack. Berada di belakang pemukiman di belakang apartemen Jack. Jadi dia bisa sampai dengan cepat ke apartemen. Leo juga hanya tinggal berjalan kaki ke apartemen Jack. Saat sampai, Leo harus melihat ruang tamu begitu berantakan sekali. Sambil menunggu Jack keluar, dia membersihkan ruang tamu. Membuang kaleng-kaleng soda ke tempat sampah dan merapikan beberapa sisa makanan ringan.“Ayo, berangkat.” Suara Jack terdengar ketika keluar dari kamarnya. “Pak Jack, tidak sarapan dulu?” Leo menatap Jack. Dia belum sempat membuatkan sarapan, tetapi Jack sudah mengajaknya pergi.“Tidak, aku akan sarapan di tempat Elle.” Jack berjalan mengambil kunci mobil. “Jadi kita akan ke tempat Bu Elle, Pak?”“Iya, sudah jangan banyak bertanya.” Jack melemparkan kunci mobil pada Leo. “

  • Pria Dingin Itu Ayah Anakku   Bab 7

    Mendapati jawaban itu membuat hati Elle merasa sakit. Dia tidak menyangka jika ternyata Leo tidak mengenalinya sama sekali. Padahal harusnya dia mengenali walaupun malam itu mereka mabuk. Buktinya, dirinya saja masih mengenali Leo.“Kita pernah bertemu di restoran Italia.” Elle menatap lekat sambil mencoba memberikan clue. Siapa tahu Leo ingat.“Restoran Italia?” Wajah Leo tampak bingung.“Restoran milik keluargamu.” Suara Elle kembali terdengar,mencoba menjelaskan lebih rinci.“Anda sepertinya sedang salah orang. Saya tidak punya restoran. Keluarga saya hanya keluarga dari desa. Mana bisa punya restoran.” Leo tersenyum mencela ucapan Elle.Elle berusaha mencerna ucapan itu. Kenapa bisa keluarga dari desa? Bukankah keluarga Smith berasal dari kota. Tentu saja itu membuatnya bingung.“Elle.” Jack menghampiri Elle. Dia yang menunggu merasa wanita itu terlalu lama. Karena itu dia memilih untuk menyusulnya. Alangkah terkejutnya ketika melihat Elle sedang mengobrol dengan Leo.Elle segera

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status