LOGINShen Ziyuan menatap Ning Yuan dan Weitian dari sudut ruangan. Perasaannya campur aduk. Ada penyesalan. Ada kecewa. Dan tidak dipungkiri, sakit hati. Tapi hati kecilnya berkata, dia tetap harus memperjuangkan Ning Yuan. Aku tidak akan menyerah begitu saja, pikir Shen Ziyuan dalam hati. Aku sudah melakukan banyak kesalahan. Tapi kali ini, aku akan memperjuangkannya.Hanya saja masalahnya, di hadapannya berdiri Kaisar Weitian. Pria yang memiliki segalanya—kekuasaan, tahta, dan yang paling telak adalah hati Ning Yuan.Di sisi lain, Ning Yuan sudah selesai berpamitan pada keluarga Wang. Nyonya Besar Wang menangis sambil memeluknya erat. Ibu Wang juga tidak bisa menahan air matanya."Kau akan baik-baik saja, Nak?" tanya Ibu Wang dengan suara bergetar.Ning Yuan tersenyum lembut. "Aku akan baik-baik saja, Ibu. Aku janji akan mengirim kabar."Ayah Wang mengangguk dengan berat. "Jagalah dirimu, Yuan. Dan..." dia menatap Weitian yang berdiri di belakang Ning Yuan, "...jagalah kaisar dengan bai
"Aku... aku mengaku..." bisik Wang Yichen, suaranya pecah. "Aku... aku yang meracuni Ning Yuan... aku yang hampir memperkosanya... aku yang berbohong pada semua orang..." Dia merangkak mendekati Weitian, tangannya yang terperban terulur untuk meraih ujung jubah Weitian."Yang Mulia... Yang Mulia Kaisar..." Wang Yichen tersedu-sedu. "Hamba... hamba memohon ampun! Hamba sadar hamba telah melakukan kesalahan yang sangat besar! Hamba memohon keringanan hukuman!"Weitian tidak bergerak. Matanya menatap Wang Yichen dengan dingin, tanpa secercah belas kasihan pun."Kau memohon ampun?" suara Weitian datar, hampir berbisik. "Kau hampir meracuni Ning Yuan. Kau hampir memperkosanya. Kau memfitnahku. Dan kau berani memohon ampun? Kau layak dihukum mati untuk semua hal buruk yang kau lakukan itu.""Yang Mulia..." Wang Yichen semakin gemetar. "Hamba... hamba tidak akan mengulanginya! Hamba berjanji! Hamba akan menebus semua kesalahan hamba!"Tapi Weitian tetap diam. Tidak ada kata maaf yang keluar
"Kau atau pun KAU! Kalian tidak perlu bertanggung jawab apa pun pada Ning Yuan," kata Weitian akhirnya, suaranya tenang tapi berwibawa. "Sebab dia adalah wanitaku."Ruangan itu hening sejenak. Tapi Wang Yichen tidak tinggal diam. Dengan tubuhnya yang babak belur dan tangan terperban, dia melangkah maju dengan susah payah dan menarik Ning Yuan ke arahnya."OMONG KOSONG!" teriak Wang Yichen, matanya melotot penuh amarah palsu. "Kau pikir kau bisa seenaknya mengaku-ngaku Ning Yuan sebagai wanitamu, Lou Yu?! Kau pria bertopeng misterius yang tidak jelas asal-usulnya! Kau menculiknya! Kau memperkosanya! Dan sekarang kau berani datang ke rumah kami dan dengan seenaknya mengatakan dia adalah wanita mu?!"Ning Yuan mencoba melepaskan diri, tapi Wang Yichen menggenggam pergelangan tangannya dengan erat—terlalu erat, sampai Ning Yuan merasakan sakit."Lepaskan—" Ning Yuan mendesis.Tapi Wang Yichen mengabaikannya. Dia terus berteriak, memanaskan suasana. "KALIAN SEMUA LIHAT SENDIRI! Pria bertop
Kedatangan Ning Yuan, Weitian, dan Zan di halaman depan kediaman keluarga Wang disambut dengan gempar. Para pelayan berlarian, dan tidak lama kemudian, seluruh keluarga besar Wang berkumpul di ruang utama.Wang Yichen, dengan tubuh babak belur, tangan terperban, dan wajah bengkak, duduk di kursi dengan tongkat di sampingnya. Begitu melihat Ning Yuan masuk, dia langsung berdiri—meskipun dengan susah payah—dan berjalan terhuyung mendekati Ning Yuan."Yuan! Syukurlah kau selamat!" seru Wang Yichen dengan suara bergetar penuh drama. Dia langsung menarik Ning Yuan ke sisinya, memeluknya dengan berpura-pura lega. "Aku sangat khawatir padamu! Aku tidak bisa tidur semalaman memikirkanmu!"Ning Yuan hampir mendorongnya, tapi Weitian memberikan kode halus—sebuah genggaman kecil di tangannya yang berarti diam dan biarkan dia bicara. Ning Yuan menahan diri, meskipun seluruh tubuhnya ingin menjauh dari sentuhan Wang Yichen.Di sudut ruangan, Liu Meiling—tunangan Wang Yichen—duduk dengan wajah masa
Weitian menggenggam tangan Ning Yuan, siap melangkah keluar dari penginapan. Namun sebelum mereka sampai di pintu, Zan muncul dengan langkah cepat dan berbisik di telinga Weitian."Yang Mulia, penginapan kita telah dikepung. Orang-orang keluarga Wang. Sekitar dua puluh orang, bersenjata lengkap."Weitian tidak menunjukkan reaksi terkejut. Bahkan, sudut bibirnya membentuk senyum tipis, seolah dia sudah menduga hal ini akan terjadi."Aku sudah mengira," bisik Weitian pelan. "Wang Yichen pasti tidak akan tinggal diam."Ning Yuan yang mendengar bisikan Zan, langsung bertanya dengan cemas. "Ada apa? Apa yang terjadi?"Weitian menoleh padanya, tatapannya tenang. "Pengawal keluarga Wang telah mengepung penginapan ini. Tampaknya Wang Yichen telah menyebarkan kebohongan pada keluarganya."Ning Yuan membeku. Matanya membelalak. "Apa?! Dia—dia berani berbohong pada keluarganya sendiri?!""Tentu saja," Weitian menghela napas. "Akan sangat bodoh jika dia mengaku di depan keluarga Wang atas apa yan
Pintu ruang jamuan terbuka dengan keras. Tubuh Wang Yichen terlempar keluar dan berguling di tanah halaman depan kediaman keluarga Wang. Zan berdiri di ambang pintu dengan ekspresi datar, lalu menutup pintu tanpa sepatah kata pun.Wang Yichen tergeletak di tanah, tubuhnya babak belur. Wajahnya bengkak, hidungnya masih mengeluarkan darah, dan seluruh tubuhnya terasa seperti dihantam oleh seratus kuda. Dia mencoba bangkit, tapi rasa sakit yang luar biasa membuatnya jatuh kembali."Tolong aku..." erangnya pelan.Beberapa pelayan yang melihat kejadian itu berlari mendekat. "Tuan Muda! Tuan Muda!""Mereka..." Wang Yichen menggigil, "tolong... panggil Nenek. Panggil ayah dan ibu..."***Beberapa saat kemudian, Nyonya Besar Wang—nenek dari Wang Yichen—berjalan tergesa-gesa keluar dari rumah. Wajahnya yang biasanya tenang kini tampak panik saat melihat cucu kesayangannya tergeletak di tanah dengan tubuh babak belur."Yichen!" Nyonya Besar Wang berteriak, berlari mendekati cucunya. "Apa yang t







