Share

46. Titik Terang.

"Ada apa, Yo? Oh, kamu ingin bicara empat mata dengan saya? Boleh saja. Kamu langsung ke rumah saja. Kita akan bicara di ruang kerja. Kenapa? Tidak leluasa? Baiklah. Saya akan ada di sana satu jam lagi."

Bu Kartika menguping pembicaraan sang suami diam-diam. Ia sangat gelisah saat mengetahui bahwa yang menelepon suaminya adalah AKP Demitrio Atmanegara. Anak buah suaminya yang satu ini sangat cerdas dan kritis. Demitrio lah yang terus memaksa untuk menahan Irman Sadikin. Ia harus memutar otak untuk mempengaruhi suaminya.

"Siapa yang menelepon, Mas?" tanya Bu Kartika sambil menghidangkan secangkir kopi. Ia pura-pura tidak mengetahui siapa orang yang menelepon sang suami.

"Si Rio. Katanya dia mau bicara empat mata denganku soal si Irman." Pak Suroto menyeruput kopi pahit yang disajikan sang istri dengan nikmat. Sehabis makan, ia memang suka minum secangkir kopi.

"Apa lagi sih yang mau dibahas, Mas. Bukannya sudah jelas kalau Irman Sadikin itu tidak ada hubungannya dalam peristiwa tewasny
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mardiati Badri
klo dah tamat mau qbaca ulang. Ada bbrp hal yg aq lupakan. makasih kak suzy upnya. lanjut!
goodnovel comment avatar
Umroh Purnama
sepertinya sdh mendekati ending nih, gas poll dong Thor, please... karya-karya Bu Suzy memang tidak pernah mengecewakan, semangat untuk menciptakan karya-karya barunya Bu...
goodnovel comment avatar
carsun18106
mulai terungkap satu per satu....
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status