Share

Bab 1209

Author: Si Kecil Tangguh​
Ada secercah harapan untuk selamat.

Akhirnya, Andini tertawa di sela air matanya. Dia segera berlari kembali ke sisi Abimana dan mengguncangnya dengan semangat. "Abimana, aku berhasil! Kita selamat! Abimana, dengar nggak? Kita selamat!"

Namun, suaranya tenggelam dalam kegelapan malam, tak mendapat sedikit pun jawaban.

Untungnya tak lama kemudian, orang-orang dari Lembah Raja Obat tiba. Mereka membawa Andini dan Abimana turun ke dasar lembah.

Saat seorang lelaki tua berambut putih muncul, Andini masih duduk di sisi Abimana sambil menyeka keringat dingin di dahinya.

"Hmm? Siapa ini?" suara Kepala Lembah Raja Obat terdengar dingin dan penuh ejekan.

Andini tidak peduli pada nada sinis itu. Dia segera berdiri dan menunduk hormat, lalu berkata dengan sungguh-sungguh, "Mohon, Kepala Lembah, tolong selamatkan kakakku."

Kepala Lembah melirik sekilas ke arah Abimana, lalu berkata dingin, "Kamu kira tempat ini apa? Siapa pun bisa seenaknya meminta pertolongan dari Lembah Raja Obat?"

Andini terteg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Noifiana antoneta Debora malo
update 4 bab dong kak, LG seru2nya malah bersambung......
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Ya kasih aja nyawa nya Abiman utk tinggal di lembah raja obat. Mana surya
goodnovel comment avatar
zona doa harian
min kpan update 4 bab lgi.. balik ksni terus krna novel ini.....
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1357

    Bahlil yang berdiri di samping pun membuka mulut untuk membujuk, "Jenderal Rangga sudah memikirkannya matang-matang? Kalau nggak mampu bertahan, takutnya kamu nggak akan sempat melihat Andin untuk yang terakhir kalinya."Rangga menggertakkan giginya dengan keras, tetapi dia tidak menjawab. Dengan tekad yang seperti mendekati situasi tragis, dia melangkah masuk ke dalam bak mandi yang mengepulkan uap panas itu.Khasiat obat yang ganas dan bahkan lebih kuat sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya langsung menyapu seluruh tubuh Rangga dengan rasa sakit yang dahsyat. Cairan obat yang mendidih itu seolah-olah bukan ramuan penyembuh lagi, melainkan besi yang membara. Itu seperti ribuan jarum baja beracun yang menusuk kulitnya dengan liar sampai menembus otot dan melahap tulangnya.Rangga bahkan bisa merasakan satu kekuatan yang sangat liar bertabrakan di dalam meridiannya yang telah rusak. Ke mana pun kekuatan itu lewat, setiap inci meridiannya terasa seperti dicabik. Seluruh pembuluh dar

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1356

    "Tuan Bahlil?"Ganendra menyembunyikan tatapannya yang dingin, lalu tersenyum. "Kenapa kamu bisa datang ke sini?"Bahlil tersenyum. "Tentu saja untuk menemui Jenderal Rangga. Sebelum pergi, Andin berpesan agar aku menjaga Jenderal Rangga."Setelah mengatakan itu, Bahlil meraih lengan Rangga dengan satu tangan. Setelah menopang Rangga agar berdiri dengan stabil, dia baru berkata, "Kondisi tubuh Jenderal Rangga sedang lemah, seharusnya beristirahat dengan baik."Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang tidak memberikan ruang untuk penolakan.Saat mendengar Andini yang meminta Bahlil untuk menjaganya, ekspresi Rangga terlihat agak rileks. Dia menatap Ganendra, lalu menoleh ke arah Bahlil. Jika membandingkan keduanya, jelas Bahlil jauh lebih layak dipercaya. Oleh karena itu, dia pun menganggukkan kepalanya.Bahlil menganggukkan kepalanya ke arah Ganendra dengan sopan, lalu tersenyum. "Kalau begitu, aku antar Jenderal Rangga untuk kembali untuk beristirahat lebih dulu."Tan

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1355

    Ganendra meletakkan cangkir teh. Tubuhnya sedikit mencondong ke depan. Suaranya rendah, membawa kesan sengaja menggiring sekaligus menstimulasi. "Ada apa? Jenderal Rangga tampaknya sangat sensitif terhadap kata 'kawasan terlarang'?"Dia melihat dengan jelas tubuh Rangga terguncang hebat. Wajahnya pun seketika pucat pasi seperti kertas. Keringat dingin mengucur di dahinya.Kepingan-kepingan ingatan yang kacau seolah-olah mendapat rangsangan kuat, menghantam batas kesadarannya dengan liar, menghadirkan rasa sakit seperti terkoyak."Katakan padaku, apa sebenarnya yang tersembunyi di kawasan terlarang itu?" Suara Ganendra sedingin embun beku. "Apa benda yang sampai membuat Keluarga Gutawa rela mengejarmu habis-habisan hingga kamu berakhir dengan meridian yang terputus?""Ah!" Rangga akhirnya tak mampu menahan diri, meluapkan geraman rendah yang tertahan. Dia tiba-tiba mendongak. Matanya dipenuhi urat darah, kekacauan, penderitaan, dan secuil keganasan yang ditekan paksa. Semuanya saling me

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1354

    Ikhsanun sedikit membungkuk, mendekat ke telinga Andini. Embusan napas panasnya menyentuh cuping telinga Andini yang dingin, tetapi kata-kata yang diucapkannya justru membuat Andini seperti terjatuh ke dalam jurang es."Bukankah kamu ingin tahu keberadaan Surya? Bukankah kamu ingin menyelamatkan Rangga? Bahkan ... kamu ingin menyelamatkan Rinun, 'kan?"Tubuh Andini seketika menegang, jantungnya berdegup kencang. Dia menatap tajam mata Ikhsanun yang begitu dekat.Melihat cahaya harapan dan kewaspadaan yang tiba-tiba menyala di mata Andini, senyuman di sudut bibir Ikhsanun semakin dalam, membawa ejekan yang kejam. "Kalau begitu ... tunggu saja dengan patuh."Dia menegakkan tubuh, kembali pada sikap bangsawan terhormat yang elegan. Tatapannya menatap dari atas, seolah-olah menjatuhkan vonis."Tiga hari lagi pada malam bulan purnama." Suaranya bergema jelas di ruang kerja, mengandung ketegasan yang tak bisa dibantah. "Semuanya akan terungkap dengan sendirinya."Malam bulan purnama! Tiga ha

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1353

    Di dalam ruang kerja, Ikhsanun berdiri di dekat jendela. Dia memegang kuas, menorehkan tinta dengan gerakan stabil dan sikap santai. Aroma tinta samar memenuhi ruangan.Ketika mendengar suara langkah kaki, dia tidak menoleh, hanya berkata dengan nada datar, "Andin ya? Duduklah."Suaranya tenang tanpa gelombang, sama sekali tak menunjukkan emosi apa pun.Sorot mata Andini mendingin. Dia tidak berminat berbasa-basi, langsung ke pokok persoalan. "Apa Kakak tahu ke mana Rinun pergi?"Ikhsanun tetap tak menoleh, hanya bertanya dengan nada datar, "Apa yang dikatakan Kepala Keluarga kepadamu?""Kepala Keluarga bilang Rinun pergi ke kuil untuk menunaikan nazar," ujar Andini dengan dingin. "Tapi aku nggak percaya.""Aku tahu." Baru saat itu Ikhsanun meletakkan kuas dan perlahan berbalik.Di wajahnya terpancar wibawa khas Keluarga Gutawa. Senyuman terlukis di sudut bibirnya, tetapi tatapan yang mengarah pada Andini sedingin es, tanpa sedikit pun kehangatan. Tatapan itu membuat dada Andini sesak.

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1352

    Soekarno sama sekali tidak ragu. Dia mengiakan, lalu sosoknya berkelebat dan kembali menyatu ke dalam kegelapan, seolah-olah tak pernah muncul sebelumnya.Entah berapa lama berlalu, Soekarno akhirnya muncul kembali."Kepala Lembah, Rinun nggak pernah meninggalkan kediaman, apalagi pergi ke Kuil Puji." Dia berhenti sejenak, seakan-akan menimbang bagaimana menyampaikan kenyataan yang kejam itu. "Dia ditahan di ... Paviliun Tafakur."Paviliun Tafakur? Andini mengerutkan kening. "Tempat apa itu?""Sepertinya itu tempat Keluarga Gutawa untuk menahan anggota perempuan yang melakukan kesalahan besar. Letaknya di sudut paling terpencil di area belakang kediaman, mirip dengan istana pengasingan."Hati Andini terasa semakin dingin. "Pasti karena Rinun membocorkan rahasia kawasan terlarang, makanya dia ditahan."Terhadap perkataan Andini, Soekarno juga sangat setuju. Hanya saja, alisnya sedikit berkerut. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi terpaksa menahan diri.Melihat sikapnya, Andini

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status