Share

Bab 194

Penulis: Si Kecil Tangguh​
Ainun memandang Abimana dan lainnya, lalu menatap Kresna dan melanjutkan, "Kamu bilang aku pilih kasih, tapi bagaimana dengan kalian? Kalian jauh lebih parah! Kalau aku nggak membela Andin, apa dia masih bisa hidup di Kediaman Adipati?"

Ainun mengembuskan napas dan berjalan ke luar sembari meneruskan, "Semua orang punya hati. Biarpun bukan anak kandung, kalian sudah membesarkannya selama bertahun-tahun. Apa kalian nggak merasa kasihan padanya?"

Kresna dan lainnya terdiam di tempat. Mereka memandangi sosok Ainun yang menjauh. Setelah Ainun menghilang dari pandangan mereka, Kresna baru bertanya, "Siapa yang memberi tahu masalah hari ini kepada Ibu?"

Abimana tidak bicara. Ekspresinya sangat muram. Dia masih memikirkan tampang Andini saat memanggilnya "kakak" tadi.

Kirana juga tidak tahu. Hanya Dianti yang melihat mereka dan menyahut, "Mungkin ... pelayanku yang membocorkan masalah ini waktu ambil obat dari tabib kediaman."

Bagaimanapun, pelayan Ainun mencari tabib kediaman 3 kali sehari.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Evi Yulianti
eh ternyata yg tidak tahu jika 3 tahun lalu Andini difitnah tidak hanya Ainun,, tapi Rangga juga tidak tahu? Wah dinanti Thor,, moment mereka tahu yg sebenarnya. akan gimana mereka jika tahu,, akankah tetap diam seperti keluarga Adipati?
goodnovel comment avatar
Tiwi Syalala
berbelit 2 dan muter2 situ2 aja
goodnovel comment avatar
Maslina Madshah
nextttttt mana bab seterusnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1351

    Andini menurunkan pandangan. Bulu mata panjangnya menutupi gelombang hawa dingin yang bergejolak di dasar matanya.Braja melihat jelas keheningan Andini. Dia tahu hubungan antara Surya dan Andini, maka demi menenangkannya, dia berkata, "Nggak perlu cemas. Nanti akan kusuruh paman ketujuhmu mencarinya."Paman ketujuh itu adalah Kenon, orang Keluarga Gutawa yang bertanggung jawab atas penggalian informasi.Andini tahu Braja sengaja menyebut Kenon hanya agar dia bisa merasa tenang dan tetap tinggal di Kediaman Gutawa. Jadi, dia mengikuti kemauan Braja, mengangguk, lalu tersenyum. "Terima kasih, Kepala Keluarga."Braja memasang ekspresi seolah-olah tak menganggapnya masalah besar. "Hanya urusan sepele. Oh ya, selama beberapa hari ini kamu tinggal di Kediaman Pangeran Kedua, apa terjadi sesuatu? Terus, bagaimana kondisi tubuh Pangeran Kedua?"Andini tak bisa memastikan apakah orang-orang Kenon sudah menyusup jauh ke Kediaman Pangeran Kedua atau belum. Karena itu, dia tidak berbohong pada Br

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1350

    Ucapan Bahlil membuat Andini terkejut. Bahkan Ganendra pun tak kuasa menampakkan sedikit raut keterkejutan.Hanya Bahlil yang tetap tersenyum tipis. "Larut malam begini sangat sunyi. Aku mendengar semua pembicaraan kalian berdua tadi."Bahlil bermaksud memberi tahu bahwa dia tidak sengaja menguping. Soal itu, Andini tentu saja tak meragukannya. Namun di hati Ganendra, justru timbul sedikit kewaspadaan.Suara percakapannya dengan Andini barusan jelas tidak keras. Sekalipun suasana sunyi di tengah malam, mustahil bisa terdengar sejauh itu. Apalagi, dia sama sekali tidak menyadari ada orang di sekitar mereka.Artinya, tingkat tenaga dalam Bahlil jauh di atasnya! Jika orang seperti itu memilih untuk tinggal ....Saat Ganendra masih memikirkan hal itu, Bahlil tiba-tiba tersenyum ke arahnya. "Kenapa ekspresi Pangeran begitu? Jangan-jangan nggak menyambut kehadiranku?"Baru setelah diingatkan seperti itu, Andini menyadari kejanggalan di wajah Ganendra. Hatinya langsung tergerak. Ganendra ...

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1349

    Pandangan Andini sama sekali tidak teralih.Entah sudah berapa lama berlalu, sudut bibir Ganendra akhirnya perlahan terangkat, menampakkan sedikit ketertarikan."Heh ...." Tawa rendah keluar dari mulutnya, terdengar sangat jelas dalam keheningan menjelang fajar."Andini." Untuk pertama kalinya, Ganendra memanggil namanya secara langsung. Suaranya rendah dan dalam, terasa seperti ujung lidah ular yang menjilat kulit. "Kamu memang selalu ... bisa memberi orang kejutan."Ganendra membawa lampu kaca itu dan maju satu langkah. Cahaya dari lampu kaca hampir menyentuh pipi Andini."Boleh." Suara rendah Ganendra terdengar lagi.Hati Andini akhirnya sedikit mengendur. Namun, sebelum sempat merasa senang, kalimat berikutnya dari Ganendra seperti pisau es beracun, menghujam tepat ke dalam secercah harapan yang baru saja muncul di hatinya."Tapi ...." Ganendra sengaja menarik panjang nada bicaranya, menikmati cahaya harapan di mata Andini yang seketika membeku.Ujung jarinya perlahan mengusap tula

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1348

    Keadaan sudah sampai sejauh ini. Bersembunyi pun tidak ada gunanya.Andini berdiri tegak, menatap Ganendra. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang menyindir."Sekarang sudah larut malam. Pangeran bukannya tidur di kamar, malah sengaja datang ke sini untuk mengadangku. Apa maksudnya?"Sorot mata Ganendra sedikit meredup. Senyuman di wajahnya yang tampak agak lemah justru terlihat semakin mengerikan. "Bagaimanapun, aku baru saja mengalami percobaan pembunuhan. Sudah sewajarnya aku lebih berhati-hati.""Oh?" Andini mengangkat alis. "Jangan-jangan Pangeran mencurigai aku terlibat dalam urusan ini?""Kamu salah paham." Ganendra terkekeh pelan. "Aku hanya mengkhawatirkan keselamatanmu."Andini menatap balik pandangan menyelidiknya. Lengkungan di sudut bibirnya semakin dalam. Di bawah cahaya lampu yang bergoyang, senyuman itu tampak memikat, tetapi tatapannya setajam mata pisau."Pangeran nggak perlu khawatir. Aku hanya pergi memastikan beberapa hal yang berkaitan dengan kawas

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1347

    "Paman Gatot." Suara Andini terdengar tenang. Saking tenangnya, malah terkesan menakutkan. Dari sorot matanya yang dalam, terpantul api amarah yang berkobar. "Dengarkan aku. Mulai sekarang, cari tempat paling terpencil untuk bersembunyi, rawat lukamu sampai pulih. Urusan Keluarga Gutawa, serahkan padaku."Andini mengangkat wajahnya. Tatapannya begitu tajam, menembus kabut air mata dan menghunjam langsung ke mata Gatot."Aku akan menyelidikinya sendiri. Tangan yang mereka rampas darimu dan keselamatan Pasukan Harimau .... Aku akan menagihnya satu per satu sampai lunas!"Aroma pedas obat luka bercampur dengan bau darah yang kental, memenuhi ruang paviliun yang sempit.Gatot menatap wajah muda di hadapannya yang dipenuhi tekad. Bibirnya bergerak beberapa kali, tetapi pada akhirnya dia hanya mengangguk berat.Di bawah cahaya bulan, sisi wajah Andini tampak dingin. Kebencian yang menyala dan tekad untuk melindungi di matanya jauh lebih kuat daripada kata-kata apa pun.Setelah mengatur tempa

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1346

    "Paman Gatot! Ta ... tanganmu ...." Suara Andini pecah oleh tangisan. Kenyataan menamparkan dengan berat hingga tubuhnya hampir tak sanggup berdiri tegak. Dia terhuyung maju dan berusaha menopangnya."Jangan ... jangan mendekat!" Gatot tiba-tiba mengangkat tangan kirinya yang tersisa. Suaranya serak dan remuk redam. "Nona ... hati-hati darahnya ... kotor ...." Dia berusaha memaksakan senyum untuk menenangkan, tetapi senyuman itu justru mengenai lukanya dan membuatnya terbatuk hebat hingga tubuhnya limbung.Andini sudah tidak memedulikan apa pun. Dia segera menerjang ke sisi Gatot dan menopang tubuhnya yang terasa begitu berat.Sentuhan di tangannya dingin dan lengket. Darah!Dengan tangan gemetar, Andini ingin memeriksa lukanya, tetapi takut menyentuh ujung potongan yang mengerikan itu. Dia hanya bisa menopangnya dengan tak berdaya dan air matanya akhirnya mengalir deras. "Kenapa bisa begini? Paman Gatot! Siapa yang melukaimu?!"Gatot bersandar pada tiang paviliun yang dingin dengan te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status