تسجيل الدخولDelapan tahun menikah, Senja hidup terhina dan tak ubahnya seperti pembantu di rumah sendiri—hingga putrinya meninggal karena suaminya menolak membawanya ke rumah sakit. Putus asa, Senja mengakhiri hidupnya… namun ia justru terbangun kembali sepuluh tahun di masa lalu! Kali ini, Senja tidak akan menikahi pria yang sama. Ia akan mengubah takdirnya, menyelamatkan keluarganya, dan membuat mereka yang pernah menghancurkannya membayar semuanya!
عرض المزيدSore ini Langit pulang lebih awal. Pukul setengah empat ia sudah sampai di rumah. "Dimana istri saya?" tanya Lamgit pada bibi yang sedang sibuk di dapur. "Di halaman samping, Tuan. Bersama Nyonya besar," jawab bibi menunjuk ke arah pintu penghubung antara ruang tengah dan halaman samping. Di kursi teras samping nampak Senja dan Oma Hanna mengobrol santai sambil menikmati teh hangat. Dua wanita beda usia itu tampak sesekali tersenyum. Melihat itu, senyuman tipis terukir di bibir Langit. Akhirnya, setelah dua minggu berlalu, ia kembali melihat Senja tersenyum. Sejak kepergian ayah mertuanya, istrinya itu selalu tampak murung. Tatapannya dingin, ekspresinya datar. Sikap itu bukan hanya ditujukan kepada Bulan dan Arini, tetapi juga kepada Langit. Bahkan, beberapa kali Senja menatapnya dengan sorot mata penuh curiga. Namun setiap kali berada di dekat Oma Hanna dan Mama Wulandari, wajahnya selalu melembut. Sikapnya selalu hangat. Pelan, Langit melangkah menuju teras samping. Tanpa be
Setelah tujuh hari kepergian Himawan, pagi ini Langit akhirnya mengajak Senja untuk pulang ke rumah mereka. "Hari ini kita pulang. Kasihan Oma sendirian," ucap Langit saat Senja baru keluar dari kamar mandi. Wanita itu baru saja selesai mandi. Keterkejutan langsung tampak di wajah cantiknya. Tangan yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecil mendadak terhenti di udara. "Mas kok masih di sini?" tanyanya kaget. Seingatnya, Langit sudah hendak turun ke bawah saat ia masuk ke kamar mandi. Tanpa berniat menjawab pertanyaan itu, Langit justru melangkah mendekat. "Sini, aku bantu keringkan rambutmu," ujarnya lembut. Tangannya sudah terulur hendak mengambil alih handuk di tangan Senja ketika wanita itu tiba-tiba bergerak mundur. Reaksi itu membuat Langit mengernyit. "Kenapa?" tanyanya. Dengan ekspresi canggung, Senja menggeleng cepat. "Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri," katanya dengan ekspresi datar. Langit terdiam beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum tipis. Tangannya merai
"Akan lebih baik begitu. Karena kalau sekali lagi kamu membuat masalah, saya tidak akan segan mengusirmu dari rumah ini." Wulandari menatap Bulan dengan sorot mata yang begitu tajam, seolah ingin memastikan setiap kata yang keluar dari bibirnya tertanam kuat di benak putri sulungnya itu. "Ingat itu baik-baik." Setelah mengatakan itu, ia langsung berbalik dan melangkah pergi tanpa memberi kesempatan untuk membantah. "Jangan hiraukan!" bisik Arini sambil mendekat. Matanya berkilat penuh perhitungan. "Ini kesempatanmu. Kamu lihat sendiri tadi, kan? Langit membelamu." Bulan mengangguk pelan. Apa pun risikonya, ia tidak peduli. Saat ini hanya ada satu hal yang memenuhi pikirannya. Bersama Langit, hidupnya akan kembali terjamin. Terlepas dari penderitaan, rasa malu, dan ketidakpastian yang selama ini menghantuinya. Ya, kini ia mengakui bahwa semua ucapan Senja memang benar. Cinta bukan segalanya. Uang dan kekuasaan jauh lebih berharga karena mampu membuat seseorang bertahan di dunia y
Tepat di hari ketiga setelah wafatnya Himawan, keluarga Langit akhirnya bisa datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Kondisi kesehatan Oma Hanna menjadi alasan keterlambatan mereka. Kesehatan nenek Langit itu sempat menurun drastis setelah mendengar kabar kematian ayah Senja. Hatinya diliputi rasa bersalah saat mengetahui cucu menantunya tidak sempat bertemu sang ayah untuk terakhir kali karena memilih tinggal di Jakarta demi merawat dirinya. Namun meski demikian, Adityawarman, ayah Langit, sudah datang lebih dulu. Meski hanya beberapa jam, pria itu tetap menyempatkan diri hadir sebelum akhirnya kembali lagi ke Jakarta karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. "Maafkan Oma, Senja." Oma Hanna memeluk Senja erat, seolah ingin menyalurkan seluruh rasa bersalah di hatinya. Senja menepuk punggung wanita tua itu dengan lembut sebelum perlahan melepaskan pelukan mereka. "Tidak perlu minta maaf. Bukan salah Oma. Ini sudah takdir." "Tapi karena Oma kamu tidak s
Di depan gundukan tanah yang masih basah, Wulandari terduduk lemas. Wajahnya yang pucat telah basah oleh air mata yang tak kunjung berhenti mengalir. Di sampingnya, Senja ikut duduk sambil memeluk tubuh sang mama erat. Tak ada kata-kata yang terucap. Dua wanita itu sama-sama patah hati dan hancur
Senja tersenyum sinis. "Apa bukan iranb dengan kepribadian ganda. Aku hanya bersikap seperti apa aku diperlakukan."Langit mengangkat satu alisnya. Istrinya benar-benar membuatnya penasaran. Senja seperti buku yang tidak bisa ia tebak setiap akhir babnya. "Aku akan baik jika diperlakuin baik. Ta
"Kamu?" Mata Senja seketika melebar. Ada keterkejutan yang begitu jelas saat melihat sosok yang berdiri di ambang pintu kamar. "Kamu sudah lihat sendiri, kan, wanita seperti apa Senja itu?" ujar Bulan sinis. Tatapannya tertuju pada Langit. "Dia tidak sepolos yang kamu dan orang-orang pikirkan."
"Galih sudah tahu dirinya mengidap HIV, tapi ia tetap melakukannya. Itukah cinta yang Mbak maksud?" Bulan terduduk lemas. Air matanya mengalir tanpa mampu lagi ia bendung. Rasa sesal yang selama ini berusaha ia abaikan kini menghantam dadanya tanpa ampun, menyesakkan hingga membuat napasnya teras


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات