Share

Bab 18

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-01-06 17:56:48

"Selamat meledak dan gosong!" ucap Sheza sekali lagi.

Dengan menekan tombol enter sesuatu terkirim untuk ID Hana.

Dan benar saja, di tempat lain teriakan menggema di sebuah kamar. Dan ledakan kecil terjadi.

Duar.....

"Argh .....!"

Tubuh Hana sampai terpental ke belakang karena laptop yang di pakainya tiba tiba di serang sebuah Virus yang membuat laptop itu bekerja lebih berat dan panas. Karena tak kuat akhirnya laptop milik Hana meledak.

Awalnya Hana ingin menyelidiki Sheza de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 59

    Zello dan Sheza terpaksa mengungsi ke rumah yang lain. Saat mereka tiba di rumah ternyata orang tua Zello sudah ada disana. "Kalian tak apa apa?" Moza menghampiri anak dan menantunya. Dia juga memeriksa keadaan Sheza yang baru pulang bekerja. "Astaga, mereka benar benar tak membuatkan mu hidup tenang. Rasanya ingin mama lempar ke laut sana. Kesal mama!" Sheza yang mendengar mertuanya mengomel terkikik geli. Moza menoleh ke arah Sheza dan mencubit gemas pipi menantunya itu. "Kenapa malah tertawa, harusnya kamu marah sama mereka." Sheza menggeleng, dia memeluk Moza dari samping. "Ma, jangan marah marah. Nanti keriputnya tambah kelihatan. Tenang aja, mereka nggak akan bisa ngapa ngapain cuma karena nyebarin rumor kayak gini." Zello melihat Sheza curiga, dia merasa jika istrinya itu tahu sesuatu. "Kamu tahu siapa yang bikin berita ini sayang?" Sheza mengangguk, dia mengambil ponselnya lalu memutar sebuah video yang ada di dalam ponselnya. Zello menerima

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 58

    Sheza mengerjap mendengar perkataan terakhir dari Zello. "Meng-menghadapi kejamnya dunia? Apa maksud nya itu?" tanya Sheza tak mengerti. "Sudah, makan dulu sayang. Keburu dingin nanti." Sheza mengangguk, dia menikmati makanannya dengan tenang tanpa tahu diluar ruangan mereka sedang terjadi kehebohan. Berita tentang Aruna menjadi trending topik saat ini. Mereka semua membicarakan Aruna seorang designer terkenal bisa melajukan hal memalukan seperti itu. Bahkan keluarganya pun langsung melakukan klarifikasi yang membuat Aruna semakin terpojok. Sheza yang sedang menikmati makannya pun menoleh ke arah Zello yang sedang melihat ponselnya. Dia penasaran dengan apa yang Zello lihat. "Ada apa?" tanya Sheza. Zello memberikan ponselnya yang berisi pesan dari Raka.. "Orang tua perempuan itu memberitahu kepada wartawan jika dia sudah lama tak tinggal bersama mereka. Dan tak mengijinkan siapapun menyangkut pautkan dengan keluarga besarnya." Sheza sempat tertegun mendenga

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 57

    Sheza melihat Zello yang sudah menunggunya di parkiran depan. Bukan sekedar menunggu di dalam mobil. Tapi Zello menunggu Sheza dengan bersandar di pintu mobil. Zello mengulurkan tangannya ketika Sheza sudah berada di dekatnya. "Capek?" Sheza mengangguk, tapi senyum bahagia tak luntur dari wajah cantiknya. "Kamu ingin kemana setelah ini?" Zello bertanya sambil memasangkan sabuk pengaman kepasa Sheza. "Makan malam romantis bersamamu. Rasanya lama sekali kita nggak jalan jalan berdua." Zello menarik tengkuk Sheza lalu melumat sekilas bibir Sheza. Sheza menerima nya dengan senang hati. Mereka berciuman hanya sebentar karena ternyata terdengar bunyi perut Sheza yang keroncong. Sheza masuk ke dalam pelukan Zello karena dia malu. Wajahnya menjadi merah karena bisa bisanya perutnya berbunyi sangat keras. "Hahaha, sayang. Sepertinya cacing di perutmu sangat kelaparan." Zello semakin menggoda Sheza saat ini. Rasanya semakin menyenangkan ketika Sheza malu dengan wajah merah

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 56

    Sheza yang mendengar perkataan Aruna terkekeh, bisa bisanya Aruna semakin tak tahu malu seperti itu. "Zello, sepertinya dia mulai gila." ujar Sheza santai. Aruna yang mendengar Sheza mengatakan jika dia gila kembali marah. Dia maju ke depan Sheza ingin meraih gaun milik Sheza, tapi tangan Zello lebih dahulu menahan nya lalu mencengkeram nya erat. Setelah itu, Zello menghempaskan tangan Aruna sampai Aruna terjengkang ke belakang "Argh...... Aw....." Aruna berteriak kesakitan tapi Zello tak peduli. Zello beralih pada Sheza, memeriksa tubuh Sheza takut jika ada yang terluka dari istrinya itu. Zello memutar tubuh Sheza berkali kali yang membuat kepala Sheza berputar. "Zello, stop!" "Aku pusing!" Zello yang tersadar langsung berhenti. Dia mencium seluruh wajah Sheza di depan banyak orang. Tak peduli jika mereka semua melihat. Sedangkan Raka menepuk pelan keningnya karena ulah Zello. "Sayang, maaf. Tadi aku panik, takut dia nyakitin kamu." ucap Zello penuh sesal..

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 55

    "Kenapa diam? Kamu nggak bisa jawab?" Aruna gelagapan, dia tak menyangka jika Sheza akan mengatakan hal seperti itu. "Kalau kamu yang nolong aku, tentu saja kamu akan jadi saudara ku!" jawab Aruna yakin. Tapi terlihat sekali jika bola matanya bergerak liar, Sheza tahu jika Aruna mulai gelisah dan tak tenang. "Dia pikir dia siapa mau mempermalukan ku?" batin Sheza. "Jadi kamu masih kekeuh dengan pemikiran konyolmu itu? Ingin sekali aku tertawa. Terlebih Zello dan Raka nggak kenal sama kamu tapi kamu masih ngeyel jika kamu di tolong mereka. Terutama Zello." Sheza lalu berbalik ke arah Raka dan mengangguk sekilas. Aruna bingung kenapa Sheza tak lagi menyerangnya. Ternyata dari arah pintu masuk datang seorang laki laki lagi yang perawakannya mirip dengan Zello. "Aruna, sebenarnya aku nggak mau kayak gini. Tapi kamu usik seseorang yang emang seharusnya nggak kamu usik." Raka menunjuk laki laki itu, lalu dia berhadapan dengan Aruna. "Ingat dia? Laki laki yang sebenarn

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 54

    Zello benar benar melindungi Sheza dalam hal apapun. Terlebih saat Zello tahu jika Aruna berniat mempermalukan Sheza dengan pakaian yang tak layak. "Zello, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya memberinya gaun seperti itu karena cocok dengan image nya." Zello menatap tajam kepada Aruna. Bisa bisanya merendahkan istrinya sampai seperti itu. "Jadi kamu berpikir jika istri yang selalu aku manjakan dengan semua barang mewah bahkan tak pernah ada cacatnya layak mendapatkan pakaian yang tak pantas di pakai? Kamu berniat membuat Sheza malu?" bentak Zello keras. Aruna sampai berjingkat karena kaget dengan nada keras dari Zello. Aruna pucat pasi, pasalnya Aruna tak menyangka jika Zello akan semarah ini. Aruna berpikir jika Zello tak pernah mencintai Sheza dan hanya menjadikannya pelarian dan pengganti. "Ze-zello bukan seperti itu." cicit Aruna takut. "Lalu seperti apa?" Kali ini bukan Zello yang bicara, melainkan Sheza. Sejak tadi dia membiarkan Zello bicara ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status