LOGINKeheningan menyelimuti ruangan.
Kael menghela napas panjang. Meskipun jumlah pasukannya masih cukup banyak, ia tahu situasi sudah berubah. Gerbang telah tertutup, ritualnya gagal, dan yang paling penting, Arjon sekarang dikelilingi oleh rekan-rekan yang siap mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya. Pertempuran yang dipaksakan hanya akan berakhir dengan kekalahan.Karena itulah Kael mengambil keputusan, Ia melangkah mundur Satu langkah, Lalu langkah berikutnya."AkuTIGA NYAWA RAJA HEREK Lira menatapnya dengan serius. "Dan kau berhasil melemahkannya?"Sera tersenyum. "Sedikit."Damar kemudian memandang pisau yang tergeletak di atas meja. "Bagaimana dengan tiga batu itu?""Masih berada di tubuhnya.""Berarti besok kita harus memisahkannya satu per satu."Aku mengangguk sambil menatap seluruh anggota tim. Besok tidak akan ada lagi penyamaran, tidak ada lagi pengintaian, dan tidak ada lagi menunggu kesempatan. Kami akan masuk ke istana Raja Herek dan menghadapi makhluk yang selama bertahun-tahun telah membuat seluruh Desa Tarutung hidup dalam ketakutan.Namun, ada satu hal yang terus terngiang di kepalaku. Raja Herek sudah mengetahui keberadaan kami. Jika itu benar, kemungkinan besar dia juga sudah menyiapkan sesuatu untuk menyambut kedatangan kami.Aku mengepalkan tangan."Besok kita akhiri semuanya."Tidak seorang pun menjawab, tetapi dari tatapan mer
TIGA NYAWA RAJA HEREK Selama ini aku mengira Raja Herek hanyalah seekor kera yang memperoleh kecerdasan luar biasa. Namun, ternyata perubahan yang terjadi jauh lebih besar daripada itu. Batu Hewan bukan hanya memberinya kecerdasan, tetapi juga telah mengubah seekor hewan menjadi makhluk yang mampu memimpin, memerintah, dan menguasai manusia. "Jadi semua cerita itu memang benar." Sera mengangguk. "Raja Herek memang bukan manusia." Tidak seorang pun membantah. Kami semua sudah melihat wujud aslinya dengan mata kepala sendiri. Namun, mendengar kepastian tersebut tetap terasa aneh, karena itu berarti lawan yang akan kami hadapi bukan sekadar seorang tiran. Kami sedang berhadapan dengan seekor hewan yang memperoleh kekuatan luar biasa dan menggunakan kekuatan itu untuk menguasai manusia. "Lalu batu ketiga?" Kali ini Sera terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.
RAHASIA 3 BATU part 2Namun kenyataannya, ia kini berdiri tepat di hadapan kami dengan ekspresi santai seolah baru kembali dari jalan-jalan sore.Dan entah kenapa, melihat senyum kecil di wajahnya membuatku sadar bahwa kemungkinan besar wanita itu membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar dirinya sendiri. Ia membawa informasi. Rahasia yang mungkin dapat menjadi kunci untuk menjatuhkan Raja Herek.Selama beberapa saat setelah Sera memasuki kamar, tidak ada seorang pun yang mengucapkan sepatah kata. Aku masih memandangi wajahnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan, berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa perempuan yang berdiri di hadapanku benar-benar Sera dan bukan ilusi, penyamaran, atau jebakan yang dikirim oleh Raja Herek untuk menguji kami.Namun semakin lama aku memperhatikannya, semakin yakin pula aku bahwa orang itu memang Sera. Tatapan tajamnya yang khas, ekspresi kesal yang selalu muncu
RAHASIA 3 BATUMalam di Desa Tarutung semakin larut, tetapi rasa kantuk sama sekali tidak datang menghampiriku. Sejak Sera dibawa ke Istana Raja Herek siang tadi, pikiranku terus dipenuhi berbagai kemungkinan yang tidak ingin kubayangkan. Dari jendela penginapan, cahaya obor yang menyala di puncak bukit masih terlihat jelas, menerangi siluet istana yang berdiri kokoh di tengah kegelapan seperti seekor monster yang sedang mengawasi seluruh desa dari kejauhan.Semakin lama aku memandang ke arah sana, semakin sulit bagiku untuk duduk diam.Sudah berjam-jam berlalu tanpa kabar apa pun.Tidak ada sinyal.Tidak ada pesan.Tidak ada petunjuk mengenai keadaan Sera.Perasaan tidak tenang yang sejak sore menggangguku akhirnya mencapai batasnya hingga aku bangkit dari kursi dan mengambil senjata yang kusandarkan di dekat dinding."Aku akan pergi."Kalimat itu langsung menarik perhatian semua orang d
RENCANA SERASera segera menyimpan informasi itu dalam ingatannya. Mungkin batu itu berkaitan dengan kecepatan, mungkin berhubungan dengan kekuatan fisik, atau mungkin memiliki fungsi lain yang belum ia pahami. Apa pun jawabannya, informasi sekecil apa pun bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kematian."Kau sedang memikirkan sesuatu."Suara Raja Herek membuatnya kembali fokus.Sera segera menggeleng pelan."Tidak."Raja Herek kembali tertawa."Kau bukan pembohong yang baik."Kalimat itu membuat nalurinya langsung waspada. Untuk sesaat, ia bertanya-tanya apakah penyamarannya telah terbongkar. Namun, setelah memperhatikan ekspresi Raja Herek, ia menyadari bahwa monster itu tampaknya hanya sedang bermain-main. Tidak ada tanda-tanda bahwa identitasnya diketahui.Setidaknya untuk saat ini.Sebelum percakapan mereka berlanjut, suara ketukan terdengar dari luar ruangan.Pintu terbuka dan seorang pengawal masuk dengan langkah tergesa."Yang Mulia."Raja Herek menoleh dengan ekspresi tid
PEMBURU DI KANDANG MANGSA part 2Ruangan pribadi Raja Herek berada jauh di bagian terdalam istana.Pintu kayu hitam yang menjulang tinggi dijaga oleh beberapa pengawal bersenjata, sementara simbol-simbol aneh terukir di permukaannya seperti penanda bahwa tidak sembarang orang diizinkan masuk.Ketika pintu akhirnya dibuka, aroma yang tidak biasa langsung menyambut Sera.Ada bau dupa yang menyengat.Ada aroma darah yang samar.Dan ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang membuat nalurinya langsung waspada.Di tengah ruangan, Raja Herek sedang duduk di atas kursi besar yang menyerupai singgasana.Mata kuning keemasannya langsung tertuju pada Sera begitu ia masuk.Tatapan itu terasa seperti tangan tak kasat mata yang sedang berusaha membedah isi pikirannya."Itu pilihan yang cerdas."Suara Raja Herek terdengar berat dan kasar."Kebanyakan manusia menangis sebelum







