
Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO
Selama tujuh tahun menikah, Naila selalu menjadi penopang keluarga suaminya. Gajinya digunakan untuk membayar cicilan rumah mertua, biaya kuliah adik ipar, bahkan utang-utang keluarga yang bukan tanggung jawabnya.
Namun, semua pengorbanan itu tak pernah dianggap cukup.
Ketika Naila kehilangan pekerjaannya dan tak lagi mampu mengirim uang setiap bulan, keluarga suaminya menunjukkan wajah asli mereka. Ia dihina, dicap menantu tidak berguna, bahkan didesak untuk menjual warisan terakhir milik orang tuanya.
Yang paling menyakitkan, suaminya memilih membela keluarganya daripada istrinya sendiri.
Merasa tak lagi dihargai, Naila memilih pergi dan mengakhiri pernikahan itu.
Tidak ada yang menyangka bahwa wanita yang selama ini mereka perlakukan seperti ATM ternyata adalah pemilik perusahaan investasi yang selama ini diam-diam berkembang pesat di bawah namanya.
Saat kesuksesan Naila menjadi sorotan publik, mantan suami dan keluarganya mulai menyesali semua yang telah mereka lakukan.
Sayangnya, penyesalan mereka datang terlambat.
Read
Chapter: BAB 32Pembicaraan dengan investor asing berlangsung lebih lama daripada perkiraan semua orang. Berkas demi berkas dikeluarkan, sementara pihak Nexora memaparkan laporan keuangan, rencana ekspansi, hingga strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar.Daniel beberapa kali mengajukan pertanyaan yang sangat detail.Ia bukan investor yang datang hanya karena tertarik melihat angka keuntungan.Ia ingin mengetahui siapa orang-orang yang berada di balik pertumbuhan Nexora."Pertumbuhan perusahaan ini terlalu cepat untuk terjadi hanya karena kondisi pasar," ujarnya sambil menutup sebuah laporan. "Ada strategi khusus yang digunakan?"Direktur utama tersenyum tipis."Tim kami bekerja sangat keras."Daniel menggeleng."Saya percaya itu. Namun, seseorang pasti berada di belakang strategi tersebut."Tatapannya bergerak mengelilingi meja sebelum akhirnya berhenti pada Naila.Perempuan itu tetap tenang.
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: BAB 31Pagi itu, suasana di gedung utama Nexora terasa jauh lebih sibuk dibandingkan biasanya. Sejak matahari belum terlalu tinggi, kendaraan para pemegang saham dan jajaran direksi sudah memenuhi area parkir khusus di depan gedung. Beberapa staf terlihat mondar-mandir membawa dokumen, sementara petugas keamanan berjaga lebih ketat di setiap pintu masuk.Hari itu bukan hari biasa.Nexora akan mengadakan rapat pemegang saham yang selama beberapa minggu terakhir menjadi pembicaraan di kalangan internal perusahaan. Kondisi perusahaan memang sedang berada dalam fase pertumbuhan yang cukup pesat, tetapi keputusan-keputusan besar yang akan dibahas hari itu dapat menentukan arah Nexora untuk beberapa tahun ke depan.Di lantai tiga puluh dua, sebuah ruang rapat besar telah disiapkan. Meja berbentuk oval memenuhi hampir seluruh ruangan, dengan layar besar terpampang di dinding bagian depan. Beberapa pemegang saham utama sudah menempati kursi masing-masing ketika Naila tiba melalui pintu samping.Tida
Last Updated: 2026-08-16
Chapter: BAB 30 Harga yang Selama Ini Dibayar NailaAwalnya Ardi tidak berniat membaca buku catatan tersebut. Ia hanya mengira buku itu berisi daftar belanja atau catatan rumah tangga biasa seperti yang sering dibuat Naila. Namun, setelah matanya menangkap deretan angka dan nama kebutuhan yang tertulis dengan rapi di halaman pertama, rasa penasaran membuatnya terus membuka halaman demi halaman.Di sana terdapat daftar pengeluaran bulanan yang selama ini sama sekali tidak pernah ia pikirkan.Listrik, air, internet, belanja dapur, obat-obatan Pak Surya, cicilan rumah, kebutuhan sekolah, biaya bensin, hingga beberapa kebutuhan pribadinya sendiri tercatat dengan sangat rinci.Ardi mulai membalik halaman demi halaman dengan dahi berkerut. Semakin banyak yang dibacanya, semakin sulit ia mempertahankan wajah tenang.Di salah satu halaman terdapat tulisan tangan Naila."Gaji Ardi bulan ini untuk cicilan."Pada halaman berikutnya tertulis:
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: BAB 29Rumah yang Mulai BerantakanPagi pertama setelah Naila pergi terasa jauh lebih asing bagi Ardi, meskipun pada awalnya ia masih berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa kepergian wanita itu tidak akan membawa perubahan apa pun dalam kehidupannya. Rumah tersebut masih berdiri seperti biasa, perabotan masih berada di tempatnya, suara kendaraan dari jalan depan tetap terdengar bersahutan, dan sinar matahari masih menyelinap melalui celah tirai kamar. Namun, ketika Ardi membuka mata dan tidak menemukan suara aktivitas dari arah dapur, ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda.Biasanya, sebelum dirinya benar-benar terbangun, aroma masakan sudah lebih dahulu memenuhi rumah. Naila selalu bangun lebih pagi, menyiapkan sarapan, merapikan rumah, mencuci pakaian, sekaligus memastikan segala sesuatu yang dibutuhkan anggota keluarga telah tersedia. Selama bertahun-tahun, Ardi tidak pernah benar-benar memikirkan semua itu karena baginya, pekerjaan tersebut hanyalah bagian dari rutinitas seorang istr
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: BAB 28 Wanita Bernama RaniSudah hampir seminggu berlalu sejak Ardi meninggalkan rumah dengan wajah yang semakin hari semakin sulit dibaca. Bagi Rani, hari-hari itu terasa berjalan jauh lebih lambat daripada biasanya. Setiap kali menatap layar ponsel, dia selalu berharap ada kabar baru yang membawa kepastian tentang masa depan mereka, tetapi yang datang justru pesan-pesan singkat yang semakin jarang dan percakapan yang selalu berakhir dengan jawaban yang sama."Aku sedang mengurus semuanya."Kalimat itu sudah terlalu sering dia dengar.Malam itu, setelah selesai bekerja, Rani berdiri cukup lama di depan cermin apartemen sewanya sambil merapikan rambut. Di atas meja rias tergeletak ponsel yang beberapa menit lalu menerima pesan dari Ardi. Isinya tidak panjang, hanya ajakan untuk bertemu seperti biasa, tetapi entah mengapa pesan tersebut tidak lagi mampu membuatnya tenang seperti dulu.Semakin lama hubungan mereka berjalan, semakin besar keinginannya untuk mendapatkan kepastian yang nyata.Ra
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: BAB 27Menantu yang DicariJantung Ardi berdegup lebih cepat ketika berdiri di depan rumah warisan orang tua Naila. Dari tempatnya berdiri, dia dapat melihat sosok istrinya tengah berbincang dengan seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya. Di atas meja ruang tamu terhampar beberapa dokumen tebal, dan keduanya tampak sedang membahas sesuatu yang cukup penting.Ardi sebenarnya berniat masuk dan berbicara dengan Naila. Namun langkahnya terhenti ketika suara pria itu terdengar samar dari dalam rumah."Kalau semua dokumen ini selesai, Bu Naila akan resmi tampil sebagai pemegang saham mayoritas Nexora."Kalimat itu membuat tubuh Ardi membeku.Selama ini dia mengenal Nexora sebagai perusahaan yang beberapa kali muncul dalam berita bisnis karena berhasil bangkit setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan keuangan. Namun dia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa nama Naila terhubung dengan perusahaan tersebut, apalagi dalam posisi yang begitu penting.Untuk beberapa saat Ardi hanya berdiri
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB 43Hutan kota itu kembali sunyi setelah semuanya berakhir. Tidak ada lagi suara perdebatan, tidak ada lagi langkah kaki yang terburu-buru, hanya suara angin yang melewati dedaunan dan gemericik air dari parit kecil di sepanjang jalan setapak.Arga berdiri beberapa meter dari tempat Frans terbaring. Napasnya masih terdengar berat, sementara jemarinya menggenggam botol parfum hitam yang kini terasa jauh lebih hangat daripada sebelumnya.Ia menatap cairan di dalam botol dengan perasaan yang sulit dijelaskan.Jumlahnya bertambah.Tidak banyak, tetapi cukup untuk membuat Arga memahami sesuatu yang mengerikan.Parfum itu menyukainya.Atau mungkin, lebih tepatnya, parfum tersebut menyukai apa yang baru saja ia lakukan.Arga perlahan menunduk dan memandang Frans untuk terakhir kalinya. Pria yang beberapa jam lalu masih berjalan memasuki hutan dengan keyakinan bahwa dirinya sedang menghadiri pertemuan perusahaan kini telah menjadi k
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: BAB 42DOSA PERTAMASisa-sisa rasa kemanusiaan yang pernah hidup di dalam diri Arga kini hampir tidak lagi memiliki tempat untuk bertahan. Hari demi hari, perubahan itu semakin nyata, bukan hanya dalam cara ia memandang orang lain, tetapi juga dalam cara ia mengambil keputusan. Dahulu, Arga masih bisa merasa kasihan ketika melihat seseorang kesusahan, masih mampu merasa bersalah setelah melakukan kesalahan, dan masih memiliki keinginan untuk memperbaiki keadaan ketika tindakannya merugikan orang lain. Sekarang semua perasaan tersebut seolah telah dikikis sedikit demi sedikit oleh sesuatu yang tidak pernah terlihat, tetapi terus tumbuh di dalam dirinya.Orang-orang di sekitarnya perlahan berubah menjadi sesuatu yang berbeda dalam pandangannya. Ada yang ia anggap berguna, ada yang dapat menjadi sumber energi, sementara sisanya hanya dianggap sebagai penghalang yang tidak perlu dipertahankan keberadaannya. Bahkan ketika ia menyadari bahwa pikirannya telah sampai pada titik tersebut, Arga tidak
Last Updated: 2026-08-16
Chapter: BAB 41Gejala Pertama yang Tak TerlihatKeputusan itu datang begitu saja, tetapi setelah muncul di dalam kepalanya, Arga tidak lagi mampu mengusirnya. Sosok Frans yang berdiri di ujung lorong terasa seperti sebuah noda yang mengganggu pemandangan sempurna yang sedang ia bangun, terutama karena pria itu mulai mempertanyakan sesuatu yang selama ini berusaha Arga sembunyikan dari semua orang.Arga masih berdiri di balik kaca ruangannya ketika Frans akhirnya berbalik dan berjalan menuju lift bersama dua karyawan lainnya. Wajah Arga tidak menunjukkan kemarahan, bahkan ia sempat tersenyum tipis seolah tidak terjadi apa-apa, tetapi tangan yang berada di dalam saku celananya masih menggenggam botol parfum dengan erat.Botol itu terasa hangat.Bukan sekadar hangat seperti terkena suhu tubuh, melainkan seperti memiliki denyut kecil yang bergerak dari dasar botol menuju tutupnya. Arga bisa merasakan getaran halus itu melalui telapak tangannya, seolah parf
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: BAB 40Gejala Pertama yang Tak TerlihatDi dalam ruangan berpendingin udara yang megah di lantai paling atas gedung Wijaya Group, Arga menikmati setiap detik dari puncak kejayaannya yang dahulu bahkan tidak pernah berani ia bayangkan. Duduk di balik meja kerja dari kayu jati yang kokoh dengan dinding kaca yang memperlihatkan gemerlap ibu kota dari ketinggian, ia tidak lagi perlu bersusah payah membujuk siapa pun ataupun mencari muka kepada orang-orang yang memiliki jabatan lebih tinggi darinya. Setiap perintah yang keluar dari mulutnya segera dilaksanakan, sementara para staf yang menerima instruksi darinya lebih sering menundukkan kepala daripada mempertanyakan keputusan yang dibuatnya.Perubahan itu terasa begitu sempurna hingga Arga sendiri mulai lupa bagaimana rasanya menjadi seorang petugas kebersihan yang dahulu harus berhati-hati ketika berbicara kepada para manajer. Kini, orang-orang yang dulu bahkan tidak mau menoleh kepadanya justru berdiri menunggu persetujuannya, seolah-olah masa
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: BAB 39GAIRAH TERLARANGAda sesuatu yang salah di dalam tubuh Arga, sebuah dorongan liar yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Hawa nafsu itu merayap dari pangkal tulang belakang, membakar setiap jengkal pembuluh darahnya dengan sensasi panas yang nyaris membuatnya gila. Ia tidak lagi sekadar menginginkan perhatian atau pesona magis dari parfum terkutuk itu, melainkan sebuah gairah lapar yang menuntut untuk dibuaskan secara brutal.Setiap kali matanya menangkap sosok wanita yang melintas di depannya, dadanya bergemuruh hebat dan pikirannya dipenuhi fantasi liar untuk bercumbu dengan mereka saat itu juga. Hasrat tersebut begitu mendesak hingga pandangannya sering kali menggelap, menyisakan bayangan gairah yang sulit dikekang. Terlebih lagi saat ia berhadapan dengan Rosela.Aroma tubuh Rosela, cara wanita itu menatapnya dengan kepatuhan kosong, hingga lekuk lehernya yang terbuka seolah menjadi umpan paling mematikan bagi Arga. Setiap kali Rosela berada di dekatnya, Arga harus mengepalkan tang
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: BAB 38Kebangkitan"Karena tubuhmu sudah mengenalku jauh sebelum kau mengenal dirimu sendiri."Kalimat itu masih menggantung di udara ketika Arga menatap cermin dengan napas yang tidak beraturan. Sosok pria tua di dalam pantulan tersebut masih berdiri dengan senyum tipis yang membuat bulu kuduknya meremang, tetapi kali ini Arga tidak lagi merasa hanya sedang berhadapan dengan bayangan yang berusaha menakut-nakutinya. Ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari sekadar penampakan, sebab untuk pertama kalinya ia mulai memahami bahwa sosok tersebut mungkin memiliki hubungan dengan dirinya yang tidak pernah ia ketahui.Arga menundukkan kepala dan kembali melihat album foto yang berserakan di lantai. Beberapa lembar foto masa kecilnya masih terbuka, tetapi wajahnya yang seharusnya menjadi bagian paling akrab dari kenangan tersebut perlahan berubah menjadi wajah asing yang tidak pernah ingin ia kenal. Ia meraih salah satu foto dengan tangan gemetar, mengusap permukaann
Last Updated: 2026-08-11

REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR
Arjon mengira semuanya telah berakhir saat ia meninggal di ranjang rumah sakit pada usia lima puluh lima tahun.
Namun ketika membuka mata, ia justru terbangun di Bonua Toru, dunia misterius yang dulu hanya ia kenal dari dongeng sang kakek.
Di dunia asing itu, Arjon mewarisi Batu Waktu, artefak legendaris yang memberinya kekuatan untuk mengendalikan waktu. Tetapi kekuatan tersebut ternyata adalah kutukan.
Sejak hari pertama, para Penguasa Waktu mulai memburunya. Mereka percaya tidak boleh ada Pengendali Waktu yang hidup.
Untuk bertahan hidup, Arjon harus menjadi lebih kuat, mengumpulkan kekuatan yang tersebar di seluruh Bonua Toru, dan mengungkap rahasia di balik Batu Waktu.
Namun di balik semua itu, ia hanya memiliki satu tujuan.
Pulang.
Kembali kepada anak-anaknya yang ia tinggalkan saat kematian menjemput.
Tapi ketika semakin dekat dengan kebenaran, Arjon menemukan fakta yang jauh lebih mengerikan.
Bagaimana jika alasan dirinya bereinkarnasi bukanlah kebetulan?
Dan bagaimana jika nasib keluarganya ternyata terhubung dengan kehancuran Bonua Toru?
Read
Chapter: BAB 43Masa Lalu Lira Bagian 2 Kenangan mengenai Pasar Budak Sibolis selalu menjadi bagian hidup yang sulit dilupakan oleh Lira. Meskipun ratusan tahun telah berlalu sejak ia meninggalkan tempat itu, bayangan lorong-lorong sempit yang dipenuhi jeritan, rantai, dan wajah-wajah putus asa masih tersimpan jelas di dalam ingatannya. Namun di antara seluruh kenangan buruk tersebut, ada satu hal yang selalu muncul lebih dulu dibandingkan yang lain. Kael. Jika Pasar Budak Sibolis adalah tempat yang merampas masa kecil mereka, maka Kael adalah alasan yang membuat Lira mampu bertahan melewati hari-hari paling kelam dalam hidupnya. Mereka tumbuh bersama di tengah penderitaan yang sama. Mereka sama-sama kehilangan keluarga. Mereka sama-sama dijual seperti barang dagangan. Mereka sama-sama dipaksa bertahan hidup di tempat yang tidak mengenal belas kasihan. Namun meskipun mengalami nasib yang serupa, sifat mereka justru bertolak
Last Updated: 2026-08-16
Chapter: BAB 42Masa Lalu Lira Malam di sekitar Menara Ujung Waktu terasa jauh lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Setelah gerbang berhasil ditutup dan para Pemburu Waktu mundur bersama Kael, kelompok Arjon memutuskan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Namun meskipun tubuh mereka akhirnya mendapatkan kesempatan untuk beristirahat, pikiran mereka tidak mengalami hal yang sama.Arjon masih memikirkan terlalu banyak hal sekaligus.Jacob, Kael , Para Penguasa Waktu, Dan terutama Lira.Semakin lama perjalanan berlangsung, semakin jelas bahwa gadis itu menyimpan bagian penting dari sejarah Bonua Toru yang belum pernah mereka ketahui.Api unggun kecil menyala di tengah ruangan batu yang mereka gunakan sebagai tempat beristirahat. Damar dan Sera sudah lebih dulu terlelap setelah beberapa hari penuh ketegangan, sementara Arjon masih duduk terjaga memandangi nyala api.Lira duduk tidak jauh darinya.Seperti biasa, gadis itu
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: BAB 41Keheningan menyelimuti ruangan.Kael menghela napas panjang. Meskipun jumlah pasukannya masih cukup banyak, ia tahu situasi sudah berubah. Gerbang telah tertutup, ritualnya gagal, dan yang paling penting, Arjon sekarang dikelilingi oleh rekan-rekan yang siap mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya. Pertempuran yang dipaksakan hanya akan berakhir dengan kekalahan.Karena itulah Kael mengambil keputusan, Ia melangkah mundur Satu langkah, Lalu langkah berikutnya."Aku tidak datang ke sini untuk mati."Damar langsung tersenyum miring."Itu keputusan paling pintar yang kau buat hari ini."Kael tidak menanggapi. Tatapannya sempat bertemu dengan Lira.Untuk sesaat, kenangan masa lalu terlihat melintas di mata keduanya.Namun tidak ada kata-kata yang terucap.Tidak ada permintaan maaf.Tidak ada penyesalan.Hanya keheningan yang lahir dari luka yang sudah terlalu lama ada.Kemudian K
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: BAB 40Penutupan GerbangKemudian penglihatannya berubah Kota-kota runtuh Gunung-gunung hancur, Lautan bergolak.Makhluk-makhluk asing keluar dari dalam retakan dan menyebar ke seluruh Bonua Toru.Pemandangan itu berlangsung begitu cepat hingga membuat dadanya terasa sesak.Lalu, di tengah kehancuran tersebut, muncul satu sosok yang sangat ia kenal.Jacob.Pria berambut hitam itu berdiri sendirian di hadapan retakan langit sambil menggenggam Batu Waktu.Wajahnya terlihat lelah.Bukan kelelahan seorang petarung yang baru menyelesaikan pertempuran, melainkan kelelahan seseorang yang telah berjuang terlalu lama melawan sesuatu yang tidak pernah benar-benar bisa dikalahkan.Jacob perlahan mengangkat Batu Waktu ke arah langit.Seluruh dunia bergetar.Retakan raksasa itu mulai menutup sedikit demi sedikit.Namun, sebelum penglihatan berakhir, Jacob menoleh.Tatapannya bertemu deng
Last Updated: 2026-08-13
Chapter: BAB 39Clone WaktuSetelah pertempuran melawan para Pemburu Waktu berakhir dan gerbang menuju Menara Ujung Waktu muncul dari balik reruntuhan Perpustakaan yang Hilang, kelompok Arjon memutuskan untuk menunda perjalanan mereka selama beberapa hari. Tidak seorang pun mengajukan keberatan terhadap keputusan itu karena mereka semua memahami bahwa apa yang menanti di depan kemungkinan jauh lebih berbahaya daripada apa pun yang telah mereka hadapi sebelumnya.Selain membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga, mereka juga memerlukan kesempatan untuk memahami berbagai informasi yang baru saja ditemukan. Catatan-catatan kuno di perpustakaan telah membuka terlalu banyak rahasia sekaligus, mulai dari sejarah para Pengendali Waktu, hubungan Jacob dengan masa depan Bonua Toru, hingga keberadaan Menara Ujung Waktu yang selama ini hanya muncul sebagai nama dalam naskah tua.Namun di antara mereka semua, Arjon adalah orang yang paling sulit beristirahat.Pikirannya terus dipenuhi berbagai pertanyaan yang tid
Last Updated: 2026-08-12
Chapter: BAB 38Keheningan yang tercipta setelah teriakan salah seorang Pemburu Waktu terasa jauh lebih menyesakkan daripada ledakan-ledakan yang sejak tadi mengguncang Perpustakaan yang Hilang. Para pemburu yang sebelumnya menyerbu tanpa keraguan kini berdiri dengan sikap waspada, sementara tatapan mereka tertuju kepada Lira dengan campuran keterkejutan dan ketakutan yang sulit disembunyikan. Reaksi itu membuatku semakin yakin bahwa perempuan yang selama ini berjalan bersama kami bukanlah sosok biasa.Aku menoleh ke arah Lira dan berusaha membaca ekspresinya. Namun seperti biasa, wajahnya tetap tenang, seolah julukan yang baru saja diteriakkan itu tidak memiliki arti apa pun baginya. Yang berubah justru suasana di sekitar kami. Bahkan para pemburu yang jumlahnya jauh lebih banyak tampak kehilangan keberanian untuk bergerak lebih dekat.Kael menjadi orang pertama yang memecahkan keheningan tersebut. Ia melangkah maju perlahan, membiarkan ujung jubah hitamnya bergerak mengikuti ang
Last Updated: 2026-08-11