Beranda / Romansa / Rahasia Cinta Tuan Jonas / BAB 109 Ingin Berjuang Bersama

Share

BAB 109 Ingin Berjuang Bersama

Penulis: Atik Poery
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-15 23:56:35

Syarat dari Nyonya Aisha wajib dilakukan. Alesha akan mengajak Jonas menemui kedua orang tuanya secara bergantian nanti, begitu keluar dari rumah sakit dan kembali ke ibukota.

Tak lama setelah kunjungan orang tua Jonas, dokter yang merawat yaitu Yoga datang memeriksa kondisi Jonas.

"Oke sudah bagus semuanya. Sudah lebih bugar dari kemarin, sepertinya dirawat istri tercinta dengan sangat baik sehingga mempercepat penyembuhan!" ucap Yoga.

"Alhamdulillah!" sahut Alesha lega.

"Hm, apalagi kalau sudah dapat jatah semalam!" seloroh Yoga tiba-tiba dengan suara berbisik dengan sedikit mendekatkan wajahnya ke telinga Alesha. Kedua alisnya dinaik-turunkan.

Yang seketika membuat tubuh Alesha menegang. Kedua pipinya memerah seperti kepiting rebus. Tersipu malu.

"Nga-wur kamu!" sahutnya tergagap.

Yoga terkikik geli. Sementara Jonas tersenyum dengan lebar.

"Kebutuhan biologis, tidak bisa ditunda!" sahut Jonas tak ada yang ditutup-tutupi.

Dan langsung saja cubitan tak terlalu meny
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 112. Hari Pertama

    Seketika langkah Alesha terhenti. Jantungnya berdegup sangat kencang. Takut jika di hari pertamanya bekerja akan gagal karena dipecat hanya gara-gara terlambat datang. Pelan, Alesha membalikkan badannya. Menghadap pemilik suara yang berdiri di belakangnya. "Em m-maaf, saya terjebak macet." Alesha menjawab pelan. Orang yang berdiri berkacak pinggang di hadapan Alesha ini terkekeh kecil, tak lama berubah ekspresi garang lalu berseru galak. "Alasan saja!" "Serius, Bu... saya kena macet di lampu merah yang lama sekali itu!" sahut Alesha lebih berani. Memang kenyataannya, ia terjebak macet gara-gara lampu merah yang menyala lebih dari 100 detik sementara saat lampu hijau hanya 30 detik saja, alhasil kendaraan semakin menumpuk dan terjadi kemacetan panjang. "Sudah tau lampu merah di sini bikin pusing kepala, kenapa berangkat dari rumah terlalu mepet?" tanya wanita berambut sebahu itu tetap galak. "Em saya baru beberapa hari tinggal di Semarang, jadi belum terlalu paham keadaan

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 111 Jonas si Manusia Ribet!

    Alesha sudah bersiap dengan setelan pakaian kerja yang disiapkan untuk melakukan penyamarannya. Berdandan pun sudah sesuai dengan karakter baru yang akan diperankan sebagai Marissa Anggita. Ia bergegas membangunkan Jonas yang masih terlelap. Sebenarnya ia tidak tega, namun pria itu sendiri yang memaksa harus mengantarkan ke perusahaan. "Jonas, bangun!" Alesha dengan lembut menggoyang-goyangkan tubuh sang suami. "Hm, setengah jam lagi, Sayang!" gumamnya dengan kedua mata masih terpejam rapat. "Ini sudah hampir jam setengah 7, Jonas. Aku enggak mau hari pertama bekerja telat. Itu bisa menarik perhatian orang-orang." Karena mengantuk berat, Jonas tak menanggapi. Pria itu hanya merubah posisi tubuhnya jadi miring membelakangi Alesha tanpa sadar. Alesha menghela napas panjang. "Kalau kamu masih ngantuk, aku berangkat naik ojek saja ya?" Seperti kata-kata ajaib, seketika kedua mata itu terbuka lebar. Posisinya juga langsung berubah duduk. Kemudian melayangkan pertanyaan bern

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 110 Mari Kita Mulai!

    Kata-kata Alesha bagaikan sebuah tamparan keras untuk kedua orang tuanya, yang di masa lalu melakukan banyak kesalahan hingga berujung perceraian dan saling bermusuhan hingga sekarang ini. Maka, untuk menghindari agar rumah tangga sang putri tak seperti kisah mereka, pada akhirnya dengan berat hati sepakat untuk memberikan izin pada Alesha menjalankan misi rahasianya. "Karena papa juga tidak ingin mengambil resiko yang besar, papa akan tempatkan anak buah papa untuk menjaga kamu!" tegas pria itu usai menyatakan keputusan memberikan izin. Alesha terkesiap. "Pa, enggak usah! Jonas sudah tempatkan orang untuk jaga aku kok, itu sudah cukup." "Enggak, Sayang. Papa harus tetap punya orang kepercayaan papa untuk jaga kamu, yang bisa terus mengabarkan kondisi kamu di sana ke papa!" "Iya, Mama setuju sama papa kamu, Sayang!" seru Nyonya Astari dari ujung sambungan video. "Oke, enggak masalah, Pa. Hanya saja, anak buah papa cukup satu orang di sana, agar tidak terlalu mencolok dan m

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 109 Ingin Berjuang Bersama

    Syarat dari Nyonya Aisha wajib dilakukan. Alesha akan mengajak Jonas menemui kedua orang tuanya secara bergantian nanti, begitu keluar dari rumah sakit dan kembali ke ibukota. Tak lama setelah kunjungan orang tua Jonas, dokter yang merawat yaitu Yoga datang memeriksa kondisi Jonas. "Oke sudah bagus semuanya. Sudah lebih bugar dari kemarin, sepertinya dirawat istri tercinta dengan sangat baik sehingga mempercepat penyembuhan!" ucap Yoga. "Alhamdulillah!" sahut Alesha lega. "Hm, apalagi kalau sudah dapat jatah semalam!" seloroh Yoga tiba-tiba dengan suara berbisik dengan sedikit mendekatkan wajahnya ke telinga Alesha. Kedua alisnya dinaik-turunkan. Yang seketika membuat tubuh Alesha menegang. Kedua pipinya memerah seperti kepiting rebus. Tersipu malu. "Nga-wur kamu!" sahutnya tergagap. Yoga terkikik geli. Sementara Jonas tersenyum dengan lebar. "Kebutuhan biologis, tidak bisa ditunda!" sahut Jonas tak ada yang ditutup-tutupi. Dan langsung saja cubitan tak terlalu meny

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 108 Syarat dari Mami

    Alesha sesekali menatap ke arah suaminya dengan tatapan tajam. Sementara tangannya bergerak aktif membereskan kekacauan di atas ranjang serta mulutnya yang terus mengomel sebal. Sedangkan Jonas, pria itu sudah rapi dan sedang duduk di atas sofa dengan senyum tersungging manis menanggapi gerutuan sang istri tercintanya. Tidak terganggu sama sekali, justru tampak menikmati. "Enggak habis pikir sama cara berpikir kamu! Bisa-bisanya ngajak begituan di rumah sakit!" gerutu Alesha yang sudah ikut duduk di samping sang suami. "Kamu yang mancing-mancing semalam!" balas Jonas membela diri. Tangannya kemudian bergerak merangkul pundak Alesha. Sementara tangan Alesha memukul gemas paha Jonas. Omelannya kembali mengalir lancar. "Kamunya saja yang mesum! Lagian siapa yang tau kamu nempel banget seperti itu!" "Hm, ya sudah kan sudah kejadian, kamu juga ikut terbawa arus, iya kan?" Sengaja menggoda, Jonas menaik-turunkan alisnya. Lagi-lagi, pukulan menyasar paha pria itu. Kali ini lebih

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 107 Alesha Mengancam, Jonas Kelabakan

    Jonas terkesiap keras ketika melihat benda yang ditunjukkan sang istri di tangan kanannya. "Tolong bawa sini, Sayang!" Alesha mengangguk lalu mengulurkan tangannya dan menyerahkan benda kecil berwarna hitam tersebut pada sang suami. Jonas mengamati, mengutak-atiknya sebentar baru kemudian meraih ponsel dan menghubungi seseorang. "Jeno, apa kamu meninggalkan benda ini di ruangan kakak?" tanya Jonas langsung begitu sambungan video tersambung. Satu tangannya yang bebas mengangkat benda penemuan istrinya tersebut guna ditunjukkan pada lawan bicaranya. "Enggak, Kak. Itu... mikrofon?" Jeno tampak terkejut. Kepala Jonas mengangguk. "Mikrofon kecil ini ditinggalkan pemiliknya di atas nakas--" "Tunggu, Kak! Apa ada orang lain yang datang menjenguk kakak setelah aku?" sela Jeno memotong. "Enggak, terakhir yang keluar dari ruangan kakak itu kamu, Je." "Sebelumnya? Apa ada orang mencurigakan yang datang menjenguk?" Kedua mata Jonas menyipit, berusaha mengingat siapa saja yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status